Recent Posts

Wednesday, September 23, 2020

5 Penuls Fiksi yang Membuat Jatuh Cinta

5 penulis fiksi yang membuat jatuh cinta, song for alice, windry ramadhina, novel indonesia


5 Penulis Fiksi yang Membuat Jatuh Cinta



“Satu hal yang aku sukai dari membaca fiksi, aku terjebak dan jatuh cinta.”

Sebagai penggemar tulisan fiksi, tentu saja saya punya penulis fiksi panutan yang karyanya membuat jatuh cinta sejak kali pertama membaca. Saya tahu mungkin kelihatan lebay tapi memang sehebat itulah mereka. Membuat saya terpaku seharian, menghabiskan ribuan kata yang tertulis dalam waktu semalam. Lalu, menyelipkan rasa hangat sehabis membaca kisah karakter dalam tulisan mereka.

Layaknya orang jatuh cinta, rindu akan selalu hadir menunggu kapan penulis idaman mengeluarkan karya baru. Berdebar saat mereka memberikan teaser di media sosial, apakah kisah yang mereka tulis masih semanis buku pertama yang pernah saya baca sebelumnya? Lantas, bergegas ketika mereka mulai menjualnya karena tidak ingin ketinggalan.

Tidak hanya tentang karya baru, ada kalanya saya suka membaca ulang semua karya mereka dan ajaibnya rasanya masih sama seperti saat saya pertama membaca. Entah, candu apa yang mereka tuangkan dalam buku tersebut sehingga saya terbuai.

Sebenarnya saya punya banyak penulis fiksi favorit, hanya saja kalau ditulis semua di sini akan menjadi cerita yang tidak akan ada habisnya. Makum, banyak bermunculan penulis-penulis baru dengan karya yang tak kalah apik.

Nah, saya ajak kalian dengan 5 Penulis Fiksi yang membuat saya jatuh cinta dengan karya-karyanya.


Ilana Tan



Saya mengenal Ilana Tan dari buku pertamanya yaitu Autumn In Paris yang merupakan karya tetralogi 4 musim yang tentunya sudah saya baca semua (ada 1 bukunya yang hilang dan saya sedih sekali).

Alasan saya menyukai Ilana Tan karena gaya tulisannya yang manis, sederhana tidak terlalu banyak permainan kata namun menawarkan detail yang membuat betah ketika membaca karyanya. Tema yang diambil pun tak jauh-jauh dari kisah cinta. Tentu saja ada saat dia menulis karakter yang saling berhubungan dengan bukunya yang lain seperti Tetralogi 4 Musim.


Penulis yang misterius ini sudah lama tidak mengeluarkan karya baru dan saya amat menantikannya. Semoga bakal ada kisah baru setelah In The Blue Moon


Prisca Primasari



Will and Juliette merupakan karya pertama dari Prisca. Waktu itu saya belum begitu tertarik dengan karyanya sampai saya membaca karya dia yang lain, kalau nggak salah Eclair dan saya suka.

Sejak saat itu saya memasukkan Prisca ke dalam penulis fiksi favorit dan pastinya menunggu karya-karya barunya diterbitkan. Satu hal yang membuat saya menyukai karya Prisca adalah premis dari karya-karyanya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.


Baca juga:






Winna Effendi



Gara-gara tugas dari workshop menulis yang saya ikuti kala itu, saya mengenal Winna Efendi untuk kali pertama. Novelnya yang berjudul Ai berhasil menyedot perhatian saya. Winna memiliki ciri khas, diksinya yang manis dan panjang akan membuat saya terhanyut dalam setiap jalan cerita yang dia tulis.

Meski bukan penggemar beratnya, saya memiliki beberapa karya dia untuk dikoleksi dan saya tidak menyesal telah mengenal penulis yang satu ini.


Windry Ramadhina



Montase, merupakan karya pertama Windry yang saya baca. Sama hal dengan Winna Efendi, bisa dibilang dia memiliki ciri khas narasi yang detail dalam setiap tulisannya, bahkan menggunakan beberapa kata yang kadang masih asing di telinga.

