Kotak Warna: Yuk Menulis

Friday, April 19, 2013

Yuk Menulis

book-escape-quotes-text-Favim.com-662173


Semalam saya mengobrol dengan salah satu teman kuliah. Banyak hal yang kami bicarakan mulai dengan kelucuan anaknya hingga obrolan tentang kegiatan sehari-hari.  Saat mengobrol dengan dia saat itu saya sedang berada di depan laptop. Menulis outline untuk bakal calon novel kedua saya.


Teman saya bertanya tentang apa yang sedang saya lakukan. Saya jawab menulis. Kemudia teman saya bercerita bahwa dia sebenarnya bercita-cita ingin jadi penulis tapi nggak percaya diri soalnya pernah diketawain suaminya saat menulis. Saya bilang nggak papa, semakin banyak latihan akan mempengaruhi kualitas tulisannya.


Dia tanya kenapa saya suka menulis?


Saya jawab: Menulis itu melegakan. Dengan menulis, saya bisa melepaskan emosi. Tanpa kita sadari saat menulis ada alam bawah sadar kita yang bekerja, sehingga emosi yang tadinya menumpuk akan tersedot dalam rangkaian kata yang sedang kita tulis. Jadi, jangan kaget ketika kita membaca ulang tulisan akan menemukan kalimat-kalimat yang terkadang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.


Jadi, ketika merasa sedih saya lebih suka menulis bebas, tanpa pemikiran yang penting apa yang saya rasakan bisa dituliskan semua tanpa disaring. Dan, hasilnya membuat saya lega dan positif memandang hidup ketimbang curhat sama orang yang kerap kali malah memperkeruh suasana :D


Kalau dulu saya suka menulis di diary, sekarang pindah ke blog namun menggunakan bahasa yang lebih menarik (curhat terselubung).


Dan, di akhir obrolan saya bilang kepada dia. Menulislah karena itu akan sangat membantumu.


Hihi, semoga saja sahabat saya itu mau mulai menulis.


Selamat hari Sabtu

6 comments:

  1. dan menulis itu mengasyikkan, entah dimana asiknya hahaha

    ReplyDelete
  2. Luphyta6:25 PM

    asyiknya di mana ya kira-kira?

    ReplyDelete
  3. betul saya menulis juga buat ngeluarin unek2 aja biar nggak mbeban

    ReplyDelete
  4. terkadang memang begitu cikgu, ada orang yang enggan menulis karena merasa tidak mampu. Aku juga gitu kayaknya dulu :D Tapi dari sekelompok orang yang merasa tidak mampu itu, ada yang diam lalu menyerah, dan ada yang terus maju dan belajar :) Pilihan kedualah yang pada akhirnya akan menjadikan kita bisa (atau tepatnya terbiasa) :|

    Bukankah tulisan bisa bagus karena terbiasa menulis dan terus menulis? :)

    ReplyDelete
  5. Luphyta7:14 PM

    Terkadang tanpa kita sadari saat menulis adalah ada curhatan yang terselubung :D

    *salam kenal

    ReplyDelete
  6. Luphyta7:18 PM

    Aku dulu pernah dalam fase menyembunyikan tulisan karena takut dikritik. Namun, lambat laun aku sadar bahwa tak ada orang yang tahu potensiku kalau aku hanya diam saja.

    Tidak ada proses instan kan dalam menulis? Latihan akan membuat kita menemukan kekhasan tulisan

    ReplyDelete