Kemeriahan 12 Tahun Perjalanan Qwords

Awal memutuskan untuk membuat blog, saya nggak pernah kepikiran untuk menjadikannya pekerjaan tetap.  Bagi saya, blog  adalah semacam pengganti diari bergembok, di mana saya bisa mencurahkan segala perasaan dan gundah gulana.
Blog pertama yang saya buat sekitar tahun 2005. Waktu itu saya masih kul…

Mengapa Orang Tua Harus Mengerti Dengan Gaya Belajar Anak?




Holla,

Udah lama ya saya nggak nulis yang berhubungan dengan anak. Kebetulan kok pas saya lagi kangen sama murid-murid di sekolah. Mungkin saja tulisan ini bisa mengobati kerinduan saya akan murid-murid. FYI, bahwa sebelum menjadi full time blogger, saya adalah salah seorang Guru Taman Kanak-Kanak di Surabaya.


Saat masih mengajar dahulu saya sering banget mendapat curhatan/keluhan orang tua yang kebingungan gimana ngajarin anak.  Ada berbagai permasalahan yang masuk di antara kesulitan bikin anak konsentrasi, kesulitan ngajarin anak membaca, dll.

Sebagai seorang guru tentu saya memberikan saran dan beberapa cara supaya bisa diterapkan di rumah. Ada yang sukses dan ada yang balik beberapa kali karena merasa anaknya tidak mengalami perubahan.

Ada sebuah cerita menarik. Ada seorang Ibu yang beberapa kali datang menemui saya. Katanya anaknya tidak mengalami kemajuan tentang huruf. Padahal beberapa kali saya sudah memberinya metode yang bisa diterapkan di rumah. Selidik punya selidik ternyata dia gak pernah nerapin apa yang saya minta. Dueng. Oalah yo.

Revolusi Mental Ala Blogger

Holla,

Belakangan ini istilah Revolusi Mental yang digaungkan oleh Jokowi pertama kali telah mampu menarik perhatian banyak orang. Bahkan mulai diterapkan hampir di seluruh lini kepemerintahan yang ada. Harapannya sih dengan adanya revolusi mental akan membuat perubahan yang lebih baik bagi negara…

Me and My Style Story



Holla,

Bicara soal penampilan. Dulu, saya terbilang lumayan cuek. Mana pernah sebegitu detailnya dengan apa saya pakai. Prinsip saya sih pokoknya nyaman saat dipakai.

Di antara 3 wanita di rumah: saya, mbak Dini dan Mami. Mamilah yang terbilang sangat peduli dengan yang namanya penampilan. Mulai dari warna pakaian, model baju sampai asesoris penampilan pun sudah dipikirkan matang-matang.

Sampai ada yang nyeletuk, "Mamimu lebih gaul dari kamu."

Urusan perawatan wajah pun Mami jagonya. Beliau saya peduli dengan kulit wajah. Beberapa klinik kecantikan pernah beliau coba untuk mendapatkan hasil kulit yang paripurna kayak artis korea.

Pokoknya beda jauh deh antara Mami dan saya.

From Tokyo Bowl To Tokyo Tower: Cara Enak Pergi Ke Jepang



Holla,

Sebelum resmi menjadi penggemar Drama Korea, saya sudah lebih dulu akrab dengan Dorama Jepang. Bahkan, Jepang sudah masuk menjadi salah satu negara yang paling saya ingin kunjungi. Saya ingin melihat keindahan bunga Sakura yang mekar dan tentu berfoto di depan landmark Tokyo Tower. Sedap nggak sih?

Karena sampai saat ini belum kesampaian pergi ke Jepang. Marilah kita coba dulu berkenalan dengan kuliner Jepang. Salah satu orang yang mengenalkan saya pada makanan Jepang adalah Astrid--teman kuliah. Teman saya yang satu ini hobi banget makanan Jepang. Hampir tiap minggu dia membawakan kami Shushi hasil bikinannya sendiri. Saat merayakan ulang tahun pun tak jauh-jauh dari restoran Jepang.

Astrid jualah yang mengenalkan saya pada Hoka-Hoka Bento, seebuah restoran siap saji bergaya Jepang. Waktu itu saya sempat hampir nggak mau diajak ke situ soalnya lidah saya belum pas untuk makanan Jepang. Eh, ternyata di Hoka-Hoka Bento menunya variatif dan rasanya sudah disesuaikan dengan lidah orang Indonesia.

Kuliner lainnya: Mencicipi Ayam Top Dubai

Wih, ini yang enak