(Guest Post) Balada Dress Code Pastel

(Guest Post) Balada Dress Code Pastel

dress code, pastel, pink, bloggerlife



Saya gak nyangka bahwa urusan dress code efeknyan sepelik ini. Biasanya tampil ‘opo onoke’, gara-gara dress code saya harus membuang waktu percuma seharian di Royal Plasa. 

“Hunting baju baru lagi?” 

Oh, Nggaaakkk, saya cangkruk’an aja kok di Food Court sama teman-teman. Me time. Rumpi-rumpi cantik. Aslinya, sih, nggak sengaja aja ketemu. Tujuan awalnya sama, hunting dress code

Alkisah, kami didaulat menghadiri even dengan kewajiban dress code warna pink pastel ATAU biru pastel. 

“Duh, duh, duh, Kenapa nggak ditulis Pink aja, atau Biru aja. Gak usah ditambahi embel-embel Pastel. Bikin lapeer” 

Pink, kan, Merah Muda. Berarti warnanya kalem. Trus kalau mintanya Pink Pastel berarti Merah Muda yang kualeeeeeem sekali. 

Ya, sih, kalau kita main crayon-crayonan nggak masalah. Lha, ini, udah nggak paham warnanya kayak apa, trus dijadikan dress code pula! Oh, rasanya pengin masukin kepala ke dalam magic jar! 

Itu lagi, Biru Pastel. 

Nyontek warna laut, salah. Nyontek warna langit, tambah salah. 

“Kalau pakai Biru Tosca?” 

Hee, hee.., buta warna, tah? Biru Tosca mlayue kadohaaan... 

Rupanya musibah dress code ini membawa efek yang baik untuk menjalin keakraban sesama wanita. Selepas diumumkan warna dress code oleh koordinator acara, kami, seluruh peserta undangan mulai kasak kusuk menuangkan curhatannya di grup. 

Awalnya malu-malu mengungkapnnya. Seolah-olah menyanggupi bahwa stok baju warna Pink Pastel atau Biru Pastel di lemari ada selusin. Begitu salah satu member bertanya, “Warna Pink Pastel atau Biru Pastel itu kayak apa, Cee?” 

Etdah, perlukah kita duduk kembali di bangku TK dan memulai belajar mengenal warna? Haha.. 

Kayak-kayaknya pertanyaannya guampang. Tapi ternyata untuk menjawabnya harus keliling Royal Plasa dulu seharian dan menghabiskan secup es kepal Milo setelah lebih dulu ngantri 10 meter! 

Kalau anak paling modis aja bertanya begitu, bagaimana nasib kita? (Kita? Kamu aja, kalii, saya nggak) haha.. 

Saya sudah komitmen, kalau sampai besok nggak dapat warna yang sesuai, biarin aja datang ke acara pakai baju pink seadanya di lemari sambil bawa kue pastel! Daripada mumet? 

Yang membuat kami kelimpungan, warning dari panitia mengultimatum gini, “Kalau dress code tidak sesuai dengan warna yang ditentukan, peserta tidak boleh mengikuti acara”. 

Bagaimana, mau nolak aja gak usah datangi event? Ngambek, gitu! 

Sayangnya kami tidak kuasa menolak karena sejak awal mendaftarkan diri panitia menjanjikan memberi seluruh peserta seperangkat alat makeup dan 6 biji lipstik! 

Mau 6 biji lip cream warna nude melayang sia-sia gara-gara tidak berusaha memperjuangkan dress code? 

Lip Cream, lho, ini, lip creaammm... meskipun saya yakin setelah dibawa pulang tuh lipstik nggak bakalan dipakai semua. Palingan dijual sebagai preloved, kalau nggak melayang dibawa pulang sodara. 

“Ternyata harga diri kita hanya semahal 6 biji lip cream!” ngenes salah satu dari kami. 

Begitulah, obrolan unfaedahdi grup itu akhirnya membawa kami ketemu secara tidak sengaja di food court Royal Plasa! 

“Haai, kamuuu. Ngapain di sini?” 

“Ini, lagi nyari kerudung warna pink buat besok..” 

“Kalau kamu?” 

“Jalan-jalan aja. Udah dapat pinjeman baju dari teman” 

Pinjem? Mau penataran P4 harus minjem-minjem baju segala. Biariin, yang penting nggak disuruh pulang... 

Ujian dress code kali ini benar-benar membuat kami berpikir keras mengenakan baju dan kerudung yang sesuai permintaan. Bagi yang biasanya  memanfaatkan pin, peniti, kancing baju, dengan berat hati saya katakan, "enyahlah kalian dari even ini!" hahahaha

Guest Post Ditulis oleh http://yuniarinukti.com/

6 Bentuk Investasi Ala Bloger

6 Bentuk Investasi Ala Bloger

investasi, blogger, kotakwarna


Investasi Ala Blogger


Sebelum memiliki penghasilan, saya sudah terbiasa menyisihkan sebagian uang saku untuk membeli barang yang diinginkan. Rasanya bangga aja bisa beli barang dengan uang sendiri (padahal sih uang ortu juga hahaha). Sampai sekarang kebiasaan itu berlanjut, saya malah mewajibkan diri untuk menyisihkan hasil pekerjaan untuk membeli barang-barang yang menunjang pekerjaan. Apalagi kalau barang yang saya beli terbilang mahal, kudu ikat pinggang kencang-kencang.

Kok sering beli barang mahal?

Pekerjaan di dunia kreatif menuntut saya untuk selalu terkini dalam hal teknologi. Mau nggak mau kudu ngikutin dan kesannya hedon banget ya hidupnya. Nggak juga sih, buat saya barang-barang mahal itu sudah seperti investasi. Ujung-ujungnya kalau hasil kerjaan kita bagus pasti balik kok modalnya. 

Emang bloger butuh investasi?

Buat saya sih butuh banget. Supaya hasil kerja lebih maksimal dan mendorong saya untuk selalu menghasilkan konten-konten yang bermanfaat bagi pembaca. Siapa coba yang nggak suka punya rekening gendut? Saya juga mau.

Eh, ini bukan patokan untuk semua bloger ya. Tergantung dari individu masing-masing. Kalau saya sih investasi pasti masih berhubungan dengan pekerjaan saya sebagai bloger. 

Mau tahu. Baca sampai habis ya.


6 Bentuk Investasi Ala Kotakwarna


Template Blog

Tampilan sebuah blog memang terkadang terlihat sepele tapi dampaknya luar biasa. Sebagai pembaca tentu mengingkan sebuah tampilan blog yang minimalis, rapi dan nggak banyak atribut yang nyebelin (nyebelin di sini seperti warna terlalu menyolok, ukuran tulisan kecil, background ramai, dll) dan satu lagi adalah mobile friendly. Tentu hal ini akan membuat para pembaca betah untuk berlama-lama di blog kita. Tentu disamping konten ya. Sebab, bagaimanapun juga konten tetap raja.

Kalau mengingat seperti apa tampilan blog saya terdahulu rasanya pengin ketawa. Saya pernah kok mengalami masa-masa suram tentang tampilan blog, mulai dari efek salju, musik kencang sampai tulisan berkelap-kelip. Lantas, saya sadar bahwa kenyamanan pembaca adalah hal utama. 
Saya memutuskan untuk mengganti tampilan blog. Saya yang gaptek untuk urusan koding lebih suka menggunakan jasa pembuat template tentu disesuaikan dengan kebutuhan. Banyak sih template gratisan di luar sana, hanya saja saya lebih suka dengan template berbayar kesannya lebih berasa. Beberapa teman bloger saya ada kok yang merogoh kocek besar hanya untuk mengganti tampilan blog. 

Saya sudah beberapa kali mengganti tampilan blog (tampilan yang sekarang adalah terbaru), itu saja sudah ditunda berbulan-bulan karena ada kebutuhan lain yang lebih mendadak.


Baca artikel lainnya:

5 Alasan Blogger Harus Belajar Dasar Fotografi 

Tips Menulis Kalimat Pertama 

Cara Meningkatkan Follower Instagram Dengan Hastag 


Smartphone


Gonta-ganti ponsel alias smartphone sudah menjadi kebiasaan semenjak SMA. Saya tipenya adalah orang yang gampang bosan dan pengin selalu mengikuti perkembangan jaman yang ada. 

