Tuesday, January 30, 2018

(Review) Etude House 0.2 mm Therapy Air Mask Tea Tree

etude house, therapy air mask, tea tree



Holla,

Sekian lama setelah tidak melakukan ulasan produk tentang kecantikan. Saya kini balik lagi dan siap mengulas produk baru. Produk yang mau saya ulas adalah sheet mask dari etude house.

Dalam postingan ini saya berkolaborasi dengan Mbak Tata yang kebetulan juga tengah mengulas produk sheet mask dari negeri yang terkenal dengan brand kecantikan. Yap, belakangan ini perawatan kulit Korea menjadi sangat digemari oleh semua orang, termasuk penggunaan Sheet Mask yang sudah menjadi bagian dari kehidupan wanita-wanita korea.

Postingan Mbak Tata soal Sheet Mask Celebon: Review 3 Varian Celebon Collagen Essense Mask

Saya sendiri lupa kapan kali pertama mencoba sheet mask. Yang paling diingat sih tahun lalu, saat saya mendapatkan kesempatan mengulas salah satu produk sheet mask dari sebuah web penyedia barang untuk diulas. Kebetulan saya juga sudah menulis ulasannya di blog ini juga.

Postingan soal Sheet Mask SK7: Nyobain SK& Aloe Refreshing Mask 

Monday, January 29, 2018

Step By Step Membeli Jam Tangan Wanita Secara Online



Saya termasuk penggemar setia jam. Selain bisa menjadi fashion item yang manis, jam tangan juga mempermudah saya mengecek waktu ketika sedang memiliki janji dengan seseorang. Selain itu, memakai barang ini juga menunjukkan kesan bahwa pemakainya menghargai waktu banget.

Wishlist jam tangan wanita yang ingin dibeli tahun 2018

Karena ingin selalu up-to-date, saya pasti mengincar item baru setiap tahun. Untuk 2018, saya menginginkan jam tangan unik dan nyentrik. Misalnya, yang berbahan kayu atau berpola batik.  

Model favorit saya adalah bentuk bulat kecil dengan jarum mini di tengahnya. Sementara itu, material talinya menggunakan bahan kulit asli atau sintetis. Bentuk jam wanita seperti ini menunjukkan kesan anggun.

Harga untuk jam tangan wanita sesuai model yang saya inginkan sangat beragam. Saya menemukan harga dengan kisaran 200 ribuan sampai 800 ribuan. Menurut saya, harga tersebut wajar untuk barang berkualitas. Biasanya, kisaran harga tersebut dipatok oleh produsen lokal yang mengeluarkan brand original.

Perbedaan antara jam tangan branded dan original

Memang seperti apa sih maksud produk original? Saya sendiri seringkali bingung membedakan produk branded dengan original. Padahal, informasi ini penting dalam memilih jam wanita.

Barang branded dapat berarti barang yang memiliki merek (brand). Produk ini tidak hanya dikeluarkan oleh merek internasional. Banyak juga barang branded yang berasal dari perusahaan lokal. Sementara itu, original artinya asli. Asli, entah itu produk dengan merek terkenal atau merek lokal hasil industri skala rumahan. Makna dari produk branded dan original tidak melulu produk terkenal. Jam tangan wanita karya pengrajin lokal berarti original atau asli.

Sementara itu, barang palsu berarti barang yang meniru merek yang sudah ada di pasaran. Model dan logonya sama persis, namun dibuat bukan oleh produsen asli pemilik merek.


Keunggulan jam tangan wanita handmade dibanding pabrikan

Setelah membedakan produk original dan palsu, saya tertarik untuk mengenali perbedaan produk handmade dan pabrikan. Produk handmade dibuat satu per satu dengan tangan, sementara pabrikan dibuat menggunakan mesin. Apa saja sih keunggulan produk handmade dibanding pabrikan? Yuk simak penjelasan saya di bawah!

    Kualitas lebih baik. Produk pabrikan dibuat secara massal. Hal ini menyebabkan produsen tidak terlalu memerhatikan kualitas barang secara seksama. Untuk menekan ongkos produksi, pabrik juga biasanya dibuat bukan dengan bahan terbaik. Sementara itu, barang handmade acapkali dikerjakan dengan hati-hati dan teliti. Pengrajin juga dapat bereksperimen dengan desain. Karena itu, hasilnya seringkali spesial, berbeda satu sama lain. Dalam pengerjaannya, pengrajin mengerjakan produk handmade satu per satu dengan teliti. Cara seperti ini tentu akan menghasilkan kualitas terbaik.
    Unik, khas, susah ditiru. Produk pabrikan dibuat secara massal dan didistribusikan ke seluruh cabang toko di Indonesia. Sementara itu, barang handmade hanya diproduksi dengan jumlah terbatas. Meski diproduksi dalam jumlah agak banyak, keunikan benda akan tetap ada. Hal ini karena produk handmade dibuat satu per satu dengan tangan.
    Lebih murah. Saat mendengar produk handmade, kita pasti berpikiran soal harganya yang mahal. Tapi, coba renungkan kembali. Kerajinan handmade biasanya lebih awet dan bisa dipakai selama bertahun-tahun. Uang yang dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan kalau kita sering membeli barang baru.

