Seketika Kena Virus Kpop

Seketika Kena Virus Kpop





Sebagai penggemar Drama Korea, sepertinya saya tidak bisa menolak gempuran dari Korean Wave yang makin gencar. Mulai dari ingin mencoba makanan korea yang sudah saya jabanin, pakai produk kecantikan korea seperti Sheet Mask dan produk Shooting Gel yang tengah hype juga udah, koleksi OST Drama Korea tentu saja. Itu semua sudah terjadi pada saya.

Dan, ternyata tidak hanya berhenti di situ saja. 

Malah belakangan ini playlist lagu di smartphone saya isinya Kpop semua. Bukan hal baru sih sebenarnya saya tertarik sama KPOP, tapi vakum karena dunia Idol kurang menarik perhatian. Yah, hanya tahu beberapa tapi tidak menggilai sangat. 

Gara-gara keseringan ikutan Grup Pecinta Drama Korea, dan beberapa dari mereka juga suka bahas kehidupan para Idol. Diam-diam hati saya berkhianat. Apalagi dunia idol penuh dengan lelaki muda yang unyu dan menggemaskan. Saya menyerah, cin. Terceburlah saya ke dunia Idol. 

Dulu, dalam benak saya lelaki yang pandai menari, bersolek itu kurang menarik perhatian. But, semua terpatahkan ketika saya mulai kepo sama kehidupan para Idol. Dibalik bersinarnya para Idol di atas panggung, ada kerja keras yang harus mereka lakukan dan juga kerasnya persaingan yang terkadang membuat hidup mereka terasa lebih berat. Udah sering, kan kita dengar berita seorang idol yang bunuh diri? Yah, tahulah bahwa apa yang kita lihat tidak seindah kenyataan.

Back to the topic.

Saya bukanlah tipe penggemar yang hanya tertuju pada satu bias atau fandom. Saya lebih ke suka pindah-pindah ke lain hati. Dari Boice pindah Wannable lalu mendadak berubah jadi Ikonic. Terserah apa kata hati aja.

Saja bukan penggemar yang posesif sama idol. Saya lebih bahagia ketika idola saya bahagia dan juga nggak menangis darah saat salah satu dari mereka tiba-tiba mengumumkan punya pacar. Asal tahu saja, beberapa penggemar di luar sana mmenyeramkan. Tekanan dari penggemar menyebabkan para Idol harus merelakan kebahagiaan mereka.

Masa-masa saya untuk menggilai satu idola itu sudah lewat. Sekarang saya hanya lebih ke arah mengagumi karya-karya mereka atau sekadar menjadikan foto mereka sebagai latar belakang ponsel. Thats it!

Selebihnya saya lebih senang menganggap mereka seperti manusia biasa.

Dari sekian banyak Idol yang bermunculan, saya hanya menyukai beberapa grup saja. Sini saya bisikin ya

CNBLUE



Kenal CNBLUE bermula dari nonton drama Heartstring yang dimainkan oleh Jung Yong Hwa. Saya pikir Yonghwa bukanlah penyanyi, eh ternyata setelah tanya sama teman yang sama suka Drakor. Saya baru tahu kalau Yonghwa adalah pemimpin dari Grup Band CNBLUE. 

Mereka mungkin tidak piawai menari tapi jago memainkan alat musik. Lagu-lagunya juga easy listening. Itulah kenapa saya sampai saat ini masih bertahan menyukai mereka. Selain jago main musik, akting mereka di drama juga oke. Multi talenta gitu deh.

Saya harus bersabar menunggu mereka yang tengah kompak ikutan Wajib Militer.


Wanna One



Saya tahu Wanna One dari keponakan tapi saat itu aku masih ya sekedar tahu aja. Bahkan belum tertarik melihat video mereka di Youtube. 

Setelah tahu kalau Wanna One itu boyband yang dibentuk dalam acara Produce 101, yaitu ajang idol survival. Saya nonton dong program itu karena penasaran dengan cara terbentuknya mereka. Voila, saya langsung jatuh cinta.

Mereka tidak hanya punya visual yang tampan namun bakat yang juga luar biasa. Byuh, para Idol itu kalau latihan nari sampai berjam-jam dan bagaimana mereka jatuh bangun sebelum tergabung dalam Wanna One.

Buat pengikut di Instagram pasti tahu kebiasaan saya yang sering menggunggah foto-foto mereka lewat insta stories.


IKON


Ajang Asian Games membuat saya kenal lebih dekat dengan IKON. Lagu mereka Love Scenario sudah membius jutaan penduduk Indonesia, termasuk saya. Setelah melihat mereka tampil di TV, saya buru-buru mencari tahu mereka di media sosial dan youtube.

Alhasil, saya nggak bisa move on dari IKON. Lagu-lagu mereka malah sering menemani saya saat menulis atau ketika membuka Youtube. Bahkan, saya memilih lagu mereka ‘Killing Me’ sebagai nada dering Alarm. Haha, biarin aja dah dibangunin sama mereka.

Apakah daftar idol yang saya sukai akan bertambah? Entahlah, selain mereka bertiga saya belum penasaran sama Idol lainnya. Paling hanya sekadar mendengarkan lagu mereka saja, belum sampai dalam tahapan mencari-cari tahu soal mereka di mesin pencaharian.

Ada yang suka Kpop juga?








Deliveree, Jasa Logistik Darat Terlengkap Kini Hadir Di Surabaya

Deliveree, Jasa Logistik Darat Terlengkap Kini Hadir Di Surabaya

Deliveree Surabaya


Deliveree Hadir Di Surabaya


Berterima kasihlah pada teknologi yang terus berkembang karena di jaman serba canggih ini, mencari armada pengirim barang itu sama mudahnya dengan memesan makanan via aplikasi yang belakangan ini udah menjadi gaya hidup di masyarakat. 

Kalau dulu yang namanya kirim barang ukuran besar harus ribet karena kudu cari no telpon jasa mobil rental/carter yang terpecaya, kini bisa memesan langsung lewat aplikasi. Mudah, cepat, dan aman.

Apaan sih, emang ada ya?

Deliveree adalah penyedia layanan logistik darat terlengkap dan terkemuka di Indonesia. Didukung oleh teknologi canggih yang memudahkan pelanggan memesan jasa menggunakan aplikasi mobile atau Web Deliveree. 

Deliveree merupakan perusahaan internasional yang kemudian melebarkan sayapnya ke Indonesia yang lebih dulu menjangkau kawasan Jabodetabek dan Bandung. Kini, hadir untuk melayani melayani masyarakat Surabaya dalam bidang jasa logistik. 

Untuk area pengiriman kota di Surabaya dan sekitarnya, kamu bisa memesan armada engkel box, van, pickup dan mobil ekonomi. Pastikan ya pesanan kamu sesuai dengan kebutuhan. Jika barangnya kecil seperti kardus, kamu bisa menggunakan armada mobil ekonomi, tapi kalau ranjang/tempat tidur pilihnya Pickup atau engkel box. 

