Tuesday, December 10, 2019

The Lies Within: Kebohongan yang Menyesakkan

poster movie, the lies within, kotakwarna.com, drama korea, korean drama


The Lies Within


Semenjak drama Because This My First Life, saya tiba-tiba menyukai Aktor Lee Min Ki. Entah kenapa wajah datarnya itu membuatnya menarik dan dibuat penasaran dengan aktingnya di drama lainnya.

Saat menonton trailer dari drama terbaru Lee Min Ki, saya sangat antusias untuk menontonnya. Apalagi kali ini dia memerankan karakter sebagai seorang detektif tentu amat jauh dari karakter-karakter sebelumnya yang Min Ki perankan. Dalam drama ini, Min Ki disandingkan dengan Lee Yoo Young, Si Mbak kalem yang wajahnya kerap kali hadir dalam drama bergenre crime. Buat saya itu perpaduan yang menarik.

Sinopsis:



Main Cast

Lee Min Ki as Jo Tae Shik

Lee Yoo Young as Kim Seo Hee


Mengisahkan tentang Jo Tae Shik (Lee Min Ki) yang tertarik menjadi seorang detektif, ia ingin menjalani hidup yang berbeda dari sebelumnya. Ia ingin hidup damai seperti pada orang umumnya. Oleh karenanya, ia meminta pemindahan di kantor polisi yang berada di desa yang kecil dan tidak memiliki banyak penduduk.

Sementara itu Jo Tae Shik menangani sebuah kasus kematian anggota bernama parlemen Kim Seung-Cheol. Dia meninggal karena kecelakaan mobil, tapi Jo Tae Shik merasa keanehan dalam kecelakaan tersebut. Tak hanya itu, menantu laki-laki Kim Seung-Cheol juga hilang.

Sementara Kim Seo Hee (Lee Yoo Young) adalah anak bungsu almarhum Kim Seung-Cheol yang suaminya saat ini sedang hilang. Dia menikah dengan suaminya bukan karena cinta tapi demi keuntungan keluarganya.

Akhirnya Kim Seo Hee berusaha mencari kebenaran dibalik kematian ayah dan suaminya yang hilang dengan menjadi anggota parlemen. Kerjasama Jo Tae Shik dan Kim Seo Hee akan mengungkap adanya konspirasi dan berusaha mencari kebenaran peristiwa tersebut.


Intrik Keluarga Kaya



Drama sebanyak 16 Eps yang tayang di Netflix ini sejak awal sudah menarik perhatian. Genrenya kriminal, favorit saya dan tentu saja memang karena kehadiran Lee Min Ki seperti yang sudah saya bahas sedikit di awal.


Di awal cerita kita akan disuguhi adegan seorang wanita yang jatuh dari atap apartemen yang merupakan pembuka dari drama ini. Saat itu Jo Tae Shik (Lee Min Ki) merupakan detektif yang ingin pindah ke pedesaan karena ingin punya banyak waktu luang untuk merawat Ibunya yang tengah sakit. Namun, dia disuruh menyelesaikan kasus wanita jatuh itu sebelum benar-benar pindah.

Siapa sangka, setelah kasus wanita yang pada akhirnya dinyatakan sebagai kasus bunuh diri itu. Tae Shik harus menangani kasus terakhir yaitu kecelakaan lalu lintas seorang anggota Parlemen (Ayah dari Kim Seo Hee) yang menyebabkan kematian.

Masih belum selesai dengan penyelidikan kematian Parlemen Kim, menantunya alias suami dari Kim Seo Hee juga menghilang. Membuat Tae Shik semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.

Kematian Ayahnya yang mendadak serta suaminya yang menghilang membuat Seo Hee merasa bingung, terlebih lagi ada sebuah telepon misterius yang menyatakan kalau suaminya mau selamat harus masuk ke dalam Parlemen.

