Monday, September 24, 2018

Nggak Suka Layar Dengan Notch? Cobain Dulu Smartphone Yang Satu Ini


Source: directd.co.my

Tampilan Tanpa Nocht, Membuat Desain Oppo F9 Terlihat Menawan


Suka sebal nggak sih dengan notch yang ada di smartphone kamu?

Saya tuh salah satu yang paling sebal dengan adanya notch alias poni alias sisi hitam di atas smartphone. Selain menyita ruang layar ketika menikmati video atau bermain games, notch juga bikin tampilan smartphone kita jadi kurang kece. Sorry to say, adanya notch kadang bikin kesan smartphone yang kita gunakan itu smartphone murahan.

Ada yang sependapat dengan saya?

Nah, berada di antara lima vendor smartphone terbesar di dunia, OPPO sepertinya mengerti akan permintaan pasar yang menginginkan desain yang elegant dan tentunya keren. So, di akhir Agustus lalu, OPPO merilis seri smartphone terbarunyanya yang full display dan didesain hampir tanpa notch. 

Nih, kalau kamu ngga suka dengan layar yang ada notch-nya, kamu pasti suka dengan tampilan layar dari OPPO F9. Walaupun OPPO F9 masih menyisakan sedikit ruang untuk notch, tapi kamu pasti suka dengan desainnya. Karena OPPO F9 mengambil setitik ruang di bagian atas smartphone untuk menempatkan kamera selfienya. Jadi notch yang ada seperti tetesan air yang disebut sebagai Waterdrop Screen. Penasaran kan? Nih lihat dulu deh penampakannya.

Source: smartpick.net

Tuh kan, seperti yang saya bilang, kalaupun kamu membenci notch, kamu akan menyukai layar OPPO F9 yang 'waterdrop'. Benar-benar bagian depannya hampir dipenuhi oleh layar besar. Kalau kata saya lega banget lihatnya apalagi untuk nonton film. 

Tampilan layar yang penuh memang bikin mata lebih nyaman yah? 

Nggak hanya desain layarnya yang memiliki waterdrop, tampilan belakang OPPO F9 juga elegan banget loh. Casing belakang OPPO F9 ini didesain dengan gradasi warna . Jadi kalau dilihat dari berbagai sudut, warnanya seperti berubah-ubah. Casing yang menyerupai kaca prisma ini mengingatkan saya akan pelajaran Fisika tentang efek pembiasan cahaya pada prisma, di mana setiap cahaya yang masuk akan dipantulkan menjadi aneka cahaya yang berwarna. Serupa dengan desain casing Oppo F9. Nih, seperti ini. 

Source: Gsmarena.com

Menarik ya? 

Selain rasio layar ke body yang nggak perlu diragukan, OPPO menyematkan teknologi VOOC Flash Charge eksklusif di perangkat terbarunya ini loh. Apa sih VOOC Flash Charge itu? VOOC Flash Charge adalah teknologi pengisian daya cepat pada baterai smartphone, inovasi dari OPPO. Yang bikin OPPO F9 bisa digunakan untuk berbicara selama 2 jam di telepon setelah 5 menit pengisian daya. Teknologi VOOC Flash Charge juga diklaim sangat aman, karena punya 5 level pengamanan yang tersebar di adapator, kabel USB serta di perangkatnya sendiri. Jadi OPPO F9 tetap aman digunakan walau dalam keadaan pengisian daya sekalipun.

Source: kompastekno.com

Jadi, buat kamu yang menginginkan smartphone dengan tampilan unik dan elegan, full display dengan warna-warna yang catchy, nih sekarang ada OPPO F9. Nggak hanya tampilannya saja yang kece, OPPO F9 juga punya kemampuan pengisian daya yang super cepat. Jadi kamu bisa tetap aktif di mana saja dan kapan saja. Asik, kan?


