Saturday, September 27, 2014

Tanpa judul

Kamu ingat? Aku pernah meminta satu hal kepadamu untuk terus tetap di sisiku. Menemani hariku, menggenggam erat tanganku dan mengatakan 'semua akan baik-baik saja'

Aku memercayaimu. Sebesar hati yang kuserahkan padamu.

Lalu, 
Sekarang kamu menghilang. Melupakan janji yang pernah kaubisikkan di telingaku. Ironi bukan?
Ketika aku memercayaimu. Namun, kamu lupa untuk percaya kepadaku. Bukankah cinta itu timbal balik?
Entahlah.

Tak adakah cinta yang tersisa, Sayang?







Perpisahan

Tak pernah ada yang menginginkan perpisahan. Tapi, kalau terus bersama semakin membuat luka itu menganga lebar tanpa ada penyelesaian. Melepaskan salah satu jalannya.

Semua merasa sakit itu pasti. Namun, terlalu lama menyimpan luka akan membuat orang di sekelilingmu terluka.

Friday, September 19, 2014

10 Daftar/harapan

Setiap orang punya harapan/keinginan yang membuatnya tetap semangat menjalani hidup. Berikut ini 10 daftar harapan yang saya inginkan di dalam hidup.

1. Menikah dalam waktu dekat
2. Salah satu naskah novel saya diterbitkan
3. Mengunjungi salah satu negara di Eropa
4. Kembali mengunjungi Baitullah
5. Tidak lagi menjalani operasi
6. Bisa membuat papi dan mami tersenyum
7. Memiliki taman bacaan pribadi
8. Berkeliling Indonesia
9. Selalu sehat
10.Tetap menulis

Book Review: Notasi

Dokpri


Judul Buku   : Notasi
Penulis         : Morra Quatro
Penerbit       : Gagas Media
Tahun Terbit : Cetakan Pertama, 2013
Tebal            : 290 halaman

Blurb:
Rasanya, sudah lama sekali sejak aku dan dia melihat pelangi di langit utara Pogung. Namun, kembali ke kota ini, seperti menyeruakkan semua ingatan tentangnya; tentang janji yang terucap seiring jemari kami yang bertautan.
"Segera setelah semuanya berakhir, aku pasti akan menghubungi kamu lagi."

 Itulah yang dikatakannya sebelum dia pergi. Dan aku mendekap erat-erat kata-kata itu, menanti dengan harap. Namun, yang datang padaku hanyalah surat-surat tanpa alamat darinya. Kini, di tempat yang sama, aku mengurai kembali kenangan-kenangan itu.



****
Review:

Jujur, awal saya membeli novel ini karena saya tertarik dengan cover depannya yang vintage, walaupun saya bukan penyuka barang-barang antik. Tapi, cover depan yang sederhana itu terlihat unik. Alasan kedua saya membeli buku ini adalah ini kali pertama saya membaca karangan Morra Quatro ini. Bukannya, saya tak kenal dengan nama penulis ini. Hanya saja, saya lebih saat itu lagi jenuh membaca buku romance.

Buku ini cukup lama nangkring di rak buku. Saya punya kebiasaan menyisakan buku yang saya anggap 'bagus' untuk dibaca belakangan dan kebetulan ketika membeli buku ini saya sedang menulis novel dengan pov 3. Dengan alasan novel ini menggunakan pov 1. Jadi, saya menunda membacanya.

Tuesday, September 16, 2014

#30HariNgeblog: Back To You


Kenangan itu ada di mana-mana. Kamu tidak akan bisa menebak kapan kenangan itu hadir. Tiba-tiba saja waktu seakan terhenti. Membekukan tubuh dan isi kepalamu. Hanya karena aroma parfum. Aroma yang sama milik seseorang yang pernah menyewa sebagian hatimu.

Pada awalnya aku hanya datang ke kedai kopi ini untuk membeli secangkir kopi hitam. Memenuhi asupan kaffein agar mataku yang berat ini tetap terjaga. Seperti biasa aku berjalan menuju kasir, menyebutkan nama minuman yang akan kupesan, kemudian membayar sejumlah harga yang tertera.

Sembari menunggu barista meracik minuman yang kupesan, kukeluarkan ponsel. Mengecek beberapa email yang masuk, lalu menulis status bahwa aku sedang menunggu kopi selayaknya anak gaul jaman sekarang. Ya, setidaknya biar kelihatan bahwa diriku aktif di media sosial.

