Kotak Warna: biarkan anak-anak belajar pada masanya

Monday, March 7, 2011

biarkan anak-anak belajar pada masanya

Seminggu yang lalu, saya tergelitik membaca status salah satu teman saya yang kebingungan tentang pola pendidikan yang sekarang. Sepertinya teman saya ini rada stress melihat bagaimana anak-anak lain yang seumuran anaknya sudah hafal ini itu, bisa hitung ampe puluhan, belum lagi belajar bahasa kedua. Huft..kesannya keren banget ya tu anak. Tahu nggak anaknya umur berapa? Hmm ternyata baru umur 3 tahun, tapi tuntutan udah segunung. Aku cuman geleng-geleng kepala. Sebenarnya bukan sepenuhnya salah teman saya, karena dia ingin memberikan yang terbaik buat anaknya. Fenomena ini juga aku temui disekolahku, beberapa orang tua juga memberikan banyak tuntutan pada anak-anaknya. Ah..padahal sejatinya anak usia 3 tahun itu saatnya mereka ekplorasi dunia sekitar, belum saatnya dia duduk diam disekolah mendengarkan banyak pelajaran. Seharusnya di usia 3 tahun, dia banyak dikenalkan ke hal yang baru dan lebih dekat dengan alam. Kalau pun ingin belajar mengenalkan huruf atau konsep berhitung ajarkan dengan hal yang ada disekitar mereka, bukan dari lambang-lambang yang belum mereka tahu artinya. Itupun yang saya terapkan pada keponakan saya, saya lebih mengajarkan dia pada alam. Mengenalkan apa itu daun, bunga, pohon, batu, dan juga beberapa binatang. Tidak lupa mengajarkan sosial dengan cara mengajak dia bermain dengan teman sebayanya. Saya juga nggak pernah belajar membedakan dengan siapa dia bermain, meskipun dengan anak pembantu.

Buat saya biarkan anak-anak belajar sesuai dengan usianya. Karena ketika semua sudah dikenalkan yang ada kebosanan ketika mereka dewasa kelak

Happy reading

2 comments:

  1. Galuh6:09 AM

    yup, bener bgt mba...setuju. aku sendiri ngalamin. Anak pertamaku di usia 4 th lebih sudah bisa lancar membaca. Di usia 5 th dia sudah hafal dan fasih >10 surat Al Qur'an, di TK nya dia sudah punya 6 piala dan mendapat piala sbg anak berprestasi di sekolahnya. Guru2 dan wali murid byk yg menyanjung dia. Hingga di kelas 1 SD, dia mulai jenuh. Ngapain aku belajar, toh aku udah pintar. Temanku belum bisa, aku sudah bisa sendiri.Stress aku mba.....Tp syukurnya kejenuhan dia dtang di masa yg lbh awal jd masih bisa diatasi. Alhamdulillah, kelas 2 dia sudah rajin belajar lagi dan semakin senang membaca buku. Karena takut seperti itu, adiknya aku biarkan berkembang sesuai perkembangannya. Tidak ada les, dsb nya. Tidak pernah aku paksa belajar. Alhamdulillah, perkembangannya juga bagus sesuai dgn usianya. Dan terlihat lebih enjoy terhadap apa yg dia pelajari di sekolahnya, enjoy menikmati mainan, senang bereksplorasi...

    ReplyDelete
  2. Luphyta8:27 PM

    Emang sejatinya begitu mbak, ditempatku ngajar ada murid yang sudah pintar membaca, alhasil dia seringkali sombong dan suka mengganggu temannya. Ponakanku aja tak ajarin sendiri dirumah. Yang penting usia segitu adalah pendidikan karakter.

    Mbak galuh makasih ya udah mampir :)

    ReplyDelete