Bisa dibilang Windry merupakan sosok yang multitalenta. Selain sebagai novelis, dia juga seorang Arsitektur, Dosen, bisa bermain musik. Pantas saja Wulan K menjadikan dia panutannya.

Meski saya bukan murni penggemar beratnya, saya rajin membaca karya-karyanya karena Wulan kenanga. Bahkan tahun lalu, kami berdua mengikuti workshop menulis bersama Windry. Menyenangkan, saya jadi tahu bahwa Windry memang amat-amat detail dalam membuat novel. Pantas saja dia jarang mengeluarkan karya banyak karena memang benar-benar menjaga karakter sampai benar-benar kuat untuk diberi jalan cerita.


Dewie Sekar



Saya berkenalan dengan karya Dewie Sekar ketika membaca novelnya yang berjudul Alita @heart, berkisah tentang cinta pertama Alita yang menyukai sahabat kakaknya sendiri. Sebuah novel yang berakhir sedih membuat saya ketagihan membaca.

Suatu hari, kalau nggak salah gramedia mengadakan giveaway berhadiah Novel Dewie Sekar dan tentunya saya nggak mau ketinggalan karena kebetulan novel yang saya punya mulai rusak karena keseringan dibaca.

Hal yang menggembirakan saya menang dong dan ternyata saya mbak Dewie saya dikasih sepaket bukunya plus tanda tangan penulisnya langsung. Akk, bahagia dong, saya jadi bisa baca kelanjutan dari kisah Alita. Ya, sejak saya itu ketagihan membaca karya-karyanya.

Cara bertuturnya sederhana, tidak terlalu panjang dan bertele-tele. Jalan ceritanya juga menarik dan anehnya selalu bikin hati ini hangat sehabis membaca. Terakhir, mbak Dewie Sekar baru saja mengeluarkan novel baru, tentunya saya punya dong. Hahah

Begitulah cerita tentang 5 penulis Fiksi yang bikin membuat saya jatuh cinta. Kalian punya penulis favorit juga, boleh dong berbagi?


Salam hangat,


Sunday, September 20, 2020

5 Tips Membangkitkan Ide Menulis Blog

5 tips membangkitkan ide menulis


5 Tips Membangkitkan Ide Menulis Blog


Suatu hari saya pernah duduk lama di depan laptop hendak membuat tulisan baru di blog. Sudah satu jam menatap layar, tak satupun kalimat yang saya hasilkan. Entah kenapa hari itu rasanya sulit sekali untuk memikirkan apa yang ingin saya tulis. Tak jua mendapatkan ide, saya memutuskan menutup laptop, mengurungkan niat memperbaharui tulisan di blog.

Bukan sekali saya mengalami permasalahan seperti ini. Beberapa kali, malah pernah saya hiatus menulis blog selama 1 bulan. Rasanya tiap kali hendak memulai, ada saja yang menghalangi pikiran. Rasanya sedih apalagi kalau tiba-tiba dapat job dari klien, nggak mau kan kehilangan kesempatan baik?

Nggak mau terus-terusan memaklumi diri yang sedang terkena sindrom writer’s block, biasanya saya melakukan beberapa kegiatan khusus sehingga mood kembali membaik dan pikiran jadi lancar. Alhasil, gairah untuk menulis menjadi membara.

Rasanya semua blogger punya cara sendiri supaya ide-idenya tetap bermunculan menjadi tulisan yang baru. Nah, kali ini saya mau membagikan 5 tips membangkitkan ide menulis blog.


Membaca Tulisan Orang Lain


Saya seringkali merasa kesulitan dalam menulis kalimat pertama. Serius, kadang satu jam bengong di depan laptop hanya karena nggak tahu mau membuka tulisan di blog dengan kalimat apa? Biasanya hal ini yang membuat mood saya menjadi labil dan berakhir tidak menulis.


Pertama yang saya lakukan adalah membaca tulisan orang lain yang memiliki topik sejenis sebanyak 3-5 tulisan. Biasanya dari situ saya akan mulai mendapatkan insight apa yang hendak ditulis selanjutnya. Kayak semacam ada penarik sumbatan di otak dan akhirnya menjadi lancar.