Masih bingung nih, mau beli jam tangan kayu atau batik. Ada ide guys?

Nah seperti yang sudah dijelaskan, incaran saya berkisar antara jam batik atau kayu. Tapi, ada beberapa pertimbangan soal kelebihan dan kekurangan dari masing-masing item. Apa aja sih memang?

    Bahan Kayu. Bahan ini relatif lebih ringan dibandingkan bahan stainless. Barang ini kan selalu dipakai ke mana-mana. Bahan yang ringan bikin saya nyaman memakainya. Kalau dari tampilan sih, kesan nyentriknya kerasa banget.
    Model Batik. Model ini gak melulu berwarna coklat. Batik kan warnanya beragam. Ada yang merah, biru, kuning, hijau, dan lain-lain. Model talinya juga lebih beragam dari jam kayu.

Begitulah ciri kedua tipe model incaran saya. Kalau kalian, bakal pilih mana guys?

Toko online jam tangan dengan jaminan kualitas terbaik

Bingung mau cari produk ini? Saat berselancar di internet, saya menemukan salah satu situs menarik, Qlapa. Nah, situs ini ternyata menghubungkan pengrajin langsung dengan pembeli. Jadi, kita bisa beli barang handmade dan original dengan harga lebih ekonomis.

Kenapa lebih ekonomis? Karena kita gak perlu mengeluarkan ongkos perjalanan untuk membeli ke tempat pengrajin. Cukup pesan lewat internet. Praktis banget kan!

Pilihan barang yang ada di dalamnya banyak banget. Gak cuma aksesoris, kamu juga bisa menemukan perabot sampai pakaian di sana. Fitur kustomisasi juga tersedia. Kamu bisa mendesain pesananmu sendiri. Kamu juga gak perlu khawatir dengan kualitas barang. Qlapa menyeleksi barang-barang yang dijualnya. Gak perlu takut barangnya bakal beda dengan foto.

Salam,

Sunday, January 28, 2018

Serat Budoyo: Kaum Muda Juga Bisa Bergaya Dengan Batik


serat budoyo, batik



Serat Budoyo: Kaum Muda Juga Bisa Bergaya Dengan Batik- Batik sekarang bukan lagi pakaian yang hanya dikenakan oleh kaum ‘tua’ saja  tapi tren batik yang ada mulai menyasar kaum muda. Bisa kita lihat di beberapa pusat perbelanjaan yang mulai menjual pakaian yang terbuat dari bahan batik di mana model-modelnya disesuaikan dengan gaya khas anak muda masa kini.  Ini menjadi tanda bahwa batik mulai digemari oleh kaum muda.

Salah satu orang yang memiliki ketertarikan dengan batik adalah Herma Prabayanti, perempuan asli Surabaya ini jatuh cinta dengan dunia batik. Kecintaannya pada dunia batik menghasilkan sebuah karya yang diberi nama Serat Budoyo.

Untuk mengenalkan kaum muda akan batik, bersama dua rekannya yang memiliki minat yang sama untuk mengangkat potensi Keindahan Indonesia yaitu Alkhair dan Kalyana, Serat Budoyo mengadakan pagelaran yang bertajuk Indonesian Heritage

Friday, January 19, 2018

Menikmati Gudeg Wijilan Bu Lies Dalam Genggaman Tangan

gudeg kaleng wijilan bu lies


Menikmati Gudeg Wijilan Bu Lies Dalam Genggaman Tangan - Saat mendengar kata ‘Gudeg’ otomatis kita akan mengaitkannya dengan Kota Yogyakarta di Jawa Tengah. Saking banyak ditemukannya penjual Gudeg, Kota Yogyakarta ini dikenal sebagai Kota Gudeg.


Saya sendiri memiliki hubungan hate-relationship dengan makanan yang berbahan dasar Nangka ini. Sebenarnya saya bukan penggemar makanan manis, pas ketika nyobain makan Gudeg untuk kali pertama rasanya eneg. Bahkan makanan yang saya pesan tidak habis. Tapi pas udah balik ke Surabaya, saya kangen makan Gudeg Asli Jogja. Tuh, kan.

