Recent Posts

Sunday, August 2, 2020

Tipe Lelaki Idaman di Drama Korea

drama korea, tipe lelaki idaman,  lelaki idaman drama korea


Tipe Lelaki Idaman di Drama Korea



Lelaki idaman seperti apa yang kamu suka?


Pertanyaan ini nggak pernah masuk ke dm IG saya kok, kayak yang sedang heboh belakangan ini. Ini hanya sebuah pertanyaan yang harus saya tulis karena ikut dalam Nulis Blog Bersama NBS yang kebetulan temanya membahas tentang lelaki idaman.


Membahas lelaki idaman ini nggak bakal ada habisnya dan pastinya suka nggak pasti alias berubah-ubah sesuai mood diri saya yang naik turun. Halah, bahas tipe lelaki malah jatuhnya mood. Ada-ada saja


Jaman masih kuliah dulu, lelaki incaran saya itu selalu bertampang cute alias baby face. Nggak tahu kenapa alasannya, saya selalu tertarik pada pria yang tampangnya imut begitu. Berapa kali naksir teman kampus, preferensinya nggak berubah.  


Jika sekarang ditanya, lelaki idaman pasti suka disambung kan  sama lelaki di drama Korea. Lah terus hubungannya di mana sih mbak?


As you know, lelaki yang idaman itu hanya ada dalam drama Korea dan beberapa perempuan mendambakan lelaki semacam itu, termasuk saya. 



Peka


Kebanyakan karakter lelaki di drama korea itu peka alias paham dengan pasangannya. Ketika pasangannya sedang sedih, marah atau membutuhkan bantuan, dia akan selalu siap membantu dan memberikan dadanya yang bidang untuk disandari.


Saat pasangannya lelah, mungkin bisa menawarkan jasa mijitin atau memberikan pelukan hangat.




Tidak Segan Berbagi Tugas Membersihkan Rumah


Sebenarnya di dunia nyata, ada kok tipe lelaki yang mau diajak untuk berbagi tugas dalam mengurus kerapihan rumah, hanya saja populasinya nggak banyak (sok tahu, padahal melakukan penelitian sih nggak).


Nah, kayaknya pembuat drama korea paham sekali bahwa banyak wanita yang mendambakan pasangan yang mau berbagi tugas dalam hal mengurus rumah sehingga selalu ada karakter tokoh yang bikin melting sedang mencuci piring di dapur atau menyapu menggunakan mesin penyedot debu. 

Lelaki menggunakan celemek dan memasak untuk pasangannya itu bikin pengin sandaran di punggungnya. Hahaha, ya Allah imajinasi.



Tidak Malu Menunjukkan Rasa Sayang


Pernah dong lihat adegan dalam drama/film korea di mana karakter lelakinya tiba-tiba cium pipi ketika lagi jalan berdua (cuman ini kalau dalam dunia nyata apalagi di Indonesia, bakalan dikejar sama Satpol PP), atau senang menggandeng tangan pasangannya saat jalan bersama.


Bagi saya, gandengan tangan itu kayak semacam cara untuk meningkatkan bonding dengan pasangan. Jadi, saya suka saja melihat lelaki yang tak segan menggandeng pasangannya ketika jalan berdua.



Melindungi


Meski tak handal bela diri, karakter lelaki dambaan dalam drakor itu adalah melindungi pasangannya. Meski benjol habis digebukin orang, setidaknya dia mempunyai keinginan untuk melindungi sang wanita. 


Melindungi wanita dari hal yang sederhana juga merupakan karakter idaman yang dicari para wanita seperti memayungi saat turun hujan, menggandeng tangan ketika menyebrang jalan.



Pendengar Setia


Wanita itu membutuhkan banyak energi untuk berbicara setiap harinya, itulah alasannya kenapa wanita seringkali dibilang cerewet ya memang itu cara dia katarsis. Nah, salah satu karakter lelaki yang saya sukai adalah menjadi pendengar setia. 


