Kotak Warna: November 2013

Friday, November 29, 2013

Fragmen Masa Lalu

[caption id="attachment_3156" align="aligncenter" width="638"]Sumber: Zayd Ustman Sumber: Zayd Ustman[/caption]

Sore itu langit di Jakarta telihat muram. Arakan awan kelabu pekat memenuhi langit ibu kota. Samar-samar suara petir bersahutan di bentangan cakrawala. Menyisakan kilatan cahaya dan suara yang berdentum di angkasa.


Seorang laki-laki nampak tak terganggu dengan keadaan langit yang semakin gelap yang kemudian diikuti oleh milyaran butir air yang berjatuhan dari langit. Lelaki itu bergeming. Dia membiarkan air hujan membasahi tubuhnya.







"Rena pasti datang...pasti," racaunya di sela-sela guyuran air hujan yang menderas. Lelaki itu tetap bertahan.Ujung-ujung giginya bergemeretak, tubuhnya kurusnya kian menggigil tapi dia tetap bertahan membiarkan dirinya di bawah kucuran air hujan.

"Aku pasti akan menunggumu, Ren. Menunggumu datang." Lelaki itu merapatkan pelukan di tubuhnya. Berharap mengurangi dingin yang mulai menusuk ke dalam kulitnya. Semua sia-sia. Seberapa pun kuatnya pelukan itu, tubuhnya tetap saja menggigil.


 "Hentikan semua ini, Ndre." sebuah suara melindap di telinga lelaki itu.


Lelaki itu mendongak. Sebuah payung berwarna pelangi tepat di atas kepalanya dalam genggaman seorang gadis.


"Amel? Untuk apa kamu kesini. Sana pergi. Nanti Rena melihat kita," Rendra mengibaskan tangannya.


"Rena tak akan datang, Ndre," ucap Amel sambil tetap berusaha memayungi lelaki di hadapannya. Gadis itu melupakan tubuhnya yang mulai membasah karena payung yang dibawanya tak cukup melindungi mereka berdua.


"Rena pasti datang, Mel. Dia sudah janji." tubuh Andre bergetar.


"Sampai kapan kamu akan terus-terusan begini?" teriak Rena. Suara lantangnya terhalangi suara hujan yang menderu-deru.


Thursday, November 28, 2013

Bahasa Cinta

20131128-185215.jpg

Sumber foto: koleksi Pribadi


 

Aku menurunkan novel di genggamanku. Lalu, pandanganku terarah pada lelaki berpotongan spike tengah memotret seekor kupu-kupu yang hinggap di atas bunga.
Aku mengulum senyum. Beberapa hari ini, Arya sedang tergila-gila dengan dunia fotografi. Hampir setiap waktunya tak bisa lepas dari DSLR yang tergantung di lehernya. Kecuali sedang tidur.
"Hai," aku melambaikan tangan ke arahnya.
Arya menoleh, lantas meletakkan satu jarinya di bibir sebagai tanda untuk tidak berisik. Aku menurutinya. Membiarkan lelaki itu sibuk dengan buruannya.
Aku menghela napas. Harusnya hari ini menjadi istimewa. Tepat di tanggal ini dua tahun lalu aku dan Arya resmi menjadi pasangan kekasih. Tapi, hari ini tak ada perayaan apa pun. Arya malah memintaku untuk menemaninya mengambil gambar di taman komplek.


Huft. Sekali saja aku ingin seperti pasangan lainnya yang menghabiskan waktu bersama pasangannya dengan kegiatan yang menarik. Misalnya nonton bioskop, makan di cafe. Bukan menunggui orang yang asyik dengan dunianya sendiri.
"Bosan?" Arya menghampiriku tanpa rasa bersalah. Lelaki itu ikut menjatuhkan diri di sampingku.
Aku menggembungkan pipi sebagai bentuk kekesalan pada Arya.


Bukannya mencoba mendinginkan hatiku. Arya hanya diam saja tanpa suara. Dari sudut mataku, kutemukan lelaki sibuk melihat hasil jepretannya hari ini. Aku mengerang. Rasanya ingin kulemparkan buku di atas pangkuanku.


Aku hendak bangkit meninggalkannya, saat sebuah sentuhan lembut menggenggam buku-buku jemariku. "Maaf. Aku sudah membuatmu bosan hari ini."


Hening.


Arya meletakkan dua tanganku di dadanya. Tanpa kata lelaki itu memagut lembut bibirku. Aku memejamkan mata. Membiarkan aliran hangat bergelenyar di dada. Semua rasa marah yang tadi penuh sesak kini menguap. Menyisakan rona merah di kedua pualam pipiku.



Aku membenamkan diri di dada Arya. Menikmati hari istimewa dengan cara kami sendiri.




Kami memang memiliki kesukaan yang berbeda. Arya dengan kamera dan aku dengan buku. Tapi, cinta menyatukan kami menjadi satu


Tuesday, November 26, 2013

Satu Permintaan

20131127-035414.jpg

"Selamat pagi anak-anak." Annie menyapa muridnya dengan suara lantang.
"Pagi, Bu." suara koor anak-anak menyerbu gendang telinganya.
Gadis berusia 25 tahun itu mengedarkan pandangan ke seluruh kelas. Hampir separuh dari murid-muridnya tampak tak memedulikan kehadirannya. Ada yang mengobrol, ada yang asyik membaca dan beberapa lain terlihat acuh dengan keriuhan di dalam kelas.
Annie menghela napas. Ini hari pertamanya mengajar dan dia tak harus melakukan apa untuk menarik perhatian anak-anak didiknya itu
Ting.
Tiba-tiba terlintas sebuah ide. Annie membuka tas kerjanya. Dia mengeluarkan beberapa tumpukan kertas aneka warna yang masih terbungkus plastik. Annie merobek plastik itu dengan hati-hati, lalu perlahan mengeluarkan kertas berwarna-warni.
"Baiklah, pelajaran pertama hari ini. Kita mulai dengan membuat origami bangau." Annie berjalan membagikan kertas dalam genggamannya.
"Yah. Kita bukan anak TK Bu." salah seorang berkomentar.
Annie terus melangkah tanpa memedulikan tatapan sebal dari murid-muridnya.
****
"Bu Annie."
Annie selesai merapikan mejanya dan hendak keluar dari ruang guru saat seseorang memanggilnya.
"Ya." Annie membalikkan punggungnya dan mendapati Meta, siswa kelas 1 sedang berdiri di belakangnya.
"Ada apa Meta?"
Gadis itu tak bersuara. Dia mengeluarkan sebuah kotak kayu berukuran 8x8 cm dari tasnya. Dengan tangan gemetar Meta mengulurkan kotak dalam genggamannya pada Annie.
"Ini seribu bangau. Bisakah orang tua saya tidak jadi bercerai?"