Mengumpulkan Ide-Ide Di Pinterest


Buat saya pinterest itu sudah kayak surga, bisa menemukan apapun yang saya cari di sana dan saya berterima kasih buat seorang teman yang sudah memperkenalkan dengan aplikasi keren ini.

Di kala bosan/jenuh, saya suka sekali bermain di pinterest. Mencari-cari ide buat buat tulisan lalu menyimpannya di Pinterest hingga menumpuk. Nanti, ketika saya membutuhkan ide buat tulisan, saya akan membuka hasil simpanan saya tadi untuk selanjutnya dieksekusi menjadi sebuah tulisan ala saya.


Menulis Sesuatu yang Disukai



Ketika saya sudah lama hiatus dari menulis blog, saya biasanya memulai kembali dengan menulis sesuatu yang saya sukai, entah itu puisi pendek, ulasan produk kecantikan yang sedang saya pakai atau bahkan tentang diri saya yang tengah merindukan seseorang.

Menulis objek yang disukai biasanya ditulis dengan bahagia sehingga meningkat mood. Mood yang baik akan memantik ide-ide baru untuk tulisan selanjutnya.

Baca juga

8 Sumber Ide Supaya Aktivitas Blogmu Lancar

Bagaimana Menulis Kalimat Pertama 

Hal-hal yang Bisa Dilakukan Seorang Blogger 



Melakukan Hal yang Tidak Berhubungan Dengan Menulis



Pernah saya bosan dengan dunia tulis menulis, saya memutuskan untuk mengambil jarak dengan laptop, menyimpannya dalam lemari selama satu bulan. Tidak membaca buku, dan tidak menulis apapun di buku catatan.

Selama dalam masa jeda itu, saya memilih untuk memotret, memasak, menonton drama kesukaan atau mengobrol bersama teman. Hingga suatu hari saya merasa rindu dengan tulisan. Kayak ada banyak cerita yang ingin saya sampaikan dan itu berhasil membangkitkan semangat lagi untuk menulis.


Mencatat Ide-Ide yang Terlintas Di Buku Catatan


Rasanya saya punya banyak buku catatan yang beberapa sering saya bawa kemana-mana. Ketika tiba-tiba ada ide yang terlintas, biasanya saya segera mencatat di buku catatan supaya tidak lupa. Selain ide, saya sering juga mencatat kata-kata baru, kalimat yang saya sukai atau dengar dari orang lain.

Ide-ide mentah tersebut biasanya sengaja saya simpan, nanti baru dipilih mana yang akan kemudian dibuat dalam bentuk tulisan utuh.

Menulis merupakan proses panjang yang harus dilalui dengan kesabaran, mengalami stuck sesekali tidak masalah selama tidak menyurutkan niat kembali menulis blog. 

Semoga 5 Tips Membangkitkan ide menulis blog bisa memberikanmu inspirasi.

Sampai jumpa,



Wednesday, September 16, 2020

Mencari PCR Test Di Surabaya

PCR Test Di Surabaya

Pandemi Korona yang Belum Berakhir


Saya yang tinggal di Surabaya, bisa dibilang khawatir karena merupakan salah satu kota yang memiliki angka penularan cukup tinggi. Pasalnya, pandemi Korona yang belum berakhir di berbagai belahan dunia termasuk di Indonesia, malah kian meningkat dari hari ke hari.

Salah satu upaya untuk memutus rantai penularan Covid 19, pemerintah surabaya melakukan test pemeriksaan baik PCR dan Rapid Test guna memetakan wilayah sebaran Covid 19 di Surabaya. Bisa dibilang, mencari PCR Test di Surabaya bukan hal yang sulit saat ini.

Sangat berbeda dengan keadaan di awal-awal pandemi, di mana kita mengalami kesulitan untuk melakukan tes Covid 19 tersebut secara mandiri dan juga dibatasi dalam realitasnya.


