6 Bentuk Investasi Ala Bloger

investasi, blogger, kotakwarna




Sebelum memiliki penghasilan, saya sudah terbiasa menyisihkan sebagian uang saku untuk membeli barang yang diinginkan. Rasanya bangga aja bisa beli barang dengan uang sendiri (padahal sih uang ortu juga hahaha). Sampai sekarang kebiasaan itu berlanjut, saya malah mewajibkan diri untuk menyisihkan hasil pekerjaan untuk membeli barang-barang yang menunjang pekerjaan. Apalagi kalau barang yang saya beli terbilang mahal, kudu ikat pinggang kencang-kencang.

Kok sering beli barang mahal?

Pekerjaan di dunia kreatif menuntut saya untuk selalu terkini dalam hal teknologi. Mau nggak mau kudu ngikutin dan kesannya hedon banget ya hidupnya. Nggak juga sih, buat saya barang-barang mahal itu sudah seperti investasi. Ujung-ujungnya kalau hasil kerjaan kita bagus pasti balik kok modalnya. 

Emang bloger butuh investasi?

Buat saya sih butuh banget. Supaya hasil kerja lebih maksimal dan mendorong saya untuk selalu menghasilkan konten-konten yang bermanfaat bagi pembaca. Siapa coba yang nggak suka punya rekening gendut? Saya juga mau.


Eh, ini bukan patokan untuk semua bloger ya. Tergantung dari individu masing-masing. Kalau saya sih investasi pasti masih berhubungan dengan pekerjaan saya sebagai bloger. 


Mau tahu. Baca sampai habis ya.


6 Bentuk Investasi Ala Kotakwarna



Template Blog

Tampilan sebuah blog memang terkadang terlihat sepele tapi dampaknya luar biasa. Sebagai pembaca tentu mengingkan sebuah tampilan blog yang minimalis, rapi dan nggak banyak atribut yang nyebelin (nyebelin di sini seperti warna terlalu menyolok, ukuran tulisan kecil, background ramai, dll) dan satu lagi adalah mobile friendly. Tentu hal ini akan membuat para pembaca betah untuk berlama-lama di blog kita. Tentu disamping konten ya. Sebab, bagaimanapun juga konten tetap raja.

Kalau mengingat seperti apa tampilan blog saya terdahulu rasanya pengin ketawa. Saya pernah kok mengalami masa-masa suram tentang tampilan blog, mulai dari efek salju, musik kencang sampai tulisan berkelap-kelip. Lantas, saya sadar bahwa kenyamanan pembaca adalah hal utama. 
Saya memutuskan untuk mengganti tampilan blog. Saya yang gaptek untuk urusan koding lebih suka menggunakan jasa pembuat template tentu disesuaikan dengan kebutuhan. Banyak sih template gratisan di luar sana, hanya saja saya lebih suka dengan template berbayar kesannya lebih berasa. Beberapa teman bloger saya ada kok yang merogoh kocek besar hanya untuk mengganti tampilan blog. 

Saya sudah beberapa kali mengganti tampilan blog (tampilan yang sekarang adalah terbaru), itu saja sudah ditunda berbulan-bulan karena ada kebutuhan lain yang lebih mendadak.


Smartphone


Gonta-ganti ponsel alias smartphone sudah menjadi kebiasaan semenjak SMA. Saya tipenya adalah orang yang gampang bosan dan pengin selalu mengikuti perkembangan jaman yang ada. 

Fungsi ponsel buat saya bukan hanya sekadar telepon, ngobrol. Melainkan hampir semua pekerjaan kreatif (periksa email, menulis blog, bikin video, dll), saya bisa kerjakan menggunakan Smartphone. Tentunya untuk bisa melakukan semua pekerjaan tersebut dibutuhkan smartphone dengan spesifikasi mumpuni alias canggih, seperti Hp Samsung


Laptop

Laptop merupakan salah satu komponen penting untuk seorang bloger. Ada sih beberapa orang termasuk saya yang suka ngeblog lewat smartphone. Tapi tetap saja, saya butuh laptop untuk mengerjakan pekerjaan yang susah dikerjakan dengan ponsel. Saya sih ada rencana buat meng-updgrade laptop karena sedang tertarik dengan dunia editing foto. Moga-moga saja bisa kebeli tahun ini.


Kamera


Butuh waktu bertahun-tahun sampai saya memutuskan untuk membeli Kamera. Alasan pertama tentu saja duit. Tentu saja itu adalah persoalan hampir semua orang. Alasan lainnya adalah belum butuh alias masih sekedar pengin alias ikut-ikutan orang saja.

Sekarang bisa dibilang keberadaan Kamera amat membantu saya dalam menciptakan konten. Konten yang apik dan ditunjang dengan gambar yang kece bisa membuat para pembaca menjadi betah. Hitung-hitung juga mengasah kemampuan fotografi.

Berhubung sudah punya kamera, saya sedang mempertimbangkan untuk membeli lensa baru. Saya anaknya gampang tergoda, apalagi melihat banyak foto-foto bagus yang berseliweran di medsos. Tapi masih mundur cantik karena membeli barang mahal tidak bisa secara spontan.

Butuh duit, cin.

Properti Foto


Saya sama Wulan suka ketawa soal kalau membahas yang satu ini. Semenjak tertarik dengan dunia fotografi, ada saja barang recehan yang pengin dibeli. Alasannya buat properti foto. Saya sendiri masih suka menahan diri ketimbang Wulan. Kata Wulan, “Bagian dari investasi, mbak.” 

Saya nggak terlalu menggila soal ini, banyak benda-benda di area sekitar rumah yang bisa dijadikan properti foto. Kembali lagi, keahlian adalah hal utama untuk menciptakan konten foto yang apik.

Ternak Blog

Seorang bloger memiliki lebih dari satu blog rasanya adalah hal yang wajar. Maklum, idealisme seringkali muncul dan pengin fokus ke salah satu tulisan saja. Saya sendiri punya 2 blog itu saja terkadang masih bingung mau diisi apa. Alasan membuat blog kedua tentu saja saya ingin mengamankan nama swastikha karena blog pertama saya tidak mengandung nama. Niatnya sih pengin branding diri, apa daya manusia sukanya banyak tapi tidak dilakukan.

Tidak semua bloger mempunya pemikiran yang sama dengan saya soal Investasi. Beberapa teman bloger menginvestasikan hasil pekerjaan ke bentuk-bentuk yang lain. Tidak semua di atas juga harus saya lakukan, saya urutkan berdasarkan asas kebutuhan. Kalau sedang tidak membutuhkan apa-apa, maka investasinya saya alihkan dalam bentuk tabungan.

Kalian di sini ada yang melakukan hal serupa? Bagi ceritanya dong.









Salam,




3 comments

  1. Setuju banget sama paragraf ke-dua bagian properti foto. Take it from me mbak, dulu suka banget beli2 bunga imitasi, alesannya buat prop foto. Tapi sekarang udah banyak yang bosen dan bingung mau diapain. belum lagi printilan2 yang udah ngga cocok sm style yang sekarang :( Aku sih prop pakai yang ada aja di rumah, kebetulan aku suka styling rumah jadi sekalian tehehe :D

    ReplyDelete
  2. Awalny aku pakai properti foto bunga2 hidup minta tempat tetangga aja, lama2 bosen itu2 aja, apalagi aku ngekos, nggak byk barang, akhirnya beli properti segudang, kamar skrg isinya properti semua, liat daun kering di jalan aja langsung dicomot haha #bloggerlyfe

    ReplyDelete
  3. Sy jg mungkin g sadar udah melakukan kali y

    ReplyDelete