Kotak Warna: January 2018

Friday, January 19, 2018

Menikmati Gudeg Wijilan Bu Lies Dalam Genggaman Tangan

gudeg kaleng wijilan bu lies


Menikmati Gudeg Wijilan Bu Lies Dalam Genggaman Tangan - Saat mendengar kata ‘Gudeg’ otomatis kita akan mengaitkannya dengan Kota Yogyakarta di Jawa Tengah. Saking banyak ditemukannya penjual Gudeg, Kota Yogyakarta ini dikenal sebagai Kota Gudeg.


Saya sendiri memiliki hubungan hate-relationship dengan makanan yang berbahan dasar Nangka ini. Sebenarnya saya bukan penggemar makanan manis, pas ketika nyobain makan Gudeg untuk kali pertama rasanya eneg. Bahkan makanan yang saya pesan tidak habis. Tapi pas udah balik ke Surabaya, saya kangen makan Gudeg Asli Jogja. Tuh, kan.

Tiap kali ke Jogja, kurang afdol rasanya kalau nggak makan Gudeg yang terdiri dari nangka muda, ayam, sambal trecek yang khas dan potongan tahu beserta tempe. Duh, saat nulis artikel ini air liur saya hampir menetes karena membayangkan betapa nikmat dengan nasi putih punel yang masih mengepul. Ah, ngences.

Eit, jangan khawatir. Sekarang nggak perlu pergi jauh ke Jogja hanya untuk menikmati Gudeg. Berterima kasihlah pada yang menemukan inovasi kaleng karena beberapa penjual Gudeg sekarang menyediakan produk dalam bentuk kaleng, salah satunya ada Gudeg Wijilan Bu Lies yang terletak di Jl. Wijilan No. 5 Panembahan Kraton Yogyakarta. Sebuah terobosan yang mempermudah konsumen untuk bisa menikmati sajian Gudeg ala Bu Lies.

Ceritanya saya mendapatkan kesempatan untuk mencoba salah satu varian Gudeg Wijilan Bu Lies varian Ayam Gudeg dari salah satu Website yang memang menyediakan beberapa produk untuk diulas. Hmm, asyik bisa makan Gudeg tanpa perlu jauh-jauh ke Yogyakarta.

Monday, January 15, 2018

Mengabadikan Kenangan Indah Di Kuala Lumpur


petronas kuala lumpur
KL, 2015


Semenjak memiliki paspor, perjalanan terjauh saya ke luar negeri adalah untuk menjalankan ibadah umroh ke Arab Saudi. Selebihnya, paspor saya nganggur tanpa stempel baru sampai ganti paspor kedua kalinya

Suatu hari Kakak bersama temannya merencanakan perjalanan lagi tapi kali ini lokasinya lebih dekat yaitu Malaysia dan Singapura. Niat awal mereka ingin melakukan perjalanan ala Backpacker dan ingin mengajak saya. Lalu, tujuan liburan ala backpacker itu berubah total saat Mami dan Papi ingin ikut bergabung sama kami. Jadi, rencana untuk memakai transportasi umum tergantikan dengan menyewa van sebab kondisi kesehatan kaki Mami yang tidak memungkinkan untuk berjalan jauh.

Setelah melalui drama menjelang keberangkatan akhirnya kami berangkat juga. Sengaja mengambil penerbangan pagi untuk memampatkan rencana karena kami berniat mengunjungi dua negara dalam waktu 3 hari.

Rencana awal sehabis mendarat di Johor Bahru, kami langsung melanjutkan perjalanan ke Singapura. Menimbang bahwa jarak antara Johor Bahru dan Singapura amatlah dekat sekitar 30 menit. Namun, rencana berubah. Kami memilih menginap dan berkeliling Johor Bahru di hari pertama.

Monday, January 8, 2018

Setahun Menjadi Pekerja Lepas

"freelancer"


Saya lupa kapan tepatnya melupakan impian untuk menjadi dokter. Mungkin karena saya punya pengalaman yang cukup lama menginap di Rumah Sakit dan saya tidak ingin berlama-lama berada di dalam ruangan yang memiliki aroma karbol. Itu akan mengingatkan saya pada hari-hari di mana saya terbaring lemah dengan selang infus yang menancap di tangan dan suara detak monitor jantung yang berdenging di telinga.

Saya memilih mengubah cita-cita.

Sama seperti remaja lainnya saya juga bingung menentukan cita-cita. Sering berganti-ganti ketika menemukan sesuatu yang lebih menarik. Pada dasarnya saya tidak terlalu suka dengan pekerjaan yang monoton. Buat saya kerjaan kantoran itu bukan saya banget. Ketika Mami menyuruh saya untuk mendaftar jadi abdi negara, saya menolak. 

Wednesday, January 3, 2018

5 Postingan Terlaris 2017 Kotakwarna.com

5 postingan terlaris 2017 di kotakwarna.com


Holla,

Udah lewat dari 2017, eh ini tulisan di blog belum diperbarui juga. Padahal niatnya di tahun 2018 pengin banyak nulis. Wkwkw, sok banget ya. Padahal orangnya lagi sibuk ngedrakor gara-gara udah pasang Wifi.

Well, untuk melawan kemalasan kayaknya nggak ada salahnya untuk pemanasan dulu. Biar otaknya nggak kaget diajak berpikir sehabis liburan kemarin. Postingan ringan aja kali ya semacam round up biar kayak blogger-blogger keren itu. Selain itu, tujuan dari round up ini untuk mencari tahu kekuatan dan kekurangan dari blog ini, supaya ke depannya saya tahu harus memperbanyak tulisan seperti apa.

Baca juga: Happy New Year