Baca juga:

Operasi Ganti Pacu Jantung di Masa Pandemi

Pengalaman Swab Test Covid 19 

Virus Corona Membuat Suasana Ramadhan Berbeda 

 

Perbedaan PCR Test dan Rapid Test


Mungkin di antara kalian tahu bahwa ada beberapa tes yang bisa digunakan untuk mendeteksi keberadaan Virus Corona di dalam tubuh, yaitu PCR Test, Rapid Test dan CT Scan.

Kali ini saya akan lebih memfokuskan pada dua jenis deteksi Virus Corona yang belakangan ini menjadi hal yang selalu diperbincangkan keberadaannya yaitu Rapid Test dan PCR Test

Rapid Test merupakan tes serologi yang bertujuan untuk mendeteksi antibodi Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap SARS-CoV-2 di dalam darah. Metodenya dengan mengambil sampel darah dari pasien yang kemudian diproses di dalam laboratorium.

Hasil dari Rapid Test ini biasa berupa reaktif dan non reaktif. Jika kamu mendapatkan hasil reaktif, kemungkinan besar tubuh mengandung antibodi SARS-CoV-2. Namun antibodi yang reaktif bukan selalu diartikan virus tersebut tengah aktif dalam tubuh. Antibodi reaktif tersebut bisa menunjukkan adanya infeksi yang terjadi di masa lampau.

PCR Test merupakan singkatan dari polymerase chain reaction yaitu pemeriksaan SARS-CoV-2 dengan cara mendeteksi DNA virus. Hasil dari tes tersebut berupa positif dan negatif. Berbeda dengan Rapid Test yang mengambil sampel darah, PCR Test ini menggunakan contoh cairan lendir yang didapatkan dari rongga hidung dan tenggorokan dengan metode swab (mengusap menggunakan suatu alat berupa cotton bud yang panjang dan didiamkan beberapa saat untuk mengumpulkan cairan lendir).

Sebagai seseorang yang pernah melakukan swab test covid 19, buat saya metode yang satu ini agak tidak menyenangkan.

Kedua test tersebut di atas merupakan rangkaian yang tidak terpisahkan. Rapid Test merupakan alat deteksi awal bagi seseorang yang mungkin memiliki gejala/tidak bergejala, sedangkan PCR Test merupakan metode selanjutnya yang akan membuktikan apakah orang tersebut memang terinfeksi Covid 19.

Mencari PCR Test Di Surabaya



swab test covid 19, PCR Test Surabaya, halodoc



Mencari PCR Test di Surabaya bukan hal yang sulit, mulai banyak RS dan klinik yang menyediakan PCR Test atau dikenal dengan Swab Test ini dengan beragam harga yang bervariasi.

Keadaan ini berbeda jauh seperti pengalaman saya dulu yang hendak melakukan operasi di bulan Juni. Saya harus menelpon beberapa RS dan klinik untuk memastikan apakah mereka menyediakan layanan Swab Test Mandiri. Benar-benar melelahkan.

Sekarang, permasalahan mencari lokasi PCR Test di Surabaya menjadi lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Kamu bisa menemukan Dokter sekaligus tempat untuk melakukan tes PCR yang disesuaikan dengan lokasi tempatmu tinggal.


halodoc, pcr test, pcr test surabaya


Saya yang tinggal di Surabaya, tinggal masukkan kota di pencaharian, lalu akan muncul rekomendasi RS yang menyediakan layanan PCR Test. Pilih lokasi yang dekat dari rumah supaya mudah dan enaknya kamu juga langsung bisa bikin janji menggunakan aplikasi Halodoc. Nyaman, nggak pakai ribet telepon dulu.

Akses mudah untuk mencari PCR Test Di Surabaya memang membuat kita merasa aman, namun bukan berarti lantas kita mengabaikan protokol kesehatan yang ada. Tetap jaga jarak, pakai masker jika keluar rumah dan jangan lupa untuk cuci tangan sehabis melakukan aktivitas.