Ada salah satu karakter di drama yang pernah saya tonton yaitu menjadi teman ngobrol wanita yang disukainya setiap jam 2 malam. Wanita tersebut mengalami masalah susah tidur sehingga membutuhkan teman bicara agar bisa terlelap. Bukannya diajak bicara, lelaki tersebut malah disuruh nyanyi padahal buta nada. Ajaibnya, tiap kali mendengar nyanyiannya, wanita itu bisa tidur lelap.



Baca Juga:


10 Rekomendasi Drama Korea Terbaru 2020
 

Romantis



Salah satu tipe karakter lelaki yang adorable dan dinanti-nanti sama pecinta drama korea adalah Romantis. 


Byuh, wanita mana yang tidak suka diromantisin? 


Mulai dari candle light dinner, dikasih kejutan sekotak perhiasan, ngedate berdua ke taman bermain sambil makan es krim sampai rela kaki pegal menunggu sang wanita sibuk berbelanja. Hal-hal begini yang bikin wanita langsung klepek-klepek.


Well, seperti yang saya bilang tadi. Jika menginginkan tipe lelaki yang idaman, sempurna, ya cuman ada di drama Korea.



Anneyeong 


Thursday, July 23, 2020

Pasangan Selingkuh? Siapa yang Salah?

selingkuh, perselingkuhan


Pasangan Selingkuh? Siapa yang Salah?



Belakangan ini, tema perselingkuhan menjadi sesuatu yang paling banyak dibicarakan di berbagai kalangan, tidak hanya itu bahkan sering dijadikan tema-tema dalam industri kreatif seperti film, drama, lirik lagu, dll.

Lihat saja, antusiasme mereka ketika membahas perselingkuhan. Ramai, riuh dan panas. Ada sebuah komunitas menulis di Facebook yang ketika ada penulis menulis topik selingkuh, ramainya bukan main. Mengalahkan antusiasme pemilihan Presiden. Sudah begitu, ujung-ujungnya semua berantem gara-gara merasa berhubungan dengan cerita yang ditulis.

Penghianatan cinta kerap kali menjadi salah satu ujian dalam sebuah hubungan, baik yang masih pacaran atau bagi mereka yang telah mengantongi izin dari KUA alias pernikahan. Hadirnya orang ketiga tiba-tiba membuat jalinan pondasi yang sudah dibangun sedemikian rupa mulai goyang, bahkan tak jarang ambruk.
 
Bagi yang belum menikah, perselingkuhan mungkin tidak terlalu rumit karena tidak menyangkut banyak orang karena lebih mudah memutuskan atau lanjut dalam hubungan. Beda, ketika sudah memasuki dunia pernikahan, berselingkuh akan membuat semuanya berantakan. Ada banyak banyak hati yang harus dijaga, tidak hanya sekadar hubungan dua orang, pun keluarga besar.

Lalu, apa yang sebenarnya mendasari kenapa seseorang menghadirkan pihak ketiga dalam hubungan mereka?


Baca juga:

 

Komunikasi yang Buruk Dengan Pasangan



Banyak kasus perselingkuhan biasanya disebabkan masalah komunikasi yang buruk dengan pasangan. Kebanyakan ini sudah terjadi saat masa penjajakan dan semakin memburuk ketika memasuki pernikahan karena tidak berusaha diperbaiki.

Komunikasi merupakan sebuah dasar dari hubungan. Jika tidak terbangun dengan baik, maka bisa dipastikan akan banyak kesalahpahaman yang terjadi. Banyak pesan yang tidak tersampaikan dengan baik kepada pasangan, sehingga memicu perselisihan. 

Komunikasi yang baik akan membangun pondasi yang kuat antar pasangan, sehingga membuat lebih bebas untuk mengekspresikan emosi, keinginan dan hasrat seksual kepada pasangan.

Saya tiap hari ngobrol kok sama pasangan?

Perlu diingat, komunikasi itu bukan hanya berbicara satu sama lain, tapi ada proses mendengar apa yang diceritakan pasangan tanpa ada prasangka. Tidak semua orang mempunyai kemampuan mendengar yang baik dan ada beberapa orang tak pandai mengungkapkan isi hatinya. Semua ini terkait dengan karakter dan pola asuh yang selama ini melekat kepadanya.

