5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Tentang Mudik Lebaran










5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Dari Kegiatan Mudik Lebaran

Holla,

Eh, bagaimana ni kabarnya setelah lebaran? Sudah pada kembali ke rumah (berkutat dengan cucian segunung) atau masih memperpanjang waktu libur demi berkumpul dengan keluarga?

Sebagai pekerja lepas, jadwal liburan saya sih tidak berbatas hanya saja keluarga yang lain adalah Abdi Negara. Alasan inilah yang membuat kami harus kembali ke Surabaya H+4 lebaran walaupun liburan untuk PNS berakhir tanggal 20 Juni. Setidaknya, beberapa anggota keluarga masih punya kesempatan untuk membereskan rumah dan jalan-jalan ke tempat lain. Satu lagi, kami ingin menghindari puncak arus balik. Kemarin saja saat kembali pulang ke Surabaya terjebak macet yang lumayan lama. Kebayang gimana macetnya kalau balik pas puncak lebaran. 

Dari berapa kali mudik lebaran, kayaknya lebaran tahun ini amat berkesan. Kami pulang dengan formasi lengkap. Biasanya, Kakak Perempuan saya berlebaran ke Bandung ikut suaminya. Untuk tahun ini, dia memilih berlebaran ke Pamekasan selain itu ada adik iparnya yang ingin merasakan suasana lebaran di kampung orang. Hadirnya Adik Ipar dari Kakak perempuan, membuat kami merencanakan jalan-jalan yang jarang bisa kami lakukan saat lebaran. Puas, saya bisa menjelajah tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi.

Kami pulang saat H+1 alias hari kedua lebaran. Berangkat pagi supaya tidak terjebak macet saat perjalanan menuju ke Pamekasan. Dulu, ketika Nenek masih ada, kami biasa pulang kampung H-2 sebelum Lebaran karena Nenek suka keluarga besarnya berkumpul. Sekarang, kami pulang lebaran hari ke dua karena tidak ada Nenek yang harus dikunjungi kecuali acara keluarga besar Papi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini ketiga keponakan saya ikut serta. Dari awal mereka sudah antusias dengan kata mudik. Bisa tidur di hotel menjadi salah satu alasan kebahagiaan mereka. Yah, namanya saja anak-anak. Bahagianya recehan yaitu bisa menikmati dinginnya kamar hotel (padahal di kamar sendiri juga ada AC tapi tetap senangnya tiada tara) dan kadang kami keluar untuk sekadar menyenangkan ketiga bocah ke pantai. Pokoknya kalau dengar kata ‘Mudik’ mereka bertiga udah kegirangan.

Mudik lebaran yang rasanya udah jadi tradisi di Indonesia ini memberikan banyak pengalaman buat para keponakan saya. Mereka belajar dan mendapatkan banyak informasi yang mungkin baru didengar. Dulu, saat masih kanak-kanak, saya menyukai momen mudik lebaran. Mudik itu buat saya bukan berarti hanya pulang ke kampung halaman tapi juga bisa bertemu dengan sanak saudara sembari merekatkan kembali ikatan silaturahmi dengan keluarga.


Kesabaran

Perjalanan mudik ke kampung halaman adakalanya tidak semulus jalan tol yang bebas hambatan. Perjalanan mudik ke Pamekasan melewati beberapa titik area yang rawan macet. Kemacetan seringkali membuat mood anak turun drastis akibat rewel dan membuat orangtua stress. Sebisa mungkin sebelum acara mudik dimulai, anak diberi gambaran akan seperti apa perjalanan mereka nanti dan siapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk melepas kebosanan mereka saat terjebak macet. 

Kesabaran orangtua juga harus dijaga jangan sampai karena macet dan anak rewel akhirnya melanggar lalu lintas atau melakukan kegiatan yang membahayakan keluarga.

Kebersamaan

Saat lebaran biasanya kita berkumpul dengan keluarga besar, di mana akan banyak orang sehingga anak terkadang merasa bosan dan enggan untuk keluar dari kamar. Sebagai orang tua, kita harus memberikan penjelasan bahwa lebaran adalah saatnya berkumpul dengan keluarga. Orangtua harus memberikan contoh salah satunya menyimpan ponsel saat ada acara keluarga, dengan begitu anak belajar akan pentingnya kebersamaan bersama keluarga.

Mengenal Silsilah Keluarga

Ayo ngaku, siapa yang suka bingung saat ketemu sanak keluarga karena saking banyaknya anggota keluarga besar?

Saya salah satunya.

Mudik lebaran bisa menjadi momentum yang tepat bagi kita dan anak-anak untuk lebih mengenal anggota keluarga yang baru atau mungkin kita lupa. Hal ini akan membuat anak lebih mengenal siapa saja sanak famili dan mereka juga jadi tahu tentang konsep silsilah keluarga.

 

Semangat Berbagi

Lebaran identik dengan THR alias angpau. Biasanya anak-anak (saya yang udah besar begini aja masih pengin dikasih) suka banget dikasih angpau oleh sanak saudara. Sebisa mungkin anak tidak diajarkan untuk meminta tapi tanamkan dalam diri mereka saat nanti mereka sudah dewasa dan memiliki penghasilan berlebih, jangan lupa juga untuk berbagi bersama sanak saudara yang lainnya.


Mengenal Kebudayaan Lokal


Selain berkumpul dengan keluarga, mudik lebaran bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal daerah lokal yang kita datangi. Bisa melalui makanan khas, adat-istiadat, lokasi wisata dan kebiasaan. Ajak serta anak-anak untuk mengeksplorasi biar nanti mereka punya pengalaman yang bisa mereka ceritakan kepada teman-temannya. 


Jangan khawatir saat membawa anak mudik lebaran. Emang agak ribet karena harus mempersiapkan banyak hal tapi banyak pengalaman berharga yang bisa diajarkan kepada anak lewat kegiatan mudik lebaran ini.

7 comments

  1. Banyak makna dan manfaat dari perjalanan mudik yaaa :D

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    ReplyDelete
  2. Betul.. betul.. betul..

    Aq sih, secara tinggalnya numpang ortu, dan ibu mertua juga tinggalnya di RT sebelah.. jadi gak pernah mudik pas lebaran. hehehe.

    Tapi emang kerasa bgt pas acara silaturahim ke saudara2 dekat dan jauh pas hari raya gini.

    Berasa bgt indahnya persaudaraan.. 😘😘😘

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Mudik bisa jadi sarana mengikat tali silaturahmi dengan keluarga

      Delete
  3. Bawa anak mudik memang agak sedikit rempong, tapi kalau lihat manfaat nya, rela deh repot2 bawa anak mudik. Kalau ga ada istilah mudik mungkin saya ga akan kenal sama saudara2 lain di luar kota :D

    ReplyDelete