Sumber foto: Zayd Ustman

Kamu

 

[caption id="attachment_2588" align="aligncenter" width="500"] dari Favim.com dari Favim.com[/caption]

Aku mengagumimu layaknya ribuan aksara yang berserakan dalam cerita-cerita roman

Aku menggilaimu layaknya secangkir madu hangat yang kuseduh setiap pagi

Kamu,

Lelaki yang menyematkan senyuman di bibirku

Menciptakan debaran hangat di dadaku

dan, selalu membuat lidahku kelu.

 

Kamu,

 

Aku menggilaimu dengan seluruh hatiku


Monday, November 25, 2013

Waktu tak pernah menunggu

20131126-040335.jpg

"Aku mau setangkai mawar," ucapnya saat kami bertemu.
"Setangkai mawar?" Alisku terangkat
"Iya. Setangkai mawar merah yang baru dipetik," ucapnya setengah merajuk. Aku bisa menangkap sorot kebahagiaan yang terpancar dari sepasang mata almond yang tengah menatapku.
"Hmm, baiklah. Aku akan membawakan pesananmu." Aku menyentuh ujung rambut Kania. Lalu, mendaratkan bibirku di keningnya.  "Sekarang waktunya kamu istirahat."
Seulas senyum terukir di bibir mungil Kania. Tak lama sepasang mata bulat milik Kania tertutup.


****


Tunggu aku
Sent


Aku menjejalkan ponselku ke dalam saku celana dan bergegas masuk ke dalam Jazz Hitam milikku. Menyalakan mesinnya dengan cepat. Lima menit kemudian dengan lincah mobil hitam yang kukendarai membelah jalanan yang masih lengang. Ini pukul 04.00 dini hari, saat di mana orang-orang masih bermain dengan mimpinya. Dan, aku sudah berada di jalanan menikmati dinginnya pagi.


Sepanjang perjalanan bibirku tak berhenti bersenandung. Hatiku sedang berbunga-bunga. Akhirnya aku mendapatkan pesanan Kania, walaupun harus mendapatkan tatapan sebal dari Rasya karena telah membangunkannya di pagi buta. Tak mengapa. Ini demi Kania.


Masih fokus dengan kemudi. Tangan kiriku mengambil sesuatu dari samping kursi penumpang. Dengan hati-hati tanganku menggenggam setangkai mawar yang masih berduri. Aku lupa, harusnya duri-duri di daun itu telah kutanggalkan supaya tak menyakiti jemari Kania yang selembut kapas.
Aroma khas bunga berwarna merah itu langsung menyerbu indra penciumanku. Aku melengos. Aku tak suka aroma mawar, tapi Kania --gadisku begitu tergila-gila dengan mawar.


Ponselku berdering.
Aku melambatkan laju kendaraan agar bisa melihat siapa yang menelponku pagi-pagi begini.


Seluruh persendianku melemas saat membaca sebuah pesan singkat yang masuk ke ponselku.


Van, Kania baru saja pergi. Maafkan dia tidak bisa menunggumu lebih lama lagi.  Tolong iklaskan kepergiannya.


Sumber foto: koleksi Zayd ustman

Sunday, November 24, 2013


Jika menulis tentangmu membuatku lega. Aku rela  menulis sebanyak apapun itu


Jarak


Andai saja jarak dapat dilipat dengan mudah. Aku ingin berlari ke dalam pelukanmu. Untuk sekadar menghidu aroma parfum yang menguar dari tubuhmu


Kamu

[caption id="attachment_2767" align="aligncenter" width="640"]http://google.com http://google.com[/caption]

 

Mungkin ini bukan cinta

Ini hanya perasaan nyaman di saat aku bersamamu

perasaan yang membuatku merasa aman saat di sampingmu

 

Aku tahu tak akan pernah ada kata "kita"

karena kita hanya aku dan kamu yang saling melintas

berpapasan untuk saling mengajarkan tentang cinta

 

kelak, jika di ujung jalan kita berjumpa

aku ingin mengenangmu sebagai lelaki yang pernah menyisipkan rona merah di pualam pipiku

Seandainya menjadi Jurnalis Perang

Jika kamu seorang jurnalis Perang, kamu ingin meliput di negara mana?


Inggris. Kota London


Memangnya di London ada perang?


Kagak. Ya pokoknya aku mau London. Masalah perang atau nggak itu urusan belakangan. Siapa tahu nanti di London ada perang boyband :D.


Ngasal banget sih postingan ini.


Terus terang saya nggak pernah bermimpi menjadi jurnalis perang. Soalnya saya nggak suka berada dalam tekanan dan negara yang penuh dengan ancaman. Sebut saja saya penakut. Nggak papa deh ketimbang di sana saya malah bikin semua orang repot.

Jika aku Presiden

Hoho..tema ini cukup lucu juga dan bikin garuk-garuk kepala. Pasalnya aku nggak pernah bermimpi ingin jadi Presiden. Kebayang gimana beratnya harus mengatur negara. Wong ngatur diri sendiri aja sulit.


Oke, balik ke topik utama.


Apa sih yang akan kamu lakukan jika menjadi Presiden?


Pertama, saya akan membenahi sistem pendidikan yang ada. Membenahi mekanisme perekrutan guru agar SDM untuk mengatur pendidikan lebih terjamin.


Kedua, memperbanyak taman kota. Ingin rasanya Indonesia memiliki taman-taman keren kayak di London. Ya, walaupun kita tidak punya musim yang sama dengan negara-negara Eropa. Rasanya tidak salah menikmati daun berguguran di taman yang indah.