Pasanganmu bukan cenayang harus menebak semua keinginanmu. Jangan tiba-tiba diam seribu bahasa ketika menginginkan sesuatu dari pasanganmu, katakan. Mereka perlu mendengar apa yang kita pikirkan, rasakan, dan inginkan. 

Manusia itu rumit, tidak ada yang pasti.

Mengenai hal ini, saya jadi ingat perkataan Dosen saya, “Manusia itu tiap detik berubah, tidak bisa diprediksi. Bahkan pasangan yang sudah bertahun-tahun seranjang sama kamu,”

That’s why, hubungan komunikasi dengan pasangan harus terus diperbarui, harus belajar mendengar apa yang ingin dikemukakan oleh pasangan kita. Jika kebutuhan dasar ini terpenuhi, tidak mungkin dia ingin orang lain mendengarkan ceritanya.

Waktu terbaik memperbaiki komunikasi dengan pasangan ketika sama-sama tenang, seperti After Sex (masih saling memeluk, mulailah untuk berbicara), berduaan di dalam kamar. Pastikan tidak ada yang terdistraksi ketika sedang bersama.

Jika kesulitan memperbaiki hubungan komunikasi yang telah rusak, mungkin bisa mendatangi konselor pernikahan atau Psikolog Keluarga. Itu bukan merupakan hal yang tabu. 

Memang bukan hal yang mudah, lalu kenapa tidak bertumbuh bersama?



Masalah Kepercayaan Terhadap Orang Lain



Masih ingat dengan Park Seong Joon? Salah satu karakter dari drama VIP yang mengambil tema perselingkuhan.

Dalam drama tersebut digambarkan bahwa Park Seong Joon tidak pernah memberi tahu kepada Na Jeong Son, istrinya mengenai permasalahan keluarga yang selama ini dialaminya. Bahkan, dia memilih menghadiri pemakaman ibunya, sendirian tanpa memberitahu sang istri.

Dari ini kita bisa melihat bahwa pasangan ini tidak hanya memiliki masalah komunikasi yang buruk tapi juga tentang  kepercayaan Park Seong Joon sendiri terhadap sang istri. Menikahi orang yang kita cintai bukan berarti ikut meletakan kepercayaan di dalamnya. 

Alasan Seong Joon lebih percaya kepada Yoo Ri karena bisa dibilang mereka berdua memiliki kesamaan latar belakang.

Ada beberapa orang yang mengalami masalah kepercayaan terhadap orang lain. Bisa disebabkan oleh banyak hal tapi biasanya karena pola asuh di masa lalu. Anak-anak yang lahir dari orang tua bermasalah, ditelantarkan, biasanya lebih rentan terhadap kepercayaan terhadap orang lain. 

Bonding yang tidak terbentuk dengan baik di masa bayi, akan membuat anak mengalami masalah trust terhadap orang lain kemudian hari, terlebih jika didukung oleh lingkungan yang tidak menyediakan kehangatan.


Masalah Respek/Harga Diri



Dalam KBBI, Respek berarti rasa hormat; kehormatan

Hormat di sini bukan seperti hubungan antara antara atasan dan bawahan. Lebih tepatnya saling menghormati dan menghargai satu sama lain. Tidak saling merasa dominan karena tugasnya lebih berat.

Sebagai Kepala Keluarga, lelaki memang diberikan beban lebih berat karena harus menghidupi anak, istri dan juga membimbing mereka. Istri juga memiliki tugas yang yang juga tidak ringan yaitu merawat, mendidik dan memastikan kebutuhan pangan semua anggota rumah itu terpenuhi.

Beberapa orang menjadikan pasangannya sebagai saingan, sehingga ujung-ujungnya permasalahan yang dibahas nggak jauh-jauh dari siapa yang lebih banyak menghasilkan materi atau saling tuding siapa yang tidak becus menjalankan tugas, saling menyalahkan dan terluka.

Harga diri yang terluka, merasa tidak penting bagi pasangan membuka celah kehadiran orang lain yang mungkin lebih memahaminya.

Coba diingat-ingat? Berapa banyak kita berterima kasih kepada pasangan karena sudah melahirkan anak yang sehat, mengurus keuangan keluarga?