Lamat-lamat aku menghidu aroma lavendel bercampur citrus. Beberapa detik aku terdiam. Indra penciumanku seakan tidak asing dengan aroma ini. Aroma yang menemani setiap hariku --setahun yang lalu.  Lalu, potongan kenangan yang telah kusimpan satu persatu menyeruak lengkap dengan siluet tubuh Alia saat terakhir mengucapkan selamat tinggal.

"Kita nggak bisa bersama lagi, Attar. Ada mimpi yang harus kukejar. Dan, itu bukan denganmu."

Rasa perih di dadaku kembali terasa ketika ucapan terakhir Alia setahun yang lalu kembali terngiang. Segalanya masih terasa nyata untukku.  Seakan kini berdiri di hadapanku. Sekuat apa pun aku berusaha melupakan namanya. Nama Alia telah menjejak kuat di sudut hatiku. Ada banyak cerita manis yang kita alami bersama. Serta merta tak mudah menghapus nama Alia dari benakku.
"Mas. Pesanannya."
"....."
"Mas...!"

Suara barista membuatku tersadar. Dengan cepat aku meraih gelas plastik berisi kopi pesananku, lantas melangkah ke luar kedai dengan perasaan tak menentu.  Sialnya, pagiku mulai dengan kenangan masa lalu.


Back to you
It always comes around

Back to you

I tried to forget you

I tried to stay away
But it's too late 
Over you
I'm never over
Over you
Something about you
It's just the way you move
The way you move me

(Back to You-John Mayer) 







#30HariNgeblog: Orang Ketiga


"Pernah nggak kamu mencintai seseorang, tapi tidak bisa memilikinya?" tanyaku pada Kinara. Disela-sela kesibukan kami mempersiapkan ide storyboard untuk sebuah iklan minuman ringan.

Gadis yang mengenakan blouse tanpa lengan berwarna coklat itu mengernyitkan dahinya ke arahku. "Bertepuk sebelah tangan?" dia balik bertanya.

Aku menggeleng. "Bukan itu maksudku"

"Lalu?" Kinara memutar kursinya tepat ke arahku. Kini, fokus perhatian gadis itu tertuju padaku.

"Saling mencintai. Tapi, sayangnya tidak bisa memilikinya," jawabku menerawang. Mengingat Wisnu. Lelaki yang beberapa bulan dekat denganku.

"Jangan bilang.?" Kinara terlihat ragu untuk melanjutkan pertanyaannya.

Ketika aku mengangguk. Gadis itu menutup mulutnya sebagai bentuk kekagetannya. "Bagaimana ceritanya, Thalia?"

"Aku bertemu dia di acara reuni sekolah. Namanya Wisnu. Lelaki itu dua tingkat di atasku," aku berhenti. Siluet wajah Wisnu berkelebat di benakku.  "Itu kali pertama bertemu.

Menurut Wisnu, dia sudah lama melihatku ketika duduk di bangku sekolah. Namun, lelaki itu tak berani mendekatiku karena aku anak salah satu guru di sana. Kamu tahulah gimana rasanya?" Aku tertawa kecil.
"Jadi, lelaki itu sudah lama mengagumimu?" tanya Kinara.

Aku mengedikkan bahu. "Entahlah. Mungkin iya. Mungkin juga tidak."

"Bagaimana kamu tahu lelaki itu sudah ada yang memiliki?"

"Ketika bersalaman dengannya. Aku melihat sebuah cincin tersemat di jari manisnya. Saat itu waktu seakan terhenti, Nara. Patah hati sebelum memiliki rasanya lebih menyakitkan."

"Kalau kamu tahu dia sudah menikah. Kenapa kamu lanjutkan?" aku mendengar nada cibiran dari ucapan Kinara barusan.

 "Cinta membuatku bodoh." Aku tertawa kecil. "Kami saling mencintai. Hanya saja bertemu di waktu yang salah."

"Kamu sadar kalau itu akan membuatku sakit dan ada seseorang di sana yang kamu sakiti hatinya." Benik hitam bulat milik Kinara mengunci pandanganku.

"Aku sadar. Cukup sadar." Aku menghela napas. "Aku sudah cukup puas untuk menjadi nomor 2."

"Sampai kapan, Thalia?"

Pertanyaan Kinara seperti anak panah yang melesat langsung ke hulu hatiku. Menggoyangkan sedikit pertahananku."

Aku nggak tahu," jawabku lirih. Mataku memanas, dadaku bergejolak. Kugigit bibir bawahku keras-keras. Supaya air mata yang mulai menggenangi kelopak mataku tidak jatuh.