Masih penasaran? Cek lagi fitur ekstra lainnya dari OPPO F9 di sini ya: https://www.oppo.com/id/smartphone-f9 atau http://f9.oppomobile.id





Wednesday, September 19, 2018

Bagaimana Saya Membangun Diri Dengan Ngeblog

personal branding

Sebuah Momen yang Membuat Dunia Saya Jungkir Balik

Pada dasarnya saya adalah tipe pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, mudah berteman dan suka berbaur dengan banyak orang. Kata Mami, saya ini adalah miniatur Papi. Sama-sama suka bersosialisasi dan memiliki banyak teman. 

Namun, ada suatu momen dalam hidup saya, di mana pada akhirnya mengjungkirbalikkan semuanya. Rasanya ada yang tercerabut, membawa pergi sebagian jiwa saya. 

Saya masih ingat, siang itu saya ada jadwal kontrol ke dokter setelah sebulan melakukan operasi penggantian Pacu Jantung. Usia saya saat itu masih belasan, kalau tidak salah saya masih SMA. Usai memeriksa, Dokter berbicara dengan ortu. Saya tahu mereka sengaja mengecilkan suara saat membahas keadaaan saya. Sayup-sayup saya bisa mendengar isi pembicaraan mereka. Dari yang saya dengar katanya sakit ini tidak bisa disembuhkan kecuali Kuasa Allah. 

Pulang dari RS saya lebih memilih berdiam diri di kamar. Memikirkan apa perkataan Dokter dengan mendalam. Semenjak saat itu semuanya terasa berbeda. Dari luar saya masih nampak terlihat ceria seakan tidak terjadi apa-apa, namun sebenarnya hati saya tengah terluka.

Bisa dibilang momen itu mengubah sebagian kepribadian saya. Rasanya ini adalah krisis terberat dalam diri saya saat itu. Sebagai seorang remaja tentu saya tengah dalam tahapan mencari jati diri ditambah sakit dengan vonis tidak bisa disembuhkan. Tentu itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. 

Kamu tahu bagian terburuk yang saya alami? Orang-orang memandang sebelah mata terhadap diri saya seakan-akan mereka Tuhan yang menentukan hidup. Saya Lelah.

Saya mengambil jarak dari mereka karena saya tahu, saya berbeda dari mereka.


Menulis adalah cara saya berdamai dengan rasa sakit dan membangkitkan diri

Ketakutan saya akan pandangan orang lain membuat saya tidak berani memiliki banyak teman. Saya sudah bosan mendapati wajah kasihan dari teman-teman saat mengetahui kondisi kesehatan saya. Saya hanya dekat dengan beberapa orang saja, selebihnya saya hanya sekadar berbasa-basi.

Suatu hari kakak memberi saya sebuah buku harian. Sejak hari itu saya lebih suka mengungkapkan perasaan lewat tulisan pada buku harian. Rasanya pada saat itu menulis buku hari harian adalah cara yang tepat buat saya melepaskan emosi yang terpendam.

Menulis buku harian membuat saya lebih nyaman. Curhat sama orang akan berisiko mereka akan memberikan reaksi yang berbeda tapi berbeda dengan menulis. Kamu bisa melepas emosimu saat itu tanpa ada yang menghakimi apakah tindakanmu salah atau tidak. 

Saya memperlakukan buku harian saya layaknya teman, tidak hanya membagikan cerita tidak menyenangkan, saya juga menulis saat senang. Semuanya terekam di sana. Rasa sakit hati, kapan saya jatuh cinta pertama kali, dan banyak lagi kenangan yang pernah saya tulis. 

Kebiasaan menulis buku harian ini membantu saya melewati masa-masa krisis perkembangan remaja. Jujur, saya pernah berada pada titik terendah karena lelah dengan kehidupan yang menurut saya tidak adil ditambah dengan drama masa remaja. Semuanya lengkap. Saya sempat mempunyai keinginan untuk bunuh diri tapi alhamdulilah diary menyelamatkan saya dan hanya menjadi sebuah keinginan hingga saat ini. 

Itulah kenapa alasan saya suka sekali menulis. Menulis pernah menyelamatkan diri saya dari kematian.

