Kotak Warna: Sinopsis: Penentu nasib sebuah karya (part 1)

Thursday, July 9, 2015

Sinopsis: Penentu nasib sebuah karya (part 1)


Sumber gambar

Assalamualaikum,

Masih pada semangat puasa, kan?

Postingan saya kali adalah tentang pentingnya sinopsis dalam sebuah karya. Beberapa hari yang lalu Mas Wenda Koiman-- salah seorang scripwriter dan penulis membagi ilmunya tentang pentingnya sebuah sinopsis. Nah, berikut ini saya akan menuliskan beberapa rangkuman dari tulisan mas Wenda Koiman. 
Dalam membuat artikel mas Wenda berdiskusi dengan dua kelompok orang yang sehari-hari bergelut dengan dunia tulis-menulis. Kelompok pertama adalah Kelompok Editor buku dan kelompok kedua adalah penulis skenario.

Nantinya tulisan ini akan saya tulis dalam beberapa bagian. Selamat membaca.

1. Mengapa sinopsis itu penting?

Sinopsis, adalah 'ringkasan‘ cerita yang akan kita jabarkan lewat halaman tebal dalam sebuah naskah 
novel atau skenario secara lengkap. Sinopsis adalah first impression, kesan awal, dan wakil dari keseluruhan cerita yang kita tawarkan. 

Perlu dipahami bersama bahwa editor harus menghadapi tumpukan pengajuan naskah yang tidak sedikit. Dari yang menarik, sampai yang amburadul tentunya. 

Melihat tugas mengkaji naskah yang sangat menyita waktu ini, para editor menggunakan sinopsis sebagai bahan pertimbangan awal apakah naskah tersebut menarik untuk diteliti lebih jauh, secara lengkap, atau gugur di babak penyisihan. 

Berikut menurut para editor tentang pentingnya sinopsis.

Question: 
Seberapa besar pengaruh sinopsis untuk bisa menarik perhatian editor / redaksi?

Answer:
  1. Gari Rakai Sambu: 

o BESAR BANGET pengaruhnya. Gini ya, Mas Wen. Saya di redaksi bisa nerima 60-100an naskah masuk tiap bulannya. Gimana caranya saya bisa habis baca semua naskah, plus masih ditambah kerjaan reguler ngedit tiap bulan, kalau bukan dari sinopsis? 
Prinsip kerja editor buku di mana-mana kayaknya sih sama: baca 10 halaman awal, baca 10 halaman akhir, baca bagian tengah secara random. Kalau gak enak, langsung tolak. Kalau dibaca agak enak, baru lihat sinopsis.

Nah masalahnya adalah, kalau si penulis tidak mencantumkan sinopsis secara detail. Ini sih tergantung editornya. Kalau lagi mood, bisa aja dibaca naskahnya sampai habis. Kalau lagi gak mood ya langsung tolak. Hihi. 

Jadi sekali lagi, besar banget pengaruhnya.

2. Radindra Rahman:

Sangat besar. Banyak cara redaksi menilai naskah. Tapi karena waktu yang dipunya tidak banyak, melalui sinopsis redaksi bisa mendapatkan poin dari naskah yang diajukan.

3. Adham T. Fusama:

o Sinopsis sangat membantu editor untuk memahami naskah dengan cepat. Karena naskah yang masuk tiap harinya sangat banyak sementara editor juga manusia yang kecepatan membacanya punya batasan, maka editor sangat menyukai naskah yang disertai dengan sinopsis lengkap. 

Sinopsis bisa jadi memegang peranan penting "menyelamatkan" suatu naskah.  

Naskah yang tanpa sinopsis bisa saja hanya dibaca-baca sekilas oleh editor, kalau semisalnya editor merasa naskah itu biasa saja apalagi tulisannya berantakan dan nama penulisnya tidak dikenal, besar kemungkinan naskah itu akan ditolak. 

Padahal mungkin ada poin plus yang dimiliki naskah itu (misal twist ending yang bagus) yang bisa dijadikan bahan pertimbangan editor untuk menerimanya. Tapi, karena editor tidak tahu, sinopsis pun tidak ada, ya naskah itu besar kemungkinan akan ditolak. 

Kalau ada sinopsis, poin plus itu bisa diketahui editor, dan ia akan mempertimbangkan untuk membaca naskah itu lebih teliti.

(Bersambung...)

6 comments:

  1. Terima kasih, mbak :)
    Semangat sharing!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih banyak ilmunya mas wenda.

      Sukses selalu :)

      Delete
  2. Buat para pembacapun, sinopsis yg menarik itu ptg kan... aku ga bakal beli suatu buku kalo ga baca sinopsisnya ;p.. kalo udh rada alay , terlalu drama queen, ato ga jelas, udh pasti bye bye :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sinopsis penting bagi pembaca dan penulis.

      Kalau saya malah suka ketipu kalau lihat sinopsisnya.

      Makasih sudah mampir :)

      Delete
  3. Jadi inget dulu pas kuliah pernah bikin novel dan coba dikirim ke penerbit, mungkin karena maish minim pengetahuan tentang dunia penulisan dan kriteria ngirim naskah, saya ngirim ga pake sinopsis dan poin-poin keunggulan naskah, jadilah ditolak - karena mungkin sudah tulisannya amburadul, baca plotnya juga malas, hehehe..

    Makasih sharingnya, sekarang lagi pengen nulis lagi ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama mbak. Saya dulu asal kirim juga. Ternyata baru tahu kalau sinopsis penting.

      Makasih sudah mampir ya :)

      Delete