Monday, March 30, 2020

Cara Memilih Produk Skincare yang Tepat Untuk Pemula


Cara  Memilih Produk Skincare yang Tepat Untuk Pemula, emina sun protection


Cara Memilih Produk Skin Care yang Tepat Untuk Pemula


Semenjak sering mengulas produk kecantikan di blog, saya seringkali mendapatkan banyak pertanyaan dari beberapa teman dan kerabat tentang produk apa yang sesuai dengan mereka. Beberapa teman mengaku bingung saat dihadapkan pada persoalan memilih produk skincare yang tepat.

Tentu saja pertanyaan-pertanyaan semacam itu cukup membuat kepala saya pusing tujuh keliling. Pasalnya setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda, meskipun sama tentu saja permasalahan kulit yang berbeda. Saya sendiri butuh waktu setahun untuk menemukan skin care apa yang cocok itupun dengan proses gonta-ganti produk. Banyak pertanyaan yang masuk, menandakan banyak orang yang mulai sadar akan pentingnya merawat kulit wajah.

Di luaran sana seperti yang kita ketahui ada berbagai macam produk perawatan wajah belum lagi teknik pemakaiannya yang juga beraneka ragam. Jika kamu penganut tren perawatan kulit wajah ala Korea dan Jepang, pasti sudah tahu kalau mereka menggunakan berlapis-lapis rangkaian produk supaya kulitnya tetap paripurna, sedangkan untuk kawasan Eropa mereka lebih menekankan pada perawatan wajah yang minimalis.

Nah, sebelum kamu bingung dengan rangkaian produk yang berlapis-lapis dan bikin pusing untuk dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari. Ada baiknya kamu mengenal terlebih dahulu apa itu Basic Skin Care alias dasar dari sebuah rangkaian peliharaan kulit wajah.

Basic Skin Care


Pada dasarnya perawatan wajah itu terdiri dari Cleanser (Pembersih), di mana bertujuan untuk mengangkat noda riasan, kotoran dan sisa penggunaan produk perawatan lainnya, Mosturizer (Pelembap), setelah kulit dibersihkan dari sisa noda kotoran kini saatnya mengembalikan minyak alami kulit yang hilang dengan menggunakan pelembab, di mana ada yang bersifat hidrasi dan melembabkan, Protection (Pelindung), melindungi kulit dari efek jahat sinar matahari yang dapat menyebabkan kulit terbakar, flek hitam serta kanker kulit. Oh iya juga ada yang memasukan Toner (Penyegar), berupa cairan berupa air yang berfungsi untuk mempersiapkan kulit sebelum menerima produk selanjutnya.

Jadi, sebenarnya perawatan wajah itu sesederhana itu kok, hanya saja kemudian mengalami perkembangan setelah Korea mengenalkan bagaimana para wanita dalam merawat wajah dengan metode 10 lapis.

Bagi pemula, teknik dasar ini sebenarnya sudah cukup mengatasi permasalahan kulit asalkan istiqamah dalam pemakaiannya. Sebab, kunci utama dari perawatan wajah yang paripurna adalah konsisten dalam pemakaiannya entah mau 3 lapis atau bahkan 10 lapis. Ya, kalau masih bolong-bolong jangan harap kulitnya bisa sebening pantat bayi.

Sebelum kamu mencoba tingkat selanjutnya dari perawatan wajah, ada baiknya kamu sudah menemukan produk perawatan wajah harian yang tepat sehingga jika terjadi permasalahan kulit akibat penggunaan produk baru. Kamu bisa menetralkan kulit dengan produk harian yang sudah terbiasa dipakai. See, penting, kan?

Lantas, sebenarnya bagaimana sih cara memilih produk perawatan wajah yang sesuai bagi pemula yang baru mengenal dunia Skin Care?


Kenali Jenis Kulit


Hal pertama yang harus kamu lakukan sebelum melirik produk perawatan wajah adalah mengenali dulu jenis kulit. Ada beberapa jenis kulit yang sudah dikenal di dunia kecantikan yaitu normal, kering, berminyak-berjerawat, kombinasi dan sensitif.

