Monday, August 27, 2018

10 Alas Foto/Background yang Mudah Ditemukan Di rumah Untuk Mempercantik Foto Flatlay

10-alas-foto-yang-mudah-ditemukan-dirumah



10 Alas Foto/Background Foto Flatlay yang Mudah Ditemukan Di Rumah


Bicara tentang tren fotografi, rasanya foto Flatlay belakangan ini menjadi salah satu genre foto yang banyak diminati banyak orang. Ketikkan saja ‘flatlay’ pada instagram/pinterest, kamu akan menemukan ribuan foto-foto flatlay dengan berbagai tema. Nggak hanya itu, di kanal Youtube juga banyak para youtuber yang juga membahas tentang bagaimana cara membuat foto flatlay yang menarik perhatian. 

Bisa dibilang Foto Flatlay menjadi sesuatu yang diminati banyak orang selain swafoto.

Foto Flatlay adalah teknik pengambilan gambar/foto dengan sudut pengambilan 90 derajat dan biasanya benda-benda tersebut diletakan di atas permukaan datar.

Salah satu komponen penting dalam pembuatan foto flatlay adalah alas foto. Alas foto akan membantu mempercantik hasil foto dan tentunya juga penataan memiliki peranan lebih penting. Secantik apapun alasnya, kalau teknik penataan kita kurang maka foto flatlay kita akan begitu saja dan terkesan ‘monoton’

Permasalahan yang sering dikeluhkan oleh para penyuka flatlay adalah mengenai alas foto. Beberapa dari mereka bingung menggunakan alas apa, termasuk saya. Bahkan, beberapa dari mereka memilih membeli alas foto untuk mempercantik foto-foto mereka. Belakangan, penjualan alas foto di lapak-lapak online semakin meningkat karena permintaan yang banyak. Siapa coba yang nggak mau foto flatlay kece.

Padahal harga dari alas foto itu tidak murah sih. Saya pernah membeli alas foto dari salah satu lapak online sekitar 88 rb belum termasuk ongkir. Sayangnya, saya kecewa dengan hasil karena tidak sama dengan kualitas yang mereka tawarkan. Pemasangan alas fotonya tidak rapi dan berkerut. Saat dipakai membutuhkan editing untuk menghilangkan efek kerutan tersebut. Bisa dibayangkan kalau kita ingin bergonta-ganti alas foto yang berbeda tentu membutuhkan anggaran cukup besar.

Itu sih yang ada anggaran. Gimana kalau buat orang yang ingin foto flatlay tapi nggak punya dana untuk membeli alas foto?

Tenang saja. Ada banyak cara untuk mensiasatinya bahkan jikapun mengeluarkan uang, harganya akan lebih murah dari membeli alas foto online. Benda-benda ini akan mudah ditemukan di rumah.

Mau tahu? Baca sampai habis ya.

Kertas



Rasanya benda yang satu ini mudah sekali ditemukan di rumah dan kalaupun harus beli tentu harganya terjangkau. Nah, kertas di sini pun ada banyak macamnya ya. Sesuaikan saja sama kebutuhan kalian. Ini beberapa macam kertas yang bisa digunakan untuk alas foto

  • Kertas HVS
  • Kertas karton manila
  • Kertas Lipat
  • Kertas bufallo
  • Kertas kado
  • Kertas asturo
  • dl
Kelebihan dari alas foto kertas ini adalah mudah ditemukan dan harganya terjangkau. Jadi, kalau robek/rusak bisa dibeli dengan harga murah. Penggunaannya juga mudah dan bergantung pada kreatifitas masing-masing. Bisa untuk alas foto sepenuhnya atau sebagai layering

Koran




Sampai saat ini saya belum menemukan foto flatlay yang memakai koran sebagai alas foto sepenuhnya. Biasanya koran dipakai sebagai layerin/ditumpuk di atas alas foto utama. Sebagai pemanis foto flatlay kopi dan roti. Semacam menceritakan menu sarapan pagi.

Kalau punya saudara/teman yang sedang melakukan perjalanan ke luar negeri, koran bisa menjadi alternatif oleh-oleh.

Selimut/Bed cover/Seprai




Belakangan ini saya baru tahu bahwa ternyata selimut, bed cover atau seprai bisa menjadi alternatif alas foto. Ukurannya yang lebar bisa membuat kita lebih leluasa berkreasi. Michelle, salah satu instagramer yang pernah aku wawancarai merekomendasikan 3 benda tersebut sebagai alas foto. Pastinya di antara ketiga benda itu ada di rumah. 

Seorang teman blogger sengaja membeli seperangkat seprai dan bed cover hanya untuk membuat foto ala-ala di hotel. Buat yang suka minimalis bisa memakai motif yang polos sedangkan yang ingin bermain warna bisa pakai motif yang lebih ramai. 