Deliveree Surabaya juga meluncurkan layanan antar Kota (FTL-Full Truck Load) pada tanggal 11 Oktober yang mencakup 23 kota di seluruh pulau Jawa dengan armada yang lebih besar mulai dari double engkel, CDD Long sampai Fuso tentu dengan tarif yang masih terjangkau untuk kamu para pebisnis atau mencari jasa pengiriman Surabaya yang murah.

Aman?

Aman dong. Jangan takut barangmu hilang di jalan. Teknologi dari Deliveree memungkin pelanggan untuk memantau via aplikasi sampai di mana barang kita berada. Juga tersedia layanan chat dengan pengemudi, sapa tahu kamu termasuk orang yang insecure yang selalu ingin tahu apakah barangmu baik-baik saja.

Bisa.


Kemudahan yang didapatkan Saat Menggunakan Jasa Deliveree

Pemesan Menggunakan Aplikasi Mobile dan Web


Cara kerja pemesanan Deliveree ini hampir samalah dengan pemesanan transportasi online yang belakangan ini menjadi gaya hidup. Kamu tinggal memasukkan alamat, tujuan pengiriman, dan beberapa detail yang dibutuhkan. Lalu, aplikasi akan membantu melakukan pencocokan dengan armada yang tersedia.

Aplikasinya bisa diunduh melalui IOS dan Appstore

Kamu juga bisa memesan melalui web deliveree dengan mekanisme yang tidak jauh berbeda dengan aplikasi mobile

Pilihan Waktu Pengiriman


Deliveree menyediakan pilihan waktu pengiriman yaitu pengiriman segera atau penjadwalan pengiriman sampai 2 minggu ke depan.

Harga Transparan


Kisaran Tarif Harga Deliveree Surabaya

Menggunakan jasa pengiriman konvensional itu bisa dibilang cukup ribet, harus cari koneksi juga dari orang dekat apakah pengemudinya bisa dipercaya atau tidak dan bikin pusing kepala itu adalah saat harus menentukan harga. Terkadang tarif yang mereka kenakan itu ‘belum bersih’ alias ada yang minta biaya tambahan di luar perjanjian.

Delivere memberlakukan tarif yang transparan. Harga yang tertera itu sudah meliputi armada, supir, bbm, tol dan parkir. Tanpa biaya tambahan lainnya. Semuanya terperinci dan jelas.

Histori Lengkap


Kamu bisa mendapatkan informasi yang lengkap mengenai detail pengiriman seperti tanda tangan, foto, bukti bayar, rute pengiriman dan detail pengemudi yang bisa diakses dari aplikasi.

Kehadiran Deliveree kembali menambah daftar jasa Logistik Surabaya yang tentunya memberikan lebih banyak kemudahan kepada pelanggan yang membutuhkan jasa pengiriman barang dengan harga yang lebih bersahabat, mudah diakses dengan aplikasi logistik dan aman.

deliveree surabaya



Buat yang penasaran dengan layanan Deliveree, kamu bisa mengunduh aplikasinya via App Store dan IOS. Dapatkan cashback cashback 100% dengan kode promo DLVRSBY




Salam,



My Fashion Style Story

My Fashion Style Story


my fashion style story


Sebagai perempuan yang bertubuh mungil, saya sempat kesulitan memilih busana apalagi kala itu ukuran tubuh saya juga masuk dalam kategori ‘gendut’. Untuk memilih aman biasanya saya memakai kemeja dan celana. Mau bergaya ala sekarang kok rasanya susah sekali. Pilihan pakaian saya pun hanya terbatas pada kemeja dan celana jins selebihnya sih ada gamis yang hanya saya pakai kalau sedang bepergian jauh.

Nah, setahunan ini saya mulai mengalami perubahan dalam pemilihan baju. Setelah mengalami penurunan berat badan yang lumayan, saya mulai mengurangi penggunaan celana. Alasannya sih karena Papi mulai protes dengan gaya berpakaian saya. Beliau menginginkan saya untuk tampil dengan busana sesuai kaidah yah seperti menggunakan baju yang lebih panjang. Alasan lainnya adalah celana saya banyak yang kedodoran sehingga tidak nyaman lagi dipakai.

Pas bongkar lemari untuk mengeluarkan pakaian lama, saya juga merelakan celana-celana saya ikut diangkut. Hanya tersisa beberapa untuk dipakai dalam kegiatan sehari-hari yang darurat dan butuh praktis. Bagian menyenangkan ketika isi lemarimu berkurang banyak adalah kamu jadi memiliki banyak ruang kosong untuk diisi baju baru. Modus sekali ya. Bilang aja butuh belanja baju baru.

Penurunan berat badan memberikan dampak yang cukup banyak. Saya jadi lebih berani memakai pakaian dengan tren yang ada sekarang tapi tetap dengan gaya yang berbeda.

Ada beberapa aitem pakaian yang sering saya gunakan saat bepergian sehari-hari dan juga menghadiri acara-acara formal. Semua piihan saya ini tentunya disesuaikan dengan proporsi tubuh saya yang mungil.

Simak ya.


Kemeja Panjang


kotakwarna.com
Salah Satu Kemeja Favorit


Sekarang, kemeja panjang masuk ke dalam daftar pakaian yang saya sukai. Kemeja panjang sampai di bawah lutut ini biasanya saya kombinasikan dengan legging. Biasanya saya memakai kemeja ketika acara sehari-sehari, seperti ke mall, jalan-jalan. Pilihan bahannya tentu harus yang nyaman dipakai.

Tunik


Tunik bahan Kaos juga oke buat gaya

Selain kemeja panjang, setahun belakangan ini saya suka mengenakan atasan tunik. Selain nyaman juga memiliki model yang beragam. Saya biasanya memadukannya dengan celana legging juga

Gamis/Abaya


Mix and Match Gamis dan Outer Batik

Gamis dan abaya bisa jadi pilihan juga untuk saya dalam berpakaian. Saya memiliki cukup banyak gamis dengan beberapa warna yang bisa saya padu padankan dengan aitem pakaian yang lain. Jika sedang menghadiri acara formal, biasanya saya memadukan dengan luaran brokat. Untuk acara yang lebih santai, saya suka memakai luaran seperti vest/outer.

Vest/Outer


Naksir Outer dari Hijab.id


Vest/outer ini bisa dibilang sebagai aitem wajib yang harus saya miliki. Kegunaanya bisa dipadupadankan dengan aitem pakaian yang lain. Saya memiliki beberapa model dan bahan outer yang bisa disesuaikan dengan acara. Bila menghadiri acara resmi, saya suka memadukan luaran brokat dengan gamis. Sedangkan untuk acara yang lebih santai, outer berbahan kaos/rajutan bisa jadi pilihan.