Kinara merengkuhku dalam pelukannya. Membiarkanku menumpahkan segala emosi yang bersemayam di dadaku.

"Kalau kamu tak sanggup untuk menunggu. Maka, berhentilah sekarang," bisik Kinara saat tangannya mengelus lembut rambutku.

Postingan ini untuk meramaikan #30HariNgeblog

Thursday, September 11, 2014

#30HariNgeblog: Secangkir Coklat Panas


Aku baru saja menginjakkan kaki di kubikel ketika kulihat secangkir minuman yang masih mengepul di atas meja kerjaku. Aku menaruh tas di atas meja, kemudian menyandarkan tubuhku di kursi yang bisa berputar.

Rasa hangat menjalar di telapak tangan saat cangkir itu berada di dalam genggamanku. Secangkir coklat panas. Minuman kesukaanku. Aku menghidu aromanya, lalu menyesapnya perlahan. Rasa manis bercampur gurih mengalir di tenggorokanku. Menciptakan kehangatan yang merambat di seluruh tubuh.

#30HariNgeblog




Hallo!

Teman-teman blogger seluruh Indonesia. Masih bersemangat untuk mengisi blog kalian?

Kali ini saya dan teman saya Wulan Sari mau bikin acara seru-seruan. Namanya #30HariNgeblog. Di sini kita akan berlatih menulis blog selama 30 Hari. Ya. 30 Hari.
Tertarik?

Tentu saja setiap harinya kami akan melempar tema yang berbeda. Kalian harus menulis sesuai tema yang diberikan. Kadang tema itu bisa berupa gambar, kutipan, judul, atau lirik lagu. Dan, tugas kalian adalah mengesekusi sesuai kemampuan kalian. 

Syarat dan Ketentuan #30HariNgeblog

  1. Semua blogger boleh ikutan
  2. Posting ulang tulisan ini di blog masing-masing
  3.  Untuk tema setiap harinya akan di update di blog ini
  4. Teman-teman bisa menyumbang ide tema dengan mention di twitter @woelancywol dan @child_smurf atau di facebook https://www.facebook.com/woelan.cywol dan https://www.facebook.com/swastikha . Jadi nanti ide tema akan di update di sini dan kalian juga harus update juga. Jangan lupa kasih hastag #30HariNgeblog
  5. Jangan lupa untuk men-share postingan ini agar banyak yang ikut dan tentunya akan semakin seru.
  6. Hari Sabtu dan Minggu libur ya. Agar kegiatan ini tidak mengganggu kegiatan liburan kalian saat weekend dan juga untuk yang telat ikutan #30HariNgeblog bisa menebusnya pada hari Sabtu dan Minggu. 
  7. Kegiatan ini dimulai pada hari Kamis, 11 September 2014 sampai Rabu, 22 Oktober 2014
  8. Jangan lupa pasang logo #30Hari Ngeblog di blog masing-masing 
  9. Setiap harinya jika sudah selesai menulis silakan mention di twitter @woelancywol dan @child_smurf atau di facebook https://www.facebook.com/woelan.cywol dan https://www.facebook.com/swastikha . Jadi nanti tulisan akan di update di sini dan kalian juga harus update juga. Jangan lupa kasih hastag #30HariNgeblog
  10. Pendaftaran silakan mention di twitter @woelancywol dan @child_smurf atau di facebookhttps://www.facebook.com/woelan.cywol dan https://www.facebook.com/swastikha . Dengan menuliskan Alamat blog, twitter, dan facebook. Jangan lupa kasih hastag #30HariNgeblog
  11. Dalam setiap postingan sertakan logo #30HariNgeblog di bawah postingan beserta tulisan "Postingan ini untuk meramaikan #30HariNgeblog"
  12. Kegiatan ini tidak dipungut biaya dan tentunya tidak berhadiah juga :D
  13. Ini syarat yang paling penting yaitu HARUS SEMANGAT!! Demi diri sendiri kok ^^
Tema Mingguan

> Flash Fiction (11-18 September 2014)
   Membuat Flash Fiction tidak ditentukan berapa karakter yang terpenting sesuai tema yang ditentukan.
> Buku Favoritku (19-26 September 2014)
   Membuat resensi buku. Sebutkan juga kenapa menyukai buku tersebut dan sertakan foto buku bersama kalian.
> Wajib Tonton (29 September- 6 Oktober 2014)
   Membuat resensi film dan sebutkan kenapa film tersebut WAJIB TONTON!
> Dear You (7 Oktober - 14 Oktober 2014)
   Membuat surat yang ditujukan pada seseorang. Katakanlah surat terbuka.
> Artikel  (15- 22 Oktober 2014)
   Membuat artikel mengenai apapun dan beserta foto pendukung. 