Fungsi ponsel buat saya bukan hanya sekadar telepon, ngobrol. Melainkan hampir semua pekerjaan kreatif (periksa email, menulis blog, bikin video, dll), saya bisa kerjakan menggunakan Smartphone. Tentunya untuk bisa melakukan semua pekerjaan tersebut dibutuhkan smartphone dengan spesifikasi mumpuni alias canggih, seperti Hp Samsung

Laptop

Laptop merupakan salah satu komponen penting untuk seorang bloger. Ada sih beberapa orang termasuk saya yang suka ngeblog lewat smartphone. Tapi tetap saja, saya butuh laptop untuk mengerjakan pekerjaan yang susah dikerjakan dengan ponsel. Saya sih ada rencana buat meng-updgrade laptop karena sedang tertarik dengan dunia editing foto. Moga-moga saja bisa kebeli tahun ini.

Kamera


Butuh waktu bertahun-tahun sampai saya memutuskan untuk membeli Kamera. Alasan pertama tentu saja duit. Tentu saja itu adalah persoalan hampir semua orang. Alasan lainnya adalah belum butuh alias masih sekedar pengin alias ikut-ikutan orang saja.

Sekarang bisa dibilang keberadaan Kamera amat membantu saya dalam menciptakan konten. Konten yang apik dan ditunjang dengan gambar yang kece bisa membuat para pembaca menjadi betah. Hitung-hitung juga mengasah kemampuan fotografi.

Berhubung sudah punya kamera, saya sedang mempertimbangkan untuk membeli lensa baru. Saya anaknya gampang tergoda, apalagi melihat banyak foto-foto bagus yang berseliweran di medsos. Tapi masih mundur cantik karena membeli barang mahal tidak bisa secara spontan.

Butuh duit, cin.

Properti Foto


Saya sama Wulan suka ketawa soal kalau membahas yang satu ini. Semenjak tertarik dengan dunia fotografi, ada saja barang recehan yang pengin dibeli. Alasannya buat properti foto. Saya sendiri masih suka menahan diri ketimbang Wulan. Kata Wulan, “Bagian dari investasi, mbak.” 

Saya nggak terlalu menggila soal ini, banyak benda-benda di area sekitar rumah yang bisa dijadikan properti foto. Kembali lagi, keahlian adalah hal utama untuk menciptakan konten foto yang apik.

Ternak Blog

Seorang bloger memiliki lebih dari satu blog rasanya adalah hal yang wajar. Maklum, idealisme seringkali muncul dan pengin fokus ke salah satu tulisan saja. Saya sendiri punya 2 blog itu saja terkadang masih bingung mau diisi apa. Alasan membuat blog kedua tentu saja saya ingin mengamankan nama swastikha karena blog pertama saya tidak mengandung nama. Niatnya sih pengin branding diri, apa daya manusia sukanya banyak tapi tidak dilakukan.

Tidak semua bloger mempunya pemikiran yang sama dengan saya soal Investasi. Beberapa teman bloger menginvestasikan hasil pekerjaan ke bentuk-bentuk yang lain. Tidak semua di atas juga harus saya lakukan, saya urutkan berdasarkan asas kebutuhan. Kalau sedang tidak membutuhkan apa-apa, maka investasinya saya alihkan dalam bentuk tabungan.

Kalian di sini ada yang melakukan hal serupa? Bagi ceritanya dong.



Salam,




Pengalaman Ikut Flash Sale Marketplace

Pengalaman Ikut Flash Sale Marketplace

Flash sale, belanja online, marketplace


Masalah terbesar dari seorang penulis itu adalah stuck. Bukannya nggak ada ide mau nulis apa tapi lebih ke masalah eksekusi ide itu menjadi sebuah tulisan. Yah, bilang aja lagi malas.

Seharian ini saya cuman rebahan di tempat tidur karena demam. Semalam, sekitar jam 8 malam mendadak perut saya nyeri. Saya mencoba mengurangi rasa nyeri itu dengan gerakan yoga. Gagal, rasa nyeri itu terlalu kuat sehingga tidak maksimal. Saya memutuskan tidur dengan perut nyeri semalaman.

Saat bangun pagi, rasa nyeri di perut sudah menghilang hanya saja perut masih terasa kaku. Rencana buat buka laptop batal. Gelundungan di atas kasur membuat saya bosan, bolak-balik buka draft tulisan di hp tapi ide nggak mau muncul. Menyebalkan. Agenda mau rajin nulis di blog kacau.

Eh, kok saya teringat sama pengalaman ikutan flash sale dari sebuah marketplace beberapa bulan lalu dan saya ingin berbagi dengan kalian semua.

Maafkan yes kalau intro dari tulisan ini panjang banget.

Saya bukan shopaholic. Saya lebih suka berbelanja sesuai dengan kebutuhan. Kalau ada teman yang ngajak belanja, saya lebih suka melihat-lihat kecuali memang ada benda yang sudah saya inginkan. Begitu juga belanja daring. Biasanya saya belanja kalau ada yang belanjain alias dapat voucher belanja gratis atau benda yang saya cari susah ditemukan.

Nah, bertepatan bulan Ramadhan kemarin. Ada beberapa marketplace yang ngadain promo belanja online yang menggiurkan. Puncak dari kemeriahan acara online ini adalah Flash Sale barang-barang dengan Rp. 25.000 bahkan ada beberapa aitem produk mahal yang juga dimasukkan ke dalam acara ini.

Satu hari menjelang puncak acara, saya sudah woro-woro alias bikin pengumuman buat orang rumah. Siapa tahu mereka juga ingin ikutan. Kebetulan saya masih punya stok voucer belanja dari marketplace yang satu ini. Jadi, aman deh.

Saya pikir akan semudah itu ikutan Flash Sale. Ternyata saya salah. Acara flash sale bagian pertama dimulai pukul 24.00. Saya melewatkan bagian ini karena nggak mau merasa ngantuk saat sahur. Saya memutuskan untuk ikutan bagian kedua, yaitu pukul 04.00.

Biasanya habis sahur saya masih duduk manis di kursi, ini nggak. Langsung ambil HP karena beberapa menit lagi flash sale akan dimulai. Sebenarnya saya belum ada gambaran mau beli apa. Kayaknya bakal milih barang secara random gitu.

Tepat jam 03.59, ponsel udah dalam genggaman tangan. Sambil nunggu dimulai, saya refresh gitu. Tepat jam 04.00 semua masih normal dan saya menemukan barang yang ingin dicari. Udah diklik masuk keranjang dan pengin beli barang lain. Lah, kok nggak bisa. Ponsel saya mendadak freeze beberapa detik. Lancar lagi. Ya udah akhirnya memutuskan untuk mau bayar barang yang didapat tadi. Apa yang terjadi coba? Barang yang dipengin udah habis. Duh, padahal waktu masih menunjukkan 04.01. Buset, cepat banget orang-orang ini.

Gagal di bagian kedua, nggak mau nyerah dong. Di flash sale bagian tiga saya mencoba kembali. Kali ini ngajakin sepupu juga. Udah standbye ama ponsel di tangan sejak pukul 09.30. Tepat pukul 10.00, kami berdua heboh karena ada barang yang diinginkan, giliran mau diklik ‘beli’ lah kok ponsel hang. Kalau tadi pagi cuman freeze. Ini beneran hang. Nggak bisa ditekan-tekan kecuali refresh. Kirain karena masalah koneksi aja, padahal udah pakai Wifi, tetap aja hang. Eh pas udah bisa masuk, barang yang dicari udah habis dalam waktu 2 menit. Ampun dah. Masak saya harus beli barang yang nggak dipakai.

Ya udah saya nyerah.

Pas malam, saya buka-buka linimasa medsos. Hampir semua orang membahas tentang ini. Lucu-lucu aja baca komentar dan ada loh yang bisa dapat barang kayak Ponsel, powerbank. Salut sama mereka euy. Kayaknya pada keturunan flash kali ya

Buat saya pengalaman ikutan flash sale ini berkesan karena jadi tahu sensasinya seperti apa. Walaupun pada akhirnya nggak dapat apa-apa.

Ternyata bukan hanya rindu yang berat, ikutan flash sale lebih berat cyin. Resiko ponsel hang.