Rasanya cukup segini aja. Nggak sanggup membayangkan jika jadi Presiden beneran :))


Friday, November 22, 2013

One night

hot-relationship-black-and-white-couple-Favim.com-656592



Aku masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana Evan menciumku semalam. Tanpa persiapan apapun, tiba-tiba saja lelaki itu mendaratkan bibirnya di atas lipatan bibirku. Lembut. Dan, aku hanya bisa memejamkan mata, menikmati setiap sentuhan bibirnya bergumul, mengecup permukaan bibirku, lalu tanpa sadar kedua tanganku sudah memeluk lehernya erat. Kami berdua hanyut malam itu.


Pagi ini, ketika aku terbangun. Hal kali pertama yang aku ingat adalah aroma bibir Evan yang masih menempel di bibirku. Aroma tembakau. Lelaki itu adalah seorang perokok, jadi wajar saja jika aroma tembakau menguar dari bibirnya. Sejenak, aku tersenyum sendiri lalu meraba pipinya yang mulai memanas. Mengingat Evan, seluruh tubuhku memanas.


Hubungan kami baru seumur jagung, jadi wajar kalau cinta itu masih terasa hangat-hangatnya. Seringkali aku merasakan gempa kecil di dada dan perutku. Kemudian, pualam pipi yang merona saat lelaki itu menyentuhkan buku-buku jemarinya di pipiku. Ah, Evan memang pandai memperlakukan wanita.


Lamat-lamat kudengar suara ponsel berdering. Aku masih yang terduduk di pinggiran tempat tidur spontan berdiri. Mencari di mana ponsel kecil itu berada. Di saat dibutuhkan begini benda itu mendadak menyembunyikan diri. Aku mencoba mengingat-ingat di mana aku meletakkannya semalam. Ah, akhirnya aku ingat. Semalam aku dan Evan berkirim pesan singkat hingga malam, dan tentu saja ponsel itu pasti berada di atas tempat tidurku. Aku membolak-balik selimut, bantal, dan juga guling yang berserakan. Akhirnya, kutemukan juga benda yang sedang berkedip-kedip. Aku tersenyum. Nama Evan tertera di sana.


"Hallo." Aku berjalan ke dekat jendela. Menyingkap sedikit tirai yang menutup kaca jendela kamarku.


"Ka, bisa kita bertemu hari ini?" sambut Evan tanpa membalas sapaanku.


Ada perasaaan tidak nyaman saat Evan tak membalas sapaanku dan mendadak ingin bertemu. Padahal semalam kami sudah makan malam bersama, lalu dilanjutkan dengan saling berkirim pesan hingga larut malam. Apa sesuatu telah terjadi?


Aku menggelengkan kepala, membuang semua pemikiran negatif dari benakku saat ini. Mungkin saja Evan memang ingin bertemu denganku saja. Bukankah wajar jika yang namanya kasmaran selalu ingin bertemu. "Bisa, kita mau ketemuan di mana?" tanyaku.


"Di tempat biasa pukul 15.00."


***


"Aku ingin semua ini berakhir, Inka." Suara berat Evan melindap di gendang telingaku.


Aku mendongak. Menatap pada dua buah manik mata hitam yang biasa menelanjangi diriku. Lelaki itu tertunduk. Hatiku terasa diremas-remas. Ini bukan Evan yang biasa menatapku dalam-dalam.


Aku merasakan firasat buruk.


"Kenapa Evan?" tanyaku dengan nada setenang mungkin.


"Aku tak bisa menjanjikan apa pun padamu," jawab Evan lirih.


Jawaban macam apa ini?


"Aku tak pernah memintamu menjadikanku yang pertama," aku meraih jemarinya. Mencari sisa kehangatan di buku-buku jemarinya.


Evan membalas remasanku pelan. "Aku tak mau menyakitimu lebih lama lagi, Inka."


Aku mencebik.


Aku sudah mempersiapkan hatiku jauh-jauh hari untuk kausakiti sejak kita bertemu dalam keadaan tidak sadar dalam sebuah kamar tanpa sehelai benang.

Hidupku seperti Semangkok Rujak Buah Pedas

 Google.com 


Hidup ibarat semangkok Rujak Buah pedas di mana rasa manis, asam, gurih dan tentu saja pedas bercampur menjelma kemeriahan.

Saya pernah merasa sangat senang, merasakan kekalahan, ketakutan, sedih yang berkepanjangan dan tentu saja orang-orang yang mungkin tak menyukaimu. Tapi, saya belajar bahwa semua rasa itu menjadikan hidup penuh tantangan. Dan, selalu saja ada cara mengalahkan semua itu.

Ya. Bagi saya hidup itu ibarat semangkok rujak buah pedas, di mana semua rasa menjadi satu, tapi menjadikanmu lebih 'hidup.'

Hidup itu tak pernah mudah untuk dijalani, tapi bukan berarti menjadikanannya sebuah beban. Tak selamanya rasa manis akan hadir dalam hidupmu. Ada kalanya rasa asam yang akan merajai hampir seluruh hidupmu atau bahkan guyuran rasa pedas akan membuat hidupmu semakin berat. Tapi, percayalah semua rasa itu akan membuat hidupmu lebih berwarna.

Bagaimana jika hidupmu datar dan tak ada tegangan yang akan membuatmu bersemangat? Mungkin kamu akan menghabiskan waktu sepanjang harimu hanya untuk merutuki nasib yang tak berputar. Monoton, bukan?

Permainan Hunger Games

[caption id="attachment_3103" align="aligncenter" width="640"]Google.com Google.com[/caption]

 

 

Terus terang saya bukan bukan movie update, jadi ketika dikasih tema "Apa yang akan kamu lakukan jika terpilih menjadi salah satu peserta Hunger Games?" saya hanya bisa garuk-garuk kepala.

Oke, akhirnya saya mampir ke mbah gugel mencari tahu apa sih hunger games itu. Dan, tetap saya tak mengerti. Duh. Tema yang satu ini sulit banget.

Yang pasti akan saya lakukan adalah mencari cara bertahan untuk hidup. Ya, kemampuan bertahan untuk hidup jarang dimiliki oleh banyak orang dan tentu saja saya tak akan menyerah begitu saja. Masak jauh-jauh menjadi pejuang malah pulang hanya nama. Rugi dong. Lagian saya masih ingin bertemu keluarga dan teman-teman. Kalau saya menyerah, gimana saya bisa ketemu mereka lagi *nangis.