Salam sehat,


Tuesday, September 15, 2020

Operasi Ganti Pacu Jantung Saat Masa Pandemi

pacemaker, medtronic, pengalaman ganti pacemaker, harga pasang pacemaker

Operasi Ganti Pacu Jantung Saat Masa Pandemik



Setelah hampir 3 bulan melakukan pemulihan pasca operasi ganti pacu jantung, saya memberanikan diri untuk menulisnya di blog. Ini kali pertama saya membahas mengenai operasi yang saya lakukan. Padahal sebelumnya saya tidak pernah menceritakan secara gamblang kepada pembaca tentang kondisi kesehatan selama ini.

Seharusnya operasi ini dilakukan bulan April lalu, sesuai perjanjian dengan dokter pada bulan Januari supaya menghindari baterai tidak habis mendadak sehingga saya bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

Memangnya apa yang terjadi kalau baterainya habis?

Kemungkinan terburuk saya bisa pingsan. Namun, ada kejadian luar biasa lima tahun lalu, saya mengeluh sakit kepala yang berkepanjangan, pokoknya rasanya tubuh ini nggak nyaman. Mami inisiatif untuk mengajak ke dokter Jantung langganan saya, terlebih lagi memang waktunya kontrol rutin. Ternyata dari hasil pemeriksaan, baterai pacu jantung saya habis dan Dokter kaget dengan kondisi saya yang baik-baik saja. Berdasarkan pengalaman ini, Dokter nggak mau kecolongan lagi sehingga hasil pemeriksaan terakhir telah diputuskan akan dioperasi sebelum puasa.

Manusia hanya bisa berkehendak, siapa sangka akhir Februari, kasus Corona semakin banyak di Indonesia. Saya sempat takut untuk ke RS kala itu apalagi tersiar kabar bahwa di Rumah Sakit rentan terjadi Airborne alias penularan lewat udara. Sehingga saya menunda kunjungan ke Dokter. Sempat tanya teman Nakes juga bahwa saat itu ruang operasi tidak dibuka kecuali kasus darurat.

Pertengahan Juni, Mami mengajak saya kontrol ke karena sudah hampir melewati batas yang diperkirakan oleh Dokter. Dengan perasaan berdebar, kami bertemu dengan Dokter di RS. Berhubung sedang pandemik, beliau tidak lagi membuka praktik di rumah.

Dari hasil pertemuan, Dokter menyarankan saya untuk kembali lagi bulan depan karena masih pandemi apalagi semua hasil pemeriksaan terakhir berada di rumah Dokter tersebut. Kemudian, Dokter memberikan pilihan, jika ingin melakukan operasi bulan ini saya harus melakukan Swab Test. Jika hasilnya negatif, saya bisa melanjutkan pemeriksaan darah dan operasi bisa dilakukan.

Sehabis pulang dari Dokter, saya segera mencari informasi RS mana yang bisa melakukan Swab Test dan akhirnya ketemu. Saya segera bikin janji dengan RS.


Baca Juga:

Pengalaman Swab Test Covid 19

I'm Thankfull Being Me 

Apa yang ingin Dilakukan Ketika Corona Berakhir? 


 

Hasil Tes Swab yang Bermasalah



Menunggu hasil swab, rasanya mood nggak karuan. Perasaan takut, cemas, gugup dan gelisah menjadi satu. Saya takut hasilnya tidak baik.

Tiga hari pasca swab, hasil juga tidak keluar sementara pihak dari Dokter terus menanyakan hasil. Saat itu rasanya saya tertekan, belum lagi ditambah pertanyaan ortu tentang hasil tes, rasanya saya pengin menghilang sejenak. Bahkan, saya kehilangan banyak berat badan waktu itu. Fyuh

Saya kehilangan gairah, untungnya masih ada semangat untuk menulis dan memotret. Setidaknya itu memberikan kekuatan sembari menunggu.

Jumat pagi, pihak Dokter memberitahu bahwa operasi akan dilakukan Sabtu Pagi. Dokter sudah menentukan jadwal karena menjaga kondisi saya sehabis swab. Suster menelpon menanyakan hasil swab yang juga belum keluar.

Sembari menunggu hasil swab yang dijanjikan akan keluar sore hari, saya bersiap-siap, mengemas perlengkapan yang akan dibawa ke RS besok hari. FYi, saya tidak perlu menginap sebelum operasi.