Mungkin itu yang jarang kita lakukan. Semua saling sibuk mengukur ego masing-masing.  Padahal, jika kita mau saja saling menghargai, setidaknya tidak akan membuat hubungan semakin rumit.

 
Kesimpulan:



Jika terjadi perselingkuhan, siapa yang disalahkan? Tentu saja pasangan yang menghadirkan pihak ketiga dalam keluarga, alih-alih membereskan semua permasalahan yang memang terjadi.  

Seharusnya jika pernikahannya mulai bermasalah, mulai mencari titik terang di mana sebenarnya letak masalahnya, lalu diselesaikan bersama. Bukan, lantas mengambil jalan pintas untuk menghadirkan seseorang yang katanya lebih perhatian. Buat saya itu perbuatan yang egois.

Pernikahan itu bukan hanya menyatukan dua ikatan tapi bagaimana bertumbuh bersama karena memang dua individu yang berbeda karakter, pola asuh dan keseharian. 

Sunday, July 19, 2020

Jangan Jadi Teman yang Menyebalkan!

jangan jadi teman menyebalkan, friendship, persahabatan



"Jangan jadi teman yang menyebalkan." 



Kalimat ini yang selalu saya pegang tiap kali hendak menjalin pertemanan dengan orang baru.

Bukan apa-apa. Hanya saja, ada kalanya ketika kita sudah dianggap 'dekat' dengan orang lain tanpa disadari kita bertingkah menyebalkan. Yah, berasa sudah kenal luar dalam gitu, jadi gampang banget melakukan hal-hal yang sebetulnya mengganggu bagi dia. Hanya karena embel-embel 'pertemanan' hal itu dikesampingkan.

Ayo coba deh diingat-ingat?

Saya sendiri bukan tipe orang yang suka bermain konflik. Saya lebih memilih mengalah ketimbang beradu urat dengan orang lain, kecuali orang tersebut sudah benar-benar kelewatan. Sebenarnya sikap mengalah ini tidak baik juga sih, harusnya bisa dihadapi biar orang lain tahu juga perasaan kita. 

Beberapa kali dimanfaatkan oleh teman karena sifat saya yang selalu mengalah. Sampai sadar bahwa sebenarnya mereka sudah mengambil kendali akan hidup saya. Melelahkan.

Kalau sudah berada di ujung tersebut? Saya memilih pergi, keluar dari lingkaran yang membuat jiwa saya sakit. Seperti yang pernah saya lakukan beberapa tahun lalu. Hubungan pertemanan kami sudah tidak sehat lagi. 

Teman menyebalkan itu bisa jadi siapa saja atau bahkan kita sendiri. Beberapa orang terkadang tidak sadar kalau pernah menjadi Toxic buat orang lain. Begitu sadar, orang lain mulai menjauh pergi dan ujung-ujungnya merasa menjadi korban. Padahal, sumbernya ya dari dia.

Lalu seperti apa sebenarnya pertemanan yang sehat itu?


Baca juga:



Tuntutan merawat penampilan bukan hanya masalah gender
Belajar Ilmu Psikologi untuk diri sendiri dan orang lain
Kita Tidak Akan Pernah Membuat Puas Orang Lain


Berhenti Menanyakan Hal-Hal yang Nggak Penting


 
“Kapan nikah?
“Kemarin kamu habis liburan kemana? Sama siapa sih?”
“Kamu lagi sedih ya? Kok dari kemarin kelihatan murung?”

Merasa sadar nggak, kalau pertanyaan-pertanyaan seperti ini hampir selalu datang dari orang-orang terdekat di sekitar kita, salah satunya teman.  Merasa dekat lalu mereka bebas gitu menanyakan hal-hal yang nggak penting.

Sesekali mungkin wajar ya tapi ini sampai berkali-kali. Kok rasanya mengganggu. Coba deh dibalik, kalau pertanyaan seperti ini diajukan kepadamu? Pasti BT juga, kan?