Mengenal jenis kulit akan sangat membantu dalam memilih rangkaian produk wajah yang tentunya berbeda-beda disesuaikan dengan jenis kulit. Jenis kulit A, tentu memiliki bahan kandungan yang mungkin tidak sesuai untuk jenis kulit B. Namun, ada beberapa bahan yang dikenal aman untuk berbagai jenis kulit.


Cari Tahu Permasalahan Utama yang Ingin Diperbaiki


Setelah kamu paham tentang jenis kulit, kini saatnya mulai mencari tahu permasalahan apa yang tengah dihadapi oleh kulitmu. Lebih sederhananya adalah target yang ingin dicapai, misal masalah jerawat, pigmentasi, anti aging, beruntusan, dll.

Mengetahui permasalahan kulit akan membantu saat memilih produk skin care dengan tepat sehingga tidak asal beli dan pada akhirnya buang uang karena tidak sesuai.

Sebagai contoh, saya memiliki jenis kulit berminyak dengan masalah bekas jerawat. Tentu saja saya akan memilih produk perawatan wajah untuk kulit berminyak yang biasanya mengandung Green Tea, Tea Tree, dll dan ditambahkan dengan bahan aktif yang memang mempunyai manfaat mengatasi bekas jerawat seperti Niacinamide, Retinol, AHA/BHA, dll

Kondisi kulit seringkali berubah-ubah, pastikan menyesuaikan dengan kondisi kulit wajah terkini saat ingin membeli produk skin care.


Kenali Bahan Kandungan yang Cocok Untuk Jenis Kulit dan Permasalahannya



Cara  Memilih Produk Skincare yang Tepat Untuk Pemula, kandungan bahan, skin care ingredients
Baca Label Kandungan Bahan


Sebelum membeli ada baiknya kamu mencari tahu kandungan bahan yang memang dibutuhkan untuk permasalahan kulit dan jenis kulit. Jika tidak paham, kamu bisa berkonsultasi pada penjual atau mencari tahunya terlebih dahulu di internet.

Pastikan ketika membeli produk perawatan wajah, kamu membaca label kandungan bahan sehingga tahu dengan pasti apa saja yang terkandung dalam produk yang kamu inginkan. Apakah sudah sesuai atau ada bahan yang memang tidak cocok untuk kulitmu?


Banyak Membaca Ulasan


Sebelum kamu mencoba bermacam-macam produk perawatan kulit wajah, banyak-banyaknya riset alias membaca, entah nonton di kanal youtube, kepoin beauty influencer favoritmu dan membaca ulasan-ulasan mengenai produk tersebut.

Belum puas?

Baca juga mengenai jurnal-jurnal yang berhubungan dengan kecantikan sehingga pengetahuan yang kamu miliki menjadi luas. Tahu sendiri dong istilah-istilah dalam kecantikan itu rumit belum lagi bahasa kimia dari kandungan produk yang kita pakai. Kalau kamu malas baca, akhirnya ketika beli produk sudah seperti beli kucing dalam karung.

Baca Juga:

Oriflame Pure Skin Blackhead Clearing Mask
Maxi Peel Micro Exfoliant
Mengatasi Kulit Breakout Karena Dehidrasi
Produk Perawatan Harian Untuk Kulit Berminyak 


Sesuaikan Dengan Budget



Pengeluaran wanita paling besar ada pada produk perawatan wajah, apalagi kalau kamu penganut sistem 10 layer. Sudah bisa membayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan untuk membeli produk perawatan kulit. Itu baru muka, belum lagi area tubuh dan juga alat riasan.

Perlu nggak sih membeli produk skin care yang mahal?

Bagi saya semua itu sesuai kebutuhan. Jika kamu merasa mampu untuk membeli sebuah produk kecantikan yang harganya lumayan, kenapa nggak? Namun, kalau memang pengeluaranmu untuk produk skin care terbatas, maka lebih baik kamu menyesuaikan diri.

Sekarang banyak kok produk perawatan kulit wajah lokal yang terjangkau dengan kualitas yang tidak kalah dengan produk perawatan luar.

Saya sendiri membatasi diri dalam membeli produk kecantikan, saya mengatur dengan memberikan porsi harga terbesar untuk pembelian serum (tidak lebih dari 200 rb) karena sifatnya untuk menyelesaikan permasalahan kulit, sedangkan produk harian seperti pembersih wajah, tabir surya, saya memilih produk yang mudah untuk ditemui.