Update Peserta #30HariNgeblog

  1. Wulansari- www.bebekbulat.com - @woelancywol - https://www.facebook.com/woelan.cywol
  2. Swastikha- www.kotakwarna.com - @child_smurf - https://www.facebook.com/swastikha
  3. Rani - www.gadielok.com - https://www.facebook.com/najla.gadielok
Oke. Selamat #30HariNgeblog

(*logo silakan klik kanan> save dan pasang di blog masing-masing dengan link ke http://www.bebekbulat.com/2014/09/30haringeblog.html

Tema Harian
Hari pertama, 11 September 2014
Secangkir Cokelat











(*segera di update

Friday, September 5, 2014

Cinta, meskipun menyakitkan tetaplah cinta.

Thursday, September 4, 2014

10 Hal yang membuatku bahagia

Tiap orang memiliki tingkat kebahagiaan tersendiri. Tergantung bagaimana orang tersebut memaknai kebahagiaan. Bahagia menurutku belum tentu bahagia untuk orang lain. Bisa dikatakan bahagia itu relatif. Tak ada yang sama persis. Mungkin ada kemiripan dengan orang lain. 
Di bawah ini ada 10 hal yang membuat saya bahagia, di antaranya:
1. Anak-anak
   Berada di dekat anak-anak seakan mengisi kekosongan dalam hidup. Walaupun, kerap kali tingkah mereka menggemaskan Tapi, bersama mereka saya bahagia. Anak-anak seperti corong yang bisa menularkan kebahagiaan. Bersama dengan anak-anak saya bisa tertawa lepas. 
2. Menulis
    Buat saya menulis adalah sebuah kebutuhan. Walaupun, hanya sebuah status di Facebook. Rasanya kepala ini terlalu penuh kalau saya berhenti menulis. Seakan-akan ada yang berbicara dalam kepala saya. Minta kisahnya untuk ditulis. Ya, menulis itu semacam pelepasan energi negatif setelah jenuh dengan pekerjaan atau segala sesuatu yang terasa menyebalkan. Saya pernah mencoba berhenti menulis, akhirnya saya susah tidur.
3. Membaca
   Sama halnya dengan menulis. Membaca tidak pernah terpisahkan. Membaca buku semacam mengosongkan isi kepala dari hal-hal negatif. Eit, tapi tergantung juga dengan apa yang sedang dibaca.  Biasanya saya akan mencari bacaan-bacaan ringan, seperti novel, komik, dan tulisan-tulisan di blog.
4. Belanja Buku
   Seakan ada kesenangan tersendiri saat datang ke toko buku. Menghidu aroma kertas yang baru dicetak itu seperti sebuah aromaterapi. Mencari-cari judul buku di antara tumpukan buku lainnya itu menyenangkan. Seolah-olah menemukan harta karun. Belum lagi ketika menyobek sampulnya. Buat saya ketagihan. Sssst, saya lebih suka diberi hadiah buku ketimbang yang lainnya/
5. Diakui oleh orang lain
  Disisihkan dari pergaulan itu tidaklah menyenangkan. Rasanya seakan kita ini tak punya makna. Saya lebih suka berada di dalam kelompok kecil yang mengakui kemampuan yang saya miliki, ketimbang kelompok besar yang mengecilkan arti kita. Bukankah itu menyebalkan?
6. Travelling
  Mengunjungi tempat-tempat baru selalu memberikan cerita yang berbeda. Berjalan-jalan membuat wawasan dan pengetahuan kita luas. Mempelajari hal baru yang mungkin kita lewatkan. Setiap kota mempunyai cerita, setiap perjalanan mempunyai makna. Jadi, ada yang mau ngajak saya jalan-jalan?
7. Mendengarkan lagu
   Satu hal yang saya suka dari musik adalah efeknya yang mampu mempengaruhi mood. Membuat suasana hati kita berubah-ubah. Lagu seperti sebuah penggambaran dari diri kita.
8. Mendengarkan Al Quran
   Saya punya satu surat kesukaan yaitu Ar Rahman. Setiap kali mendengarkannya seakan memberi tamparan bahwa kerap kali kita jadi manusia itu cuman ngeluh, nggak bersyukur. Padahal Allah sudah memberikan banyak kemudahan. Biasanya setelah mendengarkannya hati itu jadi adem.
9. Membuat orang lain nyaman saat berada dengan kita
   Ketika ada orang lain yang tersenyum saat kita mengajaknya bercanda itu membuatku bahagia. Bukankah memberikan makna dalam hidup orang lain itu sesuatu yang menyenangkan? Tak mudah membuat orang lain nyaman dengan kita. Itulah kenapa saya merasa bahagia saat orang lain melebarkan bibirnya setelah bertemy saya bukan nmalah berkerut-kerut. 
10. Memotret
   Mengambil gambar dari sudut yang berbeda menghasilkan gambar yang berbeda. Itulah yang suka dari memotret. Rasanya ketika berhasil mengabadikan momen yang menarik itu memuaskan hati. 