Menjadi teman yang baik itu adalah tahu kapan waktu yang tepat untuk bertanya terlebih lagi jika pertanyaannya merujuk ke sesuatu yang bersifat pribadi. Pahami situasi sebelum kamu bertanya, jangan sampai rasa ingin tahu itu membuat orang lain lain nggak nyaman.  Jika temanmu belum mau berbicara, jangan kamu tiba-tiba berondong dia dengan berbagai pertanyaan. Bisa-bisa kamu diblokir dari daftar pertemanan.


Teman Bukan Cenayang yang Harus Tahu Semua Masalah



Long time ago, saya punya teman yang tiba-tiba mendiamkan saya tanpa alasan. Tahu-tahu dia main dengan geng lain dan saya ditinggal. Dasar saya yang cuek, ditinggalkan satu teman ya basa saja. Sampai suatu hari saya mendengar celotehan teman, katanya saya bukan teman yang perhatian.

Loh.

Saya waktu itu cuman ngelus dada saja. Sebagai seorang sahabat/teman bukan berarti harus tahu semua masalah temanmu. Ya kali sampai segitunya pengin tahu semua urusan dia. Berasa hidup cuman isinya dia. 

Saya bukannya tidak perhatian, hanya menjaga dan menunggu waktu yang tepat kapan dia harus diperhatikan. Diam-diam saya pengamat ulung, mengamati beberapa pola tingkah laku teman terdekat. Hanya saja ketika yang di sana tidak memberikan sinyal untuk bercerita. Tentu saya tidak punya hak mendobrak hal pribadi mereka hanya karena status teman.


Beri Dia Waktu Ketika Tidak Mau Diganggu


Menjadi teman bukan berarti selama 24 jam dia harus bersama kamu. Setiap orang punya hak menjalani kehidupan pribadinya. Ketika dia  tidak segera cepat membalas pesanmu seperti biasanya, bukan berarti dia tidak ingin berteman denganmu. Berarti dia sedang ingin menjalani kehidupan pribadinya.

Jangan drama atau baper.

Siklus pertemanan itu memang nggak selalu seiring sejalan. Ada masanya dia sedang tidak ingin berbagi cerita dengan kita tapi dengan temannya yang berbeda. Itu bisa saja terjadi. That's a life.

Beri saja jarak. Maka akan menimbulkan kerinduan. Doakan saja temanmu baik-baik saja.


Teman Bukan Hanya Tempat Berkeluh Kesah


Temanmu bukan ember rusak yang harus selalu mendengarkan keluh kesah tentang keseharian. Bercerita tentang hal pribadi yang membingungkan itu wajar tapi bukan berarti setiap kali bertemu dengan dia, obrolannya hanya didominasi keluhanmu saja.

Membosankan, tahu.

Yuk ah, kalau ketemu teman itu ditanyakan kabarnya dulu, membicarakan hal-hal yang dilakukan atau mengingat-ingat masa lalu yang bahagia. Pahami juga keadaanya, Jangan sampai menambah beban apalagi bikin teman sakit kepala memikirkan masalahmu.


Teman Bukan Ajang Persaingan



Jika memiliki teman yang mungkin keahliannya di atas kita jangan dijadikan sebagai saingan. Pasti bikin pertemananmu rumit karena diiringi rasa iri. Terus merasa kesal karena dia jauh lebih beruntung daripada kita.  Gitu saja terus sampai dua kali lebaran.

Iri sama kemampuan teman sebenarnya wajar tapi kita ubah energi negatif tadi sebagai pelecut untuk bisa belajar lebih baik lagi. Bisa jadi temanmu yang lebih beruntung tadi memang berusaha lebih keras dari kamu.

Kenapa tidak kita tumbuh bersama dengan meminta bantuan dia untuk mengajari kita. Rangkul saja temanmu jangan dianggap sebagai rival.

Hubungan pertemanan memang tidak selamanya seiring sejalan, namun kita juga harus belajar untuk memahami kondisi orang lain. Jangan melulu hanya fokus sama diri kita tapi mengesampingkan perasaan teman. Yuk ah, jangan jadi teman yang menyebalkan.

