Wednesday, June 27, 2018

Sisi Lain Kehidupan di Korea Utara yang Terungkap Ke Media

Source: blogunik.com


Banyak orang Indonesia saat ini berkiblat pada Korea Selatan untuk tren fashion, percintaan sampai operasi plastik. Banyak hal yang bisa dicontoh dan diterapkan dari negara yang terkenal dengan K-Pop nya ini. Tapi berbeda dengan saudara tetangga, yakni Korea Utara. Negara pimpinan Kim Jong Un ini kesannya lebih tertutup apalagi bagi para turis yang berkunjung. Walau sekarang Korut sudah cukup terbuka, namun mereka tetap memiliki aturan ketat seputar masalah pengambilan foto bagi para wisatawan mancanegara.

Ya banyak turis merasa tidak bebas ketika berada di Korea Utara karena dilarang mengeksplorasi ketika travelling dan selalu diawasi oleh pemandu yang terasa seperti penjaga keamanan. Tapi seorang turis dan juga fotografer bernama Michal Huniewiz nekat mengambil foto kehidupan di Korut secara diam-diam. Nggak hanya memfoto, tapi Michal pun juga membagikannya di dunia maya. Kalo kalian penasaran, ini dia sisi lain Korea Utara yang jarang terungkap ke ruang publik.

1. Monumen Perang

Source: phinemo.com

Ketika berada di monumen ini, pemandu akan bertanya pada rombongan, adakah di antara mereka yang berkewarganegaraan Amerika. Kemudian ia akan meminta orang tersebut untuk mengambil bunga dan berdoa di depan museum. Dengan bangga, pemandu akan bercerita ketika negaranya memenangkan perang ketika melawan Amerika dan sekutunya Korea Selatan.


2. Foto Kim Jong Un Di Kereta

Source: noulan.blogspot.com

Tidak pernah kita temui di kereta manapun di Indonesia, kalau ada foto Presiden di salah satu gerbongnya. Ya foto presiden hanya dipajang di ruangan kerja, gedung negara, ruang sekolah, namun tidak di kereta. Berbeda dengan Korea Utara, kita akan menemukan foto presiden Kim Jong Un di tiap gerbongnya. Itu merupakan suatu pemandangan yang unik.Tentunya dengan foto ini diambil secara diam-diam pula loh.


3. Pasar yang Sepi

Source: idntimes.com


Bahkan di pasar sekalipun dilarang untuk memfoto keadaan sekitar. Terlihat kondisi pasar yang sangat sepi jika dibandingkan dengan di Indonesia yang sangat ramai. Michal pun tak melewatkan momen ini untuk mengambil gambar secara diam-diam, sebelum petugas sadar akan aksinya. 

Begitulah kondisi negara tetangga Korsel ini jika kita lihat dari dekat. Walaupun tidak bisa secara langsung, tapi foto dari Michal ini sudah mewakili betapa ketatnya peraturan yang ada di sana. Beda kalau dibandingkan dengan negara lain, apalagi Indonesia yang mau foto dimanapun rasanya bebas saja. Mau itu di atas gunung, depan gedung, bahkan berswafoto bersama presiden pun tidak jadi masalah.


Bicara tentang swafoto, ada satu smartphone yang punya fitur bagus sehingga dapat menghasilkan foto yang tajam dan bening dalam sekali jepret. Nama smartphone ini adalah OPPO F7 dengan fitur AI Beauty 2.0 yang dapat mendeteksi hingga 296 titik pengenalan wajah. Tidak hanya itu, kamera smartphone ini dibekali dengan resolusi 25 megapiksel di kamera depannya. Tidak salah deh kalau OPPO F7 menjadi smartphone unggulan untuk kategori selfie terbaik. 

Sekarang kalian udah ga penasaran lagi kan tentang kehidupan di Korea Utara? Kalo kalian jadi Michal, berani nggak sih mengambil foto disana secara diam-diam?


Buat kalian yang penasaran sama OPPO F7, OPPO lagi ngadain Ramadhan Special Cashback untuk setiap pembelian OPPO Camera Phone terpilih, loh. Cek di sini deh: http://f7.oppomobile.id/ramadhan


Salam,


Friday, June 22, 2018

5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Tentang Mudik Lebaran










5 Hal yang Bisa Diajarkan Kepada Anak Dari Kegiatan Mudik Lebaran

Holla,

Eh, bagaimana ni kabarnya setelah lebaran? Sudah pada kembali ke rumah (berkutat dengan cucian segunung) atau masih memperpanjang waktu libur demi berkumpul dengan keluarga?