Mengenal Blog dan Mulai Berani Menunjukkan Diri lewat Tulisan

Saya lupa kapan tepatnya berhenti menulisbuku harian. Rasanya saat awal-awal kuliah saya masih menulis tapi perlahan kesibukan membuat saya tidak sempat lagi. Saat SMA dulu saya menulisnya hampir setiap hari, namun saat kuliah durasinya berkurang. Saya menulis ketika ada kejadian-kejadian yang tidak ingin saya bagi dengan orang lain.

Sekitar tahun 2009 saya berkenalan dengan blog. Saya kali pertama membuat akun di Blogspot. Hanya mengisi beberapa tulisan karena penggunaannya terlalu susah untuk saya kala itu. Saya pindah ke wordpress dan ternyata saya jatuh cinta dengan platform tersebut.

Nama blog saya adalah kertaswarna. Nama ini memiliki makna, kelak nanti blog saya akan berisi tulisan dengan aneka warna. Saat itu blog ini masih sekadar tempat curhat dan isi tulisannya masih semau saya. Udah kayak nulis jurnal harian bedanya ini diunggah ke internet dan bisa dibaca ribuan orang. 

Tahu sendirilah, di era 2000 awal namanya internet itu susah. Bela-belain loh nulis blog di warnet kalau nggak gitu sih nulisnya di kampus pakai koneksi WIFI. Di saat teman-teman kuliah sibuk sama Facebook, saya malah asyik ngeblog. Senang rasanya saat ada yang baca dan komen.

Perlahan konten saya juga mulai berubah. Dari yang tulisan pendek-pendek mulai meningkat jadi lebih panjang. Tidak melulu curhatan kadang saya menulis opini, puisi atau bahkan cerita pendek. Pokoknya blog udah jadi sarana belajar menulis.

Tahun 2010, saya kenal sebuah portal menulis yaitu ngerumpi.com. Dari portal tersebut saya mulai berani unjuk gigi. Saya mulai menulis tulisan yang lebih bervariatif tapi tetap tidak jauh-jauh dari kisah cinta. Enaknya lagi hasil tulisan saya di ngerumpi juga bisa langsung tayang di blog. 

Sejak saat itu saya semakin jatuh cinta dengan blog.


Nekad Membeli Domain dan Mendapat Bayaran Pertama dari Blog


Tahun 2014, atas rayuan Wulan kenanga, saya memutuskan membeli domain. Saat itu yang ada dibenak saya adalah membeli domain atas nama kertaswarna namun ternyata sudah diambil orang lain. Kemudian saya membeli domain kotakwarna, dengan sebuah filosofi yang sama yaitu ingin membuat tulisan yang berwarna untuk pembaca. 

Sejak awal membuat blog saya tidak ingin menulis dengan niche tertentu. Saya mengikuti apa kata keinginan jadi saya memilih jalur lifestyle blog. Saya dengan semangat mengisi konten-konten kotakwarna sembari melakukan pekerjaan sebagai Guru Taman Kanak-Kanak. 

Akhir pekan adalah waktu kesukaan saya, karena bisa menulis untuk pembaca atau merencanakan apa yang hendak ditulis. Belum terpikirkan bahwa blog ini nantinya akan menghasilkan uang.

Gaji pertama saya dari blog senilai 100 rb rupiah. Perasaan saya mengharu biru kala itu, yah tidak menyangka bahwa pada akhirnya saya bisa menghasilkan uang dari kesukaan menulis ini. Saya lebih bersemangat untuk tetap menulis sebab ada pembaca yang ingin membaca tulisan terbaru saya.

Semakin Produktif Menjadi FullTime Blogger


komunitas
Rajin ikutan Acara Bareng Komunitas

Tepat tahun tahun 2017 saya keluar dari pekerjaan. Kini saya resmi mentasbihkan diri sebagai Blogger seutuhnya. Tentu menjadi sebuah tantangan baru, terbiasa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan juga sempat menjadi pertimbangan sebelum akhirnya keluar dari pekerjaan. Maka, sebelum keluar tentunya saya sudah membangun citra dari blog yang saya kelola.