Kerudung/Kain




Berhubung alas lipat saya berkerut, saya memutuskan untuk membeli kain meteran sebagai alas foto harganya murah tergantung bahan kain. Saya pernah beli ukuran 1m sekitar 30 rb. Kelebihan alas foto kain ini mudah dicuci dan tahan lama.

Selain kain, bisa juga menggunakan kerudung segiempat sebagai alas foto. Seorang teman pernah bercerita kalau dia menggunakan kerudung warna putih sebagai alas fotonya.

Meja




Berhubung rumah saya memiliki banyak unsur kayu, seperti meja dan kursi. Saya sering menggunakan kursi sebagai alas foto untuk makanan. Tinggal ditambahin ornamen lain. Jadilah foto yang cantik. Selain makanan, saya pernah memakai meja kayu untuk membuat foto flatlay buku. Hasilnya tak kalah bagus.

Lantai/Keramik






Tidak punya benda-benda yang saya sebutkan di atas? Jangan khawatir, kamu bisa tetap berkreasi dalam foto flatlay menggunakan alas foto lantai/keramik. Mudah, murah dan motif tiap keramik itu unik jadi akan memperkaya foto flatlaymu. Kembali lagi tergantung pada kreatifitas. Saya pernah mencoba beberapa kali, not bad lah hasilnya

Dinding




Foto Flatlay itu merupakan bagian dari genre Still Life dalam dunia fotografi, di mana memotret benda-benda mati dan kata flatlay sendiri berarti permukaan datar. Jadi, dinding juga bisa kamu gunakan sebagai alas foto/background. Banyak kok foto-foto lucu yang menggunakan dinding sebagai latar belakang. Jika suka yang kesannya netral dan bersih, pilihlah warna-warna seperti putih, abu-abu. Suka yang ceria pilihlah warna-warna mencolok.

Taplak


Taplak meja yang bertengger di atas meja juga bisa kamu gunakan menjadi alas foto. Bisa menjadi sebagai alas utama atau layering sebagai tambahan tekstur pada fotomu. Foto flatlay tidak melulu benda-benda yang menonjol tapi kamu bisa menggunakan kain-kain yang memiliki motif, bentuk dan ukuran untuk ikut meramaikan. Misalnya kamu punya taplak yang berumbai, kamu bisa gunakan ujung rumbainya sebagai pemanis foto atau gunakan saja taplaknya sebagai alas.

Kalender Bekas


Nggak punya anggaran buat beli alas foto berwarna putih, jangan berkecil hati yes. Pakai saja kalender bekas, tinggal dibalik aja. Kamu sudah bisa mendapatkan alas foto berwarna putih yang murah meriah. Yah, memang nggak sebesar alas foto yang kamu inginkan tapi setidaknya kamu sudah bisa menggunakannya untuk membuat foto flatlay kece. Warna putih di kalender juga bagus kok, bersih gitu. Toh ketika di foto, orang lain nggak bakalan tahu kalau itu dari belakangnya kalender.

Rumput/Jalan Raya/Bunga/Bebatuan/Salju




Bosan dengan alas foto buatan, yuks pakai alas foto yang sudah disediakan oleh Tuhan. Rumput hijau itu bisa juga jadi alas foto yang cakep untuk foto flatlay. Nggak perlu mengeluarkan banyak uang cukup tenaga aja untuk cari lokasi di mana ada banyak rerumputan.



Konsep flatlay bukan hanya foto-foto produk yang cakep ya tapi juga foto-foto daun, bunga di atas jalanan juga bisa disebut foto flatlay (intinya sih dipermukaan datar ya). Jangan kaku deh sama istilah, kreatifitas ya cin, itu penting. 

Nah, Michelle salah satu instagramer yang saya pernah tulis di blog, juga pernah menggunakan alas foto alami seperti salju dan hasil fotonya cakep, out of the box gitu.

So, jangan bilang deh kalau mau bikin foto flatlay kece itu kudu harus beli alas foto. Nggak, kamu bisa menggunakan benda-benda di sekitarmu yang sekiranya bisa digunakan sebagai alas foto. Nanti, kapan-kapan saya mau nulis tentang properti foto yang mudah ditemukan di rumah.

Intinya sih, dalam menciptakan foto flatlay yang kece dibutuhkan banyak latihan. Percuma kalau kamu punya semua materi/produk yang oke untuk bahan foto flatlay tapi nggak ngerti cara mengaturnya. Serius, buat saya sendiri yang nggak sabaran soal menata-nata/styling, foto flatlay itu susah. Kreativitas dalam menata akan membuat tampilan foto flatlaymu akan lebih menarik.


Tetap Semangat.