Sebagai pekerja lepas, jadwal liburan saya sih tidak berbatas hanya saja keluarga yang lain adalah Abdi Negara. Alasan inilah yang membuat kami harus kembali ke Surabaya H+4 lebaran walaupun liburan untuk PNS berakhir tanggal 20 Juni. Setidaknya, beberapa anggota keluarga masih punya kesempatan untuk membereskan rumah dan jalan-jalan ke tempat lain. Satu lagi, kami ingin menghindari puncak arus balik. Kemarin saja saat kembali pulang ke Surabaya terjebak macet yang lumayan lama. Kebayang gimana macetnya kalau balik pas puncak lebaran. 

Dari berapa kali mudik lebaran, kayaknya lebaran tahun ini amat berkesan. Kami pulang dengan formasi lengkap. Biasanya, Kakak Perempuan saya berlebaran ke Bandung ikut suaminya. Untuk tahun ini, dia memilih berlebaran ke Pamekasan selain itu ada adik iparnya yang ingin merasakan suasana lebaran di kampung orang. Hadirnya Adik Ipar dari Kakak perempuan, membuat kami merencanakan jalan-jalan yang jarang bisa kami lakukan saat lebaran. Puas, saya bisa menjelajah tempat-tempat baru yang belum pernah dikunjungi.

Kami pulang saat H+1 alias hari kedua lebaran. Berangkat pagi supaya tidak terjebak macet saat perjalanan menuju ke Pamekasan. Dulu, ketika Nenek masih ada, kami biasa pulang kampung H-2 sebelum Lebaran karena Nenek suka keluarga besarnya berkumpul. Sekarang, kami pulang lebaran hari ke dua karena tidak ada Nenek yang harus dikunjungi kecuali acara keluarga besar Papi.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, lebaran tahun ini ketiga keponakan saya ikut serta. Dari awal mereka sudah antusias dengan kata mudik. Bisa tidur di hotel menjadi salah satu alasan kebahagiaan mereka. Yah, namanya saja anak-anak. Bahagianya recehan yaitu bisa menikmati dinginnya kamar hotel (padahal di kamar sendiri juga ada AC tapi tetap senangnya tiada tara) dan kadang kami keluar untuk sekadar menyenangkan ketiga bocah ke pantai. Pokoknya kalau dengar kata ‘Mudik’ mereka bertiga udah kegirangan.

Mudik lebaran yang rasanya udah jadi tradisi di Indonesia ini memberikan banyak pengalaman buat para keponakan saya. Mereka belajar dan mendapatkan banyak informasi yang mungkin baru didengar. Dulu, saat masih kanak-kanak, saya menyukai momen mudik lebaran. Mudik itu buat saya bukan berarti hanya pulang ke kampung halaman tapi juga bisa bertemu dengan sanak saudara sembari merekatkan kembali ikatan silaturahmi dengan keluarga.


Kesabaran

Perjalanan mudik ke kampung halaman adakalanya tidak semulus jalan tol yang bebas hambatan. Perjalanan mudik ke Pamekasan melewati beberapa titik area yang rawan macet. Kemacetan seringkali membuat mood anak turun drastis akibat rewel dan membuat orangtua stress. Sebisa mungkin sebelum acara mudik dimulai, anak diberi gambaran akan seperti apa perjalanan mereka nanti dan siapkan barang-barang yang dibutuhkan untuk melepas kebosanan mereka saat terjebak macet. 

Kesabaran orangtua juga harus dijaga jangan sampai karena macet dan anak rewel akhirnya melanggar lalu lintas atau melakukan kegiatan yang membahayakan keluarga.

Kebersamaan

Saat lebaran biasanya kita berkumpul dengan keluarga besar, di mana akan banyak orang sehingga anak terkadang merasa bosan dan enggan untuk keluar dari kamar. Sebagai orang tua, kita harus memberikan penjelasan bahwa lebaran adalah saatnya berkumpul dengan keluarga. Orangtua harus memberikan contoh salah satunya menyimpan ponsel saat ada acara keluarga, dengan begitu anak belajar akan pentingnya kebersamaan bersama keluarga.

Mengenal Silsilah Keluarga

Ayo ngaku, siapa yang suka bingung saat ketemu sanak keluarga karena saking banyaknya anggota keluarga besar?

Saya salah satunya.

Mudik lebaran bisa menjadi momentum yang tepat bagi kita dan anak-anak untuk lebih mengenal anggota keluarga yang baru atau mungkin kita lupa. Hal ini akan membuat anak lebih mengenal siapa saja sanak famili dan mereka juga jadi tahu tentang konsep silsilah keluarga.

