(Guest Post) Bagaimana Menulis Kalimat Pertama yang Catchy dan Bikin Pembaca Penasaran

Bagaimana Menulis Kalimat Pertama yang Catchy dan Bikin Penasaran Pembaca

Hai! Iya ini, saya, Carolina Ratri. Lagi diundang sama Mbak Tikha buat nulis di blog keren nan girly ini. Hehehehe. Salam kenal ya, buat semua pembaca blog Mbak Tikha. 
Saya sih biasanya memang menuliskan tip-tip menulis, ata…

(Guest Post) Balada Dress Code Pastel

Saya gak nyangka bahwa urusan dress code efeknyan sepelik ini. Biasanya tampil ‘opo onoke’, gara-gara dress code saya harus membuang waktu percuma seharian di Royal Plasa. 
“Hunting baju baru lagi?” 
Oh, Nggaaakkk, saya cangkruk’an aja kok di Food Court sama teman-teman. Me time. Rumpi-rumpi cant…

(Guest Post) Cara Menaikkan Prestise Blogger di Depan klien

Cara Menaikkan Prestise Blogger di Depan klien
Sewaktu Tikha minta saya nulis tentang cara menaikkan prestise blogger di depan klien, saya cengar-cengir sambil nyubit idung saya yang bangir. Prestise blogger itu apa sih? Apa harus berarti bloggernya selalu promoin barang-barang yang mahal? Atau pr…

(Guest Post) Enam Cara Menjadi Blogger Produktif: Baca Dengan Khusuk ya


Holla Pembaca,

Saya berterima kasih atas semua respon yang masuk setelah kotakwarna menerima penulis tamu. Beberapa orang sudah menanyakan kepada saya apa syarat agar bisa menjadi penulis tamu di blog ini. 

Senangnya, Ini adalah guest post ketiga yang sudah tampil di kotakwarna. Semoga ke depannya akan banyak lagi yang ingin menyumbangkan tulisannya di blog ini.

Selamat Menikmati.
*******

(Guest Posting) Festival Erau: Antara Adat Budaya dan Perhelatan Internasional


Folk Art Erau


Buat kamu yang pernah berkunjung ke Kutai Kartanegara saat libur musim panas di tahun-tahun sebelumnya, pasti telah mengenal perhelatan Festival Erau yang dipusatkan di Kota Raja Tenggarong. Sebuah event tahunan yang menggabungkan adat istiadat Kutai secara turun temurun dan International Folk Art Festival. Menarik? Sudah pasti. Seru? Apalagi!

Bagi kamu yang belum pernah tahu seperti apa dan bagaimana itu Festival Erau, silakan baca ulasan saya kali ini. Dari sisi sejarah, asal usul pelaksanaaan erau adat dapat dibaca di sini  (https://id.wikipedia.org/wiki/Erau). Dalam ulasan ini, lebih pada keseruan pelaksanaan beberapa tahun terakhir yang membawa Festival Erau menjadi salah satu nominasi Festival Budaya  Terpopuler pada situs jalan-jalan terkemuka.


Apa sih keseruannya Festival Erau? Oke kita kupas satu persatu.

Sebagai salah satu daerah yang fokus pada upaya peningkatan dan pembenahan di sektor pariwisata dan salah satu penyumbang PAD (Penghasilan Asli Daerah) pasca tambang kelak, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadikan festival budaya tahunan ini sebagai salah satu ikon khas daerah. Dengan kemasan yang lebih apik dari setiap tahunnya.

Pada 2015 lalu, panitia Festival Erau yang digawangi Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kukar, sukses mengelar Erau dengan menghadirkan Delegasi Folk Lore dari 15 negara. Kebayang, ya. Bisa menyaksikan bule-bule dari 4 benua menari-nari setiap hari di beberapa sudut Kota Raja Tenggarong dengan gratis.

Pekan Festival Erau sendiri biasanya digelar lebih dari sepekan. Diawali dengan mengadakan upacara adat Memberi Makan Benua yaitu upacara adat meminta izin pada roh-roh leluhur yang diyakini sebagai penjaga kota raja untuk segera dilakukan rangkaian upacara selanjutnya. Usai upacara ini, dilanjutdengan menaikkan Tiang Ayu, aneka upacara adat lainnya seperti Belulu Sultan, Bepelas, Marangin, dan upacara adat lainnya selama satu minggu penuh. Seluruh kegiatan adat ini dilakukan di lingkungan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadhipura.

Know the News