Wednesday, September 3, 2014

Heartstrings (Movie Review)

http://www.koreandrama.org/?p=9081

Title: 넌 내게 반했어 / Neon Naege Banhaesseo / You’ve Fallen for Me

Chinese Title: 為我著迷
Also Known as: Falling in Love / Heartstrings
Previously known as: 페스티벌 / Festival
Genre: Romance, music
Episodes: 15 + 1 Special
Broadcast network: MBC
Broadcast period: 2011-June-29 to 2011-Aug-18
Air time: Wednesday & Thursday 21:55

Synopsis:


Lee Shin (Jung Yong-hwa) is a university student majoring in Western Music. He is also the vocalist and guitarist of a band "The Stupid." Shin is known for his good looks, cocky personality, and strong passion for music. Everyone sees him as a cold-hearted and distant person, but he has a soft side inside him hidden away. He lacks interest in anything unrelated to music and has neither dreams nor plans for the future. He initially likes Jung Yoon-soo (So Yi-hyun), a dance professor at the university, but this all changes when he meets Lee Gyu-won (Park Shin-hye).

I Guess You Don't Know (M Signal)

www.google.com

I met you, loved you and hurt by that love
Just looking at you without being beside you, I’m a fool.
When you cried, I cried. When you smiled, I smiled.
Like a child, just following you whatever you do, I’m a fool.
I love you but you can’t hear it
I love you but you don’t know it
I shed teardrops in my heart but you don’t see it
I call out your name but you can’t hear it.
You are the only one for me but you don’t know it.
My love is blind, my love is poignant, and I can’t do that.
Just turn around and I’m right here behind you.
When you’re tired of someone else’s  love, hurt by someone else’s love
Just turn around once.
I love you but you can’t hear it
I love you but you don’t know it
I shed teardrops in my heart but you don’t see it
I call out your name but you can’t hear it.
You are the only one but you don’t know it.
My love is blind, my love is poignant, and I can’t do that.
Today I call you a thousand times..
Even though you can’t hear it.
I love you so, please look at me
I love you so, please come to me
Please come one step closer, I will wait for you.
I’m sorry because I only know you
I’m nothing without you.
Because of this bitter love, I call for you.

You don’t know…




p.s: Lagu ini bercerita tentang cinta diam-diam. Diambil dari OST Heart String. Entah kenapa kalau dengar lagu ini saya sedih.

Arti Sebuah Nama

Memiliki nama yang mencermin Ras tertentu selalu memberikan cerita tertentu. Sebelumnya, kenalkan nama saya Swastikha Maulidya Mulyana. Kalau melihat nama depan, kira-kira ada yang bisa nebak nggak saya berasal darimana?

Kata Mama arti Swastikha adalah bintang dari segala bintang. Mungkin orang tua memberi nama Swastikha dengan harapan saya akan bersinar di langit layaknya bintang. Amin.

Oke, kembali ke topik.
Gara-gara nama Swastikha ini saya seringkali dikira berasal dari Bali. Katanya nama Swastikha itu erat kaitannya dengan agama Hindu. Dulu, saat jaman kuliah beberapa teman dan dosen mengira saya orang Bali. Mereka terkejut ketika saya bilang bahwa saya madura asli. Beberapa orang tidak percaya. Sampai-sampai saya harus menunjukkan kartu identitas.

Adalagi yang mengkaitkan nama depan saya dengan lambang Nazi Jerman. Pernah ada yang nanya apakah saya keturunan Jerman. Wkwk, memangnya mereka nggak bisa melihat wajah saya yang asia banget :p

Lalu, apa arti namamu?

