Sebuah kisah

Sebuah kisah

Kisah-Kasih-Di-Balik-Jendela-2.jpg


Ini tentang debar yang kerapkali kurasakan di dada kiriku


Mengetuk-ngetuk tanpa mengenal waktu


Ini tentang rindu yang bergejolak


Merintih tiap waktu agar digenapi dengan sang pemilik hati


Nyatanya, cinta tak juga mempertemukan kita


Masih ada dinding tinggi tak kasat mata memisahkan kita pada jarak yang tak berujung


Mungkin saja, kita pernah berjumpa di suatu persimpangan


Lalu kembali menjadi asing ketika waktu tak membekukan jarak di antara kita


Ini masih sama


tentang gadis yang menunggu kapan pangeran berkudanya akan datang





...dan ini masih kisah yang sama tentang hati yang tak pernah lelah menunggu


Kota Impian

Kota Impian

Holaa semua,

Kemarin sempat memperhatikan TL seorang teman tentang perjalanannya ke Eropa, dan terus terang membuat saya iri setengah mati.  Hiks, melihat foto-foto mereka hanya membuat saya gigit jari. Dan, kini tiba-tiba saya terinspirasi untuk menulis kota atau negara yang ingin sekali dikunjungi.  Sapa tahu ada yang membaca lalu mewujudkan semua impian saya.


1. London


Salah satu negara di eropa ini menyimpan banyak bangunan yang eksotis, dan membuat saya ingin sekali berkunjung ke sana. Di negara satu ini, saya seringkali membayangkan tidur di bawah tumpukan maple kering atau duduk di taman sembari membiarkan angin mempermainkan rambut (berasa adegan di novel), selain itu keindahan kota yang penuh bangunan berbentuk kastil ini memberikan nuansa yang sepertinya menyenangkan. Belum lagi mendengar dialek british di sepanjang jalan terdengar begitu menyenangkan, walaupun kerap kali saya kesulitan menterjemahkan apa yang mereka ucapkan. Kata teman yang pernah berkunjung ke sana, di negara ini sulit mendapatkan makanan halal. Ooo, baiklah rasanya tak perlu berlama-lama. Dan, satu lagi yang membuat saya ingin ke sana pria british itu sexy (membayangkan kencan di kafe jalanan sembari ditemani musik pinggir jalan.)


2. Jepang


Dari jaman SMA saya ingin sekali berkunjung ke negara asia yang satu ini. Alasannya satu, saya ingin melihat bunga sakura bermekaran, dan menghabiskan waktu untuk berkeliling kota Tokyo. Semenjak Dorama marak di Indonesia, negara Jepang sudah mencuri perhatianku. Pria jepang itu manis-manis, tapi sayang bahasa jepang agaknya sulit untuk dipelajari. Tapi, siapa tahu suatu hari kelak ada yang mengajakku mengunjungi negara bunga sakura itu.


3. Paris


Negara yang dikenal dengan kecantikan menara eiffel dan pesona romantisme kotanya membuat saya ingin berkunjung ke sana. Sama dengan London, di negara ini saya ingin menghabiskan banyak waktu mengunjungi taman, museum, tempat-tempat yang menarik untuk spot foto. Biarinlah dikatain narsis yang penting kudu eksis. Melihat pemandangan kota Paris dari wallpaper aja sudah bikin mupeng apalagi kalau berkunjung ke sana. Menyenangkan kali ya. Paris kerapkali dijadikan setting untuk film dan buku. Semoga suatu hari nanti bisa menulis novel dengan setting negara ini.



Sementara baru tiga ini deh, nanti kalau ada lagi saya update :D


Belajar...Yuk

Belajar...Yuk

 Dalam hidup kita akan selalu belajar. Entah dari mana pun datangnya kita pasti belajar. Coba ingat saat kita baru lahir di dunia. Bukankan pertama mata mungil kita terlalu sulit untuk melihat cahaya, namun perlahan mata kita belajar bagaimana cara beradaptasi dengan lingkungan. Begitu pun dengan kehidupan sehari-sehari semuaya tidak pernah lepas dari proses belajar. Kita nangis pun juga belajar, tertawa pun belajar, sedih pun belajar.