Bilang gih sama Dilan buat ikutan Flash sale biar nggak cuman bilang Rindu itu berat.

Salam,

IGTV: FITUR BARU DARI INSTAGRAM DAN KONTEN APA SAJA YANG BISA KITA SEMATKAN DALAM IGTV

IGTV: FITUR BARU DARI INSTAGRAM DAN KONTEN APA SAJA YANG BISA KITA SEMATKAN DALAM IGTV



IGTV: Fitur Baru Dari Instagram dan Konten Apa Saja yang Bisa Kita Sematkan Dalam IGTV- Beberapa hari yang lalu saya iseng bikin survey tentang IGTV alias Instagram TV, fitur baru di mana kita bisa mengunggah video lebih dari 1 menit- 1 jam ke Instagram. Dari hasil survei, beberapa teman menjawab bahwa mereka belum paham betul apaan sih IGTV dan beberapa yang lain menganggap IGTV itu nggak penting untuk mereka.

Hmm, sebenarnya nggak salah sih, Fitur ini baru dikenalkan seminggu lalu, wajar saja kalau ada banyak pengguna Instagram yang belum paham tentang fitur baru ini. Alasan yang lain adalah banyak pengguna Instagram yang sekedar membuat akun hanya untuk bersenang-senang alias ya ngikutin tren yang ada.

Sebagai pembuat konten, tentu saya menyambut dengan baik kehadiran IGTV ini. Apalagi saya sudah tahu perihal ini dari beberapa kanal youtube kesukaan saya. Mereka sudah membicarakan akan hadirnya IGTV yang kabarnya akan menyaingi Youtube (entahlah).

Secara interface (tampilan) IGTV lebih user friendly. Kamu bisa mengunduh aplikasi ini secara terpisah atau bisa menggunakanya menjadi satu dengan akun instagrammu. Letaknya berdekat dengan fitur Message (kalian coba sendiri ya).

Saya sudah mencoba IGTV, mengunggah beberapa video lama saya ke sana. Belum ada perubahan signifikan hanya saja saya mendapati kunjungan terhadap profil saya meningkat. Apalagi fitur IGTV masih terbilang baru sih. Menurut salah satu kanal konten digital favorit saya, Instagram itu menyukai pengguna yang mencoba semua fitur yang disediakan oleh mereka. Semakin kita aktif, Instagram akan semakin peduli dan akan mempromosikan kita lebih luas.

Saya juga meminta seorang teman yang suka memasak. Kebetulan dia sering sekali mengunggah tutorial memasaknya ke dalam Insta Storiiesnya selama ini. Dia mencoba dan mulai merasakan efeknya. Peningkatan kunjungan ke profil meskipun kebanyakan akun luar tapi respon dari mereka positif. Mereka tertarik dengan masakan Indonesia. Teman saya merasa tertolong dengan adanya IGTV sebab biasanya dia harus memotong video menjadi beberapa bagian untuk dibagi di Insta Stories, sekarang dia bisa mengunggah secara penuh di Kanal IGTV.

Adanya Fitur IGTV ini amat membantu untuk pembuat konten seperti saya untuk bisa menggungah Video dengan durasi lebih lama sehingga tidak usah repot memotong video menjadi kurang dari 60 detik seperti dahulu. Ke depannya Instagram akan meninjau bagaimana perkembangan fitur terbarunya ini dan sapa tahu nanti Instagram akan membantu untuk memonetisasi akun IGTV layaknya Youtube.


Baca juga:

Konten Apa Saja yang Bisa Disematkan Di IGTV


Bicara soal konten, sebenarnya itu kembali ke pengguna masing-masing tapi buat kamu yang ingin mencoba fitur baru Instagtam ini, konten-konten berikut mungkin bisa dicoba:

Behind The Scene

Pasti ada beberapa pengikut di instagram yang penasaran dengan cara kamu mengambil gambar dan edit foto-foto di Instagram. Mungkin, kamu bisa membuat video singkat tentang bagaimana cara kamu mengambil gambar dan kasih bonus juga tentang editing foto.

Video BTS alias di belakang layar ini setidaknya bisa memberitahu kepada para pengikutmu kalau untuk menghasilkan konten foto/video itu butuh perjuangan keras.

Perkenalan Diri

Bagi seorang pembuat konten, IGTV bisa jadi sarana untuk memperkenalkan tentang diri kita kepada para follower. Tidak hanya itu, dengan video yang berdurasi lebih dari 1 menit, kamu juga bisa memberikana gambaran kepada para pengikutmu tentang pekerjaan apa yang sedang kamu lakukan sekarang ini. Jadi, para pengikut akunmu akan lebih mengenal tentang dirimu.

Gunakan kreativitas kita supaya video perkenalan diri ini bisa menarik banyak perhatian.

Cuplikan Dari Vlog yang Akan Tayang

Buat para vlogger, kehadiran IGTV membantumu memberikan cuplikan dari videomu yang akan tayang di youtube sehingga bisa sama-sama menguntungkan. Satu hal kamu bisa menaikkan kunjungan ke kanal youtube, hal lainnya orang jadi mengunjungi akun instagrammu.

Unboxing

Suka dapat paket dan sebal karena saat diposting di Insta Stories suka kepotong. IGTV bisa jadi jawaban buat kamu yang pengin Unboxing tapi malas mecah-mecah video menjadi beberapa bagian. Buat saja dalam 1 video lalu unggah di kanal IGTV.

Tutorial SIngkat

Buat yang bingung dengan konten IGTV mungkin bisa mencoba membuat tutorial singkat. Isinya bebas, terserah keahlian yang dimilki masing-masing. Misalnya bagaimana cara membersihkan dapur supaya kinclong dan bebas bau. Boleh. Usahakan singkat karena pengguna instagram kemampuan bertahannya lebih sedikit ketimbang Youtube

Membahas Tren

Kanal IGTV juga bisa jadi tempat oke untuk membahas sesuatu yang sedang hits di luaran sana. Sebenarnya bisa juga bahas ini bareng follower dengan fitur siaran langsung. Hanya saja terkadang beberapa orang suka stuck kalau langsung di depan kamera. Seperti saya contohnya. Suka bingung mau bahas apa ketika siaran langsung. Itulah kenapa saya lebih suka merekam dulu baru diunggah.

Video Pendek Suatu Perjalanan

Konten favorit saya adalah membuat video pendek sebuah perjalanan. Entah itu berupa timelapse, slow motion atau cuman rekaman nggak jelas saat mengendarai kendaaraan. Terkadang sesuatu yang sederhana itu bisa jadi pengingat ketika rindu untuk berpergian. Konten video perjalanan cukup banyak penggemarnya juga loh.

Blogpost

Sehabis membuat dan mengunggah postingan di blog, beberapa orang suka membuat cuplikan postingannya di insta stories. Untuk yang memiliki pengikut Instagram di atas 10K mah enak bisa pakai fitur swipe up. Nah, sekarang kamu bisa pakai kanal IGTV untuk promosi postingan terbaru kamu dengan lebih lama sehingga pembaca bisa lebih tahu tentang isi blogmu. 

Daily Life/Kehidupan Sehari-sehari

Buat yang suka mengabadikan kehidupan sehari-sehari, IGTV bisa jadi wadah buat kalian yang suka bikin vlogs harian layaknya ig stories tapi dengan durasi video yang lebih lama. Misalnya, kamu bisa nunjukin sama pengikut instagram tentang kegiatanmu sehari-hari, apa yang kamu kerjakan kalau sengang. Saya kadang suka nonton video macam begini, berasa dekat dengan pemilik akunnya.

...dan masih banyak lagi.

Secara garis besar kehadiran IGTV ini membantu buat kalian yang ingin fokus pada konten Instagram. Kelebihan dari IGTV ini sama dengan youtube yaitu bisa mengunggah Video lebih dari 1 menit dan maksimal 60 menit. Durasi yang lebih panjang akan memungkinkan kita untuk lebih kreatif dalam menghasilkan konten-konten. Ada kan yang kadang malas mengurus banyak media sosial dan ingin fokus sama satu hal saja. Kekurangan dari IGTV yaitu kontennya harus vertikal (dan saya nggak tahu kenapa Instagram sendiri lebih fokus pada konten berbentuk vertikal ketimbang Horizontal) mungkin ini bisa jadi alasan Instagram tidak mau menyamai Youtube.

