Cara Pertolongan Pertama Luka Bakar


first aid, pertolongan pertama luka bakar

Bahaya Luka Bakar Mengintip Rumah Kita


Sebagai seorang yang memilih bekerja di rumah, sehari-hari saya lebih banyak waktu luang untuk melakukan pekerjaan rumah. Kebetulan saya sering dapat tugas untuk memasak. Tahu sendirilah, aktivitas memasak di dapur itu rentan banget terkena luka. Entah karena sedang melamun, tiba-tiba nggak sengaja pisau menggores tangan atau kejatuhan alat dapur di kena deh kaki.

Selain jenis luka di atas, saya juga kerap kali terkena yang namanya luka bakar. Saat menggoreng ikan biasanya minyak meletup-letup sehingga tanpa sengaja terciprat ke tangan yang lumayan membuat kulit memerah dan perih.

Ada juga kejadian yang saya ingat sampai sekarang, saat itu saya memasak sayur bayam, setelah memasukkan sayur ke panci, tangan saya tanpa sadar tercelup ke panci yang ternyata apinya sudah menyala. Nggak sampai dalam sih, hanya saat itu saya reflek menjerit. Untungnya air belum benar-benar mendidih, namun tetap membuat kulit memerah.

Ternyata apa yang saya alami ini juga banyak terjadi pada hampir semua Ibu-Ibu di rumah. Bahkan menurut penelitian, kejadian luka bakar di dalam rumah mencapai 69%. Siapa sangka, rumah yang anggapan kita aman, malah menjadi lokasi penyumbang kejadian luka bakar cukup besar.

Hampir seperempat kejadian luka bakar di rumah karena cipratan minyak dan air panas. Kejadian lainnya yang turut menyumbang adalah bersentuhan dengan peralatan panas yang masih panas, rokok, kompor gas, setrika, paparan sinar matahari, api, sengatan listrik atau terpapar zat kimia yang sehari-hari ada di sekeliling kita.

Nggak hanya kita yang terbiasa di dapur yang berisiko tapi juga anggota keluarga lainnya. Sebisa mungkin kita harus mengatur tata letak di rumah, supaya tidak membahayakan anggota keluarga lainnya.

Cara Penanganan Luka Bakar Ringan

Saya masih ingat pengalaman Kakak saat masih SD tanpa sengaja kakinya tersiram minyak panas saat di dapur. Kejadian itu membuat kami kaget, dengan cekatan Ibu segera melapisi luka kakak dengan mentega. Katanya sih itu ampuh untuk mendinginkan luka. Sorenya, bukannya makin membaik, malah menggelembung yang membuat kakak kesakitan.


seminar, 2 woman, combiphar

Mengikuti Talk show yang diadakan oleh Combiphar bersama Mebo-Mederma Womens Community yang bertajuk Regret Comes Later, Bebas Beraktifitas Di Rumah Dengan Meminimalkan Risiko Luka Bakar Ringan, memberikan saya banyak pengetahuan mengenai penanganan luka bakar yang tepat.

Menurut Ira Handriani, dr. SpBP-RE, banyak kondisi pasien luka bakar yang datang kepadanya dalam keadaan memburuk akibat kesalahan dalam pertolongan pertama. Padahal 4 jam pertama adalah waktu krusial bagi penderita luka bakar sebelum bertambah parah dan terinfeksi. 


woman, ootd


Sayangnya, kesadaran masyarakat akan bahaya luka bakar masih rendah. Masih banyak beredar mitos-mitos yang menyebutkan penggunaan odol, kopi, putih telur, mentega atau bahkan tepung terigu adalah langkah awal untuk pertolongan pertama.

Bukannya malah mendinginkan kulit, nyatanya penggunaan pasta gigi membuat panas yang seharusnya keluar ke permukaan kulit malah terperangkap. Sehingga membuat Dokter kesulitan dalam memeriksa derajat luka bakar yang dialami pasien.

What To Do?