I'm A Gadget Freak

Bisa dibilang aku ini pencinta gadget, salah satunya telepon genggam. Di rumah orang yang paling suka gonta-ganti hp adalah aku dan kakak perempuan. Bukan bermaksud meninggikan diri, hampir semua merek ternama dicoba. Sampai-sampai kakak laki-lakiku suka sebal kalau aku sudah ngelirik ponsel baru.
Bagiku ponsel bukan hanya alat bantu komunikasi, tapi sebagai sarana relaksasi. Di ponsel saya bisa menikmati lagu, berfoto, menonton video atau mencari inspirasi.
Kalau ditanya kenapa suka berganti ponsel?
Jawabannya karena disitulah saya merasa nyaman. Selain buku, ponsel adalah benda yang membuat saya tergila-gila. Dan, menemukan ponsel yang tepat untuk diri itu tidak mudah. Itulah kenapa saya selalu berganti-ganti.
Yah. Semoga ke depannya saya nggak lapar mata lagi.

:D


Monday, September 1, 2014

Diam-diam cinta (prolog)



Pernahkah kamu mencintai seseorang dalam diam?

Aku pernah.

Aku bertemu dengannya tanpa sengaja di bawah sebuah emperan toko di kota Tua. Hari itu hujan turun tiba-tiba ketika aku asyik mengambil gambar. Seperti biasa, di saat jadwal mengajarku di sebuah sekolah musik sedang kosong. Aku memilih memotret.
Aku sedang mengambil gambar seorang gadis kecil yang tengah membawa permen kapas.  Di belakangnya seorang wanita muda yang mungkin mamanya berteriak agar gadis kecil berkulit putih, berambut ikal yang dikuncir ke atas itu untuk tidak berlari. Gadis kecil itu menarik perhatian lensaku. Momen seperti inilah yang ingin kuabadikan. 
Karena terlalu memerhatikan obyekku, aku tak menyadari bahwa langit biru cerah di atas kepalaku sudah berganti kelabu. Ribuan butiran air berjatuhan dari langit, membuatku berlari secepatnya untuk menyelamatkan Canon D Mark II kesayanganku. Sialnya, aku lupa memakai tas kedap air dan kantong plastik yang biasa kugunakan untuk melindungi kameraku. 
Kota tua yang tadi ramai menjelma bangunan kosong tak berpenghuni. Orang-orang sibuk menyelamatkan diri dari rintik hujan yang semakin besar. Beberapa pedagang yang tadi menjajakan makanan pun tak ketinggalan. Mereka membawa serta bawaan mereka untuk mencari tempat berteduh.
Aku berteduh di depan toko souvenir yang tutup ketika tahu hujan datang. Mungkin, pemiliknya malas melihat lantai basah dan kotor, karena orang-orang akan menjadikan toko mereka sebagai tempat berteduh. Aku mengibaskan bulir-bulir air di atas rambutku. Lalu, memeriksa apakah kameraku baik-baik saja. Aku bisa bernapas lega, saat mengetahui kameraku tidak terkena hujan.
Pandanganku berkeliling. Saat itulah aku melihatnya. Gadis itu berdiri tidak jauh dari tempatku berada. Sama  halnya denganku, gadis itu melindungi dirinya dari percikan renyai hujan yang masih berjatuhan.
"Cuaca memang tidak menentu. Sebentar hujan, sebentar panas." Aku membuka pembicaraan.
Gadis itu menoleh. Melemparkan pandangan takut bercampur heran. Lantas, memalingkan wajahnya ke arah yang berbeda. Gadis itu memberi pesan bahwa dia tak ingin diganggu. Aku tersenyum masam, belum apa-apa aku sudah diabaikan.
Aku mengamati gadis itu lekat. Tubuhnya mungil, kalau ditaksir tingginya sekitar 150-an. Kulitnya seputih pualam, dan kulihat pipinya kemerahan karena udara dingin. Rambut lurus hitam legam milik gadis itu dibiarkan terurai sampai menyentuh pundaknya, matanya sipit, berbingkai alis tipis melengkung, hidung mancung, dan bibir mungil berwarna fushia. Gadis itu seperti seorang anak perempuan yang terperangkap dalam tubuh dewasa.
 Aku mengeluarkan kamera, membuka tutup lensa. Kemudian memutar fokus, mencari titik yang tepat. Klik. Beberapa kali aku mengabadikan wajahnya.
Gadis itu memalingkan wajah. Menyadari bahwa sedang dipotret. 
"Berhenti memotretku."


Bersambung.....




Kotak Warna © . Design by Berenica Designs.