IGTV masih terbilang baru dan belum banyak pengguna yang memanfaatkan fitur ini. Ini bisa jadi kesempatan untuk kita semua terutama pembuat konten di mana persaingan di IGTV masih tidak seketat Youtube. Apalagi Instagram menyukai pengguna yang aktif dan mau mencoba semua fitur baru yang diberikan oleh Instagram. Beberapa Digital Konten Favorit saya pun udah ancang-ancang ikut dalam kemeriahan kehadiran IGTV.

Kalau ditanya apakah saya sudah menggunakan kanal IGTV? Sudah tapi belum maksimal dan kemungkinan ingin lebih fokus pada media sosial yang satu ini.

Eh, kalian sudah ada yang coba IGTV? Boleh dong share pengalaman kalian.

Sisi Lain Kehidupan di Korea Utara yang Terungkap Ke Media

Sisi Lain Kehidupan di Korea Utara yang Terungkap Ke Media

Source: blogunik.com


Banyak orang Indonesia saat ini berkiblat pada Korea Selatan untuk tren fashion, percintaan sampai operasi plastik. Banyak hal yang bisa dicontoh dan diterapkan dari negara yang terkenal dengan K-Pop nya ini. Tapi berbeda dengan saudara tetangga, yakni Korea Utara. Negara pimpinan Kim Jong Un ini kesannya lebih tertutup apalagi bagi para turis yang berkunjung. Walau sekarang Korut sudah cukup terbuka, namun mereka tetap memiliki aturan ketat seputar masalah pengambilan foto bagi para wisatawan mancanegara.

Ya banyak turis merasa tidak bebas ketika berada di Korea Utara karena dilarang mengeksplorasi ketika travelling dan selalu diawasi oleh pemandu yang terasa seperti penjaga keamanan. Tapi seorang turis dan juga fotografer bernama Michal Huniewiz nekat mengambil foto kehidupan di Korut secara diam-diam. Nggak hanya memfoto, tapi Michal pun juga membagikannya di dunia maya. Kalo kalian penasaran, ini dia sisi lain Korea Utara yang jarang terungkap ke ruang publik.

1. Monumen Perang

Source: phinemo.com

Ketika berada di monumen ini, pemandu akan bertanya pada rombongan, adakah di antara mereka yang berkewarganegaraan Amerika. Kemudian ia akan meminta orang tersebut untuk mengambil bunga dan berdoa di depan museum. Dengan bangga, pemandu akan bercerita ketika negaranya memenangkan perang ketika melawan Amerika dan sekutunya Korea Selatan.


2. Foto Kim Jong Un Di Kereta

Source: noulan.blogspot.com

Tidak pernah kita temui di kereta manapun di Indonesia, kalau ada foto Presiden di salah satu gerbongnya. Ya foto presiden hanya dipajang di ruangan kerja, gedung negara, ruang sekolah, namun tidak di kereta. Berbeda dengan Korea Utara, kita akan menemukan foto presiden Kim Jong Un di tiap gerbongnya. Itu merupakan suatu pemandangan yang unik.Tentunya dengan foto ini diambil secara diam-diam pula loh.


3. Pasar yang Sepi

Source: idntimes.com


Bahkan di pasar sekalipun dilarang untuk memfoto keadaan sekitar. Terlihat kondisi pasar yang sangat sepi jika dibandingkan dengan di Indonesia yang sangat ramai. Michal pun tak melewatkan momen ini untuk mengambil gambar secara diam-diam, sebelum petugas sadar akan aksinya. 

Begitulah kondisi negara tetangga Korsel ini jika kita lihat dari dekat. Walaupun tidak bisa secara langsung, tapi foto dari Michal ini sudah mewakili betapa ketatnya peraturan yang ada di sana. Beda kalau dibandingkan dengan negara lain, apalagi Indonesia yang mau foto dimanapun rasanya bebas saja. Mau itu di atas gunung, depan gedung, bahkan berswafoto bersama presiden pun tidak jadi masalah.


Bicara tentang swafoto, ada satu smartphone yang punya fitur bagus sehingga dapat menghasilkan foto yang tajam dan bening dalam sekali jepret. Nama smartphone ini adalah OPPO F7 dengan fitur AI Beauty 2.0 yang dapat mendeteksi hingga 296 titik pengenalan wajah. Tidak hanya itu, kamera smartphone ini dibekali dengan resolusi 25 megapiksel di kamera depannya. Tidak salah deh kalau OPPO F7 menjadi smartphone unggulan untuk kategori selfie terbaik. 

Sekarang kalian udah ga penasaran lagi kan tentang kehidupan di Korea Utara? Kalo kalian jadi Michal, berani nggak sih mengambil foto disana secara diam-diam?


Buat kalian yang penasaran sama OPPO F7, OPPO lagi ngadain Ramadhan Special Cashback untuk setiap pembelian OPPO Camera Phone terpilih, loh. Cek di sini deh: http://f7.oppomobile.id/ramadhan


Salam,


5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Tentang Mudik Lebaran

5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Tentang Mudik Lebaran










5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Dari Kegiatan Mudik Lebaran

Holla,

Eh, bagaimana ni kabarnya setelah lebaran? Sudah pada kembali ke rumah (berkutat dengan cucian segunung) atau masih memperpanjang waktu libur demi berkumpul dengan keluarga?

Sebagai pekerja lepas, jadwal liburan saya sih tidak berbatas hanya saja keluarga yang lain adalah Abdi Negara. Alasan inilah yang membuat kami harus kembali ke Surabaya H+4 lebaran walaupun liburan untuk PNS berakhir tanggal 20 Juni. Setidaknya, beberapa anggota keluarga masih punya kesempatan untuk membereskan rumah dan jalan-jalan ke tempat lain. Satu lagi, kami ingin menghindari puncak arus balik. Kemarin saja saat kembali pulang ke Surabaya terjebak macet yang lumayan lama. Kebayang gimana macetnya kalau balik pas puncak lebaran. 

Dari berapa kali mudik lebaran, kayaknya lebaran tahun ini amat berkesan. Kami pulang dengan formasi lengkap. Biasanya, Kakak Perempuan saya berlebaran ke Bandung ikut suaminya. Untuk tahun ini, dia memilih berlebaran ke Pamekasan selain itu ada adik iparnya yang ingin merasakan suasana lebaran di kampung orang. Hadirnya Adik Ipar dari Kakak perempuan, membuat kami merencanakan jalan-jalan yang jarang bisa kami lakukan saat lebaran. Puas, saya bisa menjelajah tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi.

Kami pulang saat H+1 alias hari kedua lebaran. Berangkat pagi supaya tidak terjebak macet saat perjalanan menuju ke Pamekasan. Dulu, ketika Nenek masih ada, kami biasa pulang kampung H-2 sebelum Lebaran karena Nenek suka keluarga besarnya berkumpul. Sekarang, kami pulang lebaran hari ke dua karena tidak ada Nenek yang harus dikunjungi kecuali acara keluarga besar Papi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini ketiga keponakan saya ikut serta. Dari awal mereka sudah antusias dengan kata mudik. Bisa tidur di hotel menjadi salah satu alasan kebahagiaan mereka. Yah, namanya saja anak-anak. Bahagianya recehan yaitu bisa menikmati dinginnya kamar hotel (padahal di kamar sendiri juga ada AC tapi tetap senangnya tiada tara) dan kadang kami keluar untuk sekadar menyenangkan ketiga bocah ke pantai. Pokoknya kalau dengar kata ‘Mudik’ mereka bertiga udah kegirangan.

Mudik lebaran yang rasanya udah jadi tradisi di Indonesia ini memberikan banyak pengalaman buat para keponakan saya. Mereka belajar dan mendapatkan banyak informasi yang mungkin baru didengar. Dulu, saat masih kanak-kanak, saya menyukai momen mudik lebaran. Mudik itu buat saya bukan berarti hanya pulang ke kampung halaman tapi juga bisa bertemu dengan sanak saudara sembari merekatkan kembali ikatan silaturahmi dengan keluarga.