Semenjak resmi menjadi blogger, saya memiliki banyak waktu luang untuk belajar banyak hal. Saya bisa ikut kegiatan komunitas, jalan-jalan lebih banyak untuk mengumpulkan konten tulisan, belajar motret, dll.


Banyak jalan-jalan demi Konten Blog

Blogger jaman now agak beda dengan jaman dulu. Dulu, gambar dan video itu sekadar pelengkap tulisan. Mau nyambung atau nggak, entah itu hasil nyomot dari google. Itu urusan belakangan, paling penting ada konten baru di blog.

Sekarang, saya nggak bisa menggunakan pola seperti itu lagi karena setiap harinya ada banyak blogger-blogger baru dengan kualitas isi blog yang tak kalah apik. Katanya seorang teman, “kalau kamu ingin bertahan bekerja di dunia kreatif, maka berpikirlah kreatif,” So, di waktu luang yang saya miliki, saya memilih untuk mengasah keterampilan seperti memotret, membuat video dan pekerjaan mengedit yang nyatanya lebih melelahkan ketimbang menulis.

Asus X555 adalah Laptop yang Saya Butuhkan





Pekerjaan kreatif yang seabrek itu juga harus diikuti dengan keberadaan laptop yang mumpuni. Jangan harap mau ngedit video atau foto dengan mulus kalau laptop yang kamu miliki kinerjanya udah kayak kuda kelelahan. Jadi, ingat sama laptop lama saya yang mogok kalau diajak ngedit video. Saya kan sedih karena niatnya pengin merambah dunia vlogger tapi laptop saya nggak bisa diajak kerjasama.

Belum lagi masalah baterainya yang udah mulai soak. Tiap kali mau kerja di cafe, harus selalu deketan sama colokan karena kapasitas baterainya sudah tidak tahan lama. Yah, nasib. Itulah kenapa saya butuh laptop baru.

laptop asus
Laptop Lama yang Minta Diganti


Pilihan saya kali ini jatuh pada Asus X555 Series. Laptop saya sebelumnya adalah Asus X451, sudah setia menemani saya dalam perjalanan ngeblog 3 tahun terakhir. Nggak pernah rewel, hanya saja kinerjanya yang mulai lambat. Membuka beberapa aplikasi bersamaan sering kali membuat laptop ini mendadak ‘beku.’



Asus X555 Series tampil elegan dengan warna hitam


Asus X555 bisa dibilang laptop yang mengerti kebutuhan saya sebagai pekerja konten. Didukung dengan prossesor AMD A10-9620P yang terbilang mumpuni untuk menjalankan aplikasi-aplikasi grafis seperti Photoshop, Filmora dan lainnya. Memungkinkan juga membuka aplikasi secara bersamaan tanpa takut laptop ngehang. Kapasitas penyimpanan sebesar 1TB berguna sekali buat saya yang suka menyimpan file-file memotret dan drama korea.

Selain prosesor dan kapasitas penyimpanan, ada 4 alasan kenapa saya tertarik untuk memiliki Asus X555 ini, yaitu:


Daya Tahan Baterai Seharian

Asus X555 series dilengkapi baterai jenis Li-Polimer dengan ketahanan baterai sampai 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai jenis Li-Ion Silinder. Bahkan, setelah diisi ulang ratusan kali, baterai tetap menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya.

Ketahanan baterai Asus X555 series ini saya butuhkan karena terkadang ingin kerja di luar rumah dan nggak mau ribet cari lokasi yang banyak colokannya. Maunya sih ngetik dengan tenang tanpa terganggu.

Teknologi Ice Cool

Salah satu teknologi yang saya sukai dari laptop Asus X555 adalah Teknologi Ice Cool. Notebook Asus memiliki desain luar yang unik terkait panas yang terjadi pada bagian bawah notebook pada umumnya.