Salam,

Wednesday, August 15, 2018

Sama-Sama Bermain di Flagship, OPPO Find X dan OnePlus 6, Manakah Yang Lebih Unggul?




Pada 2018 ini, ada banyak brand smartphone yang meluncurkan seri flagshipnya. Salah satunya adalah OPPO Find X yang resmi diluncurkan di Indonesia pada pertengahan Juli 2018 kemarin. OPPO rupanya sangat optimis dengan perangkat terbarunya ini, yang disebut-sebut sebagai The Future Flagship. Selain itu, OnePlus juga sudah meluncurkan smartphone flagship-nya dengan kode OnePlus 6 pada pertengahan tahun 2018 ini. 

Namun apakah OPPO mampu bersaing dengan smartphone flagship dari OnePlus? Nah, yuk kita intip perbandingan spesifikasi OPPO Find X dengan salah satu smartphone flagship andalan dari OnePlus yaitu OnePlus 6. 

Sebelum membahas lebih lanjut perbandingan antar keduanya. Maybe, di antara kalian ada yang penasaran dengan kata-kata Flagship, seperti saya dahulu. Ehm, setelah berselancar di dunia saya mendapatkan gambar bahwa Flagship itu adalah produk terbaik dari sebuah produsen (gadget dan ponsel) yang memang ditujukan kepada konsumen pasar Highend. Ya, bisa dibilang dia mewujukan produk pada tingkatan strata teratas. 

Udah ngerti, kan? 

Sekarang mari kita bahas perbandingan akan kedua produk Flagship ini.


Perbandingan Desain Serta Display Nan Elegant


One Plus 6

Diluncurkan pada 16 May 2018 di London, Inggris, OnePlus 6 cukup menyita perhatian dari pecinta gadget. Hadir dengan desain baru yang sama sekali berbeda dengan pendahulunya; OnePlus 5T, OnePlus 6 hadir dengan bentang layar 6,28 inchi, aspek rasionya 19:9 serta berteknologi AMOLED. Bagian belakang OnePlus 6 terbuat dari kaca, dan memiliki tiga variasi warna, yaitu Logam Hitam, Putih serta Hitam.

Sayangnya OnePlus 6 masih memiliki notch, atau sisi hitam pada bagian atasnya. OnePlus menyiasatinya dengan menempatkan kamera depannya pada bagian notch ini.

Oppo Find X (Source: ndtv gadgets)


Berbeda dengan OPPO Find X yang hadir tanpa notch, bezelnya pun didesain sangat tipis, sehingga layar OPPO Find X terlihat penuh. Bentang layar pada OPPO Find X 6,42 inchi dengan rasio layar 93.8 persen. Revolusi desain ini menjadi yang pertama di dunia, dan dinamakan dengan Panoramic Arc Screen. OPPO juga sukses mengkombinasikan dua potongan gelas pada layar depan dengan tampilan panoraknya.

Bagaimana dengan sisi belakangnya? OPPO Find X hadir dengan gradasi warna yang mengalir, dengan dua variasi warna yaitu Bordeaux Red dan Glacier Blue. Dengan multifaceted color process yang inovatif maka smartphone ini dapat bersinar dengan elegant melalui beragam sudut.

Perbandingan Kecanggihan Kamera


source: digitaltrends.com


Pada OnePlus 6, kamera utamanya memiliki ukuran 16MP dan bukaan f/1,7, dan dibekali optical image stabilization (OIS). Sedangkan untuk kamera belakang, OnePlus memiliki dua buah lensa yang berukuran 16MP dan 20MP.

Source: mensxp.com


Untuk OPPO Find X, juga hadir dengan dual kamera pada sisi belakang masing-masing berkekuatan 16MP dan 20MP serta OIS yang mampu memberikan efek bokeh yang natural Untuk kamera depan, OPPO Find X menempatkan kamera selfie berukuran 25MP yang dilengkapi dengan kecanggihan AI. Sehingga saat mengambil selfie dengan OPPO Find X, AI akan menganalisa dan menyempurnakan hasilnya.

Uniknya lagi, Oppo membuat kamera dari Oppo Find X ini tersembunyi untuk menambah astetik/keindahan. 

Perbandingan Kinerja


OnePlus membekali perangkat terbarunya dengan Snapdragon 845 dan GPU Adreno 630, berkekuatan RAM 6GB, dan untuk OS nya berbasis Android 8.1 Oreo. Untuk baterainya, OnePlus dibekali dengan daya sebesar 3.300 mAh.