 

Semangat Berbagi

Lebaran identik dengan THR alias angpau. Biasanya anak-anak (saya yang udah besar begini aja masih pengin dikasih) suka banget dikasih angpau oleh sanak saudara. Sebisa mungkin anak tidak diajarkan untuk meminta tapi tanamkan dalam diri mereka saat nanti mereka sudah dewasa dan memiliki penghasilan berlebih, jangan lupa juga untuk berbagi bersama sanak saudara yang lainnya.


Mengenal Kebudayaan Lokal


Selain berkumpul dengan keluarga, mudik lebaran bisa dimanfaatkan untuk lebih mengenal daerah lokal yang kita datangi. Bisa melalui makanan khas, adat-istiadat, lokasi wisata dan kebiasaan. Ajak serta anak-anak untuk mengeksplorasi biar nanti mereka punya pengalaman yang bisa mereka ceritakan kepada teman-temannya. 


Jangan khawatir saat membawa anak mudik lebaran. Emang agak ribet karena harus mempersiapkan banyak hal tapi banyak pengalaman berharga yang bisa diajarkan kepada anak lewat kegiatan mudik lebaran ini.

Monday, June 4, 2018

(Review) Purivera Botanicals Grapseed Oil


Purivera botanical, grapseed oil, skin care,

“Wajahmu apa nggak tambah berminyak kalau perawatan pakai minyak gitu?’ 

Purivera Botanicals Grapseed Oil


Itulah respon dari beberapa orang yang tahu bahwa saya mulai memasukkan Face oil ke dalam produk perawatan kecantikan harian. Wajar sih kalau mereka merespon seperti itu karena yang mereka tahu bahwa tipe kulit wajah saya berminyak dan mereka khawatir akan membuat kulit wajah saya seperti kilang minyak. 

Sebelum memakai produk Face oil, saya sebenarnya tengah mencari-cari produk serum untuk wajah. Kalian tahu dong kalau harga serum itu bervariasi dan cenderung mahal gitu. Berhubung penghasilan saya sebagai pekerja lepas masih serabutan dan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi, saya pun maju mundur untuk membeli serum wajah. 

Berawal dari mencari tahu mengenai kandungan serum, saya menemukan bahwa ada salah satu komponen dari serum adalah Face Oil alias minyak. Ada banyak macam minyak yang ternyata juga bagus untuk wajah. Berbekal dari hasil menjelajah situs kecantikan dan kanal youtube, saya akhirnya mencoba untuk membeli Face Oil. 

Pilihan saya jatuh pada Grapseed Oil alias minyak biji anggur yang katanya cocok untuk semua kulit termasuk kulit berminyak. Apalagi minyak biji anggur memiliki sifat non-comedogenig yang cukup rendah (artinya tidak menyumbat pori-pori). Alasan yang lain karena ini murni minyak dan tidak ada bahan tambahan, saya jadi semakin percaya diri untuk mencobanya. 

Grapseed Oil pilihan saya adalah merek Purivera Botanicals kemasan 30 ml. Alasan saya mencoba merek ini karena harganya terjangkau dan ada cashback. Biar kalau nggak cocok setidaknya hidup masih tenang. 

Manfaat Grapseed Oil Untuk Kecantikan 


Grapseed Oil memiliki banyak manfaat untuk kulit dan mulai banyak yang memasukkan Grapseed Oil sebagai bahan baku untuk produk kecantikan. Lihat saja beberapa serum yang saya incar juga memiliki kandungan minyak biji anggur di dalamnya. 

Di bawah ini saya berikan beberapa manfaat Minyak Biji Buah Anggur untuk kecantikan, terutama kulit: 

  • Kaya akan vitamin C, D, dan E yang mana bisa membantu mengurangi luka bekas jerawat dan kerutan di wajah. 
  • Kandungan antioksidannya dan polipenol dalam minyak biji buah anggur untuk mengobati jerawat. 
  • Kandungan Lemak dan Vitamin C membantu menyamarkan strecth Mark di kulit 
Masih ada banyak lagi manfaat dari Grapseed Oil yang bisa kamu dapatkan. 

Kemasan 

Purivera botanical, grapseed oil, oil, face oil

Kemasan luar (kardus) dari produk ini dominan berwarna putih dengan logo berwarna kuning di tengah. Bagian depan berisi merek dari produk dan tagline We bring you truly natural, cruelty free skin care. Bagian belakang kardus ada deksripsi mengenai produk ini. 

