Seketika Kena Virus Kpop





Sebagai penggemar Drama Korea, sepertinya saya tidak bisa menolak gempuran dari Korean Wave yang makin gencar. Mulai dari ingin mencoba makanan korea yang sudah saya jabanin, pakai produk kecantikan korea seperti Sheet Mask dan produk Shooting Gel yang tengah hype juga udah, koleksi OST Drama Korea tentu saja. Itu semua sudah terjadi pada saya.

Dan, ternyata tidak hanya berhenti di situ saja. 

Malah belakangan ini playlist lagu di smartphone saya isinya Kpop semua. Bukan hal baru sih sebenarnya saya tertarik sama KPOP, tapi vakum karena dunia Idol kurang menarik perhatian. Yah, hanya tahu beberapa tapi tidak menggilai sangat. 

Gara-gara keseringan ikutan Grup Pecinta Drama Korea, dan beberapa dari mereka juga suka bahas kehidupan para Idol. Diam-diam hati saya berkhianat. Apalagi dunia idol penuh dengan lelaki muda yang unyu dan menggemaskan. Saya menyerah, cin. Terceburlah saya ke dunia Idol. 

Dulu, dalam benak saya lelaki yang pandai menari, bersolek itu kurang menarik perhatian. But, semua terpatahkan ketika saya mulai kepo sama kehidupan para Idol. Dibalik bersinarnya para Idol di atas panggung, ada kerja keras yang harus mereka lakukan dan juga kerasnya persaingan yang terkadang membuat hidup mereka terasa lebih berat. Udah sering, kan kita dengar berita seorang idol yang bunuh diri? Yah, tahulah bahwa apa yang kita lihat tidak seindah kenyataan.

Back to the topic.

Saya bukanlah tipe penggemar yang hanya tertuju pada satu bias atau fandom. Saya lebih ke suka pindah-pindah ke lain hati. Dari Boice pindah Wannable lalu mendadak berubah jadi Ikonic. Terserah apa kata hati aja.

Saja bukan penggemar yang posesif sama idol. Saya lebih bahagia ketika idola saya bahagia dan juga nggak menangis darah saat salah satu dari mereka tiba-tiba mengumumkan punya pacar. Asal tahu saja, beberapa penggemar di luar sana mmenyeramkan. Tekanan dari penggemar menyebabkan para Idol harus merelakan kebahagiaan mereka.

Masa-masa saya untuk menggilai satu idola itu sudah lewat. Sekarang saya hanya lebih ke arah mengagumi karya-karya mereka atau sekadar menjadikan foto mereka sebagai latar belakang ponsel. Thats it!

Selebihnya saya lebih senang menganggap mereka seperti manusia biasa.

Dari sekian banyak Idol yang bermunculan, saya hanya menyukai beberapa grup saja. Sini saya bisikin ya

CNBLUE



Kenal CNBLUE bermula dari nonton drama Heartstring yang dimainkan oleh Jung Yong Hwa. Saya pikir Yonghwa bukanlah penyanyi, eh ternyata setelah tanya sama teman yang sama suka Drakor. Saya baru tahu kalau Yonghwa adalah pemimpin dari Grup Band CNBLUE. 

Mereka mungkin tidak piawai menari tapi jago memainkan alat musik. Lagu-lagunya juga easy listening. Itulah kenapa saya sampai saat ini masih bertahan menyukai mereka. Selain jago main musik, akting mereka di drama juga oke. Multi talenta gitu deh.

Saya harus bersabar menunggu mereka yang tengah kompak ikutan Wajib Militer.


Wanna One



Saya tahu Wanna One dari keponakan tapi saat itu aku masih ya sekedar tahu aja. Bahkan belum tertarik melihat video mereka di Youtube. 

Setelah tahu kalau Wanna One itu boyband yang dibentuk dalam acara Produce 101, yaitu ajang idol survival. Saya nonton dong program itu karena penasaran dengan cara terbentuknya mereka. Voila, saya langsung jatuh cinta.

Mereka tidak hanya punya visual yang tampan namun bakat yang juga luar biasa. Byuh, para Idol itu kalau latihan nari sampai berjam-jam dan bagaimana mereka jatuh bangun sebelum tergabung dalam Wanna One.

Buat pengikut di Instagram pasti tahu kebiasaan saya yang sering menggunggah foto-foto mereka lewat insta stories.


IKON


Ajang Asian Games membuat saya kenal lebih dekat dengan IKON. Lagu mereka Love Scenario sudah membius jutaan penduduk Indonesia, termasuk saya. Setelah melihat mereka tampil di TV, saya buru-buru mencari tahu mereka di media sosial dan youtube.

Alhasil, saya nggak bisa move on dari IKON. Lagu-lagu mereka malah sering menemani saya saat menulis atau ketika membuka Youtube. Bahkan, saya memilih lagu mereka ‘Killing Me’ sebagai nada dering Alarm. Haha, biarin aja dah dibangunin sama mereka.

Apakah daftar idol yang saya sukai akan bertambah? Entahlah, selain mereka bertiga saya belum penasaran sama Idol lainnya. Paling hanya sekadar mendengarkan lagu mereka saja, belum sampai dalam tahapan mencari-cari tahu soal mereka di mesin pencaharian.

Ada yang suka Kpop juga?








3 comments

  1. Aku penggemar Kpop sejak jaman DBSK masih komplit membernya. Terus berlanjut sampai akhirnya 'pensiun'dan sekarang ini cuma setia dengan Exo dan SNSD. Betul ya, makin ke sini aku juga lebih menikmati karya mereka, baik lagu2nya, mereka yg akting, dll. Apalagi sekarang kayak SNSD udah pada solo karir. Inget jaman dulu fangirling sampai tingkat alay jadi malu huahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya. Udah habis urat maluku mangkanya sekarang lebih memilih menikmati karya-karyanya aja

      Delete
  2. Sama mbak, aku juga yang termasuk keracunan hal ha berbau korea, dari beauty product sampai drama Korea yang mengharu biru itu...

    ReplyDelete