Teknologi Ice Cool menjaga temperatur di antara 28-35 derajat. Nggak usah khawatir laptop akan kepanasan saat dipakai dalam waktu lama.

Dirancang Untuk Produktivitas dan Hiburan





Ada kalanya saya lebih senang menonton film di laptop tapi nggak semua laptop mendukung kegiatan tersebut. Jangan sampai aktivitas menonton terganggu gara-gara komputernya lemot. Nah, Asus X555 ini didukung oleh Prosesor Amd A10 untuk performa halus dan responsif. Performa serta didukung grafis yang bagus dan controller Memory di bagian dalam yang canggih. 

Kamu bisa menonton drama korea kesukaanmu dengan tenang atau untuk menjalankan aplikasi pendukung ngeblog tanpa takut laptopnya lag.


Warna yang Begitu Nyata dengan Teknologi Splendid



Dikembangkan oleh Tim Golden Eye, teknologi Asus Splendid yang ekslusif akan memberikan kamu warna dan temperatur warna yang akurat. Teknologinya memberikan kamu warna yang cerdas dan menggetarkan dengan pengaturan dan parameter pada fine-tuning display.

Jadi, warna-warna yang ditampilkan pada layar begitu akurat yang bisa diatur sesuai kenyamanan mata.

Buat yang pengin niat ganti laptopnya ke Asus X555, kabar baiknya laptop Asus X555 juga tersedia di Tokopedia

Mengelola sebuah blog itu bukan hanya sekadar menulis lalu mengunggahnya ke blog melainkan melibat proses kreatif seperti mengedit foto, membuat infografis dan menyelipkan video supaya tulisan kita lebih mengena pada pembaca. Yah, kalau memang berniat menjadi blogger yang profesional tentu juga diimbangi dengan keberadaan laptop dengan spek yang bagus sehingga pekerjaan sebagai pekerja konten menjadi lebih produktif. Itulah kenapa saya memasukkan laptop sebagai salah satu investasi yang harus dimiliki oleh blogger.

asus, kotakwarna
I'm Personal Lifestyle Blogger

Tuesday, September 11, 2018

Pengalaman Menggunakan Kamera Fujifilm Q1 Digital

fujifilm Q1 digital



Pengalaman Menggunakan Kamera Fujifilm Q1 Digital

Saya masih ingat ketika merengek kepada Papi untuk minta dibelikan Kamera padahal waktu itu sudah diberi hak untuk menggunakan Kamera Film yang kami punya. Yah, namanya masih usia muda. Lihat barang canggih dikit itu rasanya pengin memiliki apalagi ini Kamera Digital, nggak lagi pakai film. 

Papi sih awalnya nggak mau belikan dengan alasan Kamera yang sering saya gunakan itu masih bagus tapi saya terus merajuk. Saya bilang sama Papi bahwa sekarang eranya canggih, Kamera digital itu membantu apalagi hasil fotonya bisa disimpan dan dicetak. Enaknya lagi kita bisa melihat langsung hasil jepretan melalui layar LCD tanpa harus menunggu dicetak klise dan memilih mana foto yang bagus. Belum lagi kalau pakai Kamera Film memiliki resiko fotonya hangus alias nggak jadi.

Membujuk Papi bukanlah perkara mudah. Sebab Papi agak memiliki pribadi yang ‘kolot’ rada gimana dengan teknologi. Prinsip beliau pun selama masih bisa digunakan kenapa harus membeli yang baru. Saya berhenti merengek beberapa bulan sampai akhirnya ada ijin dari Papi untuk membeli kamera. Syaratnya harus rajin kuliah dan menjaga sendiri barang yang dimiliki.

Apa yang membuat saya ingin membeli kamera digital? Salahkan saja Iklan. Ternyata saya termasuk orang yang mudah terbujuk rayuan iklan. Kata Mami, ketika masih kanak-kanak dulu tiap kali ada yang baru di TV, saya pasti minta dibelikan. Nasib, oh nasib gampang terbujuk. Sekarang sih ya kadang-kadang aja terbujuk iklan.