Bertubuh mungil bukan berarti tidak bisa mengikuti trend gaya yang ada. Ada banyak pilihan busana muslim terbaru yang bisa dipilih sesuai kebutuhan. Kendala yang sering dihadapi saat memiliki tubuh mungil adalah beberapa model pakaian yang ukurannya terlalu panjang sehingga harus dibawa ke tukang jahit untuk disesuaikan dengan ukuran badan saya yang mungil. 

Hihi, udah resikolah.

Kamu punya gaya berpakaian seperti apa?
25 Questions About My Self

25 Questions About My Self



Holla,

Berawal dari mendaftar ke salah satu agen penyedia pekerjaan untuk blogger, saya terdampar di blog milik Jane. Seorang Mama muda yang memiliki putra satu. Tulisan-tulisan Jane adalah tipe tulisan favorit saya. Itulah kenapa dua harian ini saya sibuk ngubek-ngubek isi blog Jane demi membaca kisah-kisah yang dia tulis.

Tulisan dia itu ringan ala mami muda yang banyak bercerita soal kesibukannya mengurus anak, makanan yang disukai dan juga catatan perjalanan. Cara bertuturnya pun membumi, nggak bikin bosan saat membacanya. Pokoknya tipe blog favorit saya deh.

Postingan kali ini saya nggak akan membahas tentang blog milik Jane ya tapi ada sebuah tulisan dia yang menarik perhatian saya. Sebuah postingan tentang 73 pertanyaan yang diambil dari acara Vogue (saya jujur belum pernah nonton), Jadi semacam wawancara yang diajukan untuk selebritas yang harus dijawab jujur.

Nah, saya malah tertarik untuk menulisnya di blog seolah-olah sedang diwawancarai. Ya ellah, so ngetop banget saya ni. Saking niatnya saya sampai buka kolom pertanyaan di Instagram dan WA. Sampai tulisan ini setengah jadi belum ada yang respon. Kasihan amat yak. Akhirnya saya bongkar-bongkar stories di ig aja ah.

Berhubung saya malas jawab 73 pertanyaan yang akan sangat panjang. Jadi saya bakal jawab 25 pertanyaan saja deh. Pertanyaan-pertanyaan ini saya rangkum dari Vogues Question, IG stories dan Pinterest. Tentu Sudah saya terjemahkan dalam bahasa Indonesia.

Selamat membaca!

1. Apa cita-citamu di masa kanak-kanak?

Dokter. Sempat bertahan sampai beberapa tahun lalu berubah-ubah sesuai keinginan. Wkwk

2. Deskripsikan dirimu dalam 3 kata?

Ceria, adaptif dan hangat

3. Skala 1-10, seberapa menyenangkan hidupmu saat ini?

Sembilan. Nanti jadi sepuluh kalau bersama kamu. Eaaa

4. Ritual Apa yang Kamu Lakukan saat bangun tidur?

Pertama pasti buka mata, tarik napas panjang, duduk sambil bersyukur dan pergi ke kamar mandi

5. Heel, Flatshoes or Sneakers?

Flatshoes dong karena kenyamanan yang utama

6. Negara impian yang Ingin Kamu Kunjungi?

Jepang, Korea dan Inggris

7. Negara yang sudah pernah kamu kunjungi?

Arab, Malaysia dan Singapore

8.Love Story or Drama?

Tergantung mood tapi love story tetap di hati

9. Siapa Karakter dalam Drama Korea yang menjadi Favoritmu?

Bang Myung So dalam kdrama My Ex Girl Friend yang diperankan oleh Byun Yo Han. Sikapnya itu menggemaskan sekali.

10. Kutipan Favoritmu?
“Berbahagialah”
11. Sebutkan 3 makanan yang membuatmu tidak ingin melewatkannya meskipun tengah berdiet?

Bakso, Rujak dan Pasta

12. Apa yang kamu sukai dari Drama Korea?

Jawaban paling jujur tentu aktornya yang tampan, jalan cerita yang beragam dan OST yang enak-enak.

13. 3 Hal yang ingin kamu syukuri hari ini?

Bisa makan enak, bantu teman dan bernapas

14. Bagaimana caramu mengatasi kecemasan?

Kalau cemas datang biasanya saya akan tarik napas panjang berulang kali sembari melakukan self talk pada diri sendiri dengan kalimat positif

15. Sebutkan 3 hal yang membuatmu takut?

Ditinggalkan, ditolak dan sendirian

16. Liburan Favorit ala kamu?

Jalan pelan-pelan supaya bisa mengabadikan banyak gambar, mengunjungi pusat perbelanjaan, membaca buku di taman dan berbau dengan masyarakat lokal.

17. Jika kamu diberi kesempatan untuk berbicara dengan lelaki yang kamu sukai. Apa yang akan kamu katakan?

“Hei, aku suka sama kamu.”

18. Bagaimana caramu mengatasi Writer Block?

Buka pinterest/instagram, ngobrol nggak jelas sama teman, baca buku, dan nonton film

19. Drama Korea yang paling membekas dalam ingatanmu?

What happened in Bali. Endingnya bikin nyesek karena semuanya mati.

20. Apa yang kamu lakukan jika tidak bisa tidur?

Berusaha memejamkan mata, baca doa dan tarik napas panjang.

21. Pencapaian terbesar apa yang kamu raih dalam tahun ini?

Juara dua lomba review menu hokben dan mulai berani ikutan lomba menulis.

22. Jika kamu memiliki pintu ke mana saja, apa yang akan kamu lakukan?

Nonton konser Kpop, menjelajah ke negera-negara yang ingin saya kunjungi, dan mengunjungi teman-teman yang tinggalnya jauh.

23. Sebutkan 3 barang yang sangat kamu inginkan tahun ini?

Lensa 50 mm untuk Alpha, Smartphone Samsung baru yang belinya di Official Store Samsung dan Meja kecil yang berfungsi ganda sebagai properti foto.

24. Binatang apa yang paling kamu takuti?

Cacing dan ulat. Geli Aja lihatnya 

25. Apa arti namamu?

Kata Papi arti nama Swastikha itu adalah bintang sedangkan menurut guru Antropologi saat SMA, Swastikha itu berarti pusaran energi yang terus berputar.

Fyuh akhirnya kelar juga menjawab 25 pertanyaan dan ternyata menyenangkan sekali. Setidaknya kita jadi tahu rasanya diwawancarai. Lain kali saya akan bikin postingan senada tentu dengan pertanyaan yang berbeda.

Ada yang mau ikutan bikin juga?
Point Of View

Point Of View

kotakwarna


Jujur, dua bulan terakhir ini saya malas ikutan mengobrol di WAG yang berhubungan dengan blogger. Pasalnya, rasa iri menghampiri ketika beberapa teman asyik membicarakan tentang fee yang didapatkan dari postingan berbayar ataupun event berbayar. Rasanya mood saya turun beberapa level, tersisa rasa amarah. Saya memutuskan untuk tidak lama-lama mengobrol di WAG. Menjawab sekenanya saja kalau pun nimbrung lama itu pasti percakapan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.