Sedangkan untuk OPPO Find X pada otak pemrosesannya juga menggunakan chipset termutakhir, Qualcomm Snapdragon 845 dan chip grafis (GPU) Adreno 630. Ponsel ini juga dibekali RAM dan penyimpanan yang besar, yakni RAM 8 GB dan penyimpanan yang luas 256 GB. Tentunya ini membuat kinerja OPPO Find X menjadi lebih optimal. Sebagai penunjang kinerjanya, OPPO Find X dibekali baterai berdaya 3.730 mAh.

Belum lagi factor utama yang membuat OPPO Find X lebih unggul adalah teknoologi VOOC flash charge Dengan teknologi ini proses pengisian daya menjadi jauh lebih singkat.

Perbandingan Harga


Dengan spesifikasi masing-masing, berapakah harga ke dua smartphone flagship ini?

Untuk OnePlus dijual dengan harga mulai dari Rp. 7,4 juta hingga 8,1 juta, tergantung varian warna dan kapasitas internal memorynya. Sedangkan untuk OPPO Find X, hadir dengan harga Rp. 12,9 juta.

Nah, melirik aspek desain, kamera, kinerja serta harganya, di antara OnePlus 6 dan OPPO Find X manakah yang lebih unggul?

Monday, August 13, 2018

Micellar Water, Pembersih Praktis Berbahan Dasar Air, Favorit Para Perempuan Masa Kini

ovale-micellar-water
credit: dekcrayon.id


Micellar Water, Pembersih Praktis Berbahan Dasar Air


Bicara tentang Micellar Water, pasti kita semua sudah pada tahu dong seperti apa kegunaanya dan kenapa produk ini menjadi hype dikalangan para perempuan masa kini? Yap! Micellah Water adalah produk pembersih wajah yang berbahan dasar air. Produk ini seakan menjawab keresahan yang sering dirasakan kaum perempuan yang terkadang ‘malas’ membersihkan sisa make up di malam hari. Yah, terkadang pulang kerja rasanya pengin langsung merebahkan badan di kasur dan tidur sampai pagi. Lalu, lupa bahwa masih ada sisa dandanan yang belum dihapus. 

Tahu dong akibat lupa membersihkan riasan? Yes, jerawat. Dobel dong ya masalahnya.

Dengan Micellar Water, kita nggak perlu pakai produk lainnya untuk membersihkan wajah. Cukup pakai kapas, tuang Micellar Water, terus sapu di wajah yang penuh makeup. Udah deh selesai. Wajah bisa balik bersih lagi dan nggak perlu pake dibilas lagi. Praktis banget, kan? Thats why, saya sekarang ini mulai beralih pakai Micellar Water untuk membantu menghapus riasan di malam hari.

Mungkin, kebanyakan perempuan di luaran sana sepemikiran dengan saya. Micellar Water ini praktis dan cepat banget dalam hal membersihkan wajah. So, beberapa dari mereka juga mulai melirik produk Micellar Water dalam kegiatan rutin membersihkan wajah. Dulu, perlu waktu sampai 30 menit, sekarang dengan bantuan Micellar Water, membersihkan wajah hanya butuh 10 menit saja. Hahaha. Pas banget kalau pulang kerja dan udah capek banget buat ke kamar mandi untuk membasuh muka. Bersihin wajah sebentar pakai Micellar Water, wajah bersih kembali. Terus bisa tidur dengan nyenyak tentunya juga setelah membersihkan badan.

Ada banyak produk Micellar Water tentu dengan keunggulan masing-masing. Saya sendiri sekarang ini memakai Ovale Micellar Water. Kenapa? Pertama, karena Ovale adalah produk lokal. Entah kenapa, saya kalau lihat brand lokal mengeluarkan produk selalu senang aja bawaannya. Hitung-hitung untuk mendukung pemakaian produk lokal. Kedua, Ovale Micellar Water ini praktis banget. Produk ini terdiri dari dua ukuran, yaitu 200 ml dan 100 ml. Ukuran 100 ml ini memiliki kemasan travel pack. Jadi, bisa dibawa kemana-mana tanpa takut kena pemeriksaan bagasi saat naik pesawat. Tinggal masukin aja dalam tas make up.

Ketiga, Ovale Micellar Water memiliki dua varian yaitu pink buat mencerahkan dan hijau untuk kulit sensitive dan mencerahkan. Saya sendiri pakai yang warna pink buat mencerahkan wajah. Keempat, Ovale Micellar Water ini bikin kita irit kapas kalau membersihin wajah karena dengan satu kapas aja, wajah kiita tersapu maksimal dari sisa noda makeup. Tutup Botol produknya berdesain flip top, jadi gampang banget dibuka dan tidak gampang tumpah. Kita bisa mendapatkan produk ini cuma dengan harga 30 ribuan aja di drugstore atau supermarket terdekat. Nggak usah takut kehabisan stok karena mudah didapat.