Kamera Fujifilm Q1 digital
Penampakan lebih dekat


Pilihan saya kala itu adalah Fujifilm Q1 Digital, saya suka dengan bentuknya dan tentunya memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Sekitaran di bawah 1 juta rupiah atau lebih tepatnya tujuh ratus lima puluh ribu. Spesifikasinya cukup mumpuni, dibekali Kamera sebesar 2 MP dengan fitur-fitur sederhana ala kamera digital, seperti: macro, landscape di era itu. Cukuplah buat pemula seperti saya.

Saya membeli kamera itu di Yogyakarta, pas kebetulan saya lagi berlibur ke tempat kakak. Diantar sama Kakak Ipar ke salah satu kawasan di Yogyakarta yang menjual kamera. Perginya siang-siang naik motor, kepanasan tapi bahagia sebab apa yang diinginkan bisa terwujud.

Punya kamera baru senangnya bukan main, semua objek jadi bahan untuk dipotret apalagi nggak perlu susah-susah ngelirik dari lobang view finder seperti yang ada di kamera film. Tinggal cari objek, lihat di LCD dan klik. Hasilnya langsung bisa dilihat tanpa harus mencetak klise. Saya kagum sama teknologi ini dulu, rada ndeso dikitlah.

Besoknya, pas jalan-jalan pagi sama Kakak, saya bawa kamera dong. Hihi, gaya banget sih. Entahlah, kenapa buat saya fotografi itu menarik. Saya selalu membawa kamera ini dan memakainya hampir setiap hari. Saking sayangnya, saya jarang meminjamkannya pada orang lain.

Pernah dink, satu kali. Suatu hari ada sahabat di kampus sedang ada tugas kerja lapangan. Dia mau meminjam kamera yang saya punya, wih gimana ya karena dia butuh sekali. Saya pun meminjamkannya selama 3 hari.

Selama kamera saya dipinjam, hidup saya nggak tenang rasanya. Gelisah, berasa insecure takut kameranya bermasalah. Yah, tahu sendiri belinya penuh perjuangan setelah berhari-hari merengek sama Papi. Alasan lainnya adalah takut ditanyain Mami. Soalnya Mami itu tidak terlalu suka kalau saling meminjam barang terlebih lagi kamera.

Yah, pas teman saya mengembalikan, rasanya lega banget. Sejak saat itu saya tidak pernah meminjamkan kamera saya pada orang lain kecuali Kakak.
Rasanya peran kamera mungil ini banyak membantu dan saya masih penasaran di manakah saya menyimpan data-datanya ya. Coba ah kapan-kapan oprek-oprek laptop lama sapa tahu ketemu.

Sayangnya, Kamera Fujifilm Q1 milik saya itu kini sudah rusak. Layar LCDnya retak dan nggak bisa dinyalakan, padahal bentuknya lucu mirip sama Kamera Fujifilm Polaroid. Ya sudahlah, Setidaknya masih bisa saya gunakan untuk properti foto.

Kamera Fujifilm Q1 ini turut andil dalam membuat saya suka dengan bidang fotografi. Sejak punya kamera digital Q1 saya jadi semangat memotret dan punya keinginan untuk memiliki kamera lebih bagus seperti DSLR

Alhamdulillah, mimpi itu terwujud. Sekarang saya sudah punya Alpha, Kamera Mirrorless yang setia menemani saya kala bosan dan untuk membantu pekerjaan. Kapan-kapan nanti saya bikin postingan soal Alpha deh.

Eh, kalau boleh tahu dulu kalian punya kamera kesayangan nggak? Cerita dong.





Tuesday, September 4, 2018

KEHADIRAN 3 PRODUK BARU TP-LINK DEMI MEMENUHI KEBUTUHAN MASA KINI AKAN KONSEP SMART HOME

smart home, TP-link



Sebagai pekerja konten, hidup saya nggak jauh-jauh dengan yang namanya internet dan jaringan. Hari-hari saya dipenuhi dengan mengunggah konten gambar, video dan juga tulisan yang tentunya membutuhkan kecepatan jaringan data. Jangan sampai deh jaringan internet di rumah saya lambat, bisa mati kutu dan pekerjaan terganggu. 

