Kotak Warna: April 2010

Wednesday, April 28, 2010

Rasa

google

Semua tentang rasa

Yang mewarnai semua kehidupanku

Seperti Rasaku padamu

Dan rasa smua orang untukku

Rasa itu membuatnya menjadi indah

Seperti tinta warna yang menorehkah beraneka warna di setiap goresannya

Nikmatilah rasa itu

Dan biarkan dia mewarnaimu

Monday, April 26, 2010

Pentingnya sebuah proses

google.com



"Enak!!" Seringkali hanya itu yang keluar dari mulut kita, tanpa kita mencari tahu bagaimana proses yang terjadi dari tepung sampai akhirnya menghasilkan suatu makanan yang enak, dan berapa kali proses kegagalan saat membuatnya.


 


Di dunia yang serba modern ini, semua di tuntut serba cepat dan instan, karena waktu adalah uang sehingga seringkali ikita melupakan yang namanya proses. Suatu kata sederhana tetapi penuh arti. Belajar tidak akan pernah bermakna tanpa suatu proses, karena belajar yang baik adalah bagaimana proses mencapai kebenaran, bukan hasil akhir yang benar yang kita dapatkan. Sebagai contoh 1+1+=2  dalam proses belajar yang benar adalah bukan hasil akhir dari 1+1=2 tapi yang penting adalah bagaimana proses mendapatkan jawaban 1+1=2.


 


Menilik dari hasil Ujian Nasional yang baru diumumkan kemarin, beberapa banyak siswa yang tidak lulus dan beberapa banyak bakat orang yang terbuang. Sedikit kritik terhadap Unas, apakah iya Unas merupakan suatu syarat mutlak untuk lulus dan sudah mencukupi kompetensi yang dimiliki? dan apakah proses belajar mereka yang panjang sampai 3 tahun hanya dinilai dengan Unas yang materi tidak menyeluruh? ah...menurut saya itu terlalu picik, terlebih lagi dengan standar tinggi yang harus dipenuhi. Akibatnya, banyak sekolah yang melupakan tentang proses, dan berlomba-lomba membuat siswanya lulus dengan 100 % dengan cara apapun. Berdasarkan pengalaman saya, saat Unas menjelang guru-guru seringkali memberikan pesan, agar saling membantu, membantu disini adalah bagi yang pintar agar membagi jawaban dengan teman-temannya yang lain. Institusi sekolah begitu takutnya jika ada siswanya yang tidak lulus, karena itu akan mematikan pasaran mereka sehingga menghalalkan cara-cara yang dipakai muridnya supaya bisa lulus, bahkan ada yang mengajari cara mencotek yang benar.  Ironis sekali bukan?


Sebenarnya bukan salah sekolah, tetapi lebih pada sistem pendidikan kita yang masih mengutamakan hasil daripada proses. Di Negara kita, hasil pendidikan masih dinilai dengan angka, bukan kompetensi apa yang mereka miliki, sehingga orang yang nilainya jelek dianggap bodoh. ah...kapan ya bisa berubah???


 


selamat siang semuanya :)


 


 

Aku sanggup nggak ya???

Aduh aku sanggup nggak ya?? Duh, kata-kata ini selalu terngiang-ngiang di telingaku 3 hari ini, entah kenapa aku jadi sedikit ragu tentang keputusanku. Berawal dari wawancara dengan dosen untuk ujian masuk S2, ada pertanyaan dia yang membuatku sedikit goyah. Apa kamu yakin mau  milih jurusan ini, dengan fisikmu yang gampang lelah? Setelah keluar ruangan wawancara ada sedikit terbersit keraguan, apakah aku mampu? Dengan kondisi fisikku yang seperti ini? apakah aku mampu menyelesaikannya?


aku takut mengecewakan kedua orang tuaku lagi....ahhhhhhhh


 


"Ya....Allah Jika memang ini yang terbaik, berilah Hambamu kekuatan"

Monday, April 12, 2010

Nyanyian Hujan

Tahukah kamu kalau hujan bisa bernyanyi?
Memainkan sebuah nada-nada indah
Terdengar begitu syahdu
Dan mampu mendinginkan perasaanmu
Saat kamu sedih
Pandanglah ke luar
Liatlah hujan yang jatuh
Maka kamu akan menemukan nada-nada yang indah

Cita-citamu apa???

superheroes

Anak sebelum jaman milenium:


 


Ibu: Adek, kalau udah besar mau jadi apa?