Setelah masuk ke dalam Parlemen, satu per satu Kim Seo Hee menemukan apa yang sebenarnya terjadi dengan kematian ayahnya dan hilangnya sang suami. Sesuatu yang tidak bisa dibayangkan sebelumnya. Di akhir cerita kamu akan menemukan kenyataan yang sebenarnya menyesakkan bagi semua semua orang.

Baca Review lainnya: Watcher: Kisah Polisi Korup

Inti dari drama ini berkisah tentang intrik dalam kehidupan keluarga pemilik perusahaan baja. Di mana mereka pernah melakukan kesalahan besar di masa lalu yang menyebabkan pencemaran lingkungan, demi menutupi kesalahan mereka rela membunuh orang-orang yang mengetahui tentang masalah ini.

Adegan paling menyedihkan buat saya ketika Jo Tae Shik mendapati kenyataan bahwa Kepala Detektif yang sudah dianggap sebagai saudara sendiri berkhianat kepadanya.

Drama ini genre kriminal yang cukup sopan sih menurutku, nggak ada adegan berdarah-darah alias ke arah sadis layaknya Voice. Namun, jangan kaget namanya genre kriminal suka ada kejutan, tiba-tiba saja kamu akan disuguhi adegan potongan kaki, tangan dan bola mata yang membuat saya menjerit. Ah, itu ternyata lebih dramatis.

Review Film lainnya: Miss Hammurabi: Melihat Kehidupan Para Hakim Lebih Dekat

Buat saya drama ini layak ditonton terutama bagi kamu penyuka genre drama kriminal.

Tuesday, December 3, 2019

Pasti Ada Jalan Dengan Super App Bagi Wanita yang Tidak Bisa Berkendara

pasti ada jalan, super app, #pastiadajalan, gojek




Sejak dahulu Papi mempunyai prinsip bahwa Wanita itu harus diantar bukan naik kendaraan sendiri. Alhasil para wanita di rumah tidak leluasa untuk bepergian ke luar rumah kalau tidak ada yang mengantar.

Mami pernah dong belajar menyetir mobil demi bisa berkendara sendiri, terlebih lagi kala itu Papi masih aktif menjabat di Kepolisian, sering bepergian ke luar kota. Maksudnya sih tidak ingin merepotkan orang lain. Tetap saja Papi bergeming dengan keputusannya, Mami tidak boleh menyetir mobil sendiri. Alhasil, sia-sia latihan les menyetir yang sudah diambil.

Berbanding terbalik dengan saya yang memang memiliki bentuk fisik yang mungil, membuat saya kesulitan mengemudikan kendaraan bermotor, baik itu motor maupun mobil. Ditambah kemampuan spasial (memahami jarak) cukup rendah sehingga sering cemas jika melihat jarak antar kendaraan lainnya saling berdekatan.

Salah satu keuntungan tidak bisa mengemudikan kendaraan motor itu adalah enak, tinggal duduk manis tanpa harus fokus di belakang kemudi. Nggak enaknya, harus rela menunggu lama karena jadwal si Penjemput yang kadang padat. BT sih, mau gimana lagi sudah risiko.


Pasti Ada Jalan Dengan Super App



#pastiadajalan

Jangan panik dulu!

Berterima kasihlah sama teknologi yang telah menghadirkan Super App dari Gojek. Layanan daring yang amat sangat membantu pengguna wanita seperti saya yang kadang kala masih tergantung sama orang lain.

Gojek menawarkan berbagai kemudahan kepada para penggunanya untuk memanfaatkan layanan yang memang disesuaikan dengan kebutuhan.

Berkendara Nyaman Dengan #GoCar dan #GoRide



Saat kali pertama layanan #GoCar dan #GoRide dikenalkan kepada khalayak umum, saya adalah orang yang paling bahagia. Pasalnya saat itu saya masih bekerja dan setiap kali berangkat kerja harus diantar sama Papi.