Jika ada pepatah yang mengatakan Belajarlah hingga ke liang Lahat itu ternyata benar apa adanya. Di kala napas kita masih tertinggal di raga. Kita akan selalu belajar, belajar dan belajar.


Jangan pernah takut untuk salah. Karena dari kesalahan kita akan belajar bagaimana cara memperbaikinya. Bukankah seseorang yang ahli dalam bidang tertentu pun banyak melakukan kesalahan sebelumnya. Tapi, bedanya mereka belajar bagaimana terhindar dari kesalahan yang sama.


So, jangan pernah berhenti untuk belajar

Happy or Happinnes?

Happy or Happinnes?

blue-happines-responsible-snow-text-Favim.com-119387


Dulu, seseorang pernah bertanya padaku tentang satu hal, "Mengapa kamu mau jadi Guru TK padahal pendidikanmu cukup bagus?"


Awal lulus kuliah tak pernah terpikir untukku terjun ke dunia pendidikan terlebih menjadi seorang guru TK. Saat duduk di bangku kuliah memang sempat terlintas di benakku bahwa aku ingin terjun di dunia anak-anak. Kenapa? Karena aku jatuh cinta pada pesona mereka. Ada energi di dalam diri anak-anak yang membuatku selalu ingin berdekatan dengan mereka walaupun terkadang bocah-bocah itu kerap kali menjadi monster kecil yang siap menjungkirbalikkan duniamu. Tapi, aku tetap jatuh cinta pada mereka.


Kuakui, awal mendapat honor Guru TK yang memang 'seadanya' sempat membuatku ragu dan ingin mundur. Kupikir gaji seorang guru bisa lebih besar, ternyata aku salah. Gaji itu hanya cukup untuk membeli bensin. Yah...tekad saya sempat jeblok. Apalagi ortu menyuruh saya agar mencari tempat kerja yang dekat saja kalau hanya ingin jadi Guru TK.


Namun, tak ada yang pernah tahu kalau pada akhirnya saya tetap bertahan di sekolah itu. Ada sesuatu yang membuat saya merasa nyaman di sana. Di sana saya banyak belajar tentang banyak hal, lingkungan baru, dan kesempatan luas untuk berkembang. Memang gaji saya seadanya, tapi buat saya itu adalah hal yang luar biasa. Sebab, ada hal yang lebih penting yaitu kebahagiaan yang saya rasakan selama mengajar. Toh, disela-sela mengajar saya masih punya banyak waktu untuk mengembangkan diri. Saya masih bisa menulis, ngeblog, dan bersenang-senang dengan hasil uang gaji saya.


Bisa saja saya daftar kerja di kantoran, gaji besar, mentereng, jabatan tinggi. Namun, jika pada akhirnya saya nggak nyaman dengan pekerjaan saya. Terus apa yang saya dapatkan? Materi?


Bukankah hidup pada akhirnya bertujuan pada kebahagiaan?




Jika melulu memikirkan kesenangan, pada akhirnya akan ada kebahagiaan yang terlewatkan.



Dan, buat saya pekerjaan itu adalah anugrah. Apa pun itu asalkan kita lakukan dengan benar pasti juga akan mengalami perubahan. Bukankah ada Tuhan yang mengatur tentang rizki?


 Dan, satu hal yang masih saya pegang hingga saat ini:




Kebahagiaan itu datangnya dari hati



Jadi, kesenangan atau kebahagiaan?


Gambar dari sini http://favim.com/image/119387/

Dear Me

Dear Me

Dear Me,

Ada apa gerangan dengan diriku? Belakangan ini moodku sedang tidak karuan. Rasanya ingin nangis, marah, sebal tapi tak ada orang untuk dilampiaskan. Apakah ini pertanda mau PMS? Entahlah, sepertinya sih seperti itu.


Ditambah lagi dengan urusan lelaki abu-abu yang terrnyata juga membuat emosi jungkar balik belakangan ini. Oke, fine. Kuakui aku cemburu dengan sikap ramahnya terhadap beberapa wanita itu, dan harusnya aku tak memperdulikannya. Sialnya, aku terbawa arus. Hufttt


Baiklah, Tika. Mari kita menata diri kembali. Lupakan segala sesuatu yang tak penting. Mulai sekarang fokus dengan apa yang kamu impikan. Semangat ya.


