Kotak Warna

Wednesday, October 11, 2017

PENGALAMAN MENIKMATI SUDUT KOTA SURABAYA DENGAN AIRY ROOMS

airy rooms kotakwana



Take a moment to recharge your self with travelling

Sebagai seorang pekerja bebas yang tidak memiliki jam bekerja yang jelas seringkali membuat saya dilanda kebosanan. Sering banget saya cuman gegoleran di kasur nggak jelas, bukannya tidur malah mainan hp seharian. Padahal seharusnya saya menulis agar blog saya selalu memiliki postingan terbaru. Yah, kenyataannya malas lagi menjadi raja dalam diri saya.

Sumber dari kebosanan saya beberapa hari ini adalah dateline yang ketat dan pekerjaan rumah tangga yang datang silih berganti. Rasanya numpuk jadi satu membuat hormon kegembiraan saya turun pada level terendah.

I need some vacation, please.

Penginnya sih liburan yang agak jauhan biar sekalian ngumpul bareng keluarga. Sayangnya, keluarga besar sedang tidak bisa melakukan liburan bersama. Akhirnya saya memutuskan menginap semalam saja di sebuah hotel di tengah kota.

“Pakai Airy Rooms yuk,” ujar salah seorang teman saya.

Dia rupanya sudah beberapa kali pernah memakai jasa Airy Rooms. Sejauh ini kata dia memuaskan. Nah daripada dapat pengalaman buruk di hotel antah berantah, mending pakai Airy Rooms yang sudah terpercaya.

Monday, October 9, 2017

Berkunjung Ke Pemadam Kebakaran, Mengenalkan Anak Terhadap Bahaya Api Sejak Dini

petugas pemadam kebakaran



Saat menulis postingan tentang kebakaran ini, saya teringat dengan kenangan satu tahun silam ketika mengajar di Taman Kanak-Kanak. Sebuah ingatan yang tidak akan pernah saya lupakan.

Sebagai seorang Guru Taman Kanak-Kanak, kami harus mencari cara bagaimana menyampaikan sebuah informasi kepada anak-anak usia dini dengan tidak menggurui. Salah satunya adalah dengan praktikum. Tahu sendiri, kan, bahwa perkembangan kognisi anak usia dini itu membutuhkan sesuatu yang bersifat langsung bukan melalui teori yang muluk-muluk. Karakteristik inilah yang menuntut kami sebagai seorang Guru untuk selalu kreatif supaya bisa menyampaikan banyak informasi kepada anak-anak.

Nah, beberapa tahun belakangan ini kasus kebakaran kembali merebak. Lihat saja siaran berita di televisi atau tulisan di koran yang menayangkan tentang kasus kebakaran. Kadang salah satu penyebabnya adalah sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan. Terlihat sepele tapi ternyata membuat orang lain kesusahan.

Sunday, October 1, 2017

Ko SeungJae yang Menggemaskan di Reality Show Return Of Superman



credit: instagram/yangimhur


Ko SeungJae yang Menggemaskan di Reality Show Return Of Superman


Holla,

Seperti pada beberapa postingan sebelumnya, saya sudah cerita bahwa saya lagi jenuh posting di blog. Itulah kenapa beberapa saat saya memilih untuk mengambil jeda sejenak sambil mencari tahu akar permasalahan yang ada. Duh, ribetnya bahasa yang saya gunakan. Intinya saya tengah berusaha supaya kembali aktif menulis lagi. Doakan ya.

Postingan sebelumnya: Saya Merindukan Ngeblog dengan bebas

Salah satu cara saya untuk mengembalikan semangat nulis itu ya dengan nonton video, entah itu film, drama, youtube dan lain-lain. Kebanyakan sih yang saya tonton nggak jauh-jauh dari drama korea. Hahaha, ketahuan ya penyebab saya nggak produktif itu ternyata drama Korea.

Tuesday, September 26, 2017

Koleksi OST Drama Korea, Emang Ngerti Artinya?




"Kamu dengerin lagu Korea, Emang ngerti artinya?"



Kesekian kalinya saya mendengar pertanyaan ini dari beberapa orang dalam lingkungan saya. Mereka tahu betul bahwa selain pecinta drama korea, saya juga memiliki kegemaran menyimpan OST dari drama yang saya sukai atau telah selesai saya tonton.

Sebenarnya saya sendiri penyuka berbagai genre musik. Apalagi saya termasuk dalam kelompok lebih unggul di bagian pendengaran, musik itu udah seperti teman. Rasanya tanpa musik, kreativitas tidak bisa diciptakan. Selama lagu itu enak didengarkan dan saya suka, pasti saya akan menambahkannya dalam daftar koleksi. Walaupun bahasanya terdengar aneh di telinga.

Baca juga: 10 Alasan kenapa saya suka drama korea

Sunday, September 24, 2017

Saya Merindukan Ngeblog dengan Bebas


Beberapa bulan terakhir ini, saya merindukan masa-masa di mana bisa menulis blog dengan bebas. Bebas di sini dalam artian nggak usah memperdulikan isinya, page view, dan  share ke semua sosial media. Pokoknya setelah menulis apa pun itu, saya jadi lega.

Saya juga nyadar bahwa lambat laun ini akan terjadi. Ketika saya memutuskan untuk menjadi blogger sepenuhnya akan ada konsekuensi yang dihadapi. Saya nggak bisa main-main lagi. Blog ini sudah menjadi sumber penghasilan sehingga harus saya kelola dengan baik. Begitu juga dengan isi dari blog ini. Saya harus memilah-memilah ide yang bermunculan di otak saya apakah tepat jika harus diposting blog.

Bukannya saya sudah nggak boleh nulis yang aneh-aneh. Hanya saja, saya harus mempertimbangkan banyak hal sebelum mengunggahnya di blog. Ada perasaan banyak orang harus dijaga termasuk saya.

Baca: Writing Therapy