Dio: Dokter dong bu, biar bisa nyuntik


Ibu: Wah Anakku hebat..belajar yang rajin ya


 


 


Anak sesudah jaman milenium


Ibu: Adek, kalau duah besar pengen jadi apa?


Doni: Batman, soalnya bisa terbang


IBu: Glodakkkkkkkkkk


 


 

Sunday, April 11, 2010

rindu kepada sang mentari

Saat senja datang..
Bulan menggantikan sinar sang surya
Terbersit satu kerinduan
Akan mentari yang pergi meninggalkan bumi..
Indah bulan tak dapat menggantikan senyum sang mentari
Senyum yang selalu hangat dan penuh makna..
Rinduku ini
Hanya ada
Saat mentari bersinar menerangi jiwaku yang basah karena hujan

Tuesday, April 6, 2010

Maaf

ayah, bunda lentera hidupku


telah rela merawatku


dengan penuh cinta dan kasih sayang


 


ayah, bunda maafkan ananda


yang seringkali tidak menghiraukan pertanyaanmu..


bukan maksud ananda menyakiti


 


ayah, bunda maafkan jika anakmu ini merepotkan


aku mungkin tidak sehebat kedua kakakku


mampu membalas semua pemberianmu


aku juga tidak senormal kedua kakakku


yang dapaat kau lepas tanpa khawatir


 


ayah, bunda aku berjanji


aku akan memberikan yang terbaik


dan tak mengecewakan


meski kemampuanku sangat terbatas


 


 


love u


 

Jangan bertengkar depan anakmu

dr google

Sedikit berbagi ilmu dan pengalaman  :)


Orang tua merupakan cerminan buat anak. Anak-anak seringkali mengadopsi perilaku kedua orang tuanya. Sampai ada istilah anak itu miniatur orang dewasa.


Impian terbesar seorang anak adalah keluarga yang nyaman, hubungan kedua orang tua yang sehat, dan limpahan cinta dari ayah dan ibu.



Hubungan yang baik antara ibu dan ayah juga berpengaruh terhadap anak. Tidak dipungkiri pula, bahwa ada kalanya pasang surut dalam rumah tangga sehingga seringkali timbul ketidaksesuaian atau konflik.


Sering tidak disadari saat marahan orang tua menunjukkan di depan anak, atau bahkan secara tidak sengaja anak menyaksikan pertengkaran orang tuanya. Hubungan orang tua yang terganggu juga ternyata memberikan dampak yang tidak baik bagi anak dan yang lebih berbahaya bisa menimbulkan trauma pada anak.


Pengalaman ini saya dapatkan dari keponakan saya, dia pernah bercerita bahwa dia pernah melihat ayahnya bertengkar dan ayahnya memukul ibunya sampai lebam.


Sejak itu dia menajdi benci kepada sang ayah. Dampaknya  ketika menginjak SMP, dia senang mencari perhatian dari para pria. Jika pria itu sudah tidak memperhatikannya lagi dia akan mencari yang lain tanpa memutuskan pacarnya.


Akibatnya dia malah menjadi korban :)


Ayah dan bunda tak ingin kan si kecil menjadi korban?

Sunday, April 4, 2010

gak mau ke dokter gigi !!!!

 


Dokter gigi???  Mendengar namanya saja sudah bikin perutku mulas, apalagi mesti mengunjunginya...ah terus terang saya paling nggak suka mengunjungi dokter satu ini, soalnya pengalaman keseringan mengunjungi dokter gigi membuat saya sedikit trauma, dan selalu berharap gak perlu mengunjungi dokter itu lagi. Ternyata, nasib berkata lain, besok dengan berat hati saya harus pergi mengunjungi dokter gigi, karena kemarin terjadi kecelakaan kecil yang membuat gigi depan saya patah. Mau nggak mau saya harus mengunjungi dokter itu..ah...moga-moga aja gak ketemu jarum suntik ma bor gigi hik..hik