Salam Hangat,


Aku


Sebuah Cerita

Sebuah Cerita

Kamu masih mau kenal aku setelah kejadian ini

 

Itulah bunyi pesan singkat yang kau tuliskan kepadaku, malam itu. Setelah obrolan panjang dan kau menuliskan sebuah kalimat yang sedikit menggetarkan dadaku. Ada rasa sakit yang menjalar saat aku baca pesan singkatmu.

Ini akan menjadi sebuah akhir? pikirku dalam hati tapi aku segera menepisnya.

 

Aku segera menelponnya--menanyakan apa maksud dari pesan singkat yang baru saja aku terima.

 

"Maksudmu?" tanyaku balik

 

"Aku pikir kamu bakal kecewa setelah mendengar ceritaku, dan kamu memutuskan untuk tidak mau lagi mengenalku," jawabmu dingin.

 

"Kamu terlalu picik menilaiku. Aku tidak pernah perduli apa yang kamu lakukan dalam hidupmu, selama kamu tidak pernah menyakitiku"

 

Tidak ada jawaban darimu--hanya terdengar helaan napas panjang.

 

"Jadi, ini alasan kenapa beberapa hari ini kau menjauhiku?" tanyaku dengan hati-hati.

 

"Bukan, hanya saja masalah ini sudah menguras semua pikiranku," jawabmu setegas mungkin.

Aku tahu kamu sedang berbohong, aku menangkap nada keraguan dari suaramu yang sedikit bergetar.

 

Dia kembali diam, entah kenapa pembicaan kamu menjadi kaku--dingin dan tidak sehangat biasanya. Tiba-tiba rasa sakit kembali menjalari dadaku. Jika sudah begini, biasanya sebentar lagi air mata akan mengalir dari kedua pelupuk mataku. Aku berusaha menahannya dengan menghela napas panjang. Aku tidak mau dia mendengar perubahan suaraku.


 

"Ya sudah. Maaf aku sudah menganggu harimu," ujarku mengakhiri pembicaraan.

 

Dan, air mata itu akhirnya tumpah seketika pembicaaraan itu berakhir. Harusnya malam itu aku merasaan senang karena dapat menghubungi  setelah sekian lama kita tidak terlibat obrolan, tapi nampaknya aku harus kecewa karena kau telah berubah menjadi dingin.

 
Tahukah kamu, bahwa seberapa besar masalah yang sedang ada di dirimu. Aku akan tetap disini mendukungmu.

 

Repost dari catatan FB

Maret

Maret


cute-march-summer-Favim.com-492491



Maret ini, Tuan. Di mana rindu bermekaran layaknya pucuk-pucuk bunga Sakura


Maret ini, Tuan. Di mana cinta bermekaran layaknya pucuk-pucuk bunga Sakura


Maret ini, Tuan. Di mana segala tentang cinta pernah kutasbihkan kepada Langit


Maret ini, Tuan. Ternyata cinta masih layak untuk dibicarakan



Gambar dari sini http://favim.com/image/492491/

Seorang Wanita di atas atap

Seorang Wanita di atas atap

beautiful-city-cool-free-Favim.com-665823.jpg

 

Seorang wanita di atas atap,

Menatap kosong ke depan

tanpa memperdulikan angin yang mempermainkan ujung anak-anak rambutnya

dan, ujung gaun berbunga yang melambai-lambai

 

Seorang wanita di atas atap,

Mata bulatnya meredup, saat langit memerah bersemu lembayung

Menyisakan kesepian di sudut perigi matanya yang telah mengering

 

Seorang wanita di atas atap,

Dengan senyum kecil mendongak ke langit

menghitung berapa banyak bintang yang tak berpendar

seperti bintang yang dulu berkelip di dalam bola matanya

 

Seorang wanita di atas atap,

Di dada kirinya, kenangan masih saja mengaduh

Rindu masih kerap kali mengetuk

namun, cinta tak juga kembali

 

Seorang wanita di atas atap,

Masih saja berharap, cintanya yang telah pergi akan kembali

 

 

Gambar dari sini http://favim.com/image/665823/
Ketika Blog tiba-tiba tidak bisa diakses

Ketika Blog tiba-tiba tidak bisa diakses

Selamat Hari minggu...