Berangkat sama Papi harus rela bangun pagi karena sebelum mengantar saya, Papi harus ngedrop Mami di sekolah terlebih dahulu. Paling tidak dari rumah sudah harus siap sejak pukul 05.30 pagi. Saking ngantuknya, saya sering tertidur dalam perjalanan.

Urusan pulang juga sama ribetnya karena harus menunggu Papi. Kerja berakhir sekitar jam 12.00 dan Papi yang kala itu masih aktif bekerja baru bisa menjemput sekitar jam 13.00. Perjalanan dari rumah menuju tempat kerja memakan waktu sekitar 1 jam. Sampai sekitar jam 14.00. Lalu, lanjut menjemput Mami. Setiap hari.

Lelah.

Semenjak ada GoRide dan GoCar, saya tinggal duduk manis dan bisa bepergian kapan saja. Nggak ada orang di rumah buat antar, tinggal pesan salah satu layanan ini. Enak dan nyaman.


Layanan Pesan Antar Makanan Melalui #GoFood






Ada masanya bosan dengan makanan di rumah atau pengin ngemil martabak, nggak bisa naik motor buat beli. Sedangkan orang di rumah sedang tidak ada yang bisa diminta tolong.

Tinggal klik saja layanan #GoFood dari aplikasi, ketikkan makanan yang ingin kamu beli. Pilih makanan dan isi berapa jumlahnya, tambahkan catatan penting kepada Driver tentang makanan yang kamu pesan. Cek kembali pesananmu. Lalu, klik saja pesan.

Makananmu akan diantar sesuai dengan pesanan.

Aplikasi ini juga membantu ketika sedang melakukan perjalanan yang kebetulan areanya sudah ada jaringan Gojek.




Layanan Antar Paket dan Dokumen Pakai #GoSend



Pernah ni ada kejadian, Papi ketinggalan dokumen penting di rumah dan harus segera diantarkan. Kebetulan di rumah sedang tidak ada orang, melalui aplikasi GoSend, saya bisa mengirim dokumen yang Papi butuhkan dengan cepat.

Saya bisa memantau lokasi driver dari Map yang ada, sehingga bisa memastikan sama Papi bahwa dokumennya sudah diantarkan.

Well, sebagai wanita yang tidak bisa mengemudikan kendaraan. Kini, saya tidak perlu khawatir karena berbagai fitur dan layanan dari Gojek amat sangat membantu. Tinggal digunakan sesuai dengan kebutuhan.

Semua, Pasti Ada Jalan.

Monday, December 2, 2019

Krisis Resistansi Antibiotik Mengancam Dunia


Krisis Resistansi Antibiotik Mengancam Dunia, medicine, antibiotics

Ancaman Bakteri Resistan Di Seluruh Dunia



bakteri resisten, bacteria



Tahukah kamu, bahwa hampir di seluruh dunia mengalami sebuah bencana yang cukup mengejutkan yaitu AMR (Antimicrobial Resistance) alias bakteri resistan? Setiap harinya ditemukan banyak pasien yang mengalami penyakit karena bakteri resistan.

Tahun 2013, menurut WHO terdapat laporan 700.000 kematian akibat komplikasi bakteri resistan per tahun. Diperkirakan di tahun 2050, angka tersebut akan mencapai 10.000.000 kematian akan akibat bakteri resistan, sekitar 8.200.00 akibat kanker.

“Bakteri Resistan adalah bakteri yang akibat perubahan biologis, salah satunya mengalami mutasi sehingga tidak bisa dihambat atau dimatikan oleh antibiotik yang biasa digunakan.”

Bakteri resisten ini muncul akibat penggunaan antibiotik yang tidak terkendali. Jika penggunaan semakin tidak rasional maka akan semakin tinggi risiko munculnya bakteri resisten bahkan memungkinkan sekali akan munculnya bakteri yang multi resistan atau pan resistan, sering dikenal juga sebagai Super Bugs karena tidak bisa dimatikan oleh semua jenis antibiotik yang ada.