Baca juga:

Belakangan ini, pendapatan saya lewat blog menurun drastis. Bahkan, ada di mana dalam suatu waktu benaran nggak ada pendapatan sama sekali. Beruntung saya bukan tipe pemboros yang langsung menghabiskan gaji sekaligus, saya lebih suka menabungnya jika ada pengeluaran tidak terduga.

Yah, beginilah cara kerja pekerja lepas. Tidak ada gaji bulanan, semua berkaitan dengan pekerjaan yang kita dapatkan. Jika tidak ada, ya berarti harus siap mengikat perut kencang-kencang sembari berdoa.


“Salah sendiri pilih-pilih Job. Butuh Duit, kan!” 

Fyuh, suara hati saya ikutan menjerit. Protes, karena merasa dikhianati. Gimana nggak, di lain hal saya butuh pemasukan tapi sayangnya apa yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan. Setidaknya semangat saya untuk menulis masih membara, sebab saya tidak ingin mengecewakan para pembaca.


Cara Kerja Allah itu Tidak Pernah Bisa Diduga



Mami dan Saya

Rasanya beberapa bulan belakangan ini, saya rindu naik pesawat. Saya rindu menggeret koper dan terbang di atas ketinggian langit. Walaupun sebenarnya saya sendiri takut terbang. Entah, hubungan saya dengan pesawat ini kayak love-hate relationship. Di antara rindu dan takut.

Pokoknya saya rindu terbang entah ke mana saja.

Suatu waktu, Mami menyampaikan bahwa sekolahnya akan melakukan perjalanan wisata seperti tahun-tahun sebelumnya. Pilihannya kala itu adalah Lombok, sebelum terjadi gempa.

Mami yang sudah pernah mengunjungi Lombok sempat mengatakan bahwa dia nggak mau ikut. Kata beliau biarin aja disuruh bayar penalti soalnya Mami rada malah kalau harus bepergian tanpa saya. Eh, seminggu berikutnya Lombok terkena bencana gempa yang cukup dasyat. Sekolah Mami mengganti tujuan wisatanya menjadi Bandung.

Awalnya Mami nggak mau ikut karena perjalanan akan dilakukan dengan mode transportasi Kereta Api yang memakan waktu lebih lama alias capek di jalan. Apalagi berangkatnya hari Jumat Siang, rasanya di Bandung hanya cuman semalam. Mami memutuskan untuk tidak ikut.

Rencana berubah lagi, menurut Mami, kegiatan kali ini sekolah memutuskan untuk naik pesawat saja pulang pergi. Enaknya lagi kita nggak perlu geret koper sendiri karena nanti sudah diatur sama agen perjalanan. Pilihan yang menarik. Daripada kena denda sekitar 3,4 juta Mami ikutan deh.

Kondisi kaki Mami yang kurang sehat tidak memungkinkan beliau bepergian sendirian tanpa pendamping. Mami ngajak saya seperti biasanya. Saat jalan-jalan bareng Mami, saya akan merangkap sebagai patner, kang foto, dan bawain barang-barang. Ini mah memang kewajiban yak. Yah, nggak papalah. Saya bisa jalan-jalan sekaligus mengisi ulang energi. Jalan-jalan sembari mencari konten itu yang utama.

Dih, rasanya saya malu deh kemarin ngeluh karena pemasukan dari blog lagi sepi banget. Eh tahunya Allah ngasih sepaket bisa naik pesawat dan jalan-jalan dibayarin Mami senilai 3,4 juta. Yah, rupanya rejeki saya dua bulan ini sama Allah dititipkan lewat mami.


“Nih, aku kasih kamu jalan-jalan dan bisa naik pesawat lagi. Gitu kok masih ngeluh.”


Jleb. Maafin Ya Allah. 

Hmm, kejadian ini membuat saya belajar lagi untuk melihat sudut pandang yang berbeda. Di saat teman-temanmu sibuk mengumpulkan duit buat jalan-jalan, kamu sama Allah dikasih sepaket loh tanpa kerja berat. Kurang apa coba?

Kurang bersyukur.



(Review) Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask

(Review) Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask

Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask


Masalah Komedo yang Mengganggu


Masalah komedo rasanya hampir menjadi masalah buat semua orang, termasuk saya. Sebagai pemilik kulit tipe berminyak membuat kulit wajah saya rentan terkena komedo. Dulu, cara terbaik untuk menghilangkan komedo di wajah dengan ekstrasi alias pengambilan komedo di klinik kecantikan. 

Saya masih ingat bagaimana rasa sakitnya diekstraksi komedo kali pertama di sebuah klinik kecantikan di Yogyakarta. Saya harus berbaring selama satu jam di atas tempat tidur, dengan terapis yang tengah ngambillin komedo. Rasanya cukup menyakitkan terutama di area hidung. Sukses membuat saya menitikkan air mata. Sampai sekarang saya masih suka maju mundur kalau diajak facial ke klinik kecantikan.
 
Sebenarnya Komedo sendiri muncul akibat tersumbatnya pori-pori karena minyak dan kotoran sehingga menimbulkan yang namanya Whitehead alias komedo putih. Nah, komedo putih yang terus terpapar udara debu dan kotoran akan menjadi Blackhead.

Komedo yang menumpuk di wajah kalau tidak dibersihkan akan menganggu penampilan dan menurukan kepercayaan diri.


Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask


Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask



Berhubung saya rada malas pergi ke klinik kecantikan untuk esktrasi komedo, saya memilih menggunakan produk kecantikan yang memiliki kandungan bahan asam salisilat yang membantu untuk mengobati komedo, yaitu Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask.

Sebelumnya saya sudah pernah menggunakan produk dari Oriflame, yaitu Masker Tea Tree (sayangnya produk itu sudah tidak ada di pasaran) dan kulit wajah saya tidak bermasalah selama menggunakan produk itu. Jadi, ketika tahu Oriflame memiliki produk masker yang mampu mengurangi komedo, saya nggak ragu lagi untuk mencobanya.

Kemasan:


Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask


Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask ini memiliki kemasan Tube berukuran 50 ml. Mungil dan ramah untuk dibawa bepergian kemana saja. Kemasannya didominasi warna putih. 



Oriflame-PureSkin-Blackhead-Clearing-Mask
Stiker BPPOM


Baik di bagian depan dan belakang, kamu akan menemukan banyak infomasi mulai dari kandungan, cara pemakaian, dll. Di bagian samping, kamu akan menemukan stiker berisi tentang perusahaan distributor dan ada no BPPOM-nya juga. Berarti produk ini sudah aman untuk digunakan di Indonesia ya.