Micellar Water, Pembersih Praktis Berbahan Dasar Air, Favorit Para Perempuan Masa Kini
credit: dekcrayon.id

Micellar Water adalah produk pembersih wajah yang praktis sehingga mampu menarik perhatian banyak perempuan masa kini. Banyak dari mereka yang beralih menggunakan Miccelar Water. Lebih hemat. Iya dong, nggak heran kalau produk Micellar water jadi produk pembersih wajah favorit para Perempuan. Bersihin noda makeup sekali usap sekarang itu bukan cuma mimpi.

Kamu suka pakai Micellar Water juga, nggak?

Sunday, August 12, 2018

(Review) Life On Mars, Antara Khayalan dan Kenyataan

life on mars





“Khayalan Terkadang Lebih Menyenangkan Ketimbang Kenyataan”

Cerita Drama Korea nggak akan pernah ada habisnya. Selalu saja ada drama-drama baru yang menarik untuk ditonton. Padahal genrenya dan plot utamanya sih itu-itu saja tapi tetap Drama Korea selalu memiliki hati di semua ruang para penikmatnya.

Bulan lalu saya pernah membahas tentang drama yang mengulas kehidupan para Hakim. Nah, kali ini saya mau mengulas tentang kisah Detektif Polisi dalam serial drama Life On Mars. Drama ini adalah serial adaptasi dari Amerika dengan judul yang sama yaitu Life On Mars. Sama kayak drama Suits kemarin yang juga diadaptasi dari serial drama di Amerika.

Drama Life On Mars dimulai dari kisah Han Tae Jo (Jung Kyung Ho) yaitu seorang Detektif Kepolisian yang tengah menyelidiki kasus Pembunuhan Berantai. Dalam penyelidikan itu dia mendapatkan sebuah kecelakaan dan terlempat ke tahun 1988, Agar bisa kembali ke tahun depan/sebenarnya dia harus menyelesaikan kasus pembunuhan.

Alasan saya menonton drama ini adalah saya tengah bosan dengan genre romance. Apalagi setelah drama Miss Hammurabi tamat. Kayak nggak ada lagi drama apik yang bisa ditonton. Akhirnya saya mencoba satu episode dari drama Life On Mars setelah lebih dahulu membaca sinopsis.
Nonton drama ini kali pertama mengingatkan saya akan episode pertama dari Drama Tunnel di mana pemeran utamanya tengah mengejar pembunuh berantai dan dia diserang oleh sang pembunuh. Tergeletak dan terbangun berada di dunia yang berbeda. Bedanya kalau dalam serial drama Tunnel, dia terbangun di terowongan dan terlempar ke dunia akan datang. Sebaliknya, di serial drama Life On Mars, sang detektif malah terlempar di dunia lampau.

Berada di dunia lampau membuang Han Tae Jo bingung apalagi rekan kerjanya adalah orang-orang yang aneh ditambah peralatan untuk investigasi saat itu masih terbatas. Sempat membuatnya frustasi dan ingin kembali ke dunianya. Di lain hal, Han Tae Jo mulai sering mendengar bisikan-bisikan tentang keadaannya di masa depan yang kerap kali membuatnya terganggu. Dia bahkan sempat ingin bunuh diri tapi berhasil digagalkan oleh Na Young, opsir Polisi Wanita di tahun lampau.

Lambat laun Han Tae Jo mulai menerima keadaanya dan mulai menjalani kehidupan sehari-harinya selayaknya orang di masa itu. Dia mulai semangat ikut memecahkan kasus-kasus pembunuhan di masa itu yang ternyata membawanya bertemu dengan sang Ayah. Ayah yang amat dipujanya dahulu. Namun, ada hal yang membuatnya sedih mendapati kenyataan bahwa Ayahnya tidak mati karena kecelakaan kerja melainkan dibunuh. Sebuah rahasia yang Tae Jo tidak pernah tahu di masa depan.

Ulasan drama lainya: Drama Heartstring

Bagian yang menarik dari drama ini menurut saya adalah Konflik batin yang dialami Han Tae Jo saat dia bisa kembali ke masa depan. Ternyata dia malah merindukan koleganya di masa lampau. Bagi saya itu sebuah pertempuran batin yang tidak mudah, apakah dia harus hidup di dunia nyata atau kembali ke khayalannya di masa lampau? Pilihan yang sulit.

Dalam drama ini kita juga disuguhkan adegan-adegan yang bisa memancing gelak tawa para polisi di masa lampau yang kagum akan cara kerja Han Tae Jo dan mereka menganggap Tae Jo adalah peramal ketika ada taruhan pertandingan Hoki. Selain itu kisah kekeluargaan mereka bagian yang manis di mana mereka saling melindungi ketika sang Kapten dituduh melakukan kejahatan. Drama yang sarat makna.