Bagi kamu yang merasa pemula di dunia skin care, semoga cara memilih produk skin care yang tepat ini bisa membantu. Jika kamu mempunyai pertanyaan, bisa kamu ajukan di kolom komentar atau dm saya di instagram @child_smur.


See you,

Wednesday, March 18, 2020

5 Alasan Blogger Harus Belajar Fotografi Dasar



5 Alasan Blogger Harus Belajar Fotografi Dasar, kamera instax, instax 9



Blogger Harus Belajar Fotografi Dasar


Sebelum terjun ke dunia blog, saya memang sudah tertarik dengan fotografi, malah sejak SD, ketika Mami memutuskan membeli kamera analog yang menggunakan roll film. Saya membawa kamera itu kemana-mana, lalu penasaran akan seperti apa hasilnya setelah dicuci filmnya. Apakah berhasil atau gosong?

Setelahnya saya memiliki kamera digital pertama yaitu Fuji Film Q1. Kamera digital yang bisa dibilang canggih kala itu. Q10 menjadi teman terbaik saya saat jalan-jalan. Entah berapa banyak momen yang sudah diabadikan.

Mungkin sekitar tahun 2009, saya benar-benar menginginkan kamera DSLR, setelah mencoba punya kakak terlebih dahulu.

Ternyata memotret itu tidak sekedar menekan tombol shutter. Itu yang saya ingat dari nasihat Kakak saat meminjamkan kamera. Menurut dia, saya harus mengetahui objek yang akan saya abadikan itu apa.

Berbekal ketidaktahuan itu, saya mulai belajar tentang teknik fotografi dasar dengan berselancar di dunia maya, kanal youtube fotografi sampai membeli buku tentang fotografi. Tujuannya saya ingin kemampuan saya berkembang sampai saya benar-benar memiliki kamera DSLR sendiri.

Hampir setiap hari saya latihan mengambil gambar dengan berbekal kamera saku dan juga ponsel. Objeknya adalah benda-benda yang ada di sekitar rumah, mulai dari tanaman, bunga, bebatuan, langit dan peralatan lainnya.

Perlahan saya menyadari bahwa pengetahuan dasar tentang fotografi itu amat membantu ketika benar-benar menekuni dunia blogger. Pekerjaan saya yang berhubungan dengan membuat konten terasa lebih mudah.

Terlebih lagi ketika saya memutuskan untuk membeli Alpha, Sony Kamera A5000 yang telah menjadi sahabat terbaik ketika bekerja. Dengan belajar teknik dasar fotografi seperti segitiga exposure, komposisi, pencahayaan, dll. Saya merasa lebih mudah ketika mengatur setingan kamera, bagaimana mengatur produk yang akan saya ulas di blog menjadi lebih baik.

Baca Juga:
kamera menemaniku membekukan kenangan 
Tips Memotret Menggunakan Kamera Ponsel 

Menghasilkan Konten Foto Sendiri Untuk Blog, Media Sosial


“Buat apaan sih belajar fotografi? Sekarang kan banyak situs yang menyediakan gambar gratis. Tinggal comot saja satu.”

Itu dulu yang ada dalam benak saya. Ya Allah mau jadi Blogger kok ribet amat.

Namun, tidak selamanya seorang Blogger harus bersandar pada situs penyedia gambar tidak berbayar. Akan lebih baik jika kita menggunakan foto sendiri di blog kecuali gambar-gambar yang memang tidak bisa kamu produksi sendiri, boleh deh sesekali memakai foto dari Pexel, unsplash, dll

Bagi saya memajang hasil foto sendiri itu lebih memuaskan apalagi kalau ada yang muji. Setidaknya bisa jadi nilai tambah untuk blog saya. Menyenangkan pembaca supaya lebih lama nangkring di blog kita. 

Oh iya, selain untuk kepentingan blog, konten yang kamu buat tadi, bisa juga dipajang di media sosial. Bukankah jadi lebih praktis sehingga nggak perlu pusing bikin konten lagi untuk Medsos.

Kamu hanya butuh beberapa jam untuk menghasilkan banyak konten.