Kesabaran

Perjalanan mudik ke kampung halaman adakalanya tidak semulus jalan tol yang bebas hambatan. Perjalanan mudik ke Pamekasan melewati beberapa titik area yang rawan macet. Kemacetan seringkali membuat mood anak turun drastis akibat rewel dan membuat orangtua stress. Sebisa mungkin sebelum acara mudik dimulai, anak diberi gambaran akan seperti apa perjalanan mereka nanti dan siapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk melepas kebosanan mereka saat terjebak macet. 

Kesabaran orangtua juga harus dijaga jangan sampai karena macet dan anak rewel akhirnya melanggar lalu lintas atau melakukan kegiatan yang membahayakan keluarga.

Kebersamaan

Saat lebaran biasanya kita berkumpul dengan keluarga besar, di mana akan banyak orang sehingga anak terkadang merasa bosan dan enggan untuk keluar dari kamar. Sebagai orang tua, kita harus memberikan penjelasan bahwa lebaran adalah saatnya berkumpul dengan keluarga. Orangtua harus memberikan contoh salah satunya menyimpan ponsel saat ada acara keluarga, dengan begitu anak belajar akan pentingnya kebersamaan bersama keluarga.

Mengenal Silsilah Keluarga

Ayo ngaku, siapa yang suka bingung saat ketemu sanak keluarga karena saking banyaknya anggota keluarga besar?

Saya salah satunya.

Mudik lebaran bisa menjadi momentum yang tepat bagi kita dan anak-anak untuk lebih mengenal anggota keluarga yang baru atau mungkin kita lupa. Hal ini akan membuat anak lebih mengenal siapa saja sanak famili dan mereka juga jadi tahu tentang konsep silsilah keluarga.

 

Semangat Berbagi

Lebaran identik dengan THR alias angpau. Biasanya anak-anak (saya yang udah besar begini aja masih pengin dikasih) suka banget dikasih angpau oleh sanak saudara. Sebisa mungkin anak tidak diajarkan untuk meminta tapi tanamkan dalam diri mereka saat nanti mereka sudah dewasa dan memiliki penghasilan berlebih, jangan lupa juga untuk berbagi bersama sanak saudara yang lainnya.


Mengenal Kebudayaan Lokal


Selain berkumpul dengan keluarga, mudik lebaran bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal daerah lokal yang kita datangi. Bisa melalui makanan khas, adat-istiadat, lokasi wisata dan kebiasaan. Ajak serta anak-anak untuk mengeksplorasi biar nanti mereka punya pengalaman yang bisa mereka ceritakan kepada teman-temannya. 


Jangan khawatir saat membawa anak mudik lebaran. Emang agak ribet karena harus mempersiapkan banyak hal tapi banyak pengalaman berharga yang bisa diajarkan kepada anak lewat kegiatan mudik lebaran ini.
(Review) Purivera Botanicals Grapseed Oil

(Review) Purivera Botanicals Grapseed Oil


Purivera botanical, grapseed oil, skin care,

“Wajahmu apa nggak tambah berminyak kalau perawatan pakai minyak gitu?’ 

Purivera Botanicals Grapseed Oil


Itulah respon dari beberapa orang yang tahu bahwa saya mulai memasukkan Face oil ke dalam produk perawatan kecantikan harian. Wajar sih kalau mereka merespon seperti itu karena yang mereka tahu bahwa tipe kulit wajah saya berminyak dan mereka khawatir akan membuat kulit wajah saya seperti kilang minyak. 

Sebelum memakai produk Face oil, saya sebenarnya tengah mencari-cari produk serum untuk wajah. Kalian tahu dong kalau harga serum itu bervariasi dan cenderung mahal gitu. Berhubung penghasilan saya sebagai pekerja lepas masih serabutan dan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, saya pun maju mundur untuk membeli serum wajah. 

Berawal dari mencari tahu mengenai kandungan serum, saya menemukan bahwa ada salah satu komponen dari serum adalah Face Oil alias minyak. Ada banyak macam minyak yang ternyata juga bagus untuk wajah. Berbekal dari hasil menjelajah situs kecantikan dan kanal youtube, saya akhirnya mencoba untuk membeli Face Oil. 

Pilihan saya jatuh pada Grapseed Oil alias minyak biji anggur yang katanya cocok untuk semua kulit termasuk kulit berminyak. Apalagi minyak biji anggur memiliki sifat non-comedogenig yang cukup rendah (artinya tidak menyumbat pori-pori). Alasan yang lain karena ini murni minyak dan tidak ada bahan tambahan, saya jadi semakin percaya diri untuk mencobanya. 

Grapseed Oil pilihan saya adalah merek Purivera Botanicals kemasan 30 ml. Alasan saya mencoba merek ini karena harganya terjangkau dan ada cashback. Biar kalau nggak cocok setidaknya hidup masih tenang. 

Manfaat Grapseed Oil Untuk Kecantikan 


Grapseed Oil memiliki banyak manfaat untuk kulit dan mulai banyak yang memasukkan Grapseed Oil sebagai bahan baku untuk produk kecantikan. Lihat saja beberapa serum yang saya incar juga memiliki kandungan minyak biji anggur di dalamnya. 

Di bawah ini saya berikan beberapa manfaat Minyak Biji Buah Anggur untuk kecantikan, terutama kulit: 

  • Kaya akan vitamin C, D, dan E yang mana bisa membantu mengurangi luka bekas jerawat dan kerutan di wajah. 
  • Kandungan antioksidannya dan polipenol dalam minyak biji buah anggur untuk mengobati jerawat. 
  • Kandungan Lemak dan Vitamin C membantu menyamarkan strecth Mark di kulit 
Masih ada banyak lagi manfaat dari Grapseed Oil yang bisa kamu dapatkan. 

Kemasan 

Purivera botanical, grapseed oil, oil, face oil

Kemasan luar (kardus) dari produk ini dominan berwarna putih dengan logo berwarna kuning di tengah. Bagian depan berisi merek dari produk dan tagline We bring you truly natural, cruelty free skin care. Bagian belakang kardus ada deksripsi mengenai produk ini. 

Sekarang kita bahas tentang kemasan botolnya ya. Kemasan botolnya berwarna putih bening (kita dengan leluasa bisa melihat kandungan di dalamnya) dengan tutup karet berwarna hitam yang dilengkapi semacam segel sehingga tidak mudah tumpah. Cara membuka tutup botolnya pun tidak sekadar diputar saja tapi kita harus sedikit menekan/memencet ujung tutup botol lalu diputar. Memang sedikit menyusahkan tapi buat saya itu lebih aman dan tidak khawatir tumpah saat diletakan miring. 

Botolnya berukuran besar dan pas digenggam oleh tangan yang dilapisi stiker berwarna hijau dengan deskripsi produk. 


Aroma dan Tekstur 


Tekstur dari Grapseed oil ini benar-benar cair dan ringan lebih ringan dari coconut oil dan olive oil yang pernah saya. Berhubung ini minyak murni, saya tidak mencium aroma apapun selain aroma minyak biasanya (entahlah saya sulit untuk mendeskripsikannya). 


Cara Pemakaian: 

  1. Bersihkan wajah dengan sabun cuci muka dan lanjutkan menggunakan toner 
  2. Teteskan 2-3 tetes oil di telapak tangan (boleh dicampur dengan minyak lain dengan perbandingan 1:1 masing-masing oil) 
  3. Aplikasikan ke wajah sambil dipijat perlahan selama 3-4 menit baru dilanjutkkan skincare/make up 
  4. Pemakaian minggu pertama, Grapseed Oil ini hanya digunakan saat malam hari saja. Untuk minggu selanjutnya bisa digunakan pagi hari dan harap menggunakan sunblock saat ke luar rumah 

Cara Penyimpanan dan EXP Date:

Sehabis menggunakan sebisa mungkin untuk langsung ditutup dengan rapat dan diletakan dalam ruangan yang tidak terpapar sinar matahari. 

Untuk masa kedaluarsa produk ini berbeda-beda, Grapseed Oil memiliki masa simpan sekitar 2 tahun. Jika sudah sering dibuka-tutup umurnya bisa selama 6 bulan sampai 12 bulan karena pengaruh oksidasi udara. 

Tanda jika produk ini mulai rusak adalah berwarna keruh dan bergelembung. 