Menjelang Maghrib, swab test yang ditunggu hasilnya keluar dan ternyata tidak teridentifikasi alias swab ulang. Rasanya badan panas dingin mendengar hasil, bagaimana tidak besok operasi dan hasil swabnya bermasalah. Kesal rasanya. Namun, kami terlalu lelah untuk berdebat dengan RS tersebut dan ingin fokus pada operasi besok. Hasil swab tersebut saya kirimkan ke Dokter apa adanya.

Menjelang isya’ dapat telepon dari dari Dokter, saya diminta untuk melakukan CT Scan Paru karena tidak mungkin menunda untuk swab ulang. Malam itu juga saya berangkat ke Rumah Sakit menjalankan CT Scan. Untuk kali pertama saya masuk ke dalam tabung besar yang dinginnya luar biasa. Sambil berdoa semoga hasilnya baik.

Alhamdulillah, jam 11 malam hasil CT Scan keluar. Paru-paru saya dinyatakan bersih dari bercak. Operasi bisa dilakukan besok pagi.



Prosedur Selama Operasi Berlangsung



Gara-gara menunggu hasil swab, saya lupa melakukan tes darah untuk persiapan operasi. Alhasil jam lima pagi, saya harus meluncur ke RS untuk dilakukan tes darah terlebih dahulu. Sungguh, luar biasa hari itu.

Sembari menunggu hasil darah, saya melaporkan diri ke UGD bahkan akan rawat inap. Di UGD kami diterima oleh para nakes yang menggunakan APD lengkap. Terlalu sering ke RS membuat saya terbiasa dengan pemandangan ini.

Ditemani seorang perawat yang menggunakan APD, kami diantar menuju ruang Angiografi, tempat prosedur penggantian pacu jantung dilakukan. Oh iya, karena prosedur operasi ini tergolong ringan, nantinya saya akan dibius lokal alias hanya pada daerah yang akan dibedah.

Sebelum melakukan operasi, saya diberi form consent/persetujuan untuk ditandatangani orang tua. Selanjutnya, saya disuruh ganti baju lalu dibawa ke ruangan operasi. Untungnya sebelumnya sudah berpamitan sama keluarga di rumah.

Buat saya momen operasi, momen yang sunyi. Harus berjuang sendiri tanpa ada keluarga yang menemani di ruangan super dingin. Itulah kenapa harus mempersiapkan mental sejak jauh-jauh hari. Pasrah karena tidak akan ada yang pernah tahu apa yang terjadi di meja operasi.

Selama proses operasi berlangsung, saya wajib menggunakan masker KN95 yang di bawahnya diberi oksigen di bagian hidung. Kebayang? Nggak papa sih, biar saya tetap aman ketika operasi berlangsung.

Semua petugas Nakes dan Dokter yang berada di ruang operasi juga menggunakan APD lengkap. Lihat baju hijau di ruang operasi aja bikin dag dig dug apalagi mereka semua pakai APD ala astronot kok kayaknya bikin lebih tegang. Cuman bisa berdoa.

Meski ruang operasi bukan hal yang asing bagi saya, tetap saja rasa takut dan cemas itu selalu ada. Siapa coba yang berani berada di ruang operasi? Rasanya nggak bakal ada yang rela untuk dioperasi.

Pertama, seorang perawat mulai memasang kabel-kabel yang ditempel di dada, gunanya memantau denyut jantung, tekanan darah, saturasi oksigen selama operasi berlangsung. Perawat yang lain memberitahu bahwa mereka akan memasang infus dan melakukan pengecekan alergi obat (i hate this part, jarumnya kecil dan nyeri banget). Saya juga ditanya apakah ada riwayat alergi pada obat.

Sebelum Dokter datang, kondisi pacu jantung saya diperiksa dulu kayak semacam pengecekan biar ada rencana cadangan kalau terjadi sesuatu dan ternyata masa baterainya tinggal 3 hari. Kok ya bisa pas banget.

Oh iya hari itu saya juga mengalami nyeri karena haid hari pertama, rasanya nggak nyaman banget, ditambah nyeri di tangan bekas tes alergi, bekas cek darah tadi dan pas dimasukin infus. Lengkap banget deh.