Tiap kali ke Jogja, kurang afdol rasanya kalau nggak makan Gudeg yang terdiri dari nangka muda, ayam, sambal trecek yang khas dan potongan tahu beserta tempe. Duh, saat nulis artikel ini air liur saya hampir menetes karena membayangkan betapa nikmat dengan nasi putih punel yang masih mengepul. Ah, ngences.


Eit, jangan khawatir. Sekarang nggak perlu pergi jauh ke Jogja hanya untuk menikmati Gudeg. Berterima kasihlah pada yang menemukan inovasi kaleng karena beberapa penjual Gudeg sekarang menyediakan produk dalam bentuk kaleng, salah satunya ada Gudeg Wijilan Bu Lies yang terletak di Jl. Wijilan No. 5 Panembahan Kraton Yogyakarta. Sebuah terobosan yang mempermudah konsumen untuk bisa menikmati sajian Gudeg ala Bu Lies.

Ceritanya saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba salah satu varian Gudeg Wijilan Bu Lies varian Ayam Gudeg dari salah satu Website yang memang menyediakan beberapa produk untuk diulas. Hmm, asyik bisa makan Gudeg tanpa perlu jauh-jauh ke Yogyakarta.

Baca ulasan lainnya: Nyicipin Indomie Goreng Tahu Tek

Kemasan:


gudeg kaleng wijilan bu lies


Sebelum masuk lebih jauh, saya akan lebih dulu membahas soal kemasan. Saya tidak tahu pasti berapa ukuran kaleng dari Gudeg Wijilan Bu Lies ini, pokoknya pas aja digenggaman tangan. Dilengkapi dengan tuas pembuka di atasnya sehingga mempermudah kita dalam membuka kemasan.

kaleng gudeg wijilan bu lies


Kemasan luarnya didominasi label warna oranye dan kuning. Di kemasan depan adalah nama produk, keterangan berat bersih dan logo Halal dari MUI. Jadi, nggak perlu ragu lagi ya kalau Gudeg Bu Lies ini Halal. Di kemasan belakang tertera mulai dari kandungan nilai gizi, tanggal produksi dan kedaluarsa, komposisi makanan, cara penyajian, tempat produksi sampai ke layanan konsumen.


Komposisi:


gudeg kaleng wijilan bu lies

Dalam sekaleng ini terdiri dari: Ayam, Tahu, Tempe, Blondo, Krecek, Nangka Muda, Bawang Merah, Bawang Putih, Ketumbar, Daun Salam, Lengkuas, Serai, Garam, Gula Jawa.

Cara Penyajian:


Sebenarnya cara penyajian di sini agak rancu sih menurut saya. Hanya tertulis ‘Hangatkan Gudeg dengan Cara Dikukus/dimasukkan dalam Microwave.’ Tanpa keterangan lainnya. Apakah dikukus bersama kalengnya atau tidak. Saya sih kemarin lebih memilih mengeluarkan isinya baru dihangatkan di atas wajan. 


Rasa:


gudeg kaleng wijilan bu lies


Kali pertama saat membukanya, terlihat kalau Gudeg ini pedas karena biji cabai di mana-mana. Kenyataannya sih nggak. Biji Cabe itu kayaknya dari tempenya tapi rasanya memang nggak pedas sih buat saya. Mungkin, Mama yang nyobain pertama terlalu sensitif sama rasa pedas.

Saya kira Gudeg Wijilan Bu Lies dalam kemasan kaleng itu isinya cuman sedikit. Ternyata penilaian saya keliru. Begitu dibuka dan dituang ke wajan isinya banyak dan cukup dimakan untuk beberapa orang. Sampai Kakak saya nyeletuk ‘ini dari kaleng Gudeg yang tadi ya?’ saya mengangguk. Isinya sama dengan yang sudah saya tulis pada komposisi di atas. Sempat nyari potongan telur dan baru nyadar kalau ini ternyata varian Ayam Gudeg. Pantesan cuman menemukan potongan ayam yang cukup besar.


sambel trecek gudeg wijilan bu lies


Dari segi rasa, buat saya Gudeg ini memiliki Cita rasa yang sama dengan Gudeg yang pernah saya makan sebelum. Belum ada yang istimewa. Sambel treceknya kurang nampol sih menurut saya (fyi, saya pecinta sambel trecek garis keras). Rasa manisnya juga tidak terlalu dominan. Cocok buat kamu yang nggak terlalu suka dengan makanan yang bercitarasa manis.