Sungguh mengerikan.

Resistansi antibiotik ini telah menjadi masalah global yang tidak main-main dan terus mengalami peningkatan setiap hari. Ada banyak ribuan nyawa yang meninggal akibat infeksi bakteri multiresistan di berbagai belahan dunia.

Pekan Kewaspadaan Antibiotik Dunia



word antibiotic awareness week 2019


Biaya untuk mengatasi bakteri resistan bisa dibilang cukup besar, kisarannya USD 100 Trilliun, sehingga bisa dikatakan bahwa ancaman bakteri resistan menjadi masalah kesehatan terbesar saat ini.

Demi meningkatkan kesadaran akan pemahaman tentang resistansi antibiotik, mulai sejak tahun 2015, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan setiap pekan ketiga di Bulan November sebagai Pekan Kewaspadaan Antibiotik Dunia.

Dengan adanya Pekan Kewaspadaan Antibiotik Dunia diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan antibiotik dengan bijak.


pekan kewaspadaan antibiotik dunia 2019, waaw2019


Tanggal 30 November 2019 kemarin saya termasuk beruntung karena bisa menghadiri seminar Pekan Kewaspadaan Antibiotik Dunia atau lebih dikenal sebagai WAWW (World Antibiotic Awareness Week) di RS Dr. Soetomo Surabaya.

Seminar ini diadakan salah satu bagian dari PPRA (Program Pengendalian Resistensi Antimikroba) yang tengah dilakukan oleh Dr. Soetomo. Acara ini dihadiri oleh Kader Kesehatan, Guru, Siswa, Mahasiswa, Staf Internal Rumah Sakit, Blogger Kesehatan dan juga elemen lapisan masyarakat. Harapannya setelah mengikuti seminar ini, masyarakat lebih bijak dalam penggunaan antibiotik dengan tidak membeli tanpa resep.


pekan kewaspadaan antibiotik dunia 2019, people, peserta seminar



Penyebab Krisis Resistansi Antibiotik


Antiobiotik merupakan obat atau bahan kimia yang dapat mematikan atau menghambat pertumbuhan bakteri.

Antibiotik kali pertama ditemukan oleh Alexander Flemming tahun 1928. Banyak digunakan untuk mencegah wabah infeksi yang terjadi pada perang dunia ke 2. Lama-kelamaan antibiotik banyak disalahgunakan dan bebas ditemui sehingga penggunaanya menjadi tidak terkendali.


Overuse:


Di beberapa belahan dunia termasuk di Indonesia, antibiotik masih dengan mudah dibeli tanpa resep, dan harganya terjangkau. Membuat masyarakat memilih antibiotik sebagai alternatif obat ketimbang pergi ke Dokter dan membutuhkan waktu.

Tidak hanya itu, belum adanya regulasi mengenai pembelian antibiotik juga membuat para pedagang online ikut dengan bebas menyediakannya di lapak-lapak mereka.

Hal ini yang mendorong pemakaian antibiotik menjadi tidak terkendali dan menjadi ancaman global jika tidak segera diatur dengan tepat.

Pengobatan Dengan Antibiotik yang Tidak Tepat


Pengobatan dengan Antibiotik yang tidak tepat ikut mendorong munculnya resistansi Antibiotik.

Masih banyak tenaga kesehatan yang meresepkan antibiotik kepada pasien yang sebenarnya tidak membutuhkan pemberian antibiotik.

“Kalau cuman batuk pilek, olahraga juga sembuh tanpa harus minum Antibiotik.” Itu yang disampaikan oleh Dr. Joni Wahyuhadi, dr.,SpBS-K pada acara pembukaan Pekan Kewaspadaan Antibiotik Dunia. 