Ah, akhirnya bisa juga posting di blog. Dua haru lalu ada kejadian yang bikin saya pingin nangis.   Biasanya tiap sabtu saya suka ikutan promo di blog. Dan ketika adminnya mention mengatakan bahwa blog saya tidak bisa dibuka, terus terang saya ketar-ketir. Saya coba ketik alamat blog saya di browser, dan benar saja blog saya di suspend.  Jujur saya ingin nangis saat itu, soalnya blog ini sudah berumur 4 tahun dan saya belum mau kehilangan blog ini. Antara bingung  bercampur panik  saya sempat ngetweet soal permasalahan yang dialami. Seorang kawan membalas tweet saya. Kata dia blognya pernah mengalami hal serupa, dan bisa dikembalikan dengan mengirim email.


Saya pun mengikuti saran yang diberikan oleh teman. Setelah menunggu selama dua hari, blog ini pun bisa diakses lagi.


Ternyata wordpress emang kerap kali melakukan hal ini -__-



Sudahlah.Blog saya akhirnya sudah kembali


Suatu Masa

Suatu Masa




Suatu masa, sepasang kaki kita pernah berjalan beriringan


Bersama, menggapai mimpi


Suatu masa, jari-jemari kita pernah bertautan


Memintal janji untuk tidak saling melepaskan


Suatu masa, bibir-bibir kita pernah saling berpagutan


Menukar ribuan aksara, dan kecupan hangat


Hingga, akhirnya terpelanting pada suatu masa


Sepasang kaki yang tak lagi berjalan beriringan


Genggaman tangan yang mulai melonggar


Bibir-bibir yang membungkam


Dan, dua punggung yang saling mengadu


Pada suatu masa, kisah kita hanyalah kenangan


Kepada Lelaki yang Tengah Kurindukan

Kepada Lelaki yang Tengah Kurindukan

Kamu,

Lelaki yang sempat menuai rindu-rindu di dalam dadaku

menyematkan rona merah di kedua pualam pipiku

meletakan debar-debar di dada kiriku

Namun, di suatu masa aku terpelanting jatuh --menjauh dari sisimu

kisah kita tak lagi sama

yang ada hanya sebuah luka di dada kiriku

Dan, kini kau kembali hadir

Mengulurkan rasa yang sama

seperti saat kita bertemu --dulu

Meramaikan kembali sudut hatiku yang membeku

 

Kamu,

Aku rindu...

 

 

 

 




Gambar dari sini




4th Anniversarry

4th Anniversarry

Apa kabar semua? Sudah beberapa hari nggak update blog. Rindu nggak?
Senangnya ketika membuka blog, ada notifikasi yang memberitahukan bahwa blog ini sudah berusia 4 tahun. Ya Allah, nggak terasa saya sudah jadi blogger selama empat tahun.
Dulu, awal mula bikin blog ini sebagai tempat curhat (walaupun sekarang juga masih sih :P ) namun lambat laun blog ini jadi media pembelajaran buatku. Dan, yang bikin senang adalah saat ada yang membaca setiap postingan yang aku tulis.


Terima kasih buat para pembaca, buat teman-teman yang sudah mau berlangganan blog saya. Semoga kelak blog ini dapat memberikan banyak manfaat. Saya sayang kalian.


Salam Hangat,


Luphyta

Tentang Masa Silam

Tentang Masa Silam

Ini tentang masa silam
Yang mengendap-endap dari celah terkecil di hatiku
Perlahan menyeruak tanpa diduga.
Ini tentang masa silam
Tentang kenangan yang tak lekang oleh waktu
Tersimpan dalam Kotak Hitam berdebu

Kini tiba-tiba kau hadir
Memintaku tuk kembali mengisi celah di hatimu.
Tak sadarkah kau, Tuan?
Bahwa ada luka yang tersisa dari kisah kita
Bahkan waktu, tak juga merapikan sejarah kita.
Semuanya masih tergenggam erat dalam sebuah kenangan.