Baca juga:


Kandungan 

AQUA, KAOLIN, SODIUM METHYL COCOYL TAURATE, BENTONITE, GLYCERIN, STEARIC ACID, PALMITIC ACID, XANTHAN GUM, SODIUM CHLORIDE, TRIDECETH-9, PHENOXYETHANOL, PEG-5 ETHYLHEXANOATE, IMIDAZOLIDINYL UREA, PARFUM, SALICYLIC ACID, DISODIUM EDTA, MENTHOL, UNDECYLENOYL GLYCINE, ARACHIDIC ACID, LAURIC ACID, MYRISTIC ACID, SODIUM HYDROXIDE, CARICA PAPAYA FRUIT EXTRACT, POTASSIUM SORBATE, SODIUM BENZOATE, CI 77891

Aroma dan Tekstur


Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask


Tekstur dari Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask lebih ke arah krim yang tidak terlalu kental. Sekilas kalau kita menghidu aromanya seperti pasta gigi dengan sedikit tambahan mentol. Wanginya tidak terlalu menyengat. Saya malah suka dengan bau ini, kesannya menyegarkan.

Cara Penggunaan


Teksturnya yang menyerupai krim memudahkan saya saat mengolesnya ke wajah.  Sebelum memakai masker ini, bersihkan wajah dan gunakan toner. Aplikasikan secara tipis-tipis, biarkan selama 5 menit dan bilas dengan air sampai bersih. Hindarkan kontak langsung dengan mata.


Review Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask


Saat kali pertama mengoles Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask ke wajah, saya merasakan sejuk di kulit karena kandungan mentolnya. Lalu, mulai terasa clekit-clekit dengan sedikit perih dan gatal. Rasanya menyerupai dengan tindakan chemical peeling di klinik kecantikan. Namun, hanya berlangsung beberapa detik dan tidak terlalu mengganggu. 

Reaksi yang ditimbulkan pada tiap orang juga berbeda. Saya waktu kali pertama mencoba, kemungkinan pori-pori kulit saya sedang kotor dan kebetulan saya tidak rajin membersihkan wajah. Beda, saat penggunaan kedua-ketiga, saya tidak merasakan apa-apa hanya sensasi sejuk. Keadaan kulit saya kala itu lebih bersih dibandingkan kali pertama. Reaksi clekit-clekit tadi juga dirasakan kakak ipar saya. Dia juga tipe orang yang jarang membersihkan wajah.

Bisa jadi juga reaksi clekit-clekit dalam Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask ini diakibatkan dari kandungan Salicylic Acid yang memang memberikan reaksi sejuk dan terbakar saat bersentuhan dengan kulit.

Hasil yang Didapat


Hasil yang saya dapatkan setelah rajin menggunakan Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask ini adalah kulit saya lebih bersih dan komedo di wajah lumayan berkurang terutama di bagian area hidung tentu disertai dengan perawatan wajah lainnya. Saya menggunakan Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask seminggu sekali, bergantian dengan produk sejenis lainnya.

Kesimpulannya

Secara keseluruhan Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask cukup membantu saya mengurangi masalah komedo yang dulu mengganggu tapi produk ini tidak serta merta membuat komedomu langsung menghilang. Seperti yang kita tahu bahwa timbulnya komedo juga bisa karena faktor lain seperti tidak merawat kebersihan wajah, pola makan dan memakai produk dengan tingka comodegonic tinggi.

Harga Produk ini berkisar antara 69.000-129.000. Bisa dibeli melalui agen Oriflame terdekat atau lapak-lapak daring.

Apakah akan membeli lagi? Tentu.

Nggak Suka Layar Dengan Notch? Cobain Dulu Smartphone Yang Satu Ini

Nggak Suka Layar Dengan Notch? Cobain Dulu Smartphone Yang Satu Ini


Source: directd.co.my

Tampilan Tanpa Nocht, Membuat Desain Oppo F9 Terlihat Menawan


Suka sebal nggak sih dengan notch yang ada di smartphone kamu?

Saya tuh salah satu yang paling sebal dengan adanya notch alias poni alias sisi hitam di atas smartphone. Selain menyita ruang layar ketika menikmati video atau bermain games, notch juga bikin tampilan smartphone kita jadi kurang kece. Sorry to say, adanya notch kadang bikin kesan smartphone yang kita gunakan itu smartphone murahan.

Ada yang sependapat dengan saya?

Nah, berada di antara lima vendor smartphone terbesar di dunia, OPPO sepertinya mengerti akan permintaan pasar yang menginginkan desain yang elegant dan tentunya keren. So, di akhir Agustus lalu, OPPO merilis seri smartphone terbarunyanya yang full display dan didesain hampir tanpa notch. 

Nih, kalau kamu ngga suka dengan layar yang ada notch-nya, kamu pasti suka dengan tampilan layar dari OPPO F9. Walaupun OPPO F9 masih menyisakan sedikit ruang untuk notch, tapi kamu pasti suka dengan desainnya. Karena OPPO F9 mengambil setitik ruang di bagian atas smartphone untuk menempatkan kamera selfienya. Jadi notch yang ada seperti tetesan air yang disebut sebagai Waterdrop Screen. Penasaran kan? Nih lihat dulu deh penampakannya.

Source: smartpick.net

Tuh kan, seperti yang saya bilang, kalaupun kamu membenci notch, kamu akan menyukai layar OPPO F9 yang 'waterdrop'. Benar-benar bagian depannya hampir dipenuhi oleh layar besar. Kalau kata saya lega banget lihatnya apalagi untuk nonton film. 

Tampilan layar yang penuh memang bikin mata lebih nyaman yah? 

Nggak hanya desain layarnya yang memiliki waterdrop, tampilan belakang OPPO F9 juga elegan banget loh. Casing belakang OPPO F9 ini didesain dengan gradasi warna . Jadi kalau dilihat dari berbagai sudut, warnanya seperti berubah-ubah. Casing yang menyerupai kaca prisma ini mengingatkan saya akan pelajaran Fisika tentang efek pembiasan cahaya pada prisma, di mana setiap cahaya yang masuk akan dipantulkan menjadi aneka cahaya yang berwarna. Serupa dengan desain casing Oppo F9. Nih, seperti ini. 

Source: Gsmarena.com

Menarik ya? 

Selain rasio layar ke body yang nggak perlu diragukan, OPPO menyematkan teknologi VOOC Flash Charge eksklusif di perangkat terbarunya ini loh. Apa sih VOOC Flash Charge itu? VOOC Flash Charge adalah teknologi pengisian daya cepat pada baterai smartphone, inovasi dari OPPO. Yang bikin OPPO F9 bisa digunakan untuk berbicara selama 2 jam di telepon setelah 5 menit pengisian daya. Teknologi VOOC Flash Charge juga diklaim sangat aman, karena punya 5 level pengamanan yang tersebar di adapator, kabel USB serta di perangkatnya sendiri. Jadi OPPO F9 tetap aman digunakan walau dalam keadaan pengisian daya sekalipun.