Membuat Konten yang Lebih Baik


Seringnya latihan memotret tanpa disadari membiasakan mata untuk melihat mana angle yang menarik untuk diabadikan. Tidak lagi sembarangan menekan tombol shutter, melainkan memikirkan dengan panjang akan seperti apa tampilannya nanti.

Konten yang dihasilkan menjadi lebih baik, setidaknya tidak membuat pusing bagi yang melihatnya. Dengan membuat konten yang baik, kita tidak perlu lagi mengeluarkan banyak tenaga untuk meminta bantuan orang lain menyukai foto kita di medsos.

Cukup buat yang terbaik, lalu biarkan kontenmu bekerja. Selain itu bikin tampilan foto di blogmu lebih cakep sehingga menarik perhatian banyak pembaca, tentunya diiringi dengan konten tulisan yang juga gampang dicerna.

Supaya Lebih Memiliki Nilai Jual Di Depan Brand


Memiliki skill fotografi akan membuatmu lebih bernilai di hadapan brand. Setidaknya jika kamu tidak terlalu pandai dalam menulis, maka kamu bisa menjual ke brand keahlian memotret yang dimiliki.

Menaikkan nilai tawar karena memang ada yang harus diperjuangkan. Sehingga brand menjadi lebih percaya terhadap apa yang kita kerjakan. Bagi saya terlihat profesional.

Ya kali, udah tulisan blog trafiknya dikit, fotonya juga buram. Suramlah hidupnya.

Itu juga berlaku di media sosial. Sejatinya di dalam foto itu ada pesan yang ingin disampaikan. Nah, kalau fotonya buram dan seadanya, lantas bagaimana pengunjung tertarik dengan medsos kita.


Menambah Kepercayaan Diri


Punya foto bagus itu bikin percaya diri. Itulah yang selama ini saya rasakan. Pengikut saya di media sosial mungkin tidak sebanyak teman-teman yang lain. Namun, saya merasa puas karena ada beberapa pengikut setia yang selalu mengapresiasi hasil karya.

Hal itu membuat saya selalu termotivasi untuk menghasilkan foto-foto yang indah. Sebab, ada pesan tersirat yang ingin saya sampaikan pada audiens. Ada rona bahagia ketika beberapa orang kemudian minta diajari. Ilmunya jadi nambah lagi.


Bisa Jadi Sumber Penghasilan Tambahan


Selain untuk kepentingan konten di blog dan medsos, keahlian memotretmu bisa digunakan untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Sebut saja beberapa blogger seperti Nurul Noe, Deddy Huang atau bahkan sahabat saya si Wulan Kenanga. Mereka adalah sekian blogger yang pada akhirnya memiliki penghasilan tambahan sebagai fotografer.

Nurul Noe menekuni genre foto bayi sedangkan Deddy Huang dan Wulan Kenanga lebih tertarik dengan bidang produk fotografi. Siapa sangka hobi mereka sekarang malah menjadi lahan pekerjaan. Yakin, kamu nggak mau?

Foto-foto yang kamu hasilkan juga bisa dijual di situs semacam shutterstock, freepik, dsb. Bisa juga kamu jual sebagai freebie. Mulai banyak loh blogger yang melakukan hal ini.

Bagi saya, blogger belajar dasar fotografi itu nggak ada salahnya. Tidak harus menggunakan kamera mahal, pakai smartphone yang kamu gunakan itu juga bisa menghasilkan foto yang bagus, asal tahu caranya. Sebelum memiliki kamera, saya lebih banyak mengasah kemampuan menggunakan ponsel loh.

Intinya jangan lupa praktik. Mau sebanyak apa teori yang kamu pahami kalau nggak pernah dicoba ya nggak bakal bisa. Intinya banyak latihan. Pakai saja objek-objek yang ada di sekitarmu atau bisa ikutan tantangan dari komunitas foto semisal Upload Kompakan yang membantu melatih kreatifitasmu dalam dunia fotografi.

Semangat belajar,

Thursday, March 5, 2020

(Book Review) Redup

novel redup

(Book Review) Redup



Judul Buku: Redup
Penulis: Adi Rustandi
Jenis: Novel
Penerbit: Pustaka Kita
Tebal Halaman: 206+ hml


Sinopsis:




novel redup, book, bookstagram


Novel ini berkisah mengenai Alif yang melakukan perjalanan ke Bandung setelah mendapati kenyataan bahwa Dwi, teman masa kecil sekaligus cinta pertama telah menikah dengan Tri yang notabene merupakan Dekan di Kampus. 