  Ps: Maaf kalau postingan ini apa adanya. Karena benar-benar nggak ada ide untuk menulisnya. :)

3 Permintaan

Makin ke belakang tema yang dilempar untuk #30HariNgeblog jadi ajaib. Entah ide yang disampaikan ngasal atau memang ingin menguji kemampuan *dikaplok yang kasih tema :D


Dan, tema hari ini adalah Jika kamu tersesat di hutan. Sebutkan 3 permintaan yang langsung ingin dikabulkan?


Macam baca cerita Aladin aja :D


Baiklah kalau saya tersesat di hutan dan dikasih 3 permintaan dan bisa langsung dikabulkan. Maka inilah permintaan yang akan saya ajukan:


1. Saya mau minta agar hutan disediakan fasilitas seperti hotel, spa, bioskop, supermarket, kendaaran, pasar, dan tak lupa bahan makanan.


2. Saya ingin semua keluarga, teman-teman, kerabat dan orang-orang yang dekat ikut diboyong ke dalam hutan.


3. Andaikan ini hanya mimpi. Saya ingin dibangunkan dan kembali ke rumah tercinta



Halah. Postingan ini hanya mengandung humor belaka. Kesamaan isi hanya kebetulan :D



If i were an artist

[caption id="attachment_3094" align="aligncenter" width="640"]google.com google.com[/caption]

Jika diberi kesempatan menjadi orang terkenal. Kamu ingin menjadi aktor atau artis siapa?

Jawabannya adalah

Hillary Duff

Ada yang tahu siapa dia?

Hillary Duff adalah penyanyi muda berkebangsaan Amerika yang dikenal setelah membintangi beberapa film buat disney. Salah satu film yang membuatnya terkenal adalah Lizzie McGuire.  Film yang cukup bersinar dan membuat namanya terangkat.


Kenapa dia?

Bagi saya Hillary adalah sosok penyanyi remaja yang bersahaja, tidak terlalu banyak kontroversi dibandingkan Lindsay Louhan yang sama-sama seusianya. Di setiap film yang dibintanginya, gadis ini selalu tampil sederhana, make up yang natural dan cara berpakaian yang casual.


Saya telah menonton beberapa film yang dibintanginya dan selalu dibuat terpukau oleh aktingnya. Untuk urusan vokal, Hillary punya warna suara yang khas. Jadi, dia mudah dikenali dengan ciri suaranya itu. Lagu-lagu yang dinyanyikannya enak didengar telinga.


Berita yang terbaru Hillary sudah menikah dan memiliki seorang bayi yang lucu.


Jika terkenal nanti saya ingin seperti Hillary yang tidak terlalu membuat kontroversial. Hidup yang terlalu banyak kontroversi akan membuatmu pusing 7 keliling.


Jadi, nikmatilah hidupmu dengan penuh kesahajaan ^^


Monday, November 18, 2013

Kekonyolan di masa kecil

wpid-aku-berbahaya.jpg


Pic: Google.com


Masih pada ingat kan gimana rasanya menjadi anak-anak?

Saya sih ingat sekilas :D

Namanya anak-anak pasti rasa ingin tahunya tinggi. Semua dicoba-coba, kalaupun nantinya nggak berhasil 'emang gue pikirin' :D yang penting apa yang diinginkan terpenuhi. Walaupun akhirnya bikin ortu pusing tujuh keliling :D. Ayo ngaku sapa yang suka bikin emak-bapaknya marah?


Kekonyolan apa sih yang pernah kamu buat saat masih kecil?


Hihi, jawabannya banyak. Saya tulis beberapa yang diingat saja ya. Dan, tolong jangan diketawain karena saat nulis ini saya juga malu.


1. Saya pernah pegang rumah tawon yang dikira daun.  Alhasil kepala saja benjol karena disengat.


2. Pernah nelan kelereng kecil. Karena takut dimarahin sama mami akhirnya nggak pernah cerita. Baru lega setelah kelerengnya berhasil keluar lewat Pup :D


Politik itu...

[caption id="attachment_1505" align="aligncenter" width="540"]google google[/caption]



Terus terang agak bingung juga mau nulis apa soal politik. Soalnya saya hanya orang awam yang nggak seberapa suka ngurusin hal-hal yang nggak dimengerti.


Buat saya politik itu alat yang berhubungan dengan kekuasaan. Di mana yang dominan berada di atas dan yang di bawah hanyalah pengikut. Kalau ditanya seperti apa kondisi politik di Indonesia? Jawabannya membingungkan. Semua orang berlomba-lomba ingin duduk di kursi pemerintahan tanpa mempertimbangkan kemampuan yang mereka punya. Jadinya, saat menerima tampuk kekuasaanm, mereke melakukannya setengah hati. Lebih parahnya lagi ada yang 'bermain-main' dengan jabatannya.


Hasilnya: Makin banyak politisi yang masuk bui.


Yah. Namanya politik. Ada saja yang harus dimainkan dan dipermainkan. Tinggal bagaimana cara kita menjadi tokoh utama. Kalau saya sih nggak mau pusing-pusing mikirin politik. Orang mikirin diri sendiri aja puyengnya setengah mati :D


Pesannya sih satu buat para orang yang terjun ke dunia politik: sesekali tengoklah ke bawah dong, Pak!

Nikah Siri? Hmmm

Tema yang diajukan kakak ugha kali ini membuat dahi berkerut.


Sebenarnya saya dulu pernah bikin postingan ini. Namun, tidak ada salahnya untuk kembali menuliskan apa yang ada di benak.

Pertanyaan yang diajukan sebenarnya tidak cukup sulit. Apa sih pendapatmu tentang Nikah Siri?

Tapi, yang sulit adalah bagaimana menjawabnya *apa sih
Nikah Siri itu adalah Nikah di bawah tangan (jangan tanya tangan siapa ya?) di mana hanya dihadiri penghulu, saksi, dan calon pengantin. Namun, tidak ada dokumen resmi yang mencatatkan pernikahan kita.

Bagi saya pernikahan siri alias di bawah tangan sangat merugikan. Soalnya kita tidak punya dokumen yang mengesahkan pernikahan. Ya, nikah Siri hanya disaksikan oleh saksi.  Kebayang dong nasib anak kita kelak? Iya, kalau bapaknya bertanggung jawab. Tapi, kalau si laki-lakinya mendadak kecelakaan dan amnesia (Sinetron banget :D ) kita tidak bisa menuntut hak apa pun apalagi harta gono-gini :)).