Masalah internet lambat bikin sensi, rasanya bukan saya aja kok yang mengalami. Rasanya di era sekarang yang namanya internet sudah jadi kebutuhan primer, ada beberapa orang yang rela mengurangi jatah makan demi tetap eksis di media sosial. Pergi di mana pun dan kapanpun, ponsel selalu digengaman tangan tentu dibarengi dengan jaringan yang selalu stabil. Biar kalau ada kejadian menarik, bisa melakukan siaran langsung bak layaknya jurnalis. Tak hanya itu, internet kini bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-sehari, seperti mencari pekerjaan, melakukan jual beli, sosialisasi, memesan makanan, hiburan, dll. Kebayang kalau internetnya nggak lancar? Banyak orang jadi labil tanpa internet.

Nah, supaya jaringan internet lancar juga dibutuhkan piranti yang mendukung seperti modem dan router, terlebih lagi sekarang internet dengan mudah dinikmati menggunakan Wi-Fi atau koneksi Internet Nirkabel. Hal inilah yang mendukung TP-Link untuk terus berinovasi guna memenuhi kebutuhan teknologi yang terus berkembang.

Sabtu, 29 Agustus lalu, bersama beberapa rekan Blogger dan Media, kami diundang untuk menghadiri acara Media Gathering, di mana dalam acara ini kami ngobrol-ngobrol santai perihal produk-produk TP-Link dan juga hadir narasumber, Pakar dari ITS yang membahas mengenai perkembangan jaringan Internet.

TP-Link merupakan perusahaan penyedia dunia untuk perangkat jaringan dan aksesoris yang perusahaannya berpusat di Shenzen, China sejak tahun 1996. Tak salah jika mereka selalu melakukan inovasi demi menghadirkan perangkat-perangkat yang mudah digunakan oleh semua pengguna internet di Indonesia maupun dunia.

3 Produk Terbaru dari TP-Link


Produk-produk TP-Link


Dalam acara Media Gathering yang diadakan di Boncafe, TP-Link mengenalkan 3 produk baru yang tidak hanya berhubungan dengan perangkat jaringan namun juga teknologi yang membantu kebutuhan user sehari-hari. Seperti yang kita ketahui bahwa era internet memberi dampak besar bagi perkembangan teknologi baik untuk kebutuhan rumah tangga. Ketiga produknya diluncurkan pada kuartal tiga tahun 2018.

Mengutip dari Biko Yoshia selaku Marketing Manager TP-Link Indonesia mengatakan, “Tahun ini TP-Link banyak memberikan edukasi kepada masyarakat tentang konsep smart home, bagaimana smart home bisa membantu banyak orang untuk lebih menghemat energi dan menggunakan produk yang ramah lingkungan. Salah satu produk smart home TP-Link yaitu smart bulb, bohlam pintar yang memiliki teknologi Wi-Fi untuk membuat kehidupan menjadi lebih praktis.”

Teknologi yang makin berkembang membuat pengguna juga menginginkan produk-produk canggih dengan penggunaan mudah dan kebutuhan pengguna akan masa kini di dalam rumah, seperti konsep smart home. 


TL-MR6400 Router 4G LTE


TP-link-MR6400



Salah satu produk andalan dari TP-Link yang sering kita kenal adalah router. Di tahun 2018 ini, TP-Link kembali meluncurkan sebuah Router 4G LTE yaitu seri TL-MR6400. Dengan 4G wireless broadband router, pengguna internet dapat menikmati kecepatan unduh hingga 150 Mbps dan memungkinkan kita untuk berbagi jaringan internet pada beberapa perangkat Wi-Fi.

