Kotak Warna: Rendahnya Kesadaran Membuang Sampah Pada Tempatnya

Wednesday, December 30, 2015

Rendahnya Kesadaran Membuang Sampah Pada Tempatnya

Ceritanya, beberapa hari yang lalu saya mudik ke Pamekasan bersama keluarga untuk bersilaturahmi dengan sanak famili. Bersama beberapa sepupu dan ponakan kami pergi berjalan-jalan sembari mencicipi kuliner di sekitaran Pamekasan.
 
Rencana awalnya kami akan berangkat sekitar jam 4 sore. Seorang ponakan mengusulkan untuk mengunjungi 2 taman kota yang katanya baru dibuka. Saya pun penasaran seperti apa sih taman kota yang ada di kota Pamekasan.
Pukul 16.30, dua orang keponakan datang menjemput saya. Mereka terlambat dari jadwal yang telah ditentukan. Berhubung senja mulai menjelang kami pun bergegas menuju tempat yang disepakati.
 
Kami mengunjungi sebuah taman di Jl. Sersan Mesrul. Dalam bayangan saya sebuah taman itu nampak rindang dan rapi seperti taman-taman kota di Surabaya. Dugaan saya meleset. Taman itu tak seperti yang saya pikirkan. 

Lebih membuat saya terhenyak adalah sampah yang berserakan di mana-mana. Err...bahkan di salah satu area sampah dibiarkan menumpuk begitu saja. Padahal ada banyak tempat sampat di berbagai sudut. Namun, sepertinya para pengunjung tidak terlalu peduli terhadap kebersihan taman.

Tidak hanya di taman ini saja. Sampah yang berserakan juga saya temukan saat mengunjungi Car Free Day di kawasan alun-alun kota. Pemandangan ini membuat saya sedikit gulana. Begitu rendahkah kesadaran membuang sampah pada tempatnya? Padahal ketika lingkungan itu bersih toh juga kalian-kalian semua yang menikmati dan bumi tercinta yang kita tempati ini tetap nyaman.

Ironi.

Sebenarnya tidak hanya di Pamekasan. Tapi saya melihat beberapa daerah bahwa kesadaran penduduk negeri ini terhadap sampah masih rendah. Beda banget ketika saya berkunjung ke Singapura (eit bukan maksud pamer) tapi para penduduk Negeri Singa itu memiliki kesadaran yang tinggi terhadap kebersihan. Singapura menerapkan denda yang cukup besar bagi warganya yang melanggar. 
 
Awalnya aturan yang ketat memang akan membuat kita tidak nyaman. Namun, lambat laun itu akan menginternalisasi dalam diiri kita sehingga membentuk sebuah kebiasaan. Di sekolah tempat saya mengajar, berulang kali saya selalu membiasakan anak-anak untuk membuang sampah pada tempatnya. Jika mereka melanggar, saya akan menyuruh para anak didik untuk memungut sampah yang dibuang sembarangan ke tempat sampah.

Itu memang tidak mudah. Tapi, kenapa kita tidak mencobanya dari diri kita sendiri?

Saya suka sekali dengan Iklan Masyarakat yang diputar di Radio Sam FM Surabaya. Di mana mereka mengingatkan mengenai kebiasaan membuang sampah di tempatnya. Ada beberapa kalimat yang saya kutip dan coba terapkan pada anak-anak.

Membuang sampah pada tempatnya adalah kewajiban semua orang
Membuangkan sampah milik orang lain pada tempat sampah adalah bentuk kebaikanmu

Mengingatkan orang lain untuk membuang sampah pada tempatnya adalah wujud kepedulianmu
 
 
Salah satu sudut taman

Area Bermain anak yang penuh sampah

Saya suka lampu tamannya

Tumpukan Sampah

4 comments:

  1. Harus ada edukasi terus menerus ya mak.

    bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Membiasakan diri itu lebih susah :(

      Delete
  2. Di mana-mana, sampah selalu jadi dilema. Padahal tempat sampah itu tersebar di banyak tempat lho.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak yang males buang sampah pada tempatnya

      Delete