Bagi penyuka drama genre detektif, drama ini bisa kalian masukkan ke daftar tontonan.


Selamat menonton,


Wednesday, August 8, 2018

Di-PHP-in Mantan Sudah Biasa, Kalau di-PHP-in Brand, sudah pernah? Pernah!

Di-PHP-in Mantan Sudah Biasa, Kalau di-PHP-in Brand, sudah pernah? Pernah!


Di-PHP-in Mantan Sudah Biasa, Kalau di-PHP-in Brand, sudah pernah? Pernah!


Perjalanan menjadi Pembuat konten tak semulus jalananan bebas hambatan. Ada saja kerikil-kerikil tajam yang sering membuat ban bocor alias menganggu pekerjaan. Mulai dari laptop rusak, kehabisan ide, ditikung sesama blogger dan bahkan di PHP oleh brand. 

Well, mungkin untuk orang di luaran sana yang masih awam dengan pekerjaan kami menganggap pekerjaan kami itu menyenangkan. Apalagi kalau melihat hasilnya dari media sosial kami yang selalu terlihat bahagia, senang dan tidak kenal lelah. Wkwk, padahal kenyataannya tidak sebegitu indah apa yang ditampilkan.

Kalau urusan kehabisan ide bagi kami sudah biasa. Saking biasanya sampai lupa memperbaharui tulisan di blog. Itu sih cara kami ngeles kalau lagi malas nulis. Laptop rusak bisa diakali dengan ngerental atau pakai hp. Masalah ditikung sesama blogger itu adalah sesuatu yang sering terjadi. 

Terus, bagaimana dengan di PHP oleh Brand?

Pernah, dong. Pernah!

Alkisah suatu hari saya mendapat email dari sebuah brand. Brand tersebut mengundang saya untuk menghadiri peluncuran produk. Berhubung saya sudah memiliki agenda lain, saya mencoba jalan tengah yaitu mengulas produk tersebut tanpa harus hadir. 

Singkat cerita, permintaan saya disetujui oleh brand dan saya sudah mengirimkan Invoice seperti yang diminta oleh brand tersebut. Dua minggu setelah mengirim email, saya tidak mendapatkan balasan apapun. Saya sampai mengirim email kedua untuk meminta kejelasan. Hasilnya nihil.

Saya bercerita pada rekan sesama blogger yang kebetulan mendapatkan tawaran yang sama. Dari rekan saya tersebut, saya mendapatkan kontak dari perwakilan brand yang menghubungi saya. Saya mengirimkan pesan perihal kerjasama yang tertunda. Setidaknya saya hanya ingin kejelasan apakah hubungan ini berlanjut apa tidak. 

Jawaban dari perwakilan brand tersebut, mereka tetap ingin bekerja sama dan akan segera memproses email saya bahkan beliau menanyakan alamat untuk pengiriman produk. Dan, ternyata sampai dua minggu setelah waktu yang dijanjikan. Kerjasama tersebut tidak berlanjut dan produk tidak pernah dikirim. Jujur saya kecewa tapi ya sudahlah. Berarti memang bukan rejeki. Saya sengaja tidak kembali menghubungi brand tersebut karena saya tidak.ingin terlihat “ngebet’ banget.

Cerita yang kedua lebih tak kalah menggelikan. Hampir sama sih dikecewain sama brand tapi buat saya lebih menjengkelkan.

Beberapa bulan lalu saya mendapatkan email dari sebuah brand (saya nggak tahu dia benar perwakilan brand/agency). Intinya dia ingin saya mengajak beberapa teman blogger untuk menghadiri acara peluncuran produk. Saya senang banget dong, karena pertama kalinya saya bisa mengajak rekan sesama blogger untuk event berbayar. Biasanya sih saya yang diajak. Intinya sih kami sepakat mengenai hak dan kewajiban dan ketentuan lanjutan akan diinformasikan lebih lanjut.

Selama menunggu, kami tidak berkomunikasi sama sekali. Saya juga sengaja menghubungi mbaknya di akhir Juli karena ada seorang teman Blogger yang bertanya perihal acara ini. Menurut, si Mbak, acaranya tetap jadi sesuai jadwal dan nanti akan diinfokan lagi menjelang hari H.

H-2, Si Mba memberikan konfirmasi perihal undangan dan jumlah blogger yang harus saya ajak. Menurut dia, ternyata brand hanya meminta 2 blogger saja, yaitu saya dan 1 orang blogger lain. Eh, tiba-tiba si Mbak mendelete undangan yang udah dikasih ke saya katanya ada kesalahan (untung saya udah copas jadi bisa tahu sebenarnya brand apa). 