Banyak orang yang tahu konsekuensinya, tapi anehnya masih banyak yang melakukan nikah Siri. Bahkan, menurut kabar yang beredar ada sebuah kota yang menjadikan nikah siri sebagai pekerjaan bagi warganya. Duaar.

Ya, semua itu kembali ke pribadi masing-masing. Bukankah setiap orang bertanggung jawab atas kebahagiaanya sendiri?

Jadi, siapa pun yang hendak melakukan nikah siri. Ada baiknya untuk dipikirkan kembali. Karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dengan pernikahan kita ke depannya (well, ini bukan doa loh).  Setidaknya jika nanti kita diberikan oleh Allah keturunan :)


[caption id="attachment_2450" align="aligncenter" width="640"]google.com google.com[/caption]

Hujan hari ini tak hanya menyisakan tempias di sudut jendela kamarku. Pun, kenangan tentangmu yang menggenang di benakku


Sunday, November 17, 2013

Sekelumit kata untuk mami

Dear Mami,


Aku tahu cara mendidik kami yang keras adalah wujud kasih sayangmu. Mami, ingin kami mengerti bahwa hidup ini keras dan jika tak terbiasa. Kita akan tergilas.


Dulu, mungkin aku menganggap apa yang mami lakukan adalah menyakitkan. Namun, seiringnya waktu aku belajar untuk memahami apa dibalik sebuah tindakan.


Terima kasih ya, Mi.


Engkau ajarkan ananda untuk selalu tegar, tidak mudah menyerah dengan keadaan.


Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatan pada mami. Agar bisa menyaksikan putri terakhirnya duduk di pelaminan :')



Amin.



Salam Hangat,



Aku


Surat Cinta untuk Papi

Dear Papi,
Tak banyak kata yang ingin kusampaikan padamu. Karena aku sadar bahwa rangkaian kata tak pernah cukup untuk mewakili semua rasa sayangku padamu.
Kita memang tak begitu dekat layaknya seorang anak perempuan dengan ayahnya. Namun. Aku tahu papi punya cara untuk mencintaiku.
Aku suka saat kita mendiskusikan banyak hal, bertukar pikiran dengan ilmu yang kita punya.
Semoga Allah selalu melimpahkan kesehatannya pada papi. Agar aku punya kesempatan untuk mengenalkan lelaki yang kelak akan meminangku :')
Ah, aku memang tak pandai menyusun kata.


I love u pi


Salam hangat,
Aku

Saturday, November 16, 2013

Friday, November 15, 2013

London

[caption id="attachment_3062" align="aligncenter" width="640"]google.com google.com[/caption]



Dulu, saat duduk di bangku kuliah kalau ada yang tanya negara mana yang paling ingin dikunjungi? Jawabannya selalu Jepang.  Ya, saya ingin sekali berkunjung ke negara matahari terbit itu sambil memandangi bunga-bunga Sakura yang bermekaran. Mengunjungi Tokyo Tower, atau berkeliling kota yang penuh keunikan itu.


Belakangan ini, saya malah terobsesi pada satu negara yang termasuk benua biru yaitu London. Negara yang satu ini selain memiliki arsitektur kuno yang menarik. Negara yang terkenal dengan jam Big Ben memiliki taman-taman kota yang layak untuk dikunjungi. Tahu sendirilah kondisi taman di Indonesia. Nggak ada yang terawat atau saya yang nggak pernah melihatnya?


Saya seringkali membayangkan bisa berkunjung ke London saat musim gugur. Melihat daun-daun maple berwarna hijau berganti warna menjadi warna-warna musim gugur yang cantik. Sambil memakai jaket berbulu tebal dan boot-boot cantik berjalan melewati tumpukan daun maple seperti adegan film yang pernah saya tonton.


Ah, kapan ya bisa ke sana?


Satu hal lagi kenapa saya ingin sekali ke London?


Tentu saja, karena pria-pria Inggris itu Hot dengan aksennya. Hihi, meskipun butuh perhatian yang lebih saat harus mengobrol dengan mereka. Tahu sendiri kan kalau aksen british itu suka sulit untuk dimengerti. :D




Jadi, Negara apa yang ingin kamu kunjungi?


Tuesday, November 12, 2013

Pengagum


Aku hanya ingin menjadi seseorang yang mengagumimu dengan diam-diam



Kita hanya saling melintas. Untuk membuktikan bahwa cinta pernah ada


Now Is Good (Review Film)


Makin hari tantangan #30HariNgeblog ini makin sulit :(

Sebenarnya postingan ini untuk tanggal 11 November, berhubung saya sedang tidak mood menulis dan juga tema yang diajukan belum pernah saya lakukan. Maka saya memilih untuk menulis keesokan harinya.

Sudah banyak film yang saya tonton. Dan ketika harus memilih apa sih film favoritmu. Saya menjatuhkan pada film Now is Good. Dan, berikut ini adalah review ala saya :D

****

now is good

Judul Film: Now Is Good (Based on Novel Before I die)

Tanggal Release: 31 Agustus 2012

Sutradara: Ol Parker

Pemain: Dakota Fanning, Jeremy Irvine, Paddy Considine, Olivia Williams, Kaya Scodelario

****

Dakota Fanning Sebagai Tessa Scott

Jeremy Irvine sabagai Adam

Kaya Scodelario sebagai Zoey

Olivia Williams sebagai Ibu

Paddy Considine sebagai Ayah

Film ini berkisah tentang Tessa Scott yang divonis leukimia dan tidak punya banyak waktu lagi untuk hidup. Mengetahui umurnya yang tidak akan lama lagi gadis itu mulai menuliskan tentang keinginan-keinginan sebelum mati di tembok kamarnya. Sambil menunggu ajalnya datang

Satu per satu keinginan yang Tessa tulis mulai diwujudkan seperti merokok, mencuri di supermarket, dan terakhir adalah melepas keperawanannya. Ayahnya sempat marah dengan keinginan Tessa yang tidak masuk akal. Namun, dia berusaha mengerti dengan kondisi anak gadisnya itu. Ditambah kedua orang tuanya yang bercerai.

