Kotak Warna: September 2015

Monday, September 21, 2015

Menulislah

Menulislah, jika kamu terlalu takut untuk berbicara

Menulislah, jika kamu terlalu lelah diabaikan oleh orang lain

Menulislah, jika kamu sudah bosan dengan cibiran orang

Menulislah, saat kamu terlalu lelah untuk bercerita pada orang lain

Sunday, September 20, 2015

Yang asyik disantap ketika Flu

Belakangan cuaca di Surabaya begitu panas tapi anginnya terasa dingin di kulit. Hal ini bisa membuat daya tahan menurun.

Alhasil beberapa minggu lalu saya terkena flu dan batuk. Rasanya nggak nyaman banget. Ditambah selera makan berkurang gara-gara hidung mampet.

Wednesday, September 16, 2015

Titik Nadir


"Pernah nggak kamu berada pada titik terendah dalam hidup yang membuatmu menyalahkan Tuhan?"
Jawabannya pernah.

Ketika itu saya baru naik kelas 2 SMA. Tiga minggu sebelumnya saya baru keluar dari RS setelah melakukan pergantian pacu jantung untuk kedua kalinya.

Pagi itu kami melakukan pemeriksaan jahitan apakah sudah kering atau tidak. Diam-diam ada sebuah pembicaraan antara dokter dan kedua orang tua saya. Mereka bertiga sengaja sedikit menjauh agar tidak terdengar oleh saya.

Hari itu saya mendapatkan sebuah kenyataan bahwa pacu jantung ini akan melekat dalam tubuh saya. Istilah halusnya butuh bantuan tangan dari Tuhan.

Tuesday, September 15, 2015

1111 postingan



Hai...sudah lama tidak berjumpa.

Akhir-akhir ini saya jarang update blog. Bukan karena banyak pekerjaan tapi emang lagi sibuk menamatkan drama korea. *ups.

Nah. Beberapa hari lalu saya iseng buka dashboard blog. Lalu di layar tertampil 1111 postingan. Wah sebuah angka yang cantik. 

Friday, September 4, 2015

Bahasa Ibu

"Selama kami di luar rumah kamu bebas menggunakan bahasa apa saja tapi begitu kamu berada dalam rumah. Wajib hukumnya menggunakan bahasa daerah."
Begitulah aturan yang berlaku di dalam keluarga saya. Sejak dulu orang tua membebaskan kami untuk belajar bahasa apapun. Begitu pun dalam kehidupan sehari-hari kami di luar rumah. 

Tuesday, September 1, 2015

Math Haters





Salah satu pelajaran yang tidak saya sukai adalah Matematika. Tapi, anehnya saya menyukai pelajaran semacam Kimia dan Fisika. Bahkan nilai keduanya melebihi nilai matematika saya.

Loh. Itukan juga ada berhitungnya.

Ya. Begitulah kenyataannya.

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar saya tidak suka dengan Matematika. Saya masih ingat waktu kelas 1 SD nilai harian saya jelek. Pernah dapat nilai 2. Lalu, pada Caturwulan berikutnya saya akan lebih bekerja keras untuk mendapat nilai lebih baik.

Naik ke SMP nilai matematika saya pas-pasan. Tapi, lumayanlah saya akhirnya hisa lulus dengan nilai cukup memuaskan.

Di bangku SMA saya pernah mendapat nilai 4 di raport. Mama sempat marah lihat nilai saya. Sampai akhirnya beliau memanggil guru les privat. Dan nilai Unas saya untuk Matematika nggak sampai 6.
*huft