 

Thursday, July 16, 2020

Jus Buah dan Sayur Untuk Menjaga Imunitas

Green Smoothies, jus buah dan sayur, gaya sehat



Imunitas yang Mudah Menurun


Konsumsi Jus buah dan sayur yang rutin amat sangat membantu untuk meningkatkan imunitas di masa pandemik ini. Imunitas yang terjaga akan membuat kita terhindar dari berbagai namanya penyakit.

Saat masih bekerja dulu, saya sering sekali terkena yang namanya Flu karena kelelahan dan juga pola hidup yang jauh sehat. Namanya kumpul sama teman kerja ada saja makanan yang dimakan, entah itu gorengan, makanan berlemak atau dengan kandungan gula tinggi. Mana mikir kalau makanan yang dikonsumsi akan berakibat buruk sama badan.

Pola makan yang nggak sehat sering membuat imunitas saya menurun. Jika diingat-ingat dalam sebulan, saya bisa dua kali ke Dokter karena batuk dan itu membutuhkan waktu yang lama untuk sembuh. Rasanya amat menyiksa.

Belajar dari itu semua, saya perlahan mulai mengubah gaya hidup. Secara perlahan mengurangi konsumsi gula (sebab saya merasa terlalu mengonsumsi kandungan gula tinggi), tepung-tepungan, dll menggantinya dengan memperbanyak makan sayur dan buah.

Alhamdulillah, imunitas menjadi membaik. Bisa dibilang sudah hampir jarang terkena flu kecuali memang benar-benar kelelahan. 




Resep Jus Buah dan Sayur Andalan



Pernah membayangkan bagaimana rasa buah dicampur dengan sayuran?

Dulu, bagi saya itu adalah hal yang aneh. Dalam benak saya yang namanya jus itu yang hanya buah-buahan tidak dicampur apa-apa kecuali dengan gula atau susu. Namun, pikiran saya itu terbantahkan ketika saya menginap di salah satu resort di Lombok beberapa tahun silam. 

Kami disuguhi minuman selamat datang yang rasanya enak dan segar. Ternyata minuman yang saya minum itu merupakan campuran Pokcoy, Nenas dan Lemon. Wih saya kaget, kok bisa enak begini ya. Sejak saat itu, saya mulai menyukai perpaduan antara sayuran dan buah untuk dibuat sebagai jus. 

Belakangan ini, saya semakin rajin menyimpan aneka macam resep jus dari pinterest supaya nantinya saya bisa mencoba berbagai macam racikan jus buah dan sayur. 

Di antara beberapa resep, saya menyukai Green Smoothies, dari namanya saja sudah bisa terbaca jus yang satu ini menggunakan sayuran hijau sebagai bahan utama yang dikombinasikan dengan dengan buah. 

Oh iya dalam jus sayuran hijau ini, ada beberapa sayuran yang bisa digunakan seperti bayam, pokcoy. 

Resep Green Smoothies


Resep 1:

1 Cup Pokcoy
1 Cup Nanas
2 Butir Kurma
1 Cup es batu/1 gelas air dingin 

Blender semua bahan sampai halus dan siap disajikan. Jus harus segera diminum dan langsung dihabiskan supaya tidak mengubah rasa.


Resep 2:

1 Cup Bayam
1 Buah Pisang yang telah dibekukan
250 ml susu kotak/ yogurt
1 Cup es batu

Selain bahan-bahan di atas, kamu bisa menambahkan chia seed sebagai tambahan serat atau buah-buahan lainnya seperti tomat dan wortel. Semenjak mengurangi konsumsi gula,  saya sudah lama tidak menambahkan gula pasir/skm ke dalam jus. Biasanya saya ganti dengan buah-buahan yang memiliki rasa manis seperti Kurma, Pisang dan Nanas. 

Jangan khawatir, rasanya tetap enak.

Konsumsi jus buah dan sayur, selain meningkatkan imunitas juga bisa membantu kamu yang memiliki permasalahan di area pencernaan. Beberapa buah dan sayur memiliki kandungan serat tinggi yang akan membuat perutmu bahagia. Kalau perutnya sudah bahagia, nggak akan ada lagi drama sembelit di pagi hari.

Selain perbanyak makan buah dan sayur, jangan lupa olahraga dan jaga pikiran supaya tetap happy.

Kalian punya minuman sehat favorit di rumah nggak? Boleh dong berbagi resepnya.