Kesan Pemakaian: 

grapseed oil, biji anggur, face oil, skin care


Minggu pertama menggunakan produk ini saya menggunakannya di malam hari sesuai dari saran si pembeli. Awalnya masih ragu dan takut kalau wajah bakalan kayak kilang minyak pas bangun pagi seperti biasanya. Eit, ternyata salah saudara-saudara, pas bangun pagi saya malah merasa kulit wajah terasa lembab banget, kenyal gitu. Saat saya coba tempelkan beberapa jari di muka untuk mengetes apakah betul minyaknya bakal banyak. Nggak loh, malah kadar minyak di wajah saya berkurang tidak seperti biasanya. 

Setelah semingguan memakai produk ini, saya merasa kulit saya lebih kalem, jerawat juga lebih mudah kering. Saya mulai mencoba memakainya di pagi hari dan biasanya saya tambahkan 1 tetes argan oil. 

Saya sudah memakai produk ini hampir 3 bulan. Perbedaan yang paling terasa adalah kulit wajah saya lebih cerah dan pori-pori terlihat mengecil (entah ini karena produknya atau hasil dari skin care yang selama ini saya pakai). Berhubung ini produk alami, hasilnya emang akan terlihat lebih lama ya. 

Sekarang saya nggak memakainya tiap hari, terkadang selang seling antara pagi atau malam. Aktivitas yang paling disukai adalah saat memijat wajah dengan minyak ini, rasanya wajah jadi lebih kenyal dan segar. 

Saya suka mencampurkan Grapseed Oil ini ke dalam masker favorit saya. Biasanya saya tambahkan 2-3 tetes ke dalam masker kopi, dan aneka masker alami lainnya. Multifungsi juga deh Grapseed Oil. 


Kesimpulan: 


Secara garis besar, Purivera Botanica Grapseed oil cukup membantu saya dalam menyelesaikan permasalah kulit seperti jerawat dan bekas jerawat selain itu bisa dijadikan bahan campuran untuk masker. Buat yang ingin mencoba serum tapi belum memiliki anggaran yang cukup besar, mungkin bisa mencoba Face oil merek Purivera Botanica ini. Selain harganya terjangkau dan juga mengandung bahan alami. Ada banyak pilihan minyak lainnya yang bisa kamu pilih.
Maggo Herbal: Bebas Mual Saat Ramadhan

Maggo Herbal: Bebas Mual Saat Ramadhan

Maggo Herbal: Bebas Mual Saat Ramadhan



Holla, 

Pasti kalian sudah pernah baca dong postingan Saya tentang Maggo, obat herbal yang membantu menangani masalah pencernaan. Nah, kali ini Saya mau membagikan pengalaman Saya mengkonsumsi Maggo saat menjalani puasa di bulan Ramadan ini. 

Salah satu penyakit yang rawan datang bagi orang yang menjalani puasa adalah masalah pencernaan. Keluhan mual, perut kembung dan rasa ingin muntah kerap kali dirasakan oleh orang-orang yang tengah berpuasa terutama bagi penderita penyakit maag. Alhasil ketika sakit maag menyerap membuat ibadah puasa kita terganggu. 

Saya sendiri pernah cerita di postingan sebelumnya bahwa Saya memiliki masalah pencernaan. Biasanya sebelum sahur Saya mengkonsumsi obat lambung supaya nanti tidak mual ketika jam-jam rawan datang. Berhubung Saya ingin mengurangi konsumsi obat kimia, Saya mulai kembali mengonsumsi Maggo. Kebetulan stok masih ada dan Sayang banget kalau nggak diminum. 

Maggo ini Saya konsumsi menjelang tidur. Saya masukkan 1 vial Maggo (5gr) ke dalam gelas kemudian Saya tuang air mendidih sampai setengah gelas. Aduk lalu tunggu sampai hangat-hangat kukulalu aduk kembali dan minum sampai habis tidak ada sisa.Buat yang suka rasa sedikit manis bisa menambahkan madu murni atau gula putih ya. Kalau Saya sih nggak karena udah terbiasa minum jamu. Untuk aromanya mirip sereal (karena ada kandungan kacang hijau) dan ada sedikit bau kunyit. Tidak terasa pahit di lidah Saya. 

Hari pertama mengonsumi Maggo, perut Saya terasa kenyang terus padahal biasanya di antara jam 08.00-09.00 perut Saya terasa lapar. Sekitar pukul 12.00-13.00 ini adalah jam-jam rawan yang seringkali menimbulkan rasa mual bagi penderita Maag. Alhamdulillah Saya tidak merasakannya sampai menjelang buka puasa. Puasa hari pertama aman tanpa gangguan rasa mual. 

Saya mengonsumsi Maggo ini sudah sekitar empat hari. Alhamdulillah, Saya tidak merasa mual sampai hari ini dan tidak lagi mengonsumsi obat untuk lambung sebelum sahur. Saya bisa beraktivitas dengan lancar tanpa khawatir lagi. 

Oh iya, selain konsumsi herbal, bagian paling penting untuk penderita Maag supaya lancar beribadah adalah menjaga pola hidup dan pola makan. Saya punya beberapa tips yang mungkin bisa dicoba supaya bebas dari masalah pencernaan selama berpuasa. 

1. Saat Berbuka Puasa Hindari Makanan yang Mengandung Banyak Minyak 

Makan gorengan saat berbuka puasa memang nikmat tiada tara tapi kandungan minyak membuat perut yang kosong berjam-jam akan meningkatkan asam lambung sehingga perut akan terasa begah. Solusinya saat berbuka puasa bisa konsumsi kurma dan buah-buahan supaya enzim-enzim dalam tubuh lebih siap saat menerima makanan yang lebih berat. 

2. Konsumsi Air Hangat saat Berbuka dan Sahur 

Air hangat membantu proses pencernaan jadi lebih lancar, mendorong makanan yang sulit dicerna oleh lambung. Konsumsi air hangat yang banyak saat berbuka dan sahur untuk mengurangi naiknya asam lambung 

3. Jangan Tidur Sehabis Sahur 

Kebiasaan buruk orang-orang adalah tidak bisa menahan kantuk sehabis sahur dan langsung melanjutkan tidurnya. Tidur sehabis makan akan menyebabkan makanan tidak tercerna sempurna sehingga menyebabkan meningkatnya asam lambung. Usahakan tidur setelah 1-2 jam setelah sahur. Untuk mencegah kantuk bisa dengan mengaji, berjalan kaki atau mandi pagi. 


4. Hindari Begadang 

Penderita maag wajib mengatur pola tidurnya. Jangan tidur terlalu malam karena akan menyebabkan asam lambung meningkat sehingga bisa menganggu kerja organ-organ lainnya dalam tubuh.Matikan gadget dan tidurlah tepat waktu supaya kualitas hidup tetap terjaga 

5. Jaga Pola Pikir 

Pikiran negatif mampu menaikkan asam lambung lebih cepat. Untuk penderita sakit maag, hindari stress dengan cara berpikiran positif sehingga mampu meningkatkan imunitas tubuh. Tubuh yang sehat akan terhindar dari penyakit. 

Nah, sekian pengalaman saya mengonsumsi Maggo selama Ramadan ini semoga tips-tips yang saya bagikan juga bermanfaat. Selamat menjalan ibadah puasa. 



Salam Sehat, 
(Guest Post) Cara Menaikkan Prestise Blogger di Depan klien

(Guest Post) Cara Menaikkan Prestise Blogger di Depan klien






Menaikkan Prestise Blogger Di Depan Klien

Cara Menaikkan Prestise Blogger di Depan klien


Sewaktu Tikha minta saya nulis tentang cara menaikkan prestise blogger di depan klien, saya cengar-cengir sambil nyubit idung saya yang bangir. Prestise blogger itu apa sih? Apa harus berarti bloggernya selalu promoin barang-barang yang mahal? Atau prestasi berarti ratecard yang mahal?

Katanya kamus dictionary.com, prestise itu reputasi atau pengaruh yang muncul dari keberhasilan atau pencapaian.

Dalam konteks blogging, blogger dianggap berprestise jika blogger bisa menciptakan pengaruh atas apa yang dia kerjakan. Bukan tentang apa yang dia tulis, tetapi fokusnya adalah dampak dari apa yang dia tulis. Contoh, food blogger yang selalu diundang makan di restoran-restoran mahal itu nggak otomatis disebut prestise, sama seperti beauty blogger yang selalu diendorse kosmetik-kosmetik high end. Tetapi, kalau bloggernya bisa bikin vlog sederhana tentang suatu tukang bakso pinggir jalan, lalu si tukang bakso jadi keramean customer, sampai antreannya terpaksa ditertibkan oleh Dishub, karena berhasil bikin macet seluruh jalan, itu namanya bloggernya sudah bisa menciptakan prestise.