Sampai malam, Si Mbak nggak menghubungi saya lagi. Saya mencoba mengkonfirmasi, memastikan apakah benar cuman 2 blogger atau ada info lain. Tenyata, Si Mbak membatalkan kerjasama dengan alasan misskomunikasi. Udah gitu aja cin. Coba aku nggak tanya kebayang dong seperti apa. 

Nah, tadi pagi saya memang sengaja udah follow duluan akun brand itu. Hahaaha, saya dikerjain saudara-saudara. Acara itu tetap berlangsung dan mereka mengundang blogger lain. Wih, gitu amat yak. Saya coba konfirmasi sama si Mbak tentang acara yang ternyata jadi digelar. Wa saya cuman dibaca dan nggak ada permintaan maaf.

Saya sengaja menceritakan hal ini bukan karena baper gagal dapat duit tapi melainkan etika dia sebagai Brand yang seharusnya jauh-jauh hari mengkonfirmasi bahwa jika memang kami bukan blogger yang dibutuhkan. Bukan asal membatalkan kerjasama dengan alasan acara tidak jadi digelar. Alasan apa coba dan nggak ada permintaan maaf. 

Seharian ini saya cuman bisa ketawa miris dan kesal. Curhat sama beberapa teman blogger yang batal saya ajak. Mereka juga ikutan kesal. Mau kerja jujur aja kudu dikerjain begini. Ya sudahlah, anggap saja pengalaman saya ini sebagai pembelajaran. Lain kali kalau dapat tawaran kudu diperjelas dan lapang dada kalau pada akhirnya batal.


Hahaha.

Begitulah namanya hidup.

Sunday, August 5, 2018

(Guest Post) Bagaimana Menulis Kalimat Pertama yang Catchy dan Bikin Pembaca Penasaran

Menulis-kalimat-pertama-yang-catchy-menarik-pembaca



Hai! Iya ini, saya, Carolina Ratri. Lagi diundang sama Mbak Tikha buat nulis di blog keren nan girly ini. Hehehehe. Salam kenal ya, buat semua pembaca blog Mbak Tikha. 

Saya sih biasanya memang menuliskan tip-tip menulis, atau nggak tip-tip blogging dan media sosial gitu memang, karena saya lagi proses belajar banget di situ, dan minatnya memang ke situ. 

So, kali ini mau sedikit berbagi tentang bagaimana menulis kalimat pertama dalam artikel—baik untuk di blog ataupun artikel untuk media lain—yang catchy dan bisa bikin pembaca artikelnya jadi harus “terpaksa” membaca sampai selesai. 

Tsah. Gimana opening saya di atas? Sudah cukup bikin pengin baca sampai selesai belum? Kalau belum, ya berarti failed. Ahahahaa. Ahelah. 

Baiklah. Jadi begini ... 

Ada beberapa hal yang harus kita usahakan agar orang mau membaca artikel yang sudah kita tulis. Di antaranya adalah membuat judul yang menarik, dan yang lain adalah membuat opening artikel yang bisa "menjerat" pembaca untuk mau membaca sampai selesai. 

"Nasib" artikel kita tergantung pada beberapa puluh kata pertama yang kita sajikan dalam artikel tersebut. Jika beberapa puluh kata pertama saja sudah nggak menarik, ya ngapain orang meneruskan membaca? Betul? 

Maka dalam beberapa puluh kata pertama itulah sudah harus ada gambaran permasalahan yang jelas, dan "janji" solusi yang bisa diambil oleh pembaca saat mereka selesai membaca. 

Bagaimana cara menyajikan semua itu dalam beberapa puluh kata dalam kalimat pertama ini? 

1. Sajikan fakta yang mengejutkan 

Misalnya seperti ini: 

"Hamil di usia 40 tahun ke atas memang memiliki risiko keguguran yang lebih besar dibanding usia di bawahnya. Selain itu, kemungkinan bayi untuk mengalami down syndrome juga turut meningkat. Namun tetap saja bukan hal yang mustahil untuk memiliki kehamilan sehat dan bayi yang lahir selamat meski telah berumur 40 tahun." 

Yang di-bold, merupakan fakta yang bersifat mengejutkan. Bahwa ternyata hamil di usia 40 tahun itu risky. Nah, fakta ini akan “mengikat” pembaca yang sedang hamil, terutama mereka yang sudah berusia 40 tahun. 

Dengan membaca opening seperti itu, pembaca yang memiliki permasalahan yang sama, maka akan terus ingin tahu. Lalu baru deh selanjutnya dijabarkan, apa nih kiat-kiat hamil sehat di usia 40 tahun, misalnya. Atau, mau bikin daftar selebriti yang hamil di usia 40 tahun dan tetap sukses melahirkan anak yang sehat? Bisa juga kan? 