Source: kompastekno.com

Jadi, buat kamu yang menginginkan smartphone dengan tampilan unik dan elegan, full display dengan warna-warna yang catchy, nih sekarang ada OPPO F9. Nggak hanya tampilannya saja yang kece, OPPO F9 juga punya kemampuan pengisian daya yang super cepat. Jadi kamu bisa tetap aktif di mana saja dan kapan saja. Asik, kan?


Masih penasaran? Cek lagi fitur ekstra lainnya dari OPPO F9 di sini ya: https://www.oppo.com/id/smartphone-f9 atau http://f9.oppomobile.id





Bagaimana Saya Membangun Diri Dengan Ngeblog

Bagaimana Saya Membangun Diri Dengan Ngeblog

personal branding


Sebuah Momen yang Membuat Dunia Saya Jungkir Balik

Pada dasarnya saya adalah tipe pribadi yang mudah beradaptasi dengan lingkungan, mudah berteman dan suka berbaur dengan banyak orang. Kata Mami, saya ini adalah miniatur Papi. Sama-sama suka bersosialisasi dan memiliki banyak teman. 

Namun, ada suatu momen dalam hidup saya, di mana pada akhirnya mengjungkirbalikkan semuanya. Rasanya ada yang tercerabut, membawa pergi sebagian jiwa saya. 

Saya masih ingat, siang itu saya ada jadwal kontrol ke dokter setelah sebulan melakukan operasi penggantian Pacu Jantung. Usia saya saat itu masih belasan, kalau tidak salah saya masih SMA. Usai memeriksa, Dokter berbicara dengan ortu. Saya tahu mereka sengaja mengecilkan suara saat membahas keadaaan saya. Sayup-sayup saya bisa mendengar isi pembicaraan mereka. Dari yang saya dengar katanya sakit ini tidak bisa disembuhkan kecuali Kuasa Allah. 

Pulang dari RS saya lebih memilih berdiam diri di kamar. Memikirkan apa perkataan Dokter dengan mendalam. Semenjak saat itu semuanya terasa berbeda. Dari luar saya masih nampak terlihat ceria seakan tidak terjadi apa-apa, namun sebenarnya hati saya tengah terluka.

Bisa dibilang momen itu mengubah sebagian kepribadian saya. Rasanya ini adalah krisis terberat dalam diri saya saat itu. Sebagai seorang remaja tentu saya tengah dalam tahapan mencari jati diri ditambah sakit dengan vonis tidak bisa disembuhkan. Tentu itu membuat saya kehilangan kepercayaan diri. 

Kamu tahu bagian terburuk yang saya alami? Orang-orang memandang sebelah mata terhadap diri saya seakan-akan mereka Tuhan yang menentukan hidup. Saya Lelah.

Saya mengambil jarak dari mereka karena saya tahu, saya berbeda dari mereka.

Menulis adalah cara saya berdamai dengan rasa sakit dan membangkitkan diri

Ketakutan saya akan pandangan orang lain membuat saya tidak berani memiliki banyak teman. Saya sudah bosan mendapati wajah kasihan dari teman-teman saat mengetahui kondisi kesehatan saya. Saya hanya dekat dengan beberapa orang saja, selebihnya saya hanya sekadar berbasa-basi.

Suatu hari kakak memberi saya sebuah buku harian. Sejak hari itu saya lebih suka mengungkapkan perasaan lewat tulisan pada buku harian. Rasanya pada saat itu menulis buku hari harian adalah cara yang tepat buat saya melepaskan emosi yang terpendam.

Menulis buku harian membuat saya lebih nyaman. Curhat sama orang akan berisiko mereka akan memberikan reaksi yang berbeda tapi berbeda dengan menulis. Kamu bisa melepas emosimu saat itu tanpa ada yang menghakimi apakah tindakanmu salah atau tidak. 

Saya memperlakukan buku harian saya layaknya teman, tidak hanya membagikan cerita tidak menyenangkan, saya juga menulis saat senang. Semuanya terekam di sana. Rasa sakit hati, kapan saya jatuh cinta pertama kali, dan banyak lagi kenangan yang pernah saya tulis. 

Kebiasaan menulis buku harian ini membantu saya melewati masa-masa krisis perkembangan remaja. Jujur, saya pernah berada pada titik terendah karena lelah dengan kehidupan yang menurut saya tidak adil ditambah dengan drama masa remaja. Semuanya lengkap. Saya sempat mempunyai keinginan untuk bunuh diri tapi alhamdulilah diary menyelamatkan saya dan hanya menjadi sebuah keinginan hingga saat ini. 

Itulah kenapa alasan saya suka sekali menulis. Menulis pernah menyelamatkan diri saya dari kematian.

Mengenal Blog dan Mulai Berani Menunjukkan Diri lewat Tulisan

Saya lupa kapan tepatnya berhenti menulisbuku harian. Rasanya saat awal-awal kuliah saya masih menulis tapi perlahan kesibukan membuat saya tidak sempat lagi. Saat SMA dulu saya menulisnya hampir setiap hari, namun saat kuliah durasinya berkurang. Saya menulis ketika ada kejadian-kejadian yang tidak ingin saya bagi dengan orang lain.

Sekitar tahun 2009 saya berkenalan dengan blog. Saya kali pertama membuat akun di Blogspot. Hanya mengisi beberapa tulisan karena penggunaannya terlalu susah untuk saya kala itu. Saya pindah ke wordpress dan ternyata saya jatuh cinta dengan platform tersebut.

Nama blog saya adalah kertaswarna. Nama ini memiliki makna, kelak nanti blog saya akan berisi tulisan dengan aneka warna. Saat itu blog ini masih sekadar tempat curhat dan isi tulisannya masih semau saya. Udah kayak nulis jurnal harian bedanya ini diunggah ke internet dan bisa dibaca ribuan orang. 

Tahu sendirilah, di era 2000 awal namanya internet itu susah. Bela-belain loh nulis blog di warnet kalau nggak gitu sih nulisnya di kampus pakai koneksi WIFI. Di saat teman-teman kuliah sibuk sama Facebook, saya malah asyik ngeblog. Senang rasanya saat ada yang baca dan komen.

Perlahan konten saya juga mulai berubah. Dari yang tulisan pendek-pendek mulai meningkat jadi lebih panjang. Tidak melulu curhatan kadang saya menulis opini, puisi atau bahkan cerita pendek. Pokoknya blog udah jadi sarana belajar menulis.