Hingga suatu hari Tessa bertemu Adam. Lelaki muda, seorang tetangga dekat rumah ibunya. Tessa tak pernah memberitahukan kondisi sebenarnya pada Adam. Hari demi hari membuat keduanya semakin dekat. Adam Jatuh cinta pada Tessa.

Suatu hari kondisi Tessa memburuk, bertepatan dengan kencan pertamanya dengan Adam. Adam yang kaget melihat kondisi Tessa yang berdarah-darah dan tidak melakukan sesuatu membuat Tessa sedih. Gadis itu tak berharap lelaki itu akan mencarinya. Namun, ketika pulang dari rumah sakit Tessa menemukan namanya di hampir seluruh tembok kota. Adam mewujudkan mimpi Tessa untuk menjadi terkenal

****

Liburan Impian Ala TIka

[caption id="attachment_2721" align="aligncenter" width="817"]sumber: google sumber: google[/caption]

Beberapa hari ini diri saya lagi dilingkupi kejenuhan dalam menulis. Biasanya kalau sudah begini saya memilih untuk membaca novel, tapi hasilnya sama saja. Jadi, maaf kalau dua hari ini belum memposting apa pun.


Baiklah, kembali ke pembahasan utama :D


Saya termasuk orang rumahan. Hampir semua kegiatan sehari-sehari banyak dihabiskan di dalam rumah, kecuali di pagi hari saya harus bekerja. Saya sebenarnya bukan orang yang menolak keramaian, hanya saja berdiam diri di dalam kamar itu lebih menyenangkan  ketimbang berdesakan dengan banyak orang di mall.


 Dan, ketika ditanya seperti apa liburan impianmu? Saya terpaksa harus berkhayal dulu :D *abaikan.Kalau dikasih kesempatan untuk liburan. Saya akan memilih London.


Buat saya negara London itu keren. Arsitek bangunannya yang vintage membuat negara itu menjadi unik. Mudah-mudahan akan ada kesempatan bagi saya berkunjung ke negara itu.


Beberapa hal yang akan saya lakukan saat berada di negara itu:


1. Berkunjung ke taman-taman kota dengan berbekal novel.


Rasanya menyenangkan membaca di kursi taman dengan ditemani daun-daun yang berguguran. Kalau bosan membaca, saya akan melamun. Menikmati semua pemandangan yang ada.


2. Foto-foto.


Tentu saja kegiatan yang satu ini wajib untuk dilakukan. Mengambil diri saya di setiap sudut kota London. Dan, jika memungkin saya akan berfoto dengan penduduk lokal di sana,


Sunday, November 10, 2013

Pahlawan itu adalah dokter

Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis tentang kisah ini. Hanya saja waktu tak memberi kesempatan dan, kebetulan tema hari cocok sekali. Jadi, tak ada salahnya untuk menceritakannya.


Kalian sudah siap?


Beberapa dari pembaca mungkin telah mengetahui tentang riwayat kesehatan saya. Kalau nggak salah saya pernah membahasnya dalam sebuah postingan di blog ini.


Buat saya seseorang yang paling berjasa selain kedua orang tua adalah Prof. Tina Prasodjo. Beliau adalah salah satu dari sekian Dokter Jantung Senior yang ada di RSUD di Surabaya. Jabatan beliau saat itu adalah Kepala Bagian Jantung Anak.


Sejak lahir, saya mengalami kelainan jantung bawaan. Karena terbentur masalah biaya dan usia saya yang terlalu kecil membuat kedua orang tua lebih memilih untuk rawat jalan. Hingga suatu hari, orang tua saya kembali mendapat surat panggilan dari RS yang mengharuskan agar saya kembali melakukan pemeriksaan.


Saturday, November 9, 2013

Permainan masa kecil yang ingin saya mainkan kembali.

Masa kecil saya tidak cukup istimewa. Kondisi kesehatan membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah ketimbang bersama teman-teman. Namun, bukan berarti kedua orang tua saya  melarang untuk bermain asalkan ketika sudah lelah saya harus berhenti.


Saya tahu bagaimana rasanya main benteng-bentengan, engkle, gobak sodor, anjing dan kucing, petak umpet, mencari capung di lapangan terbuka, bermain layangan, main bekel, dakon, dll.


Hihi. Ternyata banyak juga permainan yang sudah pernah dimainkan ketika anak-anak. Dan rasanya di usia begini saya kembali merindukan masa-masa itu. Bagi saya itulah masa anak-anak sebenarnya.


Anak-anak sekarang lebih disibukkan dengan permainan virtual ketimbang aktivitas fisik yang menguras banyak energi. Banyak orang tua yang lupa bahwa permainan yang melibatkan koordinasi semua gerakan tubuh lebih membentuk kepercayaan diri anak-anak ketimbang hanya duduk dengan tatapan kosong pada komputer tablet.


Dan, permainan yang sangat ingin saya mainkan adalah bongkar pasang alias paper doll.


Permainan sederhana dari tokoh-tokoh barbie yang terbuat dari kertas. Namun, bisa meningkat kemampuan berimajinasi dan kemampuan berbahasa. Karena saat memainkan ini kita dirangsang untuk membuat sebuah jalan cerita bagi tokoh yang kita mainkan.


Saat saya seusia sekolah dasar, separuh dari uang jajan selalu saya belikan bongkar pasang. Bahkan sampai rela berdesak-desakan dengan beberapa teman demi mendapatkan boneka yang terbaik. Rasanya puas saat bisa menemukan bongkar pasang yang besar dengan bermacam-macam pakaian yang menarik.


Jadi, kalau ditanya dari mana kemampuan berkhayal saya datang? jawabannya dari permainan ini.




Kalau kamu suka main apa?

Kamu tahu apa itu rindu

20131109-160254.jpg

Kamu tahu apa itu rindu?
Sama halnya dengan rasa gulali, tak pernah habis untuk dicecap.

Kamu tahu apa itu rindu?
Sama halnya dengan sapaanmu di setiap pagiku.

Kamu tahu apa itu rindu?
Sama halnya dengan namamu yang tertampil di layar ponselku

Kamu tahu apa itu rindu?