  • Matikan sumber api: bisa menggunakan handuk tebal atau menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar). Itulah pentingnya memiliki Apar di setiap rumah, guna meminimalisir terjadinya kebakaran.
  • Lepaskan Sumber Panas: Segera lepas baju atau perhiasan yang terkena kontak panas.
  • Secepatnya Dinginkan Dengan Air Bersih Suhu Normal: dinginkan luka di bawah air mengalir yang bersih (bukan air dingin) selama 10-20 menit. Supaya panas cepat menguap ke permukaan. 
  • Keringkan Bagian Luka Bakar: keringkan bagian yang terluka dengan kain bersih secara perlahan dan lembut. Hindari menggosok dan menutup area luka dengan kapas.
  • Berikan Salep Luka Bakar Pada Area yang Terkena: oleskan secara tipis dan perlahan pada area yang terkena luka bakar.
  • Jika Area luka bakarnya cukup luas dan muncul tanda kemerahan atau melepuh segera pergi ke Rumah Sakit/Dokter

Mebo Comphiar, Salep Luka Bakar Mengandung Bahan Alami.



mebo, salep luka bakar, luka bakar ringan, salep mebo


Memiliki salep untuk luka bakar di kotak obat, merupakan hal yang tidak boleh diremehkan. Sayangnya, kebanyakan salep di pasaran ada yang menggunakan bahan antibiotik, di mana kalau digunakan secara tidak tepat/sesuai anjuran dokter dapat membunuh bakteri baik dalam tubuh kita.

Mebo dari Combiphar hadir dengan kandungan bahan alami yang dipercaya memiliki khasiat dalam menyembuhkan luka. Keberadaan Coptidis rhizome, Phellodendri chinensis, Scutellariae radix, memiliki manfaat sebagai anti-inflamasi, anti-infeksi, dan membantu regenerasi sel.

Perpaduan Sesame Oil/minyak wijen dan Beeswax mempunyai prinsip mendinginkan luka. Panas berlebih di area luka bakar akan diserap oleh Mebo sehingga mengurangi keparahan luka bakar. Minyak wijen sendiri bersifat melindungi area luka sehingga mencegah penguapan air dari area luka sehingga membuat area luka lebih lembab/moist. Membantu regenerasi sel lebih cepat dan mengurangi kemungkinan terjadinya bekas luka.

Tak salah jika Mebo, menjadi Salep Luka Bakar yang direkomendasikan Dokter di Indonesia.

Cara Penggunaan Salep Mebo:

Hanya untuk pemakaian luar. Aplikasikan pada luka dengan ketebalan 1 mm (oles tipis) setiap 4-6 jam.

Mederma, Salep Penghilang Bekas Luka


"Setiap luka yang terjadi di kulit kita akan membentuk skar."

Skar sendiri merupakan proses alami untuk penutupan luka di mana baik oleh karena operasi maupun karena kecelakaan.

Proses pembentukan bekas luka dapat dipengaruhi dalam setiap fase pembentukannya. Semakin cepat luka dirawat, hasilnya akan lebih baik. 


mederma, combiphar, salep penghilang bekas luka, obat luar

Kini perawatan bekas luka dapat dilakukan di rumah menggunakan Salep Penghilang Bekas Luka, Mederma yang diproduksi oleh Combiphar.

Mederma memiliki 3 kandungan bahan aktif berupa Cepalin yang bermanfaat sebagai anti peradangan, memperbaiki struktur dan tampilan skar, Allantoin, membantu menghidrasi kulit sehingga mengurangi rasa gatal dan Aloe Vera bersifat melembabkan dan mencerahkan.

Penggunaan Mederma: kamu bisa menggunakan mederma 3 hingga 4 kali sehari, sekurangnya 8 minggu untuk luka baru yang sudah menutup.

Penggunaan untuk luka lama, bisa gunakan Mederma 3-4 kali sehari sekurangnya selama 3-6 bulan. Dengan catatan luka lama di bawah 1 tahun.

Mederma tidak hanya bekerja di permukaan kulit tapi juga meresap dan memperbaiki bekas luka hingga ke bagian dalam kulit. Membuat proses perawatan lebih efektif dan secara menyeluruh.

Nah, karena kita nggak tahu kapan musibah akan terjadi. Mari kita lakukan tindakan pencegahan dengan menjauhkan anggota keluarga dari risiko kebakaran dan menyediakan Mebo dan Mederma di kotak P3K.

Kalau kata Bang Napi, Waspadalah...waspadalah.

Salam,

No comments