Tahun 2010, saya kenal sebuah portal menulis yaitu ngerumpi.com. Dari portal tersebut saya mulai berani unjuk gigi. Saya mulai menulis tulisan yang lebih bervariatif tapi tetap tidak jauh-jauh dari kisah cinta. Enaknya lagi hasil tulisan saya di ngerumpi juga bisa langsung tayang di blog. 

Sejak saat itu saya semakin jatuh cinta dengan blog.


Nekad Membeli Domain dan Mendapat Bayaran Pertama dari Blog


Tahun 2014, atas rayuan Wulan kenanga, saya memutuskan membeli domain. Saat itu yang ada dibenak saya adalah membeli domain atas nama kertaswarna namun ternyata sudah diambil orang lain. Kemudian saya membeli domain kotakwarna, dengan sebuah filosofi yang sama yaitu ingin membuat tulisan yang berwarna untuk pembaca. 

Sejak awal membuat blog saya tidak ingin menulis dengan niche tertentu. Saya mengikuti apa kata keinginan jadi saya memilih jalur lifestyle blog. Saya dengan semangat mengisi konten-konten kotakwarna sembari melakukan pekerjaan sebagai Guru Taman Kanak-Kanak. 

Akhir pekan adalah waktu kesukaan saya, karena bisa menulis untuk pembaca atau merencanakan apa yang hendak ditulis. Belum terpikirkan bahwa blog ini nantinya akan menghasilkan uang.

Gaji pertama saya dari blog senilai 100 rb rupiah. Perasaan saya mengharu biru kala itu, yah tidak menyangka bahwa pada akhirnya saya bisa menghasilkan uang dari kesukaan menulis ini. Saya lebih bersemangat untuk tetap menulis sebab ada pembaca yang ingin membaca tulisan terbaru saya.

Semakin Produktif Menjadi FullTime Blogger


komunitas
Rajin ikutan Acara Bareng Komunitas

Tepat tahun tahun 2017 saya keluar dari pekerjaan. Kini saya resmi mentasbihkan diri sebagai Blogger seutuhnya. Tentu menjadi sebuah tantangan baru, terbiasa mendapatkan penghasilan tetap setiap bulan juga sempat menjadi pertimbangan sebelum akhirnya keluar dari pekerjaan. Maka, sebelum keluar tentunya saya sudah membangun citra dari blog yang saya kelola.

Semenjak resmi menjadi blogger, saya memiliki banyak waktu luang untuk belajar banyak hal. Saya bisa ikut kegiatan komunitas, jalan-jalan lebih banyak untuk mengumpulkan konten tulisan, belajar motret, dll.


Banyak jalan-jalan demi Konten Blog

Blogger jaman now agak beda dengan jaman dulu. Dulu, gambar dan video itu sekadar pelengkap tulisan. Mau nyambung atau nggak, entah itu hasil nyomot dari google. Itu urusan belakangan, paling penting ada konten baru di blog.

Sekarang, saya nggak bisa menggunakan pola seperti itu lagi karena setiap harinya ada banyak blogger-blogger baru dengan kualitas isi blog yang tak kalah apik. Katanya seorang teman, “kalau kamu ingin bertahan bekerja di dunia kreatif, maka berpikirlah kreatif,” So, di waktu luang yang saya miliki, saya memilih untuk mengasah keterampilan seperti memotret, membuat video dan pekerjaan mengedit yang nyatanya lebih melelahkan ketimbang menulis.

Asus X555 adalah Laptop yang Saya Butuhkan





Pekerjaan kreatif yang seabrek itu juga harus diikuti dengan keberadaan laptop yang mumpuni. Jangan harap mau ngedit video atau foto dengan mulus kalau laptop yang kamu miliki kinerjanya udah kayak kuda kelelahan. Jadi, ingat sama laptop lama saya yang mogok kalau diajak ngedit video. Saya kan sedih karena niatnya pengin merambah dunia vlogger tapi laptop saya nggak bisa diajak kerjasama.

Belum lagi masalah baterainya yang udah mulai soak. Tiap kali mau kerja di cafe, harus selalu deketan sama colokan karena kapasitas baterainya sudah tidak tahan lama. Yah, nasib. Itulah kenapa saya butuh laptop baru.

laptop asus
Laptop Lama yang Minta Diganti


Pilihan saya kali ini jatuh pada Asus X555 Series. Laptop saya sebelumnya adalah Asus X451, sudah setia menemani saya dalam perjalanan ngeblog 3 tahun terakhir. Nggak pernah rewel, hanya saja kinerjanya yang mulai lambat. Membuka beberapa aplikasi bersamaan sering kali membuat laptop ini mendadak ‘beku.’



Asus X555 Series tampil elegan dengan warna hitam


Asus X555 bisa dibilang laptop yang mengerti kebutuhan saya sebagai pekerja konten. Didukung dengan prossesor AMD A10-9620P yang terbilang mumpuni untuk menjalankan aplikasi-aplikasi grafis seperti Photoshop, Filmora dan lainnya. Memungkinkan juga membuka aplikasi secara bersamaan tanpa takut laptop ngehang. Kapasitas penyimpanan sebesar 1TB berguna sekali buat saya yang suka menyimpan file-file memotret dan drama korea.

Selain prosesor dan kapasitas penyimpanan, ada 4 alasan kenapa saya tertarik untuk memiliki Asus X555 ini, yaitu:



Daya Tahan Baterai Seharian


Asus X555 series dilengkapi baterai jenis Li-Polimer dengan ketahanan baterai sampai 2.5 kali lebih kuat dibandingkan baterai jenis Li-Ion Silinder. Bahkan, setelah diisi ulang ratusan kali, baterai tetap menyimpan sampai 80% dari original kapasitasnya.

Ketahanan baterai Asus X555 series ini saya butuhkan karena terkadang ingin kerja di luar rumah dan nggak mau ribet cari lokasi yang banyak colokannya. Maunya sih ngetik dengan tenang tanpa terganggu.

Teknologi Ice Cool


Salah satu teknologi yang saya sukai dari laptop Asus X555 adalah Teknologi Ice Cool. Notebook Asus memiliki desain luar yang unik terkait panas yang terjadi pada bagian bawah notebook pada umumnya.

Teknologi Ice Cool menjaga temperatur di antara 28-35 derajat. Nggak usah khawatir laptop akan kepanasan saat dipakai dalam waktu lama.

Dirancang Untuk Produktivitas dan Hiburan





Ada kalanya saya lebih senang menonton film di laptop tapi nggak semua laptop mendukung kegiatan tersebut. Jangan sampai aktivitas menonton terganggu gara-gara komputernya lemot. Nah, Asus X555 ini didukung oleh Prosesor Amd A10 untuk performa halus dan responsif. Performa serta didukung grafis yang bagus dan controller Memory di bagian dalam yang canggih. 

Kamu bisa menonton drama korea kesukaanmu dengan tenang atau untuk menjalankan aplikasi pendukung ngeblog tanpa takut laptopnya lag.