TL-MR6400 dirancang untuk mudah digunakan, bahkan untuk pengguna baru sekalipun. Mode 4G LTE dan built-in slot kartu SIM yang terintegrasi, koneksi ke jaringan nirkabel jadi lebih mudah. Perangkat ini bisa bekerja dengan semua kartu SIM dari semua operator.

Cara penggunaannya cukup dengan memasang kartu SIM, nyalakan router dan TL-MR6400 ini sudah bisa digunakan. Pengaturannya dapat dilakukan melalui aplikasi TP-Link Tether yang tersedia via Android dan IOS.

Kelebihan yang lain, di saat terjadi kendala SIM CARD/Provider, maka router 4G LTE ini bisa berubah fungsi menjadi router biasa yang dapat digunakan dengan mencolokkan kabel LAN. Ada 4 jumlah port untuk kabel LAN, di mana 1 port tersebut dapat dipakai untuk kabel LAN/WAN

Harganya di pasaran dibanderol sekitar Rp. 1.380.000


Smart Bulb LB130


TP-LINK-Smart-Bulb-LB130



Tidak hanya bermain dalam piranti jaringan. Kini TP-Link memperluas jangkauan ekspansinya menuju teknologi Smart Home dengan menghadirkan Smart Bulb LB130. Versi lebih baru dari pendahulunya yaitu LB120.


Keunggulan dari Smart Bulb LB130:


Tp-link penggunaan smart bulb 130
Diatur lewat smartphone

  • LB130 Dilengkapi RGB Full Color, di mana kita sebagai pengguna bebas memilih warna lampu sesuai keinginan dan keadaan mood kita saat itu. 
  • LB130 mampu menghemat energi hingga 80% tanpa mengurangi kualitas kecerahan. Pengaturannya pun mudah menggunakan aplikasi Kasa
  • LB130 dapat dimatikan dan dihidupkan dengan teknologi jarak jauh. Hal yang menarik adalah Lampu Pintar LB130 dapat diatur dan dikendalikan lewat voice command dengan hanya menghubungkan smart bulb LB130 dengan Amazon Alexa atau Google Asisstant.
  • Smart Bulb LB130 didesain memiliki sistem pengaturan yang mudah digunakan dan dapat terkoneksi dengan aplikasi Kasa TP link yang bisa diunduh dari IOS dan Android secara gratis.


LB130-TP-link
warna lampunya bisa diubah-ubah sesuai mood


Buat saya lampu ini menarik, karena warnanya bisa diubah-ubah. Kalau kamu ingin membelinya cukup dengan harga Rp. 780.000


Cloud Camera NC260: Pantau Keadaan Rumah Dari Genggaman Tangan



TP-Link-NC620
Imut Cabe Rawit


Produk ketiga yang kenalkan di acara kemarin adalah Cloud Camera NC620. Kamera pintar ini dilengkapi banyak kelebihan sehingga bisa membantu para orang tua yang sibuk untuk memantau perkembangan buah hati dari jarak jauh. Memiliki kualitas tinggi HD Live Video yang bisa kita pantau menggunakan smartphone.

Seri NC620 dilengkapi dengan 2-way audio yang memudahkan kita berkomunikasi dengan keluarga secara langsung dan menerima pemberitahuan saat terdeteksi gerakan atau suara mencurigakan langsung ke email.

Fitur Remote Viewing NC620 memungkinkan kita mengambil kendali lewat WI-FI kamera di mana saja dan kapan saja dengan dukungan akses internet. Lensanya dibekali dengan ¼ “progressive scan CMOS sensor, sehingga bisa menangkap video dengan kualitas 720 HD yang jernih dan jelas. Untuk penggunaan di malam hari, NC620 dibekali LED Infrared dan automatic night vision yang menghasilkan kualitas gambar yang sangat bagus di malam hari. Bikin kita nggak kuatir untuk memantau anak di malam hari.

Harga perangkat yang satu ini berkisar Rp. 800.000

Kehadiran 3 produk baru diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan masa kini akan konsep Smart Home.



Kotak Warna © . Design by Berenica Designs.