Perjalanan mengobati patah hati Alif di Bandung membuatnya bertemu dengan Aisyah. Gadis desa yang diam-diam telah menarik perhatian Alif sejak kali pertama bertemu. Siapa sangka, ternyata Aisyah juga memiliki perasaan yang sama dengan Alif. Keduanya sempat terpisah karena Alif harus kembali ke Surabaya, menjalani rutinitasnya sebagai Dosen. 

Sayangnya perjalanan cinta tidak semulus yang dibayangkan. Alif mendapati bahwa kisah cinta harus terenggut oleh takdir Tuhan yang pilu. 

Bagaimana Alif menjalani kisah cintanya?


Baca juga:
Book Review: Kala Ratih, sehimpun cerita pendek
Book review: Gravity
Book Review: Notasi

Review:



Sejatinya novel Redup ini berkisah tentang Cinta, Patah Hati dan Kehilangan. Di mana Alif yang patah hati karena Dwi, sahabat masa kecilnya mengingkari jari yang mereka buat untuk selalu bersama. Gadis itu kini telah resmi dipersunting oleh Tri yang merupakan Dekan di fakultas tempat Alif bekerja.

Mengalami rasa sakit yang berkepanjangan membuat Alif melakukan perjalanan ke Bandung. Tujuan awalnya adalah untuk mengobati kesedihannya akan cinta yang kemudian membuatnya bertemu dengan Aisyah. Keduanya pun saling jatuh cinta.

Ketika Alif menemukan cinta baru, dia menerima kenyataan bahwa ternyata sebenarnya Dwi diam-diam telah menyimpan perasaan pada Alif semenjak SMA, sayangnya keduanya saling menahan perasaan. Alif sempat bimbang akan perasaannya.

Sebuah tragedi terjadi ketika Alif ke Bandung menjenguk Aisyah yang tengah sakit. Dwi ternyata mengikuti Alif dan ditabrak mobil, di saat yang bersamaan Aisyah tak sadarkan diri.

Bagi saya novel ini sama halnya dengan perjalanan cinta yang rasanya hampir dilalui oleh semua orang. Di mana setelah patah hati, ada beberapa orang yang kemudian menemukan cinta baru yang perlahan mengurangi rasa sakit akibat cinta harus berakhir. Cobaan yang lain, ternyata orang tersebut rupanya juga memendam perasaan cinta pada kita.

Hayo, pilih yang mana?

Sayangnya, kisah cinta Alif tidak berjalan seperti rencana.

Alur novel ini buat saya agak terlalu cepat, sehingga membuat perjalanan emosi pembaca terasa datar (kurang mempermainkan emosi pembaca). Baru terasa menjelang halaman terakhir. Sehingga rasanya kayak semacam kurang dalam. Kurang dijabarkan lebih lanjut mengenai hubungan Dwi di masa lalu dan kurang detail mengenai perasaan Alif terhadap Aisyah. 
 
Dari segi kaidah penulis sudah cukup rapi, kalimat yang dibuat tidak bertele-tela, mudah untuk dipahami. 

Kurangnya Bulrb alias ringkasan cerita membuat para pembaca akan menebak-nebak isi dari buku ini. Padahal seperti yang kita tahu bahwa beberapa pembaca biasanya menilai sebuah buku dari bulrb di bagian belakang. Sehingga, mungkin tidak akan menarik perhatian pembaca muda yang menyukai desain kover yang cakep dan tentu ringkasan cerita yang menarik. Semoga penulis, ke depannya mulai memperhitungkan hal ini.

Kesimpulan: 


Secara garis besar novel Redup ini cukup ringan untuk dibaca dengan tema cinta yang bisa diterima oleh berbagai kalangan. Oh iya, buku ini berseri sehingga di buku kedua nanti mungkin kita akan bisa membaca lebih jelas lagi kisah tentang Alif.
Buat kamu penyuka bacaan ringan, Novel Redup ini bisa jadi pilihan.
Selamat membaca,
Kotak Warna © . Design by Berenica Designs.