Lalu apa yang kau ingin dari sebuah hubungan kita sekarang?
Adakah beda di setiap akhir?
Atau akankah berakhir sama dengan yang terakhir?

Kepada masa silam, kenapa tak kita rebahkan dua rindu yang saling mengaduh.

Admirer

Admirer

Sama seperti kemarin, semua perasaanku padamu. Tak ada yang berubah. Aku tetaplah pengagum semua tulisan yang berderet panjang di linimasamu.  Tapi, anehnya aku hanya berani membaca,  tanpa ingin kamu ketahui.  Padahal banyak kata-kata di linimasamu yang ingin kukutip atau sekadar kutekan tombol favorite.  Sayangnya, aku belum berani menunjukkan keberadaanku. Terlihat gila ya? That's me. 


Aku juga orang yang setiap pagi menunggu derap langkahmu yang tenang saat memasuki tempat, di mana kamu biasa menikmati sarapan pagimu dengan sebuah laptop sebagai teman setia. Lalu, aku akan berusaha mencegah temanku untuk melayanimu. Hanya dirikulah yang berhak mencatat dan mengantarkan menu kesukaanmu: secangkir ekspresso, dan Sandwich Tuna.  Tidak ada yang lain. Bahkan, aku rela menukar jam kerja, demi bertemu denganmu setiap pagi.


 Semua teman-teman kerja, menganggapku tak waras karena terlalu memujamu. Tapi, aku tak peduli. Bukankah, ada pepatah bahwa cinta tak harus dimiliki.


Dan, aku tak berniat memilikinya.


 



Kita sepasang tangan yang saling menggenggam belati, menikam satu sama lain




[caption id="attachment_2571" align="alignnone" width="500"]http://favim.com/image/16619/ http://favim.com/image/16619/[/caption]
Sambungan Hati Jarak Jauh

Sambungan Hati Jarak Jauh

"Aku belum siap dengan ini," ujarnya terisak.

Aku mendekatinya perlahan; tanganku membelai halus rambut ikalnya. Aku sengaja tak menjawab, membiarkan dia larut dalam emosinya sejenak.


Perlahan kubawa dia dalam dekapanku. Membiarkan tangisnya tumpah ruah di dada. Kurasakan tubuhnya bergetar. Ah, hatiku serasa diremas-remas.


"Aku tahu ini berat bagimu, sayang. Begitu pun diriku." Aku mengambil napas sejenak, "tapi kenyataannya semua ini harus kita jalani."


"Kalau aku merindukanmu bagaimana?" dia mendongak dengan mata penuh air mata.


"Telepon." tanganku menyentuh kedua pipinya, menghapus air mata yang berjatuhan di sana.


"Kalau aku rindu untuk melihatmu...memelukmu..." dia tak bisa melanjutkan perkataannya. Suaranya perlahan ditelan oleh derasnya air mata.


"Sayang, dengar. Kalau kamu rindu, kamu bisa kapan pun menghubungiku. Aku akan selalu menerimanya, sesibuk apa pun itu. Percayalah, ini memang tidak mudah." Aku menarik napas dalam-dalam, sekadar meredakan dada yang mulai terasa berat, "tapi, ketika kamu percaya bahwa tak ada yang berubah dari hubungan kita semua pasti terasa mudah."


 Karena jarak hanyalah jeda yang memisahkan pertemuan




[caption id="attachment_2568" align="alignnone" width="698"]http://favim.com/image/499002/ http://favim.com/image/499002/[/caption]
Bercerita dengan gambar

Bercerita dengan gambar

Belakangan ini, saya suka sekali mengumpulkan gambar-gambar entah sebagai wallpaper atau DP BBM.  Rasanya menyenangkan ketika memasang gambar yang sesuai dengan suasana hati.


Beberapa teman sampai bertanya, "kok gambar profile kamu bagus-bagus?"


Saya hanya tersenyum ketika mendapati beberapa teman menggunakan gambar yang sama.


Buat saya, gambar mampu membuat saya bercerita.


Kamu?


Hujan dan kopi