Kamu
dan segala hal tentangmu

Friday, November 8, 2013

10 Hal sebelum mati

20131108-200508.jpg

Pic courtesy: @zaydustman

Segala yang bertumbuh pada akhirnya kan mati



Ketika mendapat tema ini saya jadi ingat sebuah film yang diperankan Dakota Fanning yang berjudul Now Is Good. Di film itu Dakota divonis kanker leukimia dan hanya mampu bertahan selama 3 bulan. Di saat hidupnya yang tak lagi panjang. Dakota menuliskan semua keinginannya pada di dinding kamarnya.


Baiklah. Mari kembali ke poin  utama.


Sebenarnya saya jarang sekali menulis resolusi bahkan hampir tidak pernah. Kecuali deadline untuk tulisan. Berhubung tema hari ini berhubungan dengan segala keinginan. Jadi, tidak ada salahnya menuliskan beberapa keinginan yang belum terpenuhi. Antara lain:


1. Saya ingin umroh atau naik haji. Rasanya merindukan kembali tanah suci. Rindu menghidu aroma Kabbah
2. Menikah. Iya dong, sebelum ajal mejemput. Saya ingin memiliki seorang pasangan yang mau menua bersama, merawat anak-anak kita.
3. Punya buku Solo. Sebuah novel dengan nama saya tertera di sana.
4. Pergi ke eropa. Mencari lelaki bermata hijau ;))
5. Beli kamera DSLR. Lagi pengin belajar motret.
6. Travelling. Pergi sendirian ke suatu daerah.
7. Tetap mengajar.
8. Punya taman bacaaan
9. Punya anak :)
10. Khatam Al quran

Thursday, November 7, 2013

Ketakutan Terbesar

Apa sih yang kamu takutkan dalam hidup?

Ketakutan hanya akan membuatmu diam di tempat --tak bergerak



Hal yang paling saya takutkan adalah ketika saya menikah kelak. Kondisi kesehatan membuat saya tak pernah berpikir jernih bagaimana jika nanti saya menikah.
Apakah saya mampu?


Pertanyaan itulah yang sering menjejali benak dan menimbulkan ketidakpercayaan diri.


Entah berapa banyak orang yang mencibir bahwa saya terlalu pemilih, belum lagi respon banyak orang ketika mengetahui saya sedang sakit.

Wednesday, November 6, 2013

Cinta (bukan) monyet

Err. Tema hari ini cukup kontroversial dan menyebabkan membuka kenangan tentang masa silam.

Uhuk. Baiklah

Kisah ini bermula saat saya masih unyu. Kalau tidak salah masih pakai seragam putih biru. Sebut saja namanya Adi. Dia kakak kelas yang menjabat anggota Osis. Cukup populer dan menjadi rebutan karena wajahnya yang ganteng. Tinggi, kulit putih, mata hitam agak sipit, rambut ikal, hidungnya menjulang tinggi.

Tahu kan. Seumur SMP dulu, pasti kita naksirnya sama yang kinyis-kinyis :))

Perkenalannya cukup unik. Dia sering main ke rumah karena kebetulan kakak saya ketua osis. Jadi, intinya sih saya dikenalin kakak. : Singkat cerita, kami kalau ketemu kayak anjing dan kucing. Berantem mulu. Si Adi ini hobby banget nyela saya, tapi itulah yang bikin jantung berdebar. Lagipula Adi ini termasuk womanizer dan itulah yang bikin patah hati.

Sampai suatu hari teman saya bilang kalau sebenarnya Adi ada 'rasa' sama saya.

Tuesday, November 5, 2013

Kapan terakhir mengirim surat





beautiful-letters-love-letters-mail-pretty-Favim.com-59972.jpg

Tema yang diajukan oleh kakak ugha cukup unik dan harus mengorek informasi lama :))

Kapan sih terakhir mengirim surat?
Kalau nggak salah ingat saya menulis surat terakhir yaitu pas kuliah. Surat itu saya kirimkan untuk dua orang sahabat di mas SMA yang ada di kota Bogor dan Malang. Kami sengaja menggunakan surat karena saat itu internet belum seheboh sekarang.
Jujur. Saya ini penggemar menulis surat. Saat SD dengan tulisan tangan alakadarnya saya sering mencari sebuah nama di majalah bobo atau mentari untuk menjadi sahabat pena. Beberapa surat dibalas dan kami saling berkirim surat (koleksinya belum ketemu :( ).

Buat saya menulis surat dengan tulisan tangan memiliki sensasi tersendiri. Hati rasanya dag dig dug setiap kali mendengar suara sepeda motor Pak pos yang mengantarkan surat. Ada rasa senang setiap merobek amplop lalu membacanya perlahan dan dengan cepat mengambil kertas untuk menulis surat balasan.
Hihi. Rasanya mengagumkan dan bangga ketika seseorang menuliskan surat untuk kita. Kadang suka aku pamer-pamerin sama teman sekolah *maklum dulu masih ababil :))
Selain sahabat pena, saya suka nulis surat buat artis :D. Dengan percaya diri, beberapa kali saya menulis surat untuk mereka. Nggak terhitung jumlahnya.

Dibalas?

Nggak. Hanya ada 1 surat yang dibalas oleh Titi DJ. Saat itu rasanya senang sekali. Padahal belakangan baru tahu kalau yang balas bukan mereka sendiri melainkan manajemen.

Monday, November 4, 2013

Duit 1 M, mau dong?

Hai, ketemu lagi dengan saya.


Tema yang dilempar hari ini buat saya absurb banget. Soalnya saya cuman bisa berandai-andai *gigit jari.
Oke, tema hari ini adalah


Kalau kamu dikasih duit 1M apa yang akan kamu lakukan?


Kalau saya dapat duit 1M yang akan dilakukan pertama kali adalah melongo :)) Soalnya belum pernah megang uang banyak apalagi 1M dan nanya sama yang ngasih apa benar memang buatku.


Selanjutnya setelah yakin uang itu untukku, maka yang akan saya lakukan adalah:


1. Keliling Eropa.
Dari dulu saya ingin berkunjung ke benua biru itu. Menikmati 4 musim yang tidak pernah saya rasakan dan tentu saja mencari pria bermata safir. *halah.
2. Pergi Umroh bareng keluarga besar kalau perlu pesawatnya aku sewa.
3. Beli semua novel yang saya inginkan.
4. Membeli semua rumah kecil yang memiliki balkon agar saya bisa menikmati senja.
5. Beli Kamera. Saya ingin banget punya kamera hiihi.
6. Travelling ke beberapa kota


Kayaknya segitu aja deh. Kalau kebanyakan nanti malah lebih dari 1M. Rugi dong ;)) *apasih


Tulisan ini beneran absurb.


