Kotak Warna: Seulas Kerinduan

Wednesday, November 14, 2012

Seulas Kerinduan

Duhai, Tuan

Malam ini, kerinduan kembali menjejaki sudut kecil di dadaku

Menyesaki setiap aliran darahku dengan benakmu

Berkali-kali namamu bergaung di setiap detak jantungku

Wahai Tuan,

Mengapa hanya aku yang merasakannya?

Mengapa kau tak juga tersiksa dengan aliran rindu yang terkadang denyutnya sempat menggantikan detak jantungku --sendiri?

Mengapa hanya aku yang mencandukan kerinduan?

Mengapa bukan kamu yang tersiksa untuk merindukanku?

 

Wahai Tuan,

Mengapa rindu ini selalu mendesak untuk segera digenapkan?

 

...dan lagi-lagi waktu mematikan segalanya

 

No comments:

Post a Comment