Sekarang kita bahas tentang kemasan botolnya ya. Kemasan botolnya berwarna putih bening (kita dengan leluasa bisa melihat kandungan di dalamnya) dengan tutup karet berwarna hitam yang dilengkapi semacam segel sehingga tidak mudah tumpah. Cara membuka tutup botolnya pun tidak sekadar diputar saja tapi kita harus sedikit menekan/memencet ujung tutup botol lalu diputar. Memang sedikit menyusahkan tapi buat saya itu lebih aman dan tidak khawatir tumpah saat diletakan miring. 

Botolnya berukuran besar dan pas digenggam oleh tangan yang dilapisi stiker berwarna hijau dengan deskripsi produk. 


Aroma dan Tekstur 


Tekstur dari Grapseed oil ini benar-benar cair dan ringan lebih ringan dari coconut oil dan olive oil yang pernah saya. Berhubung ini minyak murni, saya tidak mencium aroma apapun selain aroma minyak biasanya (entahlah saya sulit untuk mendeskripsikannya). 


Cara Pemakaian: 

  1. Bersihkan wajah dengan sabun cuci muka dan lanjutkan menggunakan toner 
  2. Teteskan 2-3 tetes oil di telapak tangan (boleh dicampur dengan minyak lain dengan perbandingan 1:1 masing-masing oil) 
  3. Aplikasikan ke wajah sambil dipijat perlahan selama 3-4 menit baru dilanjutkkan skincare/make up 
  4. Pemakaian minggu pertama, Grapseed Oil ini hanya digunakan saat malam hari saja. Untuk minggu selanjutnya bisa digunakan pagi hari dan harap menggunakan sunblock saat ke luar rumah 

Cara Penyimpanan dan EXP Date:

Sehabis menggunakan sebisa mungkin untuk langsung ditutup dengan rapat dan diletakan dalam ruangan yang tidak terpapar sinar matahari. 

Untuk masa kedaluarsa produk ini berbeda-beda, Grapseed Oil memiliki masa simpan sekitar 2 tahun. Jika sudah sering dibuka-tutup umurnya bisa selama 6 bulan sampai 12 bulan karena pengaruh oksidasi udara. 

Tanda jika produk ini mulai rusak adalah berwarna keruh dan bergelembung. 

Kesan Pemakaian: 

grapseed oil, biji anggur, face oil, skin care


Minggu pertama menggunakan produk ini saya menggunakannya di malam hari sesuai dari saran si pembeli. Awalnya masih ragu dan takut kalau wajah bakalan kayak kilang minyak pas bangun pagi seperti biasanya. Eit, ternyata salah saudara-saudara, pas bangun pagi saya malah merasa kulit wajah terasa lembab banget, kenyal gitu. Saat saya coba tempelkan beberapa jari di muka untuk mengetes apakah betul minyaknya bakal banyak. Nggak loh, malah kadar minyak di wajah saya berkurang tidak seperti biasanya. 

Setelah semingguan memakai produk ini, saya merasa kulit saya lebih kalem, jerawat juga lebih mudah kering. Saya mulai mencoba memakainya di pagi hari dan biasanya saya tambahkan 1 tetes argan oil. 

Saya sudah memakai produk ini hampir 3 bulan. Perbedaan yang paling terasa adalah kulit wajah saya lebih cerah dan pori-pori terlihat mengecil (entah ini karena produknya atau hasil dari skin care yang selama ini saya pakai). Berhubung ini produk alami, hasilnya emang akan terlihat lebih lama ya. 

Sekarang saya nggak memakainya tiap hari, terkadang selang seling antara pagi atau malam. Aktivitas yang paling disukai adalah saat memijat wajah dengan minyak ini, rasanya wajah jadi lebih kenyal dan segar. 

Saya suka mencampurkan Grapseed Oil ini ke dalam masker favorit saya. Biasanya saya tambahkan 2-3 tetes ke dalam masker kopi, dan aneka masker alami lainnya. Multifungsi juga deh Grapseed Oil. 


Kesimpulan: 


Secara garis besar, Purivera Botanica Grapseed oil cukup membantu saya dalam menyelesaikan permasalah kulit seperti jerawat dan bekas jerawat selain itu bisa dijadikan bahan campuran untuk masker. Buat yang ingin mencoba serum tapi belum memiliki anggaran yang cukup besar, mungkin bisa mencoba Face oil merek Purivera Botanica ini. Selain harganya terjangkau dan juga mengandung bahan alami. Ada banyak pilihan minyak lainnya yang bisa kamu pilih.
Kotak Warna | Personal Lifestyle © . Design by Berenica Designs.