Ketika Saya Mendapatkan Atensi Dari Konten Kreator Ternama


Being Yourself


Ketika Saya Mendapatkan Perhatian dari Konten Kreator Ternama


Tiga hari lalu, sebenarnya saya sudah menulis cerita ini di linimasa Instagram tentang pengalaman saya yang mendapatkan ‘perhatian’ dari salah seorang konten kreator luar. Berhubung euforia itu masih melekat kuat, saya jadi ingin membuat satu postingan khusus.

Namanya Dominik. Dia seorang konten kreator lebih tepatnya youtuber dari Vienna-Austria. Keahlian dia adalah membahas mengenai Social Digital Marketing terutama Instagram dan saya lupa kapan tepatnya menemukan kanal yang dimiliki oleh Dominik ini. Mungkin bersamaan saya menemukan kanal milik Jade Darmawangsa yang juga membahas hal yang sama.

Dua orang itu buat saya membahas tentang sosial media dari sudut yang berbeda. Baik Jade atau Dominik memiliki keahlian yang berbeda tapi konten-kontennya selalu membuat saya tertarik untuk menontonnya.

Back To Dominik

Ketika saya menyukai konten dari seseorang, saya pasti akan mengikutinya sampai ke media sosial, mencari tahu bagaimana dia membuat konten sehingga membuatnya berhasil. Saya mengikuti Dominik di IG tapi hanya sekedar like dan beberapa komen. Pernah juga saya mengomentari IGTV-nya dan dia membalas. Bisa dibilang dia orang yang rajin buat balas komentar.




Kanal Youtube-nya juga ramai dengan orang-orang yang ingin profil instagramnya diulas, saya pernah dong masukin, namun nggak pernah terpilih. Hahaha, melas.

Baca juga: Hal-hal yang bisa dilakukan seorang blogger

Hingga tiga hari yang lalu dia melakukan siaran langsung di Instagram. Sekitar pukul 04.30 pagi. Saya penasaran dong, dia bahas apa sih pada saat siaran langsung. Hari itu dia main gitar doang. Ada beberapa yang bergabung.

Awalnya Dominik memberikan emotikon lambaian tangan kepada saya. Mungkin, itu juga berlaku pada semua yang hari hadir. Eh, tiba-tiba dia menyapa dong (Percakapan di bawah ini sudah saya terjemahkan ke Bahasa Indonesia).


Dominik: Hi, child_smurf, aku pernah mendengar nama itu di mana ya? Apakah aku pernah mereview akun igmu?
Me: No. Mungkin namaku mengingatkanmu pada smurf
Dominik: Mungkin. Kayaknya aku nggak asing dengan nama akunmu.
Me: Aku penggemar beratmu.
Dominik: Oh, terima kasih. Aku juga penggemarmu. Nama akunmu unik, membuat orang selalu ingat.
Me: Oh terima kasih sudah mengingatku.

Dan, siaran langsung itu berakhir.

Setelah mematikan ponsel, saya tersenyum bahagia pagi itu. Berasa kayak gimana gitu, saat ada yang bilang nama akunmu unik. Ini baru Dominik udah bahagia begini, apalagi kalau yang ingat saya adalah Gong Yoo. Wkwkw.


Begini ya rasanya dapat perhatian dari Idola.

Gimana nggak bahagia. Follower dia ratusan ribu, apalah saya di antara pengikutnya. Pas dia ingat nama saya ya bahagia sekali dong. Berasa terpilih dari banyaknya pengikut dia.

Nggak hanya berhenti disitu. Saya posting di instagram dan tak lupa menyebut Dominik di akhir caption. Dia membalasnya dan seorang temannya juga ikutan komen. Bahkan sampai IG Stories saya dilihatin semua isinya. Hahaha.




Well, kisah sederhana yang membuat saya bahagia ini memang terlihat biasa saja tapi memberikan saya alasan untuk tidak malu terhadap nama akun child_smurf yang saya pakai di Instagram dan Twitter.

Itu bukti bahwa tidak selamanya akun medsos harus menggunakan nama sendiri. Terpenting adalah nilai apa yang akan kamu sampaikan kepada para pengikutmu maka dia akan mengingatmu.

Artikel lainnya: 8 sumber belajar saat kehabisan ide


Dibalik Nama child_smurf



Nama child_smurf ini adalah nama email yang kakak buatkan untuk saya. Sayangnya, email itu sekarang dibajak dan tidak bisa dikembalikan ulang. Hiks, Padahal banyak kenangan saya tersimpan di sana.

Saya mulai menggunakan nama child_smurf untuk dijadikan username pada beberapa situs. Yah, gimana. Saat itu beneran gaptek dan malas cari nama baru. Akhirnya saya pakai nama di alamat email. Keterusan sampai sekarang.

Baca juga: Kenapa Seorang Blogger perlu mengikuti one day one post

Sudah ada beberapa orang yang menyarankan saya untuk mengganti username Instagram dan twitter. Katanya akun saya kekanakan dan kalau mau melakukan personal branding setidaknya pakai nama pribadi.

Hmm, saya menolaknya. Saya sudah terlanjur saya dengan nama itu. Apalagi teman-teman lama sudah banyak tahu dan pada akhirnya saya membiarkannya. Ya sudahlah, saya membuat satu akun lagi yang menggunakan nama.

Pada akhirnya yang disayang tetap akun pertama.

Apaan sih coba.

Apa sih pertimbangan kalian dalam membuat username medsos. Share dong.

6 comments

  1. Aku sih tetep pakai namaku sendiri mbak.Krn jarang kan nama Tatit.hihihi
    Orang sering melesetke atit kalau jatuh.Padahal nama Tatit artinya kilat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, aku baru tahu kalau arti dari tatit itu adalah kilat

      Delete
  2. Jadi penasaran dengan kamal dominik. Meluncur ah 😁

    ReplyDelete
    Replies
    1. selamat belajar bersama dominik

      Delete
  3. disapa ama seorang idola memang sueneeeeng banget yaaa. aku prnh ngalamin yg sama, pas mba trinity, idola teramat sangat itu mah, membalas komenku, rasanya udh kayak wow hahahahaha..

    dulu aku sempet down pake nama dcatqueen, krn menurut adekku alay wkwkwkwk.. tp masalahny udh dr smu kali aku pake nick dcatqueen krn dr dulu memang sukaaaaa banget ama kucing. walopun skr blig ttg traveling, ya sudlaah, ttp aja pake nma ini krn udh biasa dan temen2 yg kenal lama udh tau, kalo dcatqueen pasti fanny :p.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Bahagia sekali aku pas dia bilang nama akunku unik. Padahal udah banyam yang nyuruh ganti karena bagian dari personal branding.

      Itu adalah angin segar buatku untuk mempertahankan child_smurf

      Delete