Prosedur penggantian pacu jantung ini bisa dibilang termasuk operasi kecil mangkanya hanya membutuhkan anestesi lokal, beda dengan saat kali pemasangan dulu. Saya dibius total. Jadi, sepanjang operasi saya tersadar dan bisa mendengar Dokter berbicara dengan perawat meminta alat untuk operasi, persis layaknya adegan di drama korea yang sering saya tonton.

Beberapa kali saya merintih menahan sakit karena terkena bagian yang belum disuntik bius, sehingga beberapa kali saya merasakan dokter menyuntikkan obat bius di area operasi. Ternyata ukuran alat pacunya lebih besar dari yang pernah saya pakai sehingga dokter harus membuat luka yang lebih lebar supaya generator pacu jantung bisa masuk sempurna. Kalau dulu, ketika saya merintih kesakitan begini, ada tangan perawat yang siap menggenggam memberikan semangat karena pandemi tidak ada lagi. Seorang perawat yang mendampingi saya di samping hanya membisikkan kalimat penyemangat.

Saat generator pacu jantungnya dilepas, untuk beberapa detik saya sempat merasa hilang kesadaran dan sesak napas. Buru-buru saya menarik napas panjang dan semua kembali normal.

Alhamdulillah operasi berjalan lancar tanpa hambatan, luka juga sudah dijahit sempurna. Saya dipindahkan ke ruang ICU untuk observasi sembari menunggu kamar inap dipersiapkan.

Oh iya selama pandemi, kunjungan ke RS ditiadakan terus yang boleh menunggu hanya satu orang saja. Demi mengantisipasi penyebaran virus dan RS menjalankan protokol yang cukup ketat.

Saya hanya menginap semalam di RS, selama tidak ada pendarahan dan demam saya boleh pulang keesokan harinya. Yay, pulang.

Biaya yang dikeluarkan untuk tindakan operasi penggantian pacu jantung sebesar 34 juta rupiah (kelas 3), biaya generator pacu jantung sekitar 44 juta rupiah. Jika ditotal keseluruhan dengan biaya perawatan, CT Scan, Swab tes dan lainnya sekitar 100 jt.

Apakah nggak pakai BPJS?

Menurut Dokter, jenis pacu jantung saya pakai ini memakai 2 kabel sehingga tidak dicover oleh BPJS, alhasil saya harus pakai biaya mandiri. Itulah kenapa orang tua saya punya banyak investasi, demi pengobatan saya jangka panjang. Semoga Papi dan Mami selalu sehat agar bisa terus mendampingi. Amin.

Selepas operasi, pemulihan saya bisa dikatakan cepat. Hasil jahitan kering sempurna. Berhubung sedang corona, kontrol yang seharusnya 3 bulan sekali diganti 6 bulan. Semoga tidak ada masalah hingga kontrol tahun depan. Amin.

Terima kasih buat Dokter dan tim Nakes yang sudah merawat saya kemarin, semoga sehat selalu ya.



Saturday, September 12, 2020

5 Hal Menyenangkan Bersama Ning Blogger Surabaya

5 hal yang menyenangkan bersama ning blogger surabaya




5 Hal Menyenangkan Bersama Ning Blogger Surabaya



Bergabung dengan komunitas bagi saya merupakan cara untuk bertemu dengan orang-orang yang seirama, dengan begitu saya menjadi lebih semangat karena ternyata di luar sana ada orang-orang yang memiliki passion yang sama. Itu juga berlaku bagi kamu seorang blogger.

Saya kali pertama bergabung dengan Komunitas Kumpulan Emak Blogger Surabaya yang seiring berjalannya waktu berganti wajah menjadi Ning Blogger Surabaya. Waktu itu saya diajak oleh Wulan K yang terlebih dahulu tergabung dalam komunitas tersebut, kebetulan mereka sedang mengadakan acara arisan ilmu di Taman Flora, Bratang.

Saya yang masih kali pertama ikutan acara tersebut tentu saja canggung, namun perlahan mulai terbiasa, bertemu wajah-wajah baru yang mungkin asing. Nggak sangka penerimaan mereka luar biasa, pulang dari acara tersebut saya punya teman-teman baru. 