Secara keseluruhan Gudeg Wijilan Bu Lies Ayam Gudeg ini enak tapi kurang nagihin. Ada kan makanan yang suka bikin kangen dan pengin beli lagi. Jadi, rasanya enak tapi nggak membuat saya ingin nambah lagi. 

Oh iya, Gudeg Kaleng Wijilan Bu Lies ini hadir dalam 7 varian: Gudeg Tahu Telur, Gudeg Vegetarian, Ayam Gudeg, Gudeg Mercon, Gudeg Oseng-Oseng Mercon, Gudeg Sambel Krecek dan Gudeg Ayam Telur.

Harga sekaleng Gudeg Kaleng Wijilan Bu Lies Varian Ayam Gudeg ini sekitar Rp. 35.000 (harga dari Web Bu Lies). Saya pernah ngecek di salah satu Ecommerce/lapak online sekitar Rp. 45.000.

Gudeg Kaleng Wijilan Bu Lies ini bisa kamu jadikan alternatif buah tangan saat berkunjung ke Yogyakarta. Setidaknya semua orang bisa ikutan menikmati nikmatnya makan Gudeg tanpa harus pergi jauh ke Yogyakarta


Salam hangat,




Monday, January 15, 2018

Mengabadikan Kenangan Indah Di Kuala Lumpur


petronas kuala lumpur
KL, 2015


Semenjak memiliki paspor, perjalanan terjauh saya ke luar negeri adalah untuk menjalankan ibadah umroh ke Arab Saudi. Selebihnya, paspor saya nganggur tanpa stempel baru sampai ganti paspor kedua kalinya

Suatu hari Kakak bersama temannya merencanakan perjalanan lagi tapi kali ini lokasinya lebih dekat yaitu Malaysia dan Singapura. Niat awal mereka ingin melakukan perjalanan ala Backpacker dan ingin mengajak saya. Lalu, tujuan liburan ala backpacker itu berubah total saat Mami dan Papi ingin ikut bergabung sama kami. Jadi, rencana untuk memakai transportasi umum tergantikan dengan menyewa van sebab kondisi kesehatan kaki Mami yang tidak memungkinkan untuk berjalan jauh.

Setelah melalui drama menjelang keberangkatan akhirnya kami berangkat juga. Sengaja mengambil penerbangan pagi untuk memampatkan rencana karena kami berniat mengunjungi dua negara dalam waktu 3 hari.

Rencana awal sehabis mendarat di Johor Bahru, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Singapura. Menimbang bahwa jarak antara Johor Bahru dan Singapura amatlah dekat sekitar 30 menit. Namun, rencana berubah. Kami memilih menginap dan berkeliling Johor Bahru di hari pertama.

Monday, January 8, 2018

Setahun Menjadi Pekerja Lepas

"freelancer"


Saya lupa kapan tepatnya melupakan impian untuk menjadi dokter. Mungkin karena saya punya pengalaman yang cukup lama menginap di Rumah Sakit dan saya tidak ingin berlama-lama berada di dalam ruangan yang memiliki aroma karbol. Itu akan mengingatkan saya pada hari-hari di mana saya terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di tangan dan suara detak monitor jantung yang berdenging di telinga.

Saya memilih mengubah cita-cita.

Sama seperti remaja lainnya saya juga bingung menentukan cita-cita. Sering berganti-ganti ketika menemukan sesuatu yang lebih menarik. Pada dasarnya saya tidak terlalu suka dengan pekerjaan yang monoton. Buat saya kerjaan kantoran itu bukan saya banget. Ketika Mami menyuruh saya untuk mendaftar jadi abdi negara, saya menolak. 

Wednesday, January 3, 2018

5 Postingan Terlaris 2017 Kotakwarna.com

5 postingan terlaris 2017 di kotakwarna.com


Holla,

Udah lewat dari 2017, eh ini tulisan di blog belum diperbarui juga. Padahal niatnya di tahun 2018 pengin banyak nulis. Wkwkw, sok banget ya. Padahal orangnya lagi sibuk ngedrakor gara-gara udah pasang Wifi.

Well, untuk melawan kemalasan kayaknya nggak ada salahnya untuk pemanasan dulu. Biar otaknya nggak kaget diajak berpikir sehabis liburan kemarin. Postingan ringan aja kali ya semacam round up biar kayak blogger-blogger keren itu. Selain itu, tujuan dari round up ini untuk mencari tahu kekuatan dan kekurangan dari blog ini, supaya ke depannya saya tahu harus memperbanyak tulisan seperti apa.

Baca juga: Happy New Year

Kotak Warna | Personal Lifestyle © . Design by Berenica Designs.