Direktur Rumah Sakit Dr. Soetomo, man speech, health seminar


Menurut Dr Joni, Direktur RS. Dr. Soetomo masih banyak masyarakat yang menganggap Antibiotik adalah Obat dari segala Penyakit, salah satunya saat kita Flu. Padahal penyakit Flu/Pilek disebabkan oleh Virus sehingga tidak membutuhkan antibiotik. Justru malah merugikan karena membunuh bakteri baik yang berkembang di tubuh.

Beberapa penyakit yang tidak memerlukan pemberian antibiotik dalam penyembuhannya, seperti Batuk Pilek, Demam Berdarah, Cacar Air, Campak, dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh Virus.

Penggunaan Antibiotik dalam Bidang Pertanian dan Pangan


Dewasa ini, penggunaan antibiotik ternyata juga digunakan di lahan pertanian. Beberapa petani menggunakan antibiotik umumnya untuk mempercepat pertumbuhan hewan ternak dan juga mengobati infeksi.

Lalu kok bisa Bakteri resistan masuk dalam tubuh manusia?

Antibiotik yang digunakan untuk menyembuhkan penyakit biasanya dicampur dalam pakan ternak, sehingga membuat bakteri resistan berkembang di tubuh hewan. Kemudian hewan tersebut dikonsumsi manusia dan bakteri resistan bertransmisi ke tubuh manusia. Lalu, bakteri resistan tersebut akan berkembang di tubuh manusia.

Keberadaan Antibiotik Baru


Menurut Dr. Dominicus, Husada, SpA(K) dalam 30 tahun belum ada penemuan antibiotik baru. Sedangkan bakteri-bakteri baru berkembang dan berevolusi setiap harinya.

Sehingga menyebabkan antibiotik-antibiotik lama tidak lagi efektif dengan kehadiran bakteri yang baru muncul. Hal ini mendorong krisis akan resistansi antibiotik.

Seperti yang kita tahu untuk menemukan sebuah antibiotik yang baru dibutuhkan riset yang lama dan tentunya dengan biaya yang cukup besar belum lagi serangkaian uji coba yang kadang tidak mudah disetujui untuk dijual ke pasaran.


Mencegah Penggunaan Antibiotik



tips menghindari kekebalan obat



Bagaimana cara mencegah supaya tidak mengonsumsi antibiotik?

“Ya Jangan Sakit,” ujar Dr. Dominikus, SpA(K) staf Departemen Ilmu Kesehatan Anak. tubuh itu memiliki sistem ketahanan sendiri untuk bisa melawan bakteri dan virus yang masuk ke dalam tubuh. Caranya dengan selalu menjaga kesehatan tubuh: istirahat yang cukup, rekreasi, tidur yang cukup serta makan makanan yang bergizi.

Apabila sedang sakit, usahakan untuk memakai masker supaya tidak menularkan kepada orang lain, mencuci tangan dengan sabun setelah melakukan aktifitas apapun.


tips mencuci tangan


Mari kita gunakan antibiotik secara benar dan bijak:

  1. Antibiotik hanya untuk penyakit infeksi yang disebabkan bakteri,
  2. Penyakit infeksi karena virus tidak memerlukan antibiotik,
  3. Pembelian antibiotik harus menggunakan resep dokter (tidak boleh membeli antibiotik tanpa resep dokter),
  4. Tidak mengulang pembelian antibiotik menggunakan copy-resep,
  5. Tidak boleh menyimpan antibiotik sisa
  6. Tidak boleh memberikan antibiotik sisa kepada orang lain
  7. Tidak menggunakan antibiotik untuk mencegah penyakit

Well
, buat kamu yang masih suka membeli antibiotik tanpa pengawasan dokter. Yuk, lebih bijak dalam menggunakannya, jika memang sakit, konsultasikan masalah kesehatanmu dengan dokter supaya mendapatkan pengobatan yang tepat.


cara meningkatkan ketahanan tubuh

Jangan lupa jaga kesehatan.
Kotak Warna © . Design by Berenica Designs.