Cara Perawatan Jam Tangan Casio G-Shock

Jam tangan Casio G-Shock adalah salah satu jam tangan keluaran perusahaan Casio. Perusahaan asal Jepang yang didirikan di Tadao Kashio sejak tahun 1940. Jam tangan keluaran Casio tidak perlu diragukan lagi kualitasnya, karena jam tangan perusahaan Casio bisa dijamin 100% adalah jam tangan kualitas…

Dua Sisi Media Sosial

Dua Sisi Media Sosial- Sejatinya, sebagai makhluk sosial manusia memiliki kebutuhan dasar untuk didengar dan diperhatikan oleh orang lain. Hal inilah kemudian mendasari munculnya media sosial. Salah satu fungsinya adalah memfasilitasi kita akan kebutuhan di atas. 


Sebelum kehadiran Facebook, kita lebih dulu kenal yang namanya MIRC, multiply, blog. Orang-orang berbondong- bondong mencobanya. Saya salah satunya. Sempat kecanduan yang namanya chat pakai mirc. 

Lalu, muncullah yang namanya Facebook dengan tampilan yang berbeda dari Friendster. Awal mencoba sempat kebingungan lantas menjadi kecanduan. Rasanya tanpa mengupdate status terbaru di Facebook ada yang kurang.

Kamera Menemaniku Membekukan Kenangan


Kamera menemaniku Membekukan Kenangan- Saya nggak ingat jelas mulai kapan penasaran dengan yang namanya fotografi. Kalau nggak salah pas SMA. Kebetulan banget baru tahu yang namanya internet. Dulu, tiap pulang sekolah suka mampir warnet untuk nyimpan gambar-gambat yang saya suka pakai disket. Pokoknya suka banget lihat foto-foto yang cakep dan suka penasaran bagaimana cara mereka mengabadikan gambar itu. Saking sukanya, ngelihat orang bawa kamera aja udah bikin mata saya berbinar-binar.


Pas kuliah hasrat sama fotografi mulai berkurang. Waktu itu soalnya lagi suka sama nulis cerpen dan hampir tiap hari mantengin laptop untuk bercengkrama dengan tokoh rekaan dan maklumlah pada era itu yang namanya kamera itu semacam barang mewah. Dan, yang namanya fotografi belum se-happening sekarang gara-gara munculnya instagram. Semua orang jadi latah beli kamera-lah, tongsis, hape dengan kamera keren demi menjadi kekinian.

Kamera pertama saya adalah Kodak yang analog. Masih menggunakan film dan asyik aja pas motret. Soalnya kita nggak pernah tahu gambar mana yang berhasil dicetak dan mana yang kebakar. Lalu, saya mulai bosan dengan kamera analog soalnya tren mulai beralih menjadi digital. Kamera digital saya pertama adalah Q1. Selalu ikut kemana saja saya pergi. Waktu itu fokusnya masih suka motret diri sendri dan orang lain. Belum kepikiran yang aneh-aneh dan buta soal teknik fotografi. Ya, buat senang-senang aja deh.

Kelas Yoga Alam dengan Pilihan Hotel di Sukabumi

Kelas Yoga Alam dengan Pilihan Hotel di Sukabumi
Pada era keterbukaan informasi seperti sekarang ini, kita hampir tidak bisa memiliki rahasia sama sekali. Kehadiran Media sosial semakin mempersempit ruang privasi kita dan bahkan dengan mudahhnya kita menemukan orang-orang yang dulu susah sekali di…

Pertanyaan-Pertanyaan yang Sering Diajukan pada Blogger

Blogger itu Apa?
Holla,


Semingguan lebih nggak update blog ternyata berdampak pada peringkat Alexa yang menggendut. Andaikan nilai Alexa ini bisa dirupiahkan, lumayan loh bisa beli ponsel keluaran terbaru untuk menambah kekece-an penampilang. Sayangnya, itu cuman diangan-angan. *bangun dari mimpi.

When I'm Out From The Comfort Zone and How I Deal With It

Comfort zone

Holla,

Di saat Blogger lain menulis tentang perkembangan blognya, saya lebih memilih menulis tentang satu peristiwa yang cukup memberi warna di penghujung tahun 2016. Buat yang sudah berteman dengan saya di Facebook mungkin sudah pada tahu bahwa per Desember kemarin saya sudah tidak lagi aktif bekerja menjadi Guru Taman Kanak-kanak.

Sebenarnya keinginan saya untuk keluar dari pekerjaan sudah lama banget digaungkan tapi belum punya keberanian untuk mengutarakannya. Baru sekedar keinginan sendiri. Alasannya saya udah merasa capek dan kondisi fisik saya sudah banyak mengalami kemunduran. Aktivitas yang terlalu padat suka bikin imunitas menurun dan ujungnya tidak masuk kerja dalam jangka waktu yang lama. Sampai pada awal Desember lalu saya berani membicarakannya pada ortu. Dan, alhamdulillah mereka setuju.

Ternyata Cinta Belum Benar-benar pergi


Dear kamu,


Kupikir semua akan baik-baik saja. Setelah bertahun-tahun aku tak lagi mendengar kabarmu. Selama ini aku berusaha keras mengenyahkan segala pikiran tentangmu.

Adakalanya rasa penasaran menggelitikku untuk mencari tahu tentangmu. Lewat media sosial kita yang nyatanya masih terhubung. Tapi aku memilih menutup semua perasaanku yang berhubungan dengan kamu.