Salam,



Thursday, June 25, 2020

Aplikasi HRD Terbaik untuk Produktivitas Perusahaan


aplikasi HRD terbaik



Produktivitas karyawan adalah hal yang paling penting untuk menyelaraskan visi dan misi demi mencapai tujuan perusahaan. Namun, nyatanya produktivitas karyawan mengalami pasang surut. Fenomena tersebut bukan menandakan karyawan adalah karyawan yang malas atau buruk. Bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh faktor-faktor tertentu. Aplikasi HRD secara tak langsung menjadi solusi efektif bagi perusahaan untuk mengelola produktivitas. Seperti apa caranya?


HRD dan Produktivitas Karyawan


HRD (Human Resource Department) adalah divisi terkait dalam perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengelola sumber daya manusia berupa karyawan. Keberadaan sumber daya manusia sangat penting dan berharga dalam perusahaan. Tugas administratif seperti perhitungan PPh 21, perhitungan gaji,  mengelola data karyawan hingga strategis seperti pengembangan program pelatihan karyawan dan lainnya yang masih berkaitan dengan karyawan adalah serangkaian tugas HRD sehari-hari. Tak jarang tim HRD merasa kelelahan karena tugas dan job load yang menumpuk. 

Kelelahan pada staf HRD akan menyebabkan pengelolaan administrasi yang buruk. Contoh dari pengelolaan administrasi yang buruk adalah kesalahan perhitungan gaji, terlambatnya approval cuti, kekeliruan input data kehadiran, bahkan konflik internal antar karyawan. Ini adalah salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas karyawan menurun karena muncul ketidakpuasan kerja. Padahal, produktivitas adalah faktor penting bagi perusahaan untuk menjalankan proses bisnis secara optimal. Karyawan akan menilai perusahaan dan HRD tidak profesional dalam memberlakukan kebijakan kepada karyawan. Tentu saja hal ini adalah hal yang tak diinginkan oleh perusahaan. 



Aplikasi HRD: Solusi Efektif Penurunan Produktivitas Karyawan


Untuk mengatasi kemungkinan menurunnya produktivitas karyawan akibat sistem administrasi HRD yang buruk, Aplikasi HRD muncul sebagai jawaban dan penyelamat HRD. Di dalamnya terdapat fitur dan sistem yang terintegrasi untuk menjalankan tugas administratif HRD yang bersifat berulang pada periode tertentu dengan tingkat akurasi tinggi. Tak lupa keamanan data karyawan adalah hal yang penting untuk dijaga dengan baik. Aplikasi HRD mempunyai sistem keamanan yang berlapis, sehingga hanya mampu diakses oleh pihak tertentu dalam perusahaan. Jadi, tidak ada keraguan untuk mempercayakan proses administratif kepada suatu aplikasi.   

Seluruh tugas administrasi HRD yang berupa perhitungan gaji, pencatatan kehadiran karyawan, pengelolaan data karyawan, serta pengajuan cuti dapat diproses dengan otomatis dengan waktu yang singkat. Tanpa aplikasi HRD, pengerjaan tugas administratif berjalan jauh lebih lama dan beresiko terjadi human error. Dengan demikian, Aplikasi HRD membuat kinerja HRD jauh lebih efisien dan memiliki banyak waktu untuk mengembangkan strategi meningkatkan produktivitas karyawan. Strategi pengembangan produktivitas karyawan yang dimaksud dapat berupa pelatihan, mentoring, hingga layanan konsultasi mengenai masalah yang dihadapi karyawan selama bekerja. Maka karyawan akan puas terhadap kebijakan perusahaan dan mampu bekerja lebih efisien.  

Untuk mendapatkan aplikasi HRD terbaik, perusahaan dapat menghubungi vendor terpercaya yang berpengalaman dalam menyediakan rangkaian aplikasi yang membantu HRD. LinovHR kunci dari kebutuhan perusahaan atas aplikasi HRD. Segera hubungi LinovHR melalui website@linovhr.com atau +62 21 2854 2835. 

old
Kotak Warna | Personal Lifestyle © . Design by Berenica Designs.