Kotak Warna: Surat Cinta 2: Teruntuk Lelaki Yang Tak Bisa Kusebut Namanya

Monday, February 1, 2016

Surat Cinta 2: Teruntuk Lelaki Yang Tak Bisa Kusebut Namanya

Source


Dear Kamu,

Sebenarnya tak pernah terlintas dalam benakku untuk menuliskanmu sebuah surat. Serius, bahkan aku tak tengah memikirkanmu.

Rupanya cara kerja otak itu sungguh lucu. Dia tiba-tiba menghadirkan sosokmu yang memenuhi isi kepalaku.

Kamu. Yang tak perlu kusebut namanya,
Janganlah merasa senang dulu ketika mendapat surat dariku.

Bisa saja aku menulis ini hanya untuk menyampaikan rasa benciku padamu. 

Rasa yang diam-diam masih tersimpan dalam ruangan penuh debu. Di mana masih ada namamu.

Kamu ingat bagaimana kita berakhir?
Kamu memilih dia yang katanya lebih menarik hatimu dan pergi meninggalkanku

Sakit itu masih kusimpan, Tuan.

Tapi, bukankah hidup harus terus bergerak. Menyimpan kemarahan tak membuatku bahagia.

Aku memilih untuk memaafkanmu.


Salam Hangat,

Seseorang yang pernah menulis namamu di hatinya.

4 comments:

  1. Jika mengirim pesan padanya, meskipun benci, bukankah itu berarti peduli?

    ReplyDelete
  2. Emang sakit sih saat dia memilih yang lain saat masih di samping kita, tapi karena kepergiannya menyadarkan untuk belajar memaafkan, ikhlas dan yang terpenting bahwa sejauh ini dia bukan yang terbaik.

    ReplyDelete