2. Ungkap yang biasanya menjadi permasalahan pembaca. 

Misalnya seperti ini: 

"Sudah pernah mengajak anak-anak berkemah belum? Belum? Kenapa? Malas? Kok malas sih? Karena repot harus membawa peralatan kemah yang banyak, belum lagi nanti di lokasi banyak nyamuk, susah air dan sebagainya?" 

Kata "malas" menjadi kata kunci kesalahan pembaca yang umumnya nggak terlalu sering membawa keluarga berkemah. Malas repot. Udahlah, itu umum banget jadi masalah. 

Padahal kemah bersama keluarga itu sebenarnya asyik banget. Banyak manfaatnya. Nah, dari kalimat pembuka di atas, kita terus mau apa nih? Mau kasih alasan kenapa berkemah bareng keluarga itu perlu, dan mesti dimenangkan dari rasa malas? Atau, mau kasih kiat-kiat supaya kemahnya enggak rempong? 

3. Ceritakan yang biasanya menjadi masalah yang tak terpecahkan. 

Misalnya seperti ini: 

"Soalnya kadang juga bingung sih, apa sih kado untuk ibu yang baru saja melahirkan yang tepat itu? Apa yang biasanya diberikan? Kalau sudah kepepet, ya palingan nggak jauh-jauh amat dari perlengkapan mandi bayi, baju bayi, mainan, atau baby carrier. Tapi kan mainstrem, bosen itu-itu melulu. Iya nggak sih?" 

Iya, tapi apa dong? Ada ide kado apa? Nah, lalu teruskan dengan beberapa barang unik yang bisa dijadikan ide kado untuk ibu yang baru saja melahirkan. 

4. Kasih lihat hasil 

Misalnya begini: 

"Beberapa minggu lalu saya dan suami mencoba ngajak anak-anak untuk menonton film animasi yang lagi hits di bioskop. Well, this is our first time. Awalnya agak ragu sih, soalnya si kakak itu rada-rada fobia di tempat gelap. Kemarin mati lampu 5 menit saja udah teriak-teriak terus. Tapi ternyata nggak sesulit yang saya pikirkan. Si kakak, yang berusia 7 tahun, ternyata bisa menikmati filmnya meski suasana bioskop sangat gelap. " 

Kok bisa ya, anaknya tenang nonton bioskop padahal dia takut gelap? Tipnya apa nih? Duh, mau juga dong bawa anak nonton bioskop dan anteng sampai selesai. 

And then, orang pun akan mau baca sampai selesai. 

5. Cerita sehari-hari yang related/berhubungan 

Misalnya seperti ini: 

"Lagi enak-enak gosok badan, pintu digedor cuma buat nanyain, "Kaus kaki Papa ditaruh di mana, ya?" Ya ampun! Ya, di tempat biasanyalah! Masa cuma kaus kaki saja harus disiapkan juga, nggak bisa mencari sendiri sih? 

Terus, pas habis mandi, buka lemari, eh ... kok berantakan? Ya ampun, kenapa Papa nyari kaus kaki di lemarinya Mama? *tepok jidat* Akhirnya Mama mencarikan kaus kaki itu di lemari Papa. Lo, kok berantakan juga? Papa ambil baju sendiri tadi, dan main tarik saja. Aduh! Hancur deh semua yang sudah disetrika!" 

Duh, ini mamak mana nih yang enggak jengkel dengan kondisi seperti ini? Setiap ibu kayaknya juga punya permasalahan yang sama nih. Terus,apa ya yang bisa disaranin oleh penulis? 

Maka orang akan terus membaca sampai terakhir. 

6. Lontarkan pertanyaan 

“Apakah kamu sekarang lagi dalam usaha untuk menurunkan berat badan alias lagi diet?” 

Nah, contoh di atas adalah contoh dari pertanyaan yang standar sebenarnya. Tapi kalau semisal mau menulis artikelnya lebih unik, bisa ditambahkan lagi. Misalnya begini. 

“Apakah kamu sekarang lagi dalam usaha untuk menurunkan berat badan alias lagi diet, tapi tetap bisa makan es kepal Milo setiap hari tanpa merasa guilty?” 

Pertanyaan memang bisa sangat memancing, tapi coba tambahkan satu dua hal lagi yang kontradiktif, jadi bikin makin penasaran. 

Nah, itu dia beberapa hal yang bisa kita jadikan sebagai opening untuk "menjerat" pembaca agar mau baca sampai akhir. 

Semoga bermanfaat ya. Jika ada pertanyaan bisa langsung ditulis di kolom komen, saya nanti akan ngecek juga ke sini sewaktu-waktu. Semoga bisa jawab semuanya yah. 

Cheers! 

Carolina Ratri 

Penulis blog carolinaratri.com

Kotak Warna © . Design by Berenica Designs.