Salam hangat,


Luphyta

Sunday, November 3, 2013

Kemenangan terbesar

20131103-171517.jpg

Yeay. Sudah memasuki hari ke-3 itu artinya ada tema baru yang dilemparkan.
Dan, hari ini saya diberi kesempatan untuk memilih tema.
Jreng...jreng


Apa sih kemenangan terbesar dalam hidupmu?


Well. Terus terang tema ini terlintas begitu saja di benak saat bangun tidur tadi pagi dan saya rasa setiap orang pernah punya kemenangan terbesar dalam hidupnya. Jadi, tidak ada salahnya kalau kita bahas soal ini.


Kemenangan terbesar dalam hidup saya adalah ketika bisa mengalahkan ketakutan yang selama ini menjejali hidup.
Jujur. Saya dulunya seorang yang tak percaya diri. Setiap apa yang dikatakan orang tentang saya pasti akan saya terima mentah-mentah. Akibatnya saya takut mendengar penilaian orang lain.
Kalau saya tidak salah ingat. Ketakutan ini berawal saat saya duduk di bangku SMA.
Saat itu saya baru saja menjalani operasi besar dan sedikit membuat jiwa saya tergoncang. Saya menarik diri dari lingkungan dan memilih menjadi anak yang biasa saja.
Saya takut dengan semua respon orang lain terhadap kondisi kesehatan saya. Tepatnya saya muak dikasihani. Dan, sejak itulah saya tak pernah menganggap diri saya memiliki kelebihan.
Menginjak perguruan tinggi. Rasa takut itu semakin tinggi. Setiap bertemu seseorang yang dominan dari saya. Nyali langsung ciut. Entah berapa kali sahabat saya harus memberitahu bahwa semua baik-baik saja.
Yang terparah, saya paling takut bicara di depan umum. Rasanya puluhan mata seolah menjadikan saya terdakwa. Itulah sebabnya saya sering kesulitan saat presentasi.
Dan, sebuah titik balik membuat saya berubah ketika di hadapkan pada sebuah pekerjaan yang mengharuskan saya memberikan pelayanan kepada orang lain.
Dari situ saya belajar bagaimana mengatasi ketakutan dan tersenyum lebar saat ada seseorang yang menghargai kita karena kemampuan yang kita miliki.
Puncaknya saat saya didaulat untuk mengikuti lomba dongeng. Di mana saya harus berdiri di depan panggung untuk bercerita di depan banyak orang.


I did it very well.


Meskipun tak juara tapi saya berhasil mengalahkan ketakutan itu. Ketakutan yang selama ini hanya membuat saya merasa 'kecil'
Lambat laun itu mengubah pola pikir saya. Bahwa saya pun bisa melakukan yang orang lain bisa. Dan, saya bangga pada diri saya sendiri.




Hidup memang keras, tapi bukan berarti kita menyerah pada keadaan. Sebab itu yang akan membahagiakanmu


Saturday, November 2, 2013

Passion

What is your passion?





Passion itu bagi saya ibarat sebuah mimpi yang membuat hidup lebih bersemangat.



Bisa dibayangkan bagaimana jika seseorang tak punya mimpi untuk diraih? Mungkin hidupnya monoton.
Kalau kita tilik lebih jauh. Berapa sih di antara kita yang memilih pekerjaan sesuai hasratnya? Mungkin jawabannya jarang. Kebanyakan orang lebih memilih jalur aman yaitu bekerja seperti kebanyakan orang lainnya bahkan jauh berbeda dengan apa yang diimpikannya. Pada akhirnya yang dilakukan adalah sebagai upaya pemenuhan kewajiban. Jadi, jangan salahkan kalau korupsi ada di mana-mana.
Oke. Kembali ke pertanyaan pertama. "Apa impian terbesarmu?"


Terus terang sejak dulu saya nggak suka birokrasi. Saya lebih suka pekerjaan yang menyenangkan seperti menjadi penulis. Meskipun bagi beberapa orang pekerjaan menjadi penulis itu tidak lebih keren dari seorang dokter. Tapi, ada rasa bangga saat orang mengagumi karya kita. Rasanya seperti ada kepuasan sendiri.


Kedua orang tua saya adalah PNS. Otomatis mereka berdua juga menginginkan saya mengikuti pekerjaan mereka. Tapi, sayangnya saya bandel. Hihi. Saya lebih milih jadi penulis dan guru TK karena itu sesuai dengan jiwa saya. Beberapa orang mencibir pekerjaan saya, tapi saya nggak pernah ambil pikir.
This my own life
Bukankah Tuhan sudah mengatur semuanya?


Jalan saya menjadi penulis memang tidak mudah. Butuh perjuangan dan kerja keras demi mewujudkan mimpi yaitu agar karya saya bisa dinikmati banyak orang. Saya percaya kelak apa yang saya telah lakukan tidak pernah sia-sia. Lebih baik kehabisan napas mengejar impian ketimbang meratapi diri sendiri.


Karena mimpi akan tetap menjadi bunga tidur kalau kita tak pernah bergerak maju.


Jadi. Apa passionmu?

Friday, November 1, 2013

Prolog

Hei. Selamat datang November.
Hari ini seorang kawan tiba-tiba menantang saya untuk menulis di blog selama 30 hari. Well, ini bukan kali pertama saya turut serta dalam tantangan seperti ini.
Pada dasarnya tantangan menulis setiap hari dengan tema yang berbeda itu cukup menarik. Selain melatih kemampuan menulis, juga bisa menggali ide sebanyak-banyaknya. Apalagi jika disertai deadline waktu. Rasanya adrenalin terpacu untuk menghasilkan sebuah tulisan.
Well. Saya nggak mau panjang lebar. Intinya dalam 30 hari ke depan kalian akan saya suguhi dengan tulisan yang mungkin beragam.
Jangan lupa mampir dan meninggalkan jejak. Karena apresiasi kalian memberiku semangat.

Semoga saya bisa melewati tantangan ini.

Salam Hangat,

Luphyta