Nggak lama setelah bergabung di media sosial komunitas, saya memberanikan diri bertanya sama Wulan, apakah mereka mempunyai WAG yang bisa saya ikuti. Dengan menghubungi salah satu admin, saya akhirnya tergabung dalam WAG mereka.

Respon saya pertama. Grup ini asyik meski saya belum kenal mereka seutuhnya.

Seiring berjalannya waktu, pertemanan kami bukan hanya sebatas ketika ada job melainkan sudah kayak saudara. Ada kalanya kami ngemall bareng, belajar sambil makan rujak atau bertemu hanya sebatas melepas rindu. Sayang, pandemi korona belum juga berakhir sehingga hasrat untuk berkumpul terpaksa ditunda.


Teman Ngemall Bareng


“Ke Royal yuk?”


Sebelum Corona menyerang, pertanyaan begini ini bakal ramai tanggapan dari anggota Ning Blogger Surabaya. Maklum, jika tidak ada event mereka suka jadi teman ngemall. Padahal ya nggak beli apa-apa sih, cuman nongkrong sambil jajan pentol gila sampai malam. Gitu saja sudah bikin bahagia.

Agenda ini sudah seperti lagu wajib, tentu saja lokasi terdekat ya Royal Plaza. Sampai dibikin becandaan bahwa saya salah satu pemegang saham dari Royal. Aminin saja deh.


Baca Juga:

Menemukan Teman Dengan Menulis

 

Tempat Belajar Tiada Batas



Di beberapa komunitas lain yang pernah saya ikuti, biasanya grup WAG mereka itu kayak semacam punya jadwal khusus kapan para anggotanya harus berinteraksi sedangkan di komunitas Ning Blogger Surabaya, bebas.

Para anggota bisa leluasa bertanya tentang apapun itu bahkan perihal bumbu masakan. Kalau ada yang bisa jawab ya tentu dijawab. Kalau nggak ada, ada yang rajin bantuin cari di internet. Kurang baik apa coba.

Dulu, kami punya program LES NBS, di mana setiap anggota yang punya keahlian akan menjadi guru untuk anggota grup yang lain. Pas pandemi ini, kami juga sempat bikin LES NBS dengan mengundang narasumber seorang Psikolog


Saling Support


Bagi saya sebuah komunitas bukan cuman wadah bertemu apalagi hanya untuk cari follower (ups) tapi sebisa mungkin para anggota saling memberikan support. Di NBS kami sering mengucapkan selamat ulang tahun kepada anggota yang kebetulan berulang tahun, ada yang minta doa menjelang kelahiran, bahkan saat saya mau operasi mereka memberikan dorongan semangat.


Kolaborasi Antar Anggota


Sesama blogger itu harusnya kolaborasi bukan kompetisi. Sesama anggota sering banget membantu proyek anggota yang lain, misalnya ada yang dapat job endorse, maka yang lainnya akan siap membantu mengambil gambar atau mungkin malah jadi modelnya.

Pokoknya seru. Habis kerjain proyek, ujung-ujung saling minta foto. Lumayan foto profil di medsos aman. Hahaha.


Tempat Curhat



Meski nggak leluasa curhat di grup, saya sering curhat pada beberapa orang yang memang dekat banget. Eh tapi kebanyakan saya yang suka jadi tempat curhat mereka sih, mulai dari soal anak, hubungan hingga curhat yang nggak penting. Well, its oke.

Rasanya baru kemarin deh gabung sama Grup NBS, eh tahu-tahu sudah 3 tahun aja kebersamaan ini. Meski anggotanya silih berganti tapi tenang saja urusan drakor masih masih jadi favorit.

That’s it, 5 hal yang menyenangkan bersama Ning Blogger Suroboyo. Buat kamu para blogger ada baiknya deh bergabung dengan satu komunitas, ada banyak yang bisa didapatkan selain pekerjaan.


Salam,

old
Kotak Warna | Personal Lifestyle © . Design by Berenica Designs.