Warna yang Begitu Nyata dengan Teknologi Splendid




Dikembangkan oleh Tim Golden Eye, teknologi Asus Splendid yang ekslusif akan memberikan kamu warna dan temperatur warna yang akurat. Teknologinya memberikan kamu warna yang cerdas dan menggetarkan dengan pengaturan dan parameter pada fine-tuning display.

Jadi, warna-warna yang ditampilkan pada layar begitu akurat yang bisa diatur sesuai kenyamanan mata.

Buat yang pengin niat ganti laptopnya ke Asus X555, kabar baiknya laptop Asus X555 juga tersedia di Tokopedia

Mengelola sebuah blog itu bukan hanya sekadar menulis lalu mengunggahnya ke blog melainkan melibat proses kreatif seperti mengedit foto, membuat infografis dan menyelipkan video supaya tulisan kita lebih mengena pada pembaca. Yah, kalau memang berniat menjadi blogger yang profesional tentu juga diimbangi dengan keberadaan laptop dengan spek yang bagus sehingga pekerjaan sebagai pekerja konten menjadi lebih produktif. Itulah kenapa saya memasukkan laptop sebagai salah satu investasi yang harus dimiliki oleh blogger.

asus, kotakwarna
I'm Personal Lifestyle Blogger

Pengalaman Menggunakan Kamera Fujifilm Q1 Digital

Pengalaman Menggunakan Kamera Fujifilm Q1 Digital

fujifilm Q1 digital



Pengalaman Menggunakan Kamera Fujifilm Q1 Digital

Saya masih ingat ketika merengek kepada Papi untuk minta dibelikan Kamera padahal waktu itu sudah diberi hak untuk menggunakan Kamera Film yang kami punya. Yah, namanya masih usia muda. Lihat barang canggih dikit itu rasanya pengin memiliki apalagi ini Kamera Digital, nggak lagi pakai film. 

Papi sih awalnya nggak mau belikan dengan alasan Kamera yang sering saya gunakan itu masih bagus tapi saya terus merajuk. Saya bilang sama Papi bahwa sekarang eranya canggih, Kamera digital itu membantu apalagi hasil fotonya bisa disimpan dan dicetak. Enaknya lagi kita bisa melihat langsung hasil jepretan melalui layar LCD tanpa harus menunggu dicetak klise dan memilih mana foto yang bagus. Belum lagi kalau pakai Kamera Film memiliki resiko fotonya hangus alias nggak jadi.

Membujuk Papi bukanlah perkara mudah. Sebab Papi agak memiliki pribadi yang ‘kolot’ rada gimana dengan teknologi. Prinsip beliau pun selama masih bisa digunakan kenapa harus membeli yang baru. Saya berhenti merengek beberapa bulan sampai akhirnya ada ijin dari Papi untuk membeli kamera. Syaratnya harus rajin kuliah dan menjaga sendiri barang yang dimiliki.

Apa yang membuat saya ingin membeli kamera digital? Salahkan saja Iklan. Ternyata saya termasuk orang yang mudah terbujuk rayuan iklan. Kata Mami, ketika masih kanak-kanak dulu tiap kali ada yang baru di TV, saya pasti minta dibelikan. Nasib, oh nasib gampang terbujuk. Sekarang sih ya kadang-kadang aja terbujuk iklan.



Kamera Fujifilm Q1 digital
Penampakan lebih dekat


Pilihan saya kala itu adalah Fujifilm Q1 Digital, saya suka dengan bentuknya dan tentunya memiliki harga yang tidak terlalu mahal. Sekitaran di bawah 1 juta rupiah atau lebih tepatnya tujuh ratus lima puluh ribu. Spesifikasinya cukup mumpuni, dibekali Kamera sebesar 2 MP dengan fitur-fitur sederhana ala kamera digital, seperti: macro, landscape di era itu. Cukuplah buat pemula seperti saya.

Saya membeli kamera itu di Yogyakarta, pas kebetulan saya lagi berlibur ke tempat kakak. Diantar sama Kakak Ipar ke salah satu kawasan di Yogyakarta yang menjual kamera. Perginya siang-siang naik motor, kepanasan tapi bahagia sebab apa yang diinginkan bisa terwujud.

Punya kamera baru senangnya bukan main, semua objek jadi bahan untuk dipotret apalagi nggak perlu susah-susah ngelirik dari lobang view finder seperti yang ada di kamera film. Tinggal cari objek, lihat di LCD dan klik. Hasilnya langsung bisa dilihat tanpa harus mencetak klise. Saya kagum sama teknologi ini dulu, rada ndeso dikitlah.

Besoknya, pas jalan-jalan pagi sama Kakak, saya bawa kamera dong. Hihi, gaya banget sih. Entahlah, kenapa buat saya fotografi itu menarik. Saya selalu membawa kamera ini dan memakainya hampir setiap hari. Saking sayangnya, saya jarang meminjamkannya pada orang lain.

Pernah dink, satu kali. Suatu hari ada sahabat di kampus sedang ada tugas kerja lapangan. Dia mau meminjam kamera yang saya punya, wih gimana ya karena dia butuh sekali. Saya pun meminjamkannya selama 3 hari.

Selama kamera saya dipinjam, hidup saya nggak tenang rasanya. Gelisah, berasa insecure takut kameranya bermasalah. Yah, tahu sendiri belinya penuh perjuangan setelah berhari-hari merengek sama Papi. Alasan lainnya adalah takut ditanyain Mami. Soalnya Mami itu tidak terlalu suka kalau saling meminjam barang terlebih lagi kamera.

Yah, pas teman saya mengembalikan, rasanya lega banget. Sejak saat itu saya tidak pernah meminjamkan kamera saya pada orang lain kecuali Kakak.
Rasanya peran kamera mungil ini banyak membantu dan saya masih penasaran di manakah saya menyimpan data-datanya ya. Coba ah kapan-kapan oprek-oprek laptop lama sapa tahu ketemu.

Sayangnya, Kamera Fujifilm Q1 milik saya itu kini sudah rusak. Layar LCDnya retak dan nggak bisa dinyalakan, padahal bentuknya lucu mirip sama Kamera Fujifilm Polaroid. Ya sudahlah, Setidaknya masih bisa saya gunakan untuk properti foto.

Kamera Fujifilm Q1 ini turut andil dalam membuat saya suka dengan bidang fotografi. Sejak punya kamera digital Q1 saya jadi semangat memotret dan punya keinginan untuk memiliki kamera lebih bagus seperti DSLR

Alhamdulillah, mimpi itu terwujud. Sekarang saya sudah punya Alpha, Kamera Mirrorless yang setia menemani saya kala bosan dan untuk membantu pekerjaan. Kapan-kapan nanti saya bikin postingan soal Alpha deh.

Eh, kalau boleh tahu dulu kalian punya kamera kesayangan nggak? Cerita dong.