Saya akan jelaskan sedikit tentang gimana menaikkan prestise di depan klien ini. Baca terus yaa..


Ekspektasi Klien atas Blogger

Ketika klien mau menyewa seorang blogger untuk mempromosikan produk/jasanya, sebetulnya cuma satu hal yang diinginkan kliennya: Bloggernya ini bisa meningkatkan penjualan produk/jasanya apa enggak?

Mengharapkan blogger mau mengiklankan produk/jasanya secara membabi buta sepertinya jauh dari angan-angan. Sebab kalau demikian adanya, pasti si blogger sudah sejak dulu bertransformasi jadi manajer sales/marketing, bukan memelihara blog, ya kan?

Maka ekspektasi klien pun turun: Setelah blogger itu nulis tentang produk/jasanya, semoga awareness (kesadaran) masyarakat akan kehadiran produk/jasanya itu jadi meningkat. Yang semula tidak tahu menjadi tahu. Yang semula sudah tahu jadi tertarik. Yang semula sudah tertarik jadi ingin membeli produk/jasa tersebut.

Akibatnya, kalau klien mau menyewa blogger, yang ditanyakan kepada blogger ini adalah: Pembaca blognya ini punya karakter seperti apa? Kira-kira pembaca blognya bakalan tertarik dengan produk/jasa yang dipromosikan apa enggak?

Dan ada banyak faktor untuk menentukan pembaca blog sebagai calon pembeli potensial:
  • Lokasinya di mana? (Klien ingin masyarakat datang ke toko berlian di Glodok. Bloggernya punya mayoritas pembaca di Jakarta? Mungkin cocok. Bloggernya punya mayoritas pembaca yang tinggal di Situbondo? Nggak cocok). 
  • Usia pembacanya berapa? (Klien ingin masyarakat beli suplemen untuk osteoporosis. Bloggernya punya gaya menulis “saya-Anda”? Mungkin cocok. Bloggernya masih berusia 20 tahunan, dan gaya menulisnya sangat ke-ABG-ABG-an? Jelas nggak cocok).
  • Pembacanya laki atau perempuan? (Klien ingin masyarakat beli HP untuk nge-game. Bloggernya punya pembaca yang kebanyakan fasih main Mobile Legend? Mungkin cocok. Bloggernya punya pembaca yang kebanyakan rame di postingan lipstik? Nggak cocok!)
  • Pembacanya senang topik tentang apa? (Klien ingin masyarakat diet sehat menggunakan susu tinggi serat. Bloggernya sering ditanyai urusan kesehatan di Twitter? Cocok. Tapi kalau bloggernya habis disorakin banyak orang karena lagi pose di Instagram dengan rokok elektrik, nggak cocok).
  • Pembacanya dari golongan ekonomi apa? (Klien ingin masyarakat menyewa resort mewah di Seminyak. Bloggernya populer karena sering redeem point pakai kartu kredit platinum? Cocok. Tapi kalau tiap kali bloggernya nulis review produk dan mayoritas pembacanya sering nanya tentang harga, harga, harga? Nggak cocok).

Apa yang Bisa Dipersembahkan Blogger kepada Klien 

Karena klien ingin pembaca yang jelas sesuai dengan target marketing kliennya, maka blogger juga mesti memberikan data untuk mencocokkan karakter blognya dengan klien. Data yang diperlukan antara lain: 

1. Data pembaca blog. Saya sendiri kasih media kit berisi grafik analisis pembaca blog saya dari Google Analytics. Grafik ini bisa menjawab pembaca blog saya berumur berapa, pembacanya banyakan cowok atau cewek, lokasinya di mana. Dengan baca grafik ini, klien bisa memutuskan apakah pembaca blog saya ini potensial atau tidak untuk bikin kliennya laris. 



Menaikkan Prestise Blogger Di Depan Klien


Juga di media kit ini tertera pageview bulanan, yang menunjukkan blog saya ini rame pembacanya apa enggak. Ada contoh judul artikel yang pernah saya bikin (untuk menunjukkan bahwa saya bisa bikin judul yang menarik perhatian pembaca). Bahkan saya juga bisa bilang di media kit ini, apakah pembaca saya berasal dari kelas pembaca A-B atau kelas B-C (ini bisa diperkirakan dari tipe handphone yang digunakan pembaca, ada juga di Google Analytics). 

2. Pengalaman blogger dengan klien-klien sebelumnya. Klien juga ingin tahu apakah blogger yang mau diajak kerja sama ini sudah pernah melakukan proyek sejenis apa enggak. Kalau pernah, dengan brand apa? Waktu itu, hasil artikelnya berpotensi bikin laris kliennya apa enggak. Artinya, apakah bloggernya memang sudah berpengalaman promosiin usaha orang? 

Makanya, di media kit, saya menuliskan brand-brand apa aja yang sudah pernah kerja sama dengan saya (dan kebetulan hasil penjualannya bagus). 

Bagaimana Meyakinkan Klien akan (Prospek) Keberhasilan Blogger

Teori di atas sebetulnya gampang diucapkan, tetapi pada prakteknya, banyak blogger masih keseleo mengkomunikasikan prestisenya kepada calon klien. Misalnya, karena prestasi statistik blognya yang memang belum signifikan, sampai kegagalannya bikin kesan yang bagus di mata klien. 

Saya sendiri membagi calon klien itu menjadi dua macam: Calon klien yang ketemu muka dengan saya, dan calon klien yang cuman ketemu saya secara online. Tentu saja ada perbedaan untuk menghadapi kedua macam klien ini, meskipun urutannya sama aja: Kesan pertama yang menyenangkan -> cocokkan diri kita dengan calon proyeknya -> kerjakan dengan dedikasi -> komunikasikan hasil proyek dengan jelas. 

Membuat Prestise di Depan Calon Klien yang Sudah Ketemu Langsung 


Nggak selamanya yang namanya klien itu harus selalu agensi atau pemilik brand yang nggak pernah kenal. Sebagian besar dari klien saya malah orang yang sudah pernah saya kenal sendiri secara casual: Sodaranya teman, kawan sendiri, atau bahkan sesama blogger yang sekarang kepingin nyewa jasa blogger juga. Adalah tugas saya untuk selalu memberi kesan bagi orang-orang yang sudah kenal saya bahwa saya adalah penyiar yang pas untuk produk/jasa mereka, dan itu merupakan image yang mesti saya jaga terus-menerus. 


Menaikkan Prestise Blogger Di Depan Klien


Contoh: Saya punya tante yang kebetulan jadi pengusaha berlian, dan saya pingin di-endorse berlian di blog saya. Ya sedapat mungkin jangan sampai tante saya itu melihat foto saya lagi duduk petangkrangan di trotoar sambil makan es kepal cokelat. Meskipun yang jajan es kepal itu ngantrenya panjang. 

Contoh lain: Teman saya yang blogger juga, sekarang punya usaha sambilan berupa event organizer. Sebisa mungkin kalau saya lagi kolaborasi proyek sama dia, jangan sampai saya punya riwayat datang telat. Meskipun alesan telat itu karena saya lagi jualan, anak saya tantrum, atau portal komplek rumah saya ditutup lantaran tetangga sebelah digerebek Densus 88. 

Intinya mah, jangan bikin kesan jelek di mata orang lain. Dan itu susah, ya kan? 

Beberapa calon klien akan nggak sengaja berkenalan sama kita dalam forum-forum yang tidak direncanakan. Misalnya kita lagi menghadiri sebuah event dan ternyata kita dikenalkan ke seorang agen/brand yang lagi nyari blogger. Dalam kesempatan ini, senjata saya untuk bikin orang mengingat saya sebagai blogger adalah memberikan kartu nama. Kartu nama saya sebagai blogger lho ya, bukan kartu nama saya sebagai dokter. 


Membuat Prestise di Depan Klien yang Cuma Ketemu Online 


Ada calon klien yang bisa kita lamar secara aktif di forum online. Ada juga calon klien yang nggak ada angin nggak ada hujan, langsung mengontak kita via online. Ini juga beda lho cara bikin prestisenya. 

Calon klien umumnya sekarang buka lowongan pekerjaan di forum Facebook, Twitter, atau Instagram. Baca baik-baik instruksi mereka dan jangan berbuat lebih. Kalau calon kliennya minta pelamar menghubungi via email atau nomor telepon mereka, sambangi kontak itu dengan sopan dan efisien. Ciri melamar dengan sopan dan efisien itu: Memperkenalkan diri, portofolio media kit yang singkat tapi padat, dan meninggalkan kontak kita untuk bisa dihubungi. Baca lagi media kit di atas. 




Pelamar yang sopan, akan meninggalkan kesan yang humanis (karena mereka ingin bekerja dengan manusia, bukan robot). Pelamar yang efisien, menunjukkan kalau dia bisa bekerja tanpa buang-buang waktu (dan duit). 

Tanda blogger inkompeten: Mengirim lamaran pekerjaan dengan cuma kasih satu paragraf berisi nama, alamat sosmed, dan nominal rate. Tak ada salam perkenalan, tak ada salam penutup. Persis anak SD tak lulus pelajaran Bahasa Indonesia. 

Cocokkan Blogger dengan Proyek Sang Klien 


Nggak semua lowongan job harus kita lamar. Sama seperti halnya kalau ada lamaran ngebuzz tentang lipstik, blogger cowok pun nggak perlu melamar. 

Kalau saya disapa oleh calon klien via online, lalu calon klien bilang butuh blogger, saya nggak lantas menyodorkan diri. Saya tanyakan pertanyaan-pertanyaan simple yang kira-kira menyangkut effort kita dalam membuat artikel. Misalnya: 

“Anda ingin saya nulis tentang produk apa?” -> ini menyangkut niche 

“Apakah untuk menulis ini, saya perlu datang ke lokasi toko Anda?” -> ini menyangkut biaya transportasi 

“Kira-kira produknya ini mau dijual musiman aja, atau akan dijual terus-menerus sepanjang tahun?” -> kalau dijual musiman, berarti kliennya ingin artikel ini langsung viral, jadi mungkin butuh bantuan FB Ads atau Instagram yang engagementnya banyak. Tapi kalau dijual terus-menerus, berarti kliennya butuh SEO 

Dengan bertanya kritis begini, calon klien akan paham bahwa bloggernya memang tahu persis kemampuannya untuk mendongkrak penjualan produk/jasa, bukan sekedar kepingin dapet barang/jasa gratisan. Dan ini yang dicari dalam suatu prestise. 

Kalau pun akhirnya sepertinya kita nggak bisa menuruti keinginan klien karena masalah niche yang tidak cocok, calon klien akan tetap menyimpan kontak kita di memorinya. Suatu saat nanti, kalau dia ketemu orang lain yang butuh blogger dan kebetulan orang itu cocok dengan niche kita, dia akan merekomendasikan kita. Orang itu bisa bikin rekomendasi karena dia ingat akan seseorang. Orang ingat seseorang karena yang diingatnya itu sudah menimbulkan kesan yang baik. 

Tanda blogger nggak punya prestise: Sudah jelas di lowongan disebutkan minta blogger dengan pageview 1.000/hari. Tapi blogger yang baru kemarin siang bikin blog sudah berani melamar. Kelihatan kalau nggak bisa membaca instruksi yang disusun dengan kalimat sederhana. 

Kerjakan Proyeknya dengan Dedikasi 


Tanda bahwa blogger bisa bekerja dengan baik itu simpel: Pekerjaannya sesuai brief yang diberikan. Deadline-nya tidak dilewat. Keyword yang diinginkan sudah ditulis dengan betul. Foto yang ditampilkan itu jernih. Kalau disuruh datang ke event, datang tepat waktu dan baru pulang hanya kalau acara sudah selesai. Semua selling key points yang diminta sudah dipenuhi. 



Tanda blogger belum punya prestise: Datang telat ke event, alesannya rumahnya jauh. Kelihatan banget kalau belum berpengalaman jadi undangan VIP, mungkin sehari-harinya memang jarang jalan-jalan. Atau posting artikelnya telat, alesannya laptop rusak/belum mandiin kucing/anak tantrum/sudah foto produk tapi fotonya kehapus. Ini tanda bahwa dia nggak bisa manajemen gadget, nggak bisa manajemen waktu, nggak bisa manajemen diri sendiri. 

Buat Laporan yang Akurat, Invoice Jelas 


Klien-klien yang sudah paham rumitnya sosmed, umumnya ingin bloggernya melapor tentang hasil postingnya. Standar permintaan laporan umumnya begini: 

  • Untuk blog: Pageview, jumlah visitor, durasi pembaca dalam artikel. Biasanya nih, laporannya diminta dalam bentuk screenshot Google Analytics. 
  • Untuk Instagram: Impression, reach. Laporannya dalam bentuk screenshot Instagram Analytics juga. 
  • Untuk Twitter: Impression, link click, media view. Lagi-lagi, laporannya juga dalam bentuk screenshot Twitter Analytics. 
Saya sendiri, membuat laporan dengan format Power Point. Semua screenshot dari halaman blog, jumlah komentar di blog, hasil Google Analytics, dan hasil Analytics dari masing-masing sharing di sosmed, ditempel di Power Point. Lalu file Power Point ini dikonversi ke PDF, baru file PDF-nya yang dikirimkan sebagai laporan ke klien. 

Invoice juga saya kirimkan ke klien dalam bentuk PDF. Dalam invoice ini tercantum: nama dan alamat klien yang mau saya tagih, rincian servis(-servis) yang sudah saya kerjakan, rincian harga masing-masing servis, nomor rekening bank saya, dan apakah tagihannya sudah lunas atau belum. 

Kok Susah Amat Menaikkan Prestise? 


Iya, susah. Kendala tiap blogger itu macam-macam, mulai dari laptop pribadi yang suka nge-hang, statistik blog yang masih rendah-rendah aja, sampai ke urusan basic seperti “belum tahu mau pakai niche apa”. 

Tapi menaikkan prestise itu memang butuh proses, dan yang namanya berproses itu pasti ada tahap belajarnya. Tiap kali belajar pasti ada errornya. Tapi semakin banyak error yang kita bikin, sebetulnya semakin banyak juga kemajuan yang kita dapatkan. 

Cara Menaikkan Prestise Blogger di depan klien


Tanda-tanda kita gagal memuaskan (calon) klien: 

  1. Kliennya nggak ngontak lagi semenjak perkenalan. 
  2. Pada hari event, kita sampai ditelpon lantaran nggak dateng ke event. 
  3. Pada jadwal posting, kita sampai ditelpon lantaran postingnya belum published. 
  4. Setelah proyek ini selesai, kliennya bikin kampanye lagi yang mirip untuk produk lanjutannya, tapi malah ngundang blogger kompetitor dan nggak ngundang kita lagi. 

Gini nih tanda-tandanya bahwa prestise kita sebagai blogger itu sudah meningkat: 
  1. Kalau ada lowongan di Facebook yang mensyaratkan blogger dengan karakter tertentu, tahu-tahu ada komen yang nyolek nama kita.
  2. Ada yang kirim email ke kita, bilang bahwa dia tertarik dengan salah satu postingan kita (dan dia menyebutkan judul/link postingannya itu secara spesifik).
  3. Ada yang tahu-tahu posting di sosmed, bilang kalau dia habis makai suatu produk/jasa setelah baca review kita, padahal kita nggak kenal orang itu.
  4. Kliennya nge-share postingan kita atas produk/jasa mereka, ke halaman Instagram/Fan Page/Twitter mereka sendiri.
  5. Sudah ada yang ngopas postingan kita tanpa ijin (meskipun yang terakhir ini cukup bikin sewot, hihihihi

Summary

Klien selalu ingin blogger yang prestisenya tinggi. Untuk itu, blogger butuh membangun kredibilitas atas dirinya dan blognya sendiri. Kredibilitas itu dibangun dari attitude sang blogger, kepercayaan pembacanya terhadap dirinya, plus cara komunikasinya terhadap klien juga. Saya masih belajar untuk hal-hal ini, dan saya yakin kamu juga bisa.


Guest post by Vicky Laurentina – http://vickyfahmi.com