Apa kabar mimpi?

Apa kabar mimpi?

masih ingatkah kamu tentang sepasang janji kita?

Atau semuanya memang tidak pernah nyata

Cinta

Ada perih
ada luka
tertinggal karena cinta
tapi tak mengapa
bukankah Tuhan seringkali membuat kita terluka
sampai akhirnya dipertemukan
dengan cinta sebenarnya
semoga saja



Aku telah mempersiapkan hatiku terluka, bahkan sebelum jatuh cinta padamu

Pria Peramu Kata (9)

Dear Kamu,
Hai, bagaimana puasa pertamamu hari ini? Semoga lancar sampai Adzan berkumandang nanti.
Pagiku hari ini dimulai dengan sebuah senyuman. Aku tersenyum mengingat pembicaraan kita semalam. Pembicaraan tentang potongan rambutmu, pose fotomu. Ah, memang sangat sederhana, tapi bagiku pembicaraan…

Jodohku

Jodohku,
Mungkin belum saatnya aku dan kamu bertemu
Belum saatnya juga kita dipertemukan
Saat ini kita hanya sepasang manusia yang tak saling mengenal
Terbentang jarak bahkan juga dipisahkan oleh waktu
Bersabarlah,
Kelak jika masanya sudah tiba, pasti kita akan bertemu
Seperti mimpi-mimpi kecil yang kita …

Ramadhan

Alhamdulillah, ternyata masih diberi kesempatan untuk bertemu lagi dengan bulan Ramadhan. Semoga Ramadhan kali ini membawa berkah dan perubahan yang dalam diriku. Aminnn

Hari ini puasa pertama, semoga lancar sampai adzan Magrib.

Buat semua pembaca blogku, maaf lahir dan bathin ya

Doa

Kelak aku ingin jari-jemari kita saling bertautan; mengikat janji semati di hadapan Tuhan

Lesap

Secangkir Kopi di atas meja, uapnya lesap oleh kerinduan.

Riuh

Tepukan riuh di dadaku perlahan menguap. Tak ada lagi gemuruh, gempita yang menyesakkan. Mungkinkah pertanda pesta telah usai?
Kemana perginya riuh di dadaku, rasa hangat yang berlompatan?
kini tertinggal  hanya kehampaan

Genggaman tangan

Jika genggaman tak lagi erat, mungkin melepaskan adalah jalan yang terbaik

Bersinggungan

Ternyata jarak dan waktu sedang bersinggungan. Tak ada satu pun dari mereka yang berniat untuk memenangkan kisah cintaku.

Kerinduan

Aku memilih merayakan kerinduanku dengan secangkir madu hangat. Supaya cinta tak melulu getir.

Pria Peramu Kata (8)

Dear Pria Kata,
Hai, apa kabar gerangan kamu di seberang sana? Baik-baik saja kan. Belakangan ini kita jarang bertegur sapa ya? Kamu dan aku sama-sama sibuk, atau kita aja yang mulai merentangkan jarak?
Entah benar atau tidak yang aku rasakan. Kamu tidak lagi hangat, dan mulai menjauh dariku.
Ah, suda…

Bertaruh dengan waktu

Aku sedang bertaruh dengan sang waktu. Siapa yang lebih dulu lelah menunggu: Aku atau kamu

Perasaan

Aku sedang tak ingin bermain-main dengan perasaanku. Hatikulah kelak yang akan menjadi taruhannya.

Sepasang Senja

Kita adalah sepasang senja
yang semburatnya selalu di nanti
waktu seringkali tak berpihak
karena dengan cepatnya senja merangkak pergi
terusir oleh pekatnya malam
Kita adalah sepasang senja
hadirnya selalu ditunggu
namun cepat berlalu
sama seperti kenangan; usang kala semua berakhir
adakah senja yang selalu…

Kringgggg, sebuah surat untukmu

Dear Kamu,

Nggak tahu harus nulis apaan?  Kata-kataku sudah hilang sebelum aku tuliskan padamu.



Satu kata saja...



Aku rindu



Salam Hangat,



Aku

Mencintaimu dengan sederhana

Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
menjadi seseorang yang selalu ada
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
seperti arakan awan yang selalu setia pada langit
Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana
cukup dengan melihatmu bahagia



Kelak, aku ingin jemari kita bertautan di depan Tuhan

Kecewa

Dear Kamu,

kenapa harus seperti ini?

Bahkan sebelum takdir membiarkan jemari kita bertautan

mimpi-mimpi kecil pun belum sempat kita jelang...

Salahkah aku?

Masihkah kau ragu?

Harus seperti apa aku bersikap?

Begitu kecilkah pengorbanan yang telah aku berikan.

Katamu cinta itu tanpa pamrih

Lalu, kenapa kau hi…

Sudut

Berkali-kali aku melirik jam di pergelangan tanganku dengan gelisah. Sudah sejam aku di sini, sendiri.
Aku mengangkat cangkir kopiku yang panasnya telah menguap.. Getir, rasa itulah yang kini tertinggal di lidah dan juga –hatiku.
Setiap pintu resto ini terbuka, secara spontan pandanganku mengarah ke …

Jenuh

Berungkali aku tepis semua rasa ini. Tapi, tetap saja menjejak dalam hatiku. Tak pernah aku pahami mengenai semua ini.
Aku mencoba mencari jawabannya, tapi tetap saja berakhir dengan rasa yang sama.

Aku jenuh; pada kamu.

Pria Peramu Kata (7)

Dear Pria Peramu Kata,

Terima kasih telah mengijinkanku mengetuk kesunyian hatimu.
Terima kasih telah mengijinkanku bersandar sejenak di bahumu
Terima kasih telah membiarkanku mengulas senyuman di wajahmu
Terima kasih telah mengijinkanku menghapus semua dukamu

Salam Hangat,

Pengagummu

Pria Peramu Kata (6)

Dear Kamu,
Kenapa aku mulai merasakan rindu padamu? Merindukan bagaimana sajak-sajakmu terangkai di Time Line. Aku suka tersenyum geli, saat pertama kali kita berkenalan.
Ah, aku keGR-an. Bukankah semua pria penyajak itu ramah dan idola wanita. Benarkah itu? Benarkah aku keGR